26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
November 2, 2024
in Puisi
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan

Helmi Y Haska

HILIRISASI

kota yang tumbuh di lenganmu
ingin menjangkau lenganku
tubuh tanah kerajaan hilang
tanah adat tergadai

anak muda dibuai mimpi ala orang amerika
sosok muda, moncong rakus
hasrat gila menambang bitcoin

sementara si gaek terpukau ronggeng
menari gerak pinggulnya menghentak mengayun
apakah tuan masih bermimpi atau terjaga?
angin sebentar singgah menyapa kantung mata

seorang wanita melambaikan tangan kepadanya,
seorang pria melambaikan tangan kepada separuh lainnya
momen waspada yang singkat,
tak terasa semuanya bergerak
membentuk dua baris parallel

matahari melintas di tengah,
seperti itik ribuan orang berjalan menuju gedung parlemen
dalam formasi tidak berbelok ke kiri atau ke kanan
baku tipu, tipu daya
yang tersembunyi di balik lipatan wajah

kata sandi rahasia harus diucapkan dengan tegas tetapi lembut
dan ada pintu terbuka, dan ada pintu tertutup
“apakah ini untukku? Apakah ini untukmu”
rencanakanlah dengan tenang
dengan kenyamanan relatif untuk dinasti
hari masih terbuka lebar
di proyek-proyek strategis nasional
nona-nona akan bermain di pangkuan
wajah mereka muncul
kebahagian yang begitu menakutkan

sementara di di lengkung teluk,
ribuan kilometer dari ibu-kota
tongkang-tongkang memuat batubara
menghantam terumbu karang
mengusir hiu, cumi, gurita,
uang menghilir ke kantongmu

(rakyat yang dimiskinkan mendapat telepon seluler
biarlah menjelajahi kerajaan elektron
terpikat internet dan sensasi anonimitasnya
untuk melupakan semua kesengsaraan)

sepasang sandal melangkah tenang
menuju rumah kontrakan
berbaring di tempat tidur
tubuh tenggelam begitu lambat
turun melalui kasur melewati lantai semen

berapa lama lagi bertahan hidup
lolong alarm pabrik-pabrik membuka pagi
mendinginkan perut
peluh lembur mengalir ke tulang rusuk dan lengan
bagian dalam serta paha
rela diri remuk
di mana aku meringkuk,
di mana aku dalam daging layu?

ada yang harus kau tahankan
seperti kau tahan pemandangan kamar yang penuh
dengan puntung rokok, tampon dan botol plastik kosong

(muak melihat talk-show politisi di televisi
laporan terakhir tentang buruh
diambil dari sumber yang salah)

biarlah tuhan mengundang dalam kegelapan
berkah dan kutukan
yang menyatukan sekaligus memisahkan

jadi pengasingan yang mengerikan
dari diri sendiri
dalam kesunyian mengiris -iris waktu
suwung diantara rahim ibu dan liang lahat
melampaui dunia

Jakarta, 2023.

BERHADAP-HADAPAN DENGAN DIRI

bibirku terasa panas
dan seperti tequila,
hasrat memicu kekerasan dan nafsu dalam diri
berhadapan dengan diri

aku menelusuri jalan melalui labirin
kecemasan, kerutan, mata dan telinga,
tulang rahang, kantung mata
bukan karena kebetulan kulintasi benua
tersesat di jalan nomaden yang panjang
melewatkan semua prolog

serangga di dalam dan luar telah masuk melalui
kaca depan tubuhku yang tak berkaca
dan dalam pusingnya diriku
aku sendirian dengan pikiranku

Bribane, 2020.

BERLAWAN

berlawan pelecehan politik
berlawan kekerasan kriminal
berlawan rasa takut,
kubangun tembok puisi

Jakarta, 2023.

ZONA KEHENINGAN

zona keheningan adalah alam imajinasi
mana sesuatu menjadi mungkin terjadi
mata mengamati bintang-bintang yang sudah raib
burung nasar membusuk di kawat berduri.
lebah datang dari luar sinar matahari
laut mengering.
telinga mendengar tanpa batas.
gurun tumbuh dari hari ke hari.
cahaya matahari barat berwarna merah dari timur
bayangan jelaga mengalir masuk dan keluar.
puing-puing kosmik; kompas rusak, telepon seluler dan radio macet.
bayangan yang berjalan di sampingmu.
lautan keheningan matahari.
rupa wajah saat melihat langit berbintang.

zona keheningan adalah kau dan aku
saat tertidur setelah bercinta

Mataranka, NT, 2018.

POSBUD

tak ada yang perlu dideklarasikan
tak ada yang perlu disesali
setelah sajak melewati halaman pos budaya

2021.

Helmi Y. Haska, lahir di Bandung, tumbuh dalam lanskap budaya keluarga Minangkabau. Sejak usia dini menulis sajak di Harian Semangat, Padang (1982). Ketika merantau di Bali, 1989, menemukan peer-group, persekawanan belajar dengan intens dalam dunia puisi, khususnya halaman Apresiasi, Bali Post Minggu yang diasuh oleh Umbu Landu Paranggi.

Sajak-sajaknya terbit secara sporadis di beberapa harian nasional. Pun sajaknya terbit  dalam antologi puisi, antara lain, Bali The After Morning (Ed. Vern Cork, 1997), Dendang Sanur Nyiur Sanur (Ed. Nyoman Dharma Putra, 2015), Cumi-Cumi (Ed. Rokko Juhasz, 2017), dan Blengbong (2021)

Selain itu, menulis buku Bob Marley, Rasta, Reggae, Revolusi (2005). Kini bermukim di Ubud, Bali dan Talbingo, Snowy Mountains, NSW, Australia. Aktif dalam komunitas Talbingo Bush Poets Club.  

  • BACA puisi-puisi lainnya
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menemukan Keaslian Dee Lestari pada “Tanpa Rencana”

Next Post

Rumah Tusuk Sate | Cerpen Putri Santiadi

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Rumah Tusuk Sate | Cerpen Putri Santiadi

Rumah Tusuk Sate | Cerpen Putri Santiadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co