23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bubuh Nyawan Dadong Rinten dari Blahkiuh, Bubur Bali dengan Cita Rasa Autentik

Ni Putu Vira Astri Agustini by Ni Putu Vira Astri Agustini
November 19, 2024
in Kuliner
Bubuh Nyawan Dadong Rinten dari Blahkiuh, Bubur Bali dengan Cita Rasa Autentik

Bubuh nyawan Dadong Rinten di Blahkiuh

INI untuk penggemar kuliner unik. Sesekali jika lewat Jalan Raya Abiansemal, tepatnya di Blahkiuh, Badung, singgahlah ke jalan agak lebih kecil di Banjar Kembang Sari.

Di situ terdapat kuliner khas, barangkali tak banyak yang menjualnya. Yakni, bubuh nyawan. Bubuh adalah bubur. Nyawan adalah lebah, jenis serangga penghasil madu.   

Ya, itu bubur bali dengan ramuan daging lebah. Nama yang terkenal adalah Bubuh Nyawan Dadong Rinten.

Ni Made Rinten, begitu nama lengkapnya, berjualan bubuh nyawan sejak tahun 2013 dan namanya cukup legendaris di kalangan penggemar kuliner unik, bukan hanya di Blahkiuh, melainkan juga di daerah lain di Badung, Gianyar, Denpasar, dan Tabanan.

Saangnya, Dadong Rinten sudah tak bisa berjualan lagi karena usianya yang sudah uzur. Namun, jangan khawatir, bubuh nyawan tetap ada, karena usaha itu diteruskan oleh menantunya.

Bubuh nyawan Dadong Rinten | Foto: Vira

Bubuh nyawan adalah hidangan bubur dengan  siraman kuah nyawan bercampur bumbu khas bali. Bubuh nyawan itu, bahan utamanya tentu saja beras, diisi sayur yang diolah menjadi lawar. Lalu ada cabai, bawang, irisan kelapa yang akan dijadikan sambel dan lebah sebagai kuah.

Dadong Rinten mengawali usaha berjualan bubuh nyawan di depan rumahnya di Banjar Kembang Sari, Blahkiuh. Awalnya ia menjual bubur biasa dengan daging ayam, hingga ada pembeli yang menyarankan untuk mengubah daging bubur dengan nyawan.

“Saran dari pembeli dijalankan oleh Dadong Rinten. namun diawal percobaan masih sangat buruk dan kurang peminat. Rasa penasaran pembeli akan adanya bubuh nyawan semakin banyak, hingga sekarang bubuh nyawan banyak pembeli dan habis terjual,” ucap Made Suarjaya, cucu dari Dadong Rinten.

Nyawan atau lebah didapatkan dari pengepul lebah alami. Tidak gampang mencari lebah, karena lebah memiliki masa panen.

Lebah yang digunakan untuk adonan bubur itu bukan nyawan dewasa, melainkan adalah larvanya. Hal itulah yang menyebabkan nyawan tak bisa didapat secara mudah setiap hari.  Kesulitan lain seperti memasak karena masih menggunakan dapur tradisional.

Berbagai bahan pelengkap bubuh nyawan Dadong Rinten | Foto: Vira

Ciri khas bubuh nyawan berbeda dengan yang lain, ya, bedanya adalah kuah lebah itu sendiri. Cita rasa autentik dan berbeda juga muncul karena menggunakan rempah-rempah tertentu seperti jahe, ketumbar, dan kencur.

Cara memasaknya pun masih tradisional menggunakan kayu bakar dan tidak menggunakan kompor gas, itu yang menciptakan rasa yang lebih gurih atau bahasa  Bali-nya nyangluh.

Made Suarjaya menceritakan, cita rasa yang unik dari bubuh nyawan milik neneknya itu adalah dari segi pengolahan kuah lebah. Saat membuat kuah, lebah itu tidak boleh lecet, harus tetap utuh sebagai larva.

Larva yang utuh itu memberi sensasi tersendiri saat menikmati bubuh nyawan itu. Setiap dimakan terasa adanya bulir-bulir yang dikunyah dengan sensasi yang unik.

“Sayur yang digunakan juga tidak hanya satu sayur tapi ada beberapa sayur dan berganti setiap harinya,” kata Suarjaya.

Dari tahun ke tahun, perkembangan usaha Bubuh Nyawan Dadong Rinten kian pesat. Kini usaha bubuh nyawan diteruskan oleh menantunya Ni Wayan Joni Astuti, dikarenakan Dadong Rinten sakit.

Akan tetapi Dadong Rinten masih memegang peran penting dalam membuat bubur di rumah sebelum dijual oleh menantunya.

Menantu Dadong Rinten yang meneruskan usaha bubuh nyawan nenek mertuanya | Foto: Vira

Bubuh Nyawan Dadong Rinten banyak memiliki penggemar. Pelanggan setianya berasal dari berbagai dareah seperti Klungkung, Gianyar, Badung dan desa-desa di sekitarnya.

Pelanggan setia yang berdatangan dari daerah Gianyar dan Klungkung, bisa melewati jalan kecil yang arahnya dari Bongkasa, atau Mambal.

Pelanggan dari Klungkung, jika hendak menikmati bubuh nyawan di Blahkiuh, harus menempuh jarak sekitar 1 jam dan melewati daerah Pengosekan Ubud, lalu ke barat melewati perempatan Tebongkang, sampai ketemu Jalan Raya Abiansemal.

Dari Jalan Raya Abiansemal ke utara melewati Lapangan Blahkiuh sampai bertemu Banjar Kembang Sari, ke utara sedikit bertemu gang kecil lalu lurus ke barat.

Begitu pula yang dari daerah Gianyar melewati jalan kecil dan jarak ditempuh sekitar 30 menit.

Warung Bubuh Nyawan Dadong Rinten buka dari jam 15.00-17.30 WITA. Tapi biasanya pelanggan sudah berdatangan sebelum jam 15.00 karena takut tak kebagian.

Bubuh nyawan ini pun terus melakukan inovasi seperti usaha-usaha kuliner lainnya.  Untuk mendapatkan rasa bubuh nyawan yang baru, tanpa menghilangkan cita rasa kuah nawan ang khas, kini bubuh itu ditambahi topping seperti kacang tanah. Itu memberikan dimensi yang baru tanpa mengubah rasa dasarnya. [T]

Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Ikan Bakar Komel Pengambengan: Kelezatan di Balik Kesederhanaan
Rujak Cingur Bu Mah, Kuliner Hibrid yang Unik dan Legendaris di Pasar Atom Surabaya
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Menikmati Sate Keladi Khas Pedawa yang Unik
Tags: Badungbubur baliDesa Blahkiuhkulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merandai Cakrawala Sinema: Membangun Karakter Generasi Milenial hingga Alpha

Next Post

Jangan Lupa Sisiran Saat Nonton Debat Final Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng

Ni Putu Vira Astri Agustini

Ni Putu Vira Astri Agustini

Lahir di Blahkiuh, Badung. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Jangan Lupa Sisiran Saat Nonton Debat Final Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng

Jangan Lupa Sisiran Saat Nonton Debat Final Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co