7 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Jaswanto by Jaswanto
July 18, 2024
in Pameran
Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Salah satu kain yang dipamerkan | Dok. Roman Muka

ROMAN Muka adalah pameran arsip yang menampilkan wastra tradisional yang ragam hiasnya diciptakan dengan teknik-teknik khas yang memberi kesan “hiasan”—walaupun sebenarnya lebih daripada itu. Mulai dari bubuhan perada, sulaman yang dijahit di permukaan kain, hingga cukitan benang yang dikenal dengan songket, maupun pahikung.

Selain wastra, Roman Muka juga menampilkan objek-objek yang berguna untuk berhias; bersolek. Dengan konsep Roman Muka, yang berarti raut wajah, pameran ini mengajak kita untuk membaca dan menemukan kegembiraan dalam segala rupa ekspresi. Pameran ini memacak tema “Embellishments on Textiles and Objects”.

“Tahun lalu kami mengadakan pameran batik-batik bagian pesisir utara Pulau Jawa. Dan tahun ini, setelah saya dan tim memikirkannya, terpantik lah ide untuk mengangkat tema mengenai teknik penambahan hiasan pada tekstil dan objek,” ujar Samuel David, Event Manager sekaligus Kurator Pameran Roman Muka.

Arsip yang dihadirkan di Roman Muka dikurasi langsung dari arsip Pithecanthropus, jenama mode yang terinspirasi dari wastra tradisional Indonesia.

Sekadar informasi, Pithecanthropus adalah rumah mode dan gaya hidup yang terinspirasi oleh wastra tradisional Indonesia. Bermula dari toko oleh-oleh kecil yang didirikan 34 tahun lalu, Pithecanthropus berkomitmen untuk menjelajahi kembali budaya Indonesia melalui pakaian ready-to-wear, perhiasan, dan wastra lawasan.

Menurut Prinka Saraswati, writer dan co-curator Pameran Roman Muka, ini merupakan pameran ketiga dari Pithecanthropus. Pada pameran sebelumnya, Pithecanthropus juga fokus terhadap wastra. Namun, tahun ini, pameran hendak menyoroti lebih dalam mengenai teknik-teknik dalam kain yang tidak hanya berkutat pada pembuatan kain itu sendiri.

“Misal, untuk penenunan, pembatikan, itukan fokus dalam lembaran kainnya. Nah, yang kami fokuskan di sini adalah teknik untuk memberi tambahan atau kesan hiasan. Karena, beberapa produk budaya, seperti songket, manik-manik di kain, atau sulaman, misalnya, itu bukan sekadar hiasan. Dan kami ingin memberi pemaknaan yang lebih terhadap praktik tersebut—yang tidak hanya menganggap itu sebagai sekadar hiasan semata,” ujar Prinka.

Mengenai pertimbangan pemilihan objek pameran, Sam, panggilan akrab Samuel David, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan timnya melakukan pemetaan, riset pustaka, dan bertanya kepada beberapa narasumber mengenai hiasan dalam arsip Pithecanthropus. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah hiasan dan apa saja jenisnya.

“Dari pemetaan itulah, secara garis besar, setidaknya ada lima teknik yang saya temukan dalam arsip Pithecanthropus. Pertama teknik songket, perada, pahikung, buna, dan sulam,” jelas Sam.   

Kain songket disebut sebagai kain yang paling bertahta di Palembang. Tetapi tidak hanya di Palembang, ragam teknik songket juga bisa ditemukan di Minangkabau (Sumatera Barat), dan Bali. Dengan gayanya masing-masing, songket di tiap daerah menunjukkan budaya dan identitas khasnya.

Selain songket, sebagaimana telah disampai Sam, Roman Muka juga akan menampilkan kain buna dari Timor. Benar. Selain ikat, Pulau Timor juga dikenal dengan kain buna-nya. Benang disisipkan satu per satu di antara benang lungsi sehingga tampak depan dan belakang terlihat sama—dengan hasil yang menyerupai sulaman.

Ada juga teknik sulaman Minang. Dengan mengombinasikan nilai-nilai dan alam raya Minang, dengan teknik sulam dari India dan Cina, Sumatera Barat berkreasi dengan sulamannya yang hadir dalam kain hingga dekorasi untuk pernikahan.

Lalu ada tapis Lampung, kain yang secara tradisi hanya dipakai oleh perempuan Lampung pada upacara adat. Tapis adalah kain pusaka yang disulam dengan benang perak maupun emas. Dan perada dari Lasem dan Bali. Batik dan kain berlapis emas dari Lasem dan Bali, dikurasi oleh Pithecanthropus dan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana.

Ya, Roman Muka juga bekerja sama dengan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, yang menjadi kurator untuk arsip kain dan objek Bali dari arsip koleksinya. Benar. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, periset, desainer, serta pengajar dari prodi Studi Fashion ISI Denpasar itu, turut mengkurasi pojok wastra Bali dengan koleksinya; songket, ider-ider tradisional Bali, hingga perabotan.

Sampai di sini, boleh dibilang, Roman Muka hendak menemukan, membaca, mempelajari, dan memaknai kembali apa yang telah bangsa ini miliki. Dan dalam konteks hari ini, pameran ini hendak menggali relevansi dan keberlanjutan kearifan tersebut. “Mau dibawa ke mana setelah ini?” tanya Sam.

Semua arsip atau benda yang telah dikumpulkan dan semua cerita yang telah didapatkan dari banyak orang itu, hendak dikembalikan kepada publik supaya dapat diakses dan memberi manfaat kepada banyak hal. “Jadi, objek-objek itu tidak hanya jadi benda koleksi pribadi saja, tapi juga dapat diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki benda tersebut,” tutur Sam.

Harapannya, Sam melanjutkan, banyak orang dapat terinspirasi dari pameran ini. Misalnya, orang-orang yang bergerak di bidang kesenian, kebudayaan, antropologi, atau cabang ilmu sosial lainnya, dapat menjadikan arsip-arsip atau benda-benda yang dipamerkan sebagai sumber penciptaan karya.

“Dalam hal desain, misalnya. Mungkin ragam hias yang kami pamerkan dapat menjadi inspirasi desain baru dalam bidang fashion dan bidang lainnya,” Sam menjelaskan. Selain itu, pameran ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau wadah pengetahuan bagi siswa dan mahasiswa atau generasi muda pada umumnya yang barangkali tidak pernah mengetahui perihal ragam benda-benda yang dipamerkan.

Sementara itu, Prinka Saraswati menegaskan bahwa Pithecanthropus secara konstan hadir untuk melakukan misi mereka, yakni menjelajahi ulang budaya Indonesia. “Dan saya rasa, mau besar atau kecil impact-nya itu bukan suatu masalah, si. Sebab kehadiran yang konstan dan stabil itu membantu untuk terus-menerus menebarkan kecintaan dan merawat kebudayaan,” tegas Prinka.  

Pameran Roman Muka akan dibuka pada Sabtu, 20 Juli 2024 pukul 18.00 WITA hingga selesai, dan pameran akan berlangsung hingga 1 September 2024 di Masa Masa, restoran dan ruang hubung kebudayaan di Ketewel, Gianyar, di bawah naungan dua rumah kayu berusia lebih dari 250 tahun yang dipreservasi dari Palembang, Sumatera.

Selain pameran, Roman Muka juga memiliki serangkaian acara, yaitu Curatorial Talk bersama Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana dan Prinka Saraswati pada tanggal 10 Agustus 2024; Pasar Merdeka pada tanggal 17-18 Agustus 2024; dan lokakarya perhiasan manik pada tanggal 31 Agustus 2024 mendatang.[T]

Kontak: Samuel, Event Manager (+62812-8766-0001)

Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang | Dari Pameran Foto-Dokumen NU Buleleng dan Benda Sejarah Muslim Bali Utara
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu
Tags: Masa MasaPameran Roman MukaPithecanthropus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Tradisi Munjung ke Setra, “Piknik” di Kuburan ala Orang Buleleng saat Hari Pagerwesi

Next Post

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

Read moreDetails

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
0
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

Read moreDetails

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

Read moreDetails

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails
Next Post
Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya
Pameran

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali
Esai

Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

by Agung Sudarsa
July 6, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

by Nur Inayah Yushar
July 6, 2026
Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati
Esai

Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

Tradisi merupakan akar kehidupan suatu masyarakat. Ia bukan sekadar kumpulan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan fondasi yang...

by Nyoman Mariyana
July 6, 2026
Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
Ulas Rupa

Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

SEPERTI sajian pada menu makan bergizi, yang ditimbang, ditakar, hingga diukur kepada siapa porsi makan ini layak dihidangkan. Kepada tubuh...

by Mahesa Putra
July 6, 2026
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
Pameran

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

by Adwan SA
July 6, 2026
Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak
Kritik Seni

Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak

BENTANG alam Lombok tidak hanya sajikan keindahan panorama geografis, juga hadirkan teater kebudayaan yang terus bergerak. Kebudayaan Sasak, inti dari...

by Arief Rahzen
July 6, 2026
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra
Panggung

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak
Khas

Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan...

by Jaswanto
July 6, 2026
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana
Khas

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai...

by Komang Puja Savitri
July 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co