6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini by Alit S Rini
May 18, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini

MANTRA DISKO DARI PUB DEKAT KUBURAN

Apa ada yang peduli
pada kesepian kuburan
Mimpi bangkit dari tubuh terbakar
dan debu hanyut di gelombang

Angin, gamelan hati menjelajah
Ruang samar di ombak yang ringkih
Berlidah tipis melipat sunyi

Kuburan dekat laut
Hanya berjarak beberapa langkah
Sisa api meledakkan ruang kosong
pada bambu pengusung lembu
Lembu kayu hitam tunggangan identitas

Hati yang gosong
Menganga rongga rindu
Ke manakah kini mencari naungan
Ketika bara hati panas tak terperi

Senja nuju malam
Sandya kala
Lampu pub menyala
Musik instrumental
Lagu-lagu blues, jazz bergantian
Menggelitik empati pada irama

Beringin rambu-rambu pejalan
Bisa sewaktu-waktu lenyap di tikungan
menjadi cahaya bulan
Digelayuti kelebatan lalu-lalang
yang sulit diamati wujudnya

Di pagar pandan berduri
terantuk langkah jika memasuki
wilayah samar yang dijaga
seribu aksara hidup

Kepala-kepala perempuan
berbunga emas
Berhias gantungan mitos calonarang
di ruang berserak sesaji
Bangkit dari tempat ritual
Ngeloyor ke deretan warung-warung

Para pemancing angin khusuk
mendayung angan
Menelentangkan tubuh
Bergelut tak berjarak
dengan gamelan gemuruh dari ombak

Hutan lamunan tersengat
cahaya lampu neon
Angin malam yang merobohkan keramaian
sejak menjelang malam
Tanpa bintang
Tanpa bulan
Lamat-lamat dari pub
tom jones mengalun
jack daniels mengkudeta kesadaran

Di mana horornya kuburan?
Beringin dan kawanan kegelapan
Bersisian dengan kerlip lampu disko
Dan lantai dansa bergetar
oleh hentak kaki pelarian sepi

Senantiasa ada sepi
Sepi tak mati-mati

6mei2024

UPACARA ABSURD

Ini putaran ke berapa
dalam gerakan memutar
Menyadari energi langit dan bumi
didalam diri
Minta dibukakan pintu
Pintu pengantar perjalanan
Pintu tuntas keberangkatan

Payung-payung terikat pada tiang
penyangga langit- langit
Semua putih, semua sama
Putih
Tak ada warna
Warna-warna telah jadi jalinan temali
Belenggu identitas

Yang telah mengabu
Terkubur meski tak tuntas
Jangan kembalikan menabur kelam
Disucikan dalam permandian api
Api pembakar

Identitas tak penting lagi
Hanya debu energi
Mengawang, mengembara di udara lepas
Sampai saat tiba
Melayani gravitasi, atau
Tak kembali sama sekali

Ke hulu
Sesudah ke muara
Meninggalkan turunan
Meniti pendakian
Lebih ringan dari saat kelahiran
memanggul identitas

Kita hanya kisah-kisah dalam peristiwa
Dalam balutan kemeriahan upacara
Sekaligus sunyi hati
Yang serba majemuk untuk dipahami
Mendengar percakapan absurd
Cenayang pemanggil arwah
Sebagian saja bisa dipercaya
Selebihnya manipulasi romantisme
Kecengengan
dan gelisah jiwa yang parah

Dan sunyi memetakan semua
Hitam karma
Dibakar api upacara
Mengabu
Menuju putih
Meski tak paham
Sepanjang apa perjalanan selanjutnya
Keyakinan hanya ada di ruang imaji
para pengharap

Upacara-upacara
Tulus makin tulus
Kisah tak berhenti di peristiwa bumi

9aprl2024

PEREMPUAN HALIMUN

Perempuan bertubuh wangi
Bertaut serapat batas tipis
alam nyata alam maya

Cantiknya dalam halusinasi
Semerbak tubuhnya menguasai
alam sadar yang luluh
Merayu
Mendayu

Di kesepian pekat
Angin meraung-raung
Kelam bersarang
Kelebatan makhluk berloncatan
Menghindari terang
Pancaran cahaya sukma
membuatnya lumpuh

Melumpuhkan hasrat untuk terjaga
Terbebas dari halimun
Merasa terjebak
Mendobrak penghalang

Tersesat
Percakapan-percakapan
Dalam kuasa sepi
Lawan bicara tak kasat mata
Di bilik berlentera
Semua halimun

Terang
Teranglah sukma
Selalu
Dihidupkan sujud

Menyalalah jiwa
Mengawal pelarian
Nuju kesadaran

Di jalur tak terbaca
Penguasa kegelapan menghadang
sekelam pikiran
Muncul dari selangkangan pohon
dengan borok sekujur tubuh
Angin dan seluruh penghuni rimba
kena sirep
Anyir menguar, hening membekap

Berlari
Tersungkur di batas gelap terang
Terjaga di rimba mahapekat

Ini belum ujung yang dituju
Belum puncak pendakian
Di jalur berkabut tipis
embun memberi dingin
Menyusul matahari terang
Terang di hati

17april2024

KERAJAAN MALAM

Dan tikungan demi tikungan
Lintasan demi lintasan
Melingkar, selalu kembali ke asal
Tanpa penanda cahaya
Mengintai serpihan kesadaran
dalam kontaminasi pikiran
Kabut semakin bersiasat
dengan rasa kalut

Saat pekat menyungkup
Siapa menyapa dari hamparan kabut?
Saat kabut terbuka
Ia menyusup ke dalam rasa ragu

Memanggul beban
Kerangka dari belulang mengering
Terseok di angin dan tanah basah
Di manakah perhentiannya
Menyelinap di pintu kabut
yang terbuka menutu sekedipan mata

Mencari puncak menyusuri jalur
Berputar-putar
Disekap mendung
Malam mengelam
menyembunyikan bulan bintang
Penerang dalam sukma pun
padam oleh rasa gentar

Punggungan jalur menganga
Sesayup angin seperti panggilan lirih
merayu seperti cinta mengalun
lewat elusan tanpa wujud
Tawa melengking meramaikan malam
mengejutkan kesadaran yang goyah

Di suatu persinggahan
Obrolan riuh tak jelas makna
Rayuan-rayuan
Juga penampakan jelita
Bermunculan dari kerajaan malam

2maret2024

MEDITASI LAUT

Lupakan warna
air, juga aneka ikan. Lupakan
karang-karang. Lupakan kanal- kanal,
palung palung

Di permukaan
Gelombang menghambur
setinggi keangkuhan
dengan debur garang
Memuja diri, riaknya, soraknya
mengganggu pemuja keheningan
Makin di luar makin liar, makin ke dalam makin tenang
Tak mengganggu konvoi perahu
Menunggu berlabuh dari rantau jauh

Kita ikan, atau
tak menjadi apa-apa
juga tak penting
Sebuah perahu hanya berputar-putar
seolah- olah berangkat
Perahu masa lalu tanpa muatan kosong.
Hanya pelampung
Mesin mati. Angin mati.
Riak- riak nyinyir.
Karang di dasar
menghujat ombak yang
selalu birahi

Debu kiriman pembakaran
upacara kematian
Bunga warna-warni, harumnya tak menghapus aroma hangus
Jiwa menggelandang memasuki gapura gaib yang terbuka di pesisir riuh
Mencari. Tak bertemu
Bertemu yang tak dicari
Muncul dari dasar samudera hati

Di wajah murung peradaban
biduk cinta pecah
Di wajah murung perasaan
cinta menyimpan jangkar
masa lalu untuk berangkat
Dan tiba tak jelas
Pulang atau pergi
Tak tercatat waktu
Sesat pun
adalah peta kedatangan
Merasa sampai
Mudah menggiurkan

Laut menjadi luka
Airnya air mata
Menerima segala muara pikiran
yang menganak sungai
dengan kekeruhan tak terukur

Kini
aku laut
Yang nampak geloranya
Kesunyian di dalam
Kuceritakan kepada siapa saja
Kecuali kesendirian puisi
yang sejak awal memahami

Mengeja keluasan dan kedalaman
Garis demarkasi lenyap
Aku larut
dalam gairah yang jauh
dari cahaya mata cemerlang
Mata yang mengilhami waktu
Yang kelak memelukku
Kini memelukmu

Aku laut
Gelora dan ketenangannya
Begitu sulit menutup ingatan
Tanpa gejolak gelombang

4aprl2024

  • BACA PUISI-PUISI tatkala.co YANG LAIN
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Winar Ramelan | Nyepi Untuk Pulang ke Diri
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional

Next Post

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Alit S Rini

Alit S Rini

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co