23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 29, 2024
in Esai
Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Ilustasi diolah tatkala dari Canva

TULISAN ini saya ketik di tengah keprihatinan mendalam melihat situasi di Timur Tengah belakangan ini. Berita tentang kekerasan, intimidasi, serangan militer, dan penderitaan manusia mengalir terus bagai air pancuran, tak pernah putus walau dipancung.

Otak pandir saya ini tetiba bertanya, bagaimana mungkin kawasan Timur Tengah, “Tanah Suci” kata orang, merujuk pada kenyataan bahwa blok tersebut merupakan wilayah sakral bagi tiga agama besar dunia; Islam, Kristen, dan Yahudi, namun justru dilanda “bencana”, sebuah kiasan untuk menyebut konflik, kekerasan, dan penindasan yang merajalela? Tidakkah ini sebuah paradoks?

Bukankah tanah suci seharusnya menjadi simbol perdamaian dan kasih sayang, bukan gelanggang bagi tindakan represif yang jelas-jelas melanggar ajaran agama? Sementara kita semua tahu bahwa setiap tindakan dzalim sekecil apa pun pasti mengundang konsekuensi spiritual yang tidak sepele, sama artinya melawan Tuhan yang secara tegas melaknat tabiat tersebut.

Nah, berpijak pada asumsi receh itu, saya kepikiran untuk mengulas sisi lain yang mungkin belum banyak dibahas orang: di mana posisi keyakinan agama dalam konflik di Timur Tengah? Tesis saya kira-kira begini: Agama tidak cukup mampu mengendalikan rasionalitas seseorang untuk tidak menindas sesama. Pada titik ini saya menyebutnya dengan “Menganiaya Keyakinan”.

Penjelasan dan Kasus

Agama, tidak dapat tidak, memainkan peran sentral dalam kehidupan masyarakat Timur Tengah dengan Islam sebagai keyakinan mayoritas. Salah satu prinsip inti dalam ajaran Islam adalah larangan untuk menyakiti atau menganiaya orang lain, baik sesama Muslim maupun non-Muslim.

 Dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam, terdapat banyak ayat yang menekankan pentingnya kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Namun, paradoksnya, wilayah ini telah menjadi saksi bisu atas banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan.

Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi faktor penghambat bagi tindakan kekerasan dan peperangan. Namun, realitasnya jauh berbeda. Konflik-konflik di Timur Tengah seringkali dipicu oleh faktor-faktor seperti persaingan ideologi, sengketa wilayah, ketimpangan ekonomi, dan upaya untuk memperebutkan kekuasaan politik.

Meskipun demikian, agama sering digunakan sebagai alat pembenaran oleh pihak-pihak yang bertikai, baik secara sadar maupun tidak. Salah satu contoh yang paling tragis adalah perang saudara yang berkecamuk di Suriah sejak tahun 2011. Konflik ini telah menewaskan ratusan ribu orang, menciptakan krisis pengungsi terbesar di era modern, dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Menurut data dari PBB, lebih dari 5,6 juta orang telah melarikan diri dari Suriah, dan lebih dari 6,1 juta orang terlantar di dalam negeri. Meskipun konflik ini dipicu oleh faktor-faktor politik dan ekonomi, agama sering digunakan sebagai alat untuk membenarkan tindakan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai, baik pemerintah Suriah maupun kelompok-kelompok pemberontak.

Di Yaman, konflik yang dimulai pada tahun 2015 telah menewaskan lebih dari 233.000 orang, menurut laporan PBB, dengan lebih dari 80% populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik ini melibatkan pemerintahan yang diakui internasional yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran.

Situasi ini memperparah penderitaan rakyat Yaman, dengan blokade yang menyebabkan kelaparan dan krisis kesehatan yang parah. Meskipun kedua belah pihak mengklaim berjuang untuk tujuan yang benar, tindakan mereka sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan ajaran agama.

Salah satu konflik yang paling menonjol dan panjang di Timur Tengah adalah konflik Israel-Palestina. Konflik ini berakar pada perebutan wilayah dan klaim atas tanah yang dianggap suci oleh tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1948, terjadi serangkaian perang dan intifada yang telah menewaskan ribuan orang dan menciptakan kondisi kemanusiaan yang sangat sulit bagi rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ketegangan terus berlanjut dengan berbagai insiden kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Situasi di Jalur Gaza sangat memprihatinkan dengan blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, membatasi akses terhadap barang-barang dasar seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Menurut laporan PBB, lebih dari 70% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Tepi Barat terus mengalami pembangunan pemukiman Israel yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, memperparah ketegangan antara kedua belah pihak.

Konflik-konflik ini memperlihatkan bahwa agama sering dijerumuskan sebagai alat pembenar tindakan kekerasan. Namun, sejatinya, konflik-konflik ini lebih banyak dipicu oleh faktor-faktor politik, ekonomi, dan sosial.

Persaingan untuk menguasai sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak dan gas, juga menjadi salah satu pemicu utama ketegangan di wilayah ini. Misalnya, Perang Teluk pada awal 1990-an sebagian besar dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait, yang bertujuan untuk menguasai cadangan minyak yang besar di negara tersebut.

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang mencolok antara negara-negara di Timur Tengah juga berkontribusi terhadap konflik. Negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar memiliki tingkat kekayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara miskin seperti Yaman dan Suriah. Ketidakadilan ekonomi ini sering kali menciptakan ketegangan sosial dan politik yang memicu kekerasan.

Oase dan Harapan

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan. Terdapat banyak gerakan dan individu yang berupaya mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia di Timur Tengah.

Mereka mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran agama yang menekankan kasih sayang, toleransi, dan penghindaran dari kekerasan. Upaya-upaya ini mencakup dialog antar-agama, pendidikan perdamaian, dan advokasi hak asasi manusia. Misalnya, inisiatif seperti “Abrahamic Family House” di Abu Dhabi yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Organisasi-organisasi non-pemerintah (LSM) juga memainkan peran penting dalam upaya mempromosikan perdamaian di Timur Tengah. Organisasi seperti International Crisis Group, Human Rights Watch, dan Amnesty International bekerja untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan mendorong pemerintah serta aktor non-negara untuk mematuhi hukum internasional. Selain itu, program-program pendidikan yang berfokus pada resolusi konflik dan pembangunan perdamaian mulai diterapkan di beberapa negara di wilayah ini.

Pada akhirnya, hanya dengan menghormati martabat manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang universal, konflik di Timur Tengah dapat diakhiri. Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi pendorong utama untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi, bukan justru menjadi alat pembenaran untuk tindakan kekerasan dan penganiayaan.

Penting untuk diingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga kehadiran keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.[T]

Islam Agama Pembebasan
Nuansa Islami Dalam Pustaka Lontar Bali
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tags: agamaIslamKristenMuslimNasraniTimur TengahYahudi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali

Next Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co