23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Juru Gender dan Guru Dalang

Gusti Putu Sudarta by Gusti Putu Sudarta
January 23, 2024
in Esai
Juru Gender dan Guru Dalang

Pekak Wayan Loceng (almarhum) juru gender dan guru dalang dari Sukawati | Foto: Dok. Gusti Sudarta

JURU Gender adalah sebutan untuk musisi gender wayang di Bali. Untuk menjadi juru gender sudah tentu melalui proses pembelajaran yang panjang, karena untuk menguasai ketrampilan menabuh gender wayang dan mampu mengiringi dalang dalam pertunjukan wayang diperlukan disiplin aguron-guron.

Aguron-guron dilakukan dengan penuh rasa pengabdian dan komitmen kepada guru gender dan juga kepada diri sendiri sebagai seorang murid. Kedalaman proses aguron-guron yang dilakukan akan menentukan kualitas seorang penabuh gender sampai menjadi juru gender wayang, karena seorang juru gender tidak hanya menguasai teknik ketrampilan dan gending-gending gender wayang saja (lelintihan gending gender), namun juga memahami dengan baik cerita wayang, bah-bangun wayang (dramatic), ngesehang bayun paigelan (musical spirit, mood, interpretation and improvisation) yang disebut dengan ngewangsa wayang.

Dalam proses aguron-guron, hal yang didapat tidak hanya ilmu dan ketrampilan tetapi juga terjadi transmisi pengalaman panjang seorang guru gender wayang. Pengalaman seorang guru sangat penting bagi seorang murid karena secara tidak langsung memberikan pencerahan disiplin, etika, moral, dan spiritual.

Dalang Nganten Mesakapan Ngajak Juru Gender

Seorang dalang diharuskan nganten mesakapan dengan juru gender. Nganten mesakapan artinya menikah dan disahkan dengan komitmen bersama. Istilah nganten mesakapan ini sangat biasa digunakan jaman lampau sebagai ungkapan bahwa seorang dalang harus menyatu dengan juru gender.

Menyatu yang dimaksud di sini adalah proses kerja sama bagaimana mengupayakan supaya pertunjukan wayang berhasil dan sukses. Proses kerja sama dalang dengan juru gender terjadi tidak hanya saat berlangsungnya pertunjukan wayang saja akan tetapi sesungguhnya interaksi intim antara dalang dan juru gender terjadi setiap saat, saat ide kreativitas muncul.

Ide kreatif ini dibahas dan dikreasikan supaya bisa digunakan dalam pertunjukan wayang. Bentuk kreasi ini ketika ditampilkan dalam adegan pertunjukan wayang menjadi satu reragragan yang tidak terduga karena memberikan satu bentuk kreasi baru dan sentuhan baru dalam satu adegan, cerita (satwa), dialog (kanda, bebangkrekan), igel wayang, dan entan-entanan tabuh gender.

Ngewangsa Wayang

Ngewangsa wayang  adalah kemampuan seorang juru gender terutama seorang pengugal (leader musician yang  mokokin, molosin) membangun dan menghidupkan suasana adegan wayang dengan kemampuan kreativitas-improvisasi musikal yang dihadirkan.

Kemampuan juru gender ngewangsa wayang tentunya harus didukung dengan keahlian teknik bermain gender wayang. Seperti gegedig tetekep cepung artinya setiap lagu gender wayang dimainkan dengan teknik dan penjiwaan (mayunang gending) yang tepat sesuai dengan spirit gending.

Celang dan sengeh dalam mengiringi wayang. Celang artinya konsentrasi penuh dengan memberikan perhatian yang mendalam setiap adegan yang dibangun oleh dalang sehingga tidak ada yang luput. Dalam hal ini kalau diterapkan dengan sungguh-sungguh akan terjadi suatu tuning system atau frekwensi kesadaran dalam gelombang yang sama antara dalang dan juru gender.

Ketika celang terbangun secara otomatis sengeh akan terjadi dengan sendirinya. Sengeh adalah suatu kesadaran dan sensitifitas yang tidak terpikirkan, terjadi begitu saja ketika juru gender merespon rangsangan keindahan, suasana, penanda, dan gerakan yang dihadirkan oleh dalang dalam pertunjukan yang sering terjadi diluar kebiasaan, kesapakatan yang sudah biasa dilakoni.

Celang dan sengeh menghadirkan pertunjukan yang tertata dan kompak antara jalannya alur dramatic wayang dengan kreativitas musikal yang disebut dengan saman sepel.

Saman Sepel adalah hadirnya kekompakan, kerapian, ketepatan antara suasana alur dramatik yang dibangun oleh dalang dengan kreativitas musikal yang digarap oleh juru gender. Saman sepel menyajikan hasil dari suatu proses latihan, kebersamaan, dedikasi, kreativitas dalam satu kesadaran estetika yang tidak mekanik namun hidup dan bertumbuh dalam konteks ruang dan waktu.

Ketika kesadaran atau kepekaan estetika juru gender bertumbuh dan terjadi dalam konteks ruang dan waktu saat pertunjukan wayang digelar, seolah-olah atau dengan sendirinya seorang pengugal gender wayang bisa membaca pikiran dalang, sehingga apa yang diingini oleh seorang dalang dalam menghidupkan suasana pertunjukan bisa direspon dengan cepat dan tepat secara otomatis walaupun penanda dari dalang tidak selalu dalam bentuk verbal. Hal ini menjadikan pertunjukan wayang hidup dan mampu membangun suatu citra kehidupan di ruang imajinasi penonton, dan tentunya memberikan support energy kepada dalang.

Dalam kurun waktu yang lama interaksi intim dialog kreativitas dalang dan juru gender menjadikan ke dua pihak mendapatkan keuntungan pengetahuan. Dalang memahami musik dan mampu memberikan arahan, ide kreatif  ke pada juru gender dan juru gender mampu memahami, dan merespon dengan berkreativitas menciptakan gending iringan wayang, menciptakan pattern-pattern batel baru, phrase-phrase baru untuk mengelaborasi gending-gending iringan wayang untuk bisa menghidupkan suasana pakeliran sesuai dengan tuntutan alur dramatik.

Interaksi yang intens terus menerus memberikan pengetahuan praktik sehingga juru gender sampai menguasai ilmu pewayangan seperti bah-bangun cerita, tandak wayang, anda (kanda) atau dialog wayang, bahkan sampai hapal petikan sastra-sastra kawi (kakawin dan parwa) yang biasa dipakai oleh dalang dalam pertunjukan wayang, walaupun para master gender wayang ini tidak menjadikan dirinya seorang dalang.

Foto koleksi Nobue Tani murid Wayan Loceng dari Jepang

Seorang juru gender yang memahami dan menguasai ilmu pewayangan inilah ada yang menjadi guru dalang, artinya mampu mengajar seorang murid yang belajar mendalang sampai menjadi dalang, seperti Pekak Rajin (almarhum) dan Pekak Loceng (almarhum) dari Banjar Babakan Sukawati Gianyar.

Pekak Rajin yang memberikan pendidikan dasar-dasar pewayangan kepada dalang  I Ketut Madra (almarhum), dalang  yang terkenal dengan sebutan dalang jengki, dan juga dalang I Wayan Wija yang terkenal dengan kreasi Wayang Tantri-nya.

Pekak Loceng, di samping mendidik calon dalang di masyarakat juga menjadi dosen luar biasa  yang memberikan pelajaran praktik padalangan dan gender wayang di Jurusan Pedalangan ASTI Denpasar (ISI Denpasar).

Salah satu murid Pekak Loceng di masyarakat adalah dalang I Gusti Made Lunga (I Gusti Mangku Desa) dari Tangkulak Kaja Kemenuh Gianyar. Pekak Loceng mendidik Gusti Made Lunga dari umur belia sehingga menjadi dalang muda yang terkenal di daerah Gianyar sekitar tahun 1970-80an.

Sekarang I Gusti Made Lunga sudah menjadi Pemangku Pura Desa di desa Tangkulak Kaja, Kemenuh Gianyar, namun masih tetap aktif sebagai dalang untuk upacara terutama pertunjukan wayang untuk ngewatekan atau otonan (sudamala) dan juga wayang sapuleger. [T]

  • BACA artikel lain tentang WAYANG atau tulisan lain GUSTI PUTU SUDARTA
Teater Pakeliran Tutur Candra Bherawa | Proses Penciptaan Karya Teater Bertolak Dari Penjelajahan Teater Tradisi Bali
Upaya & Kiat Pembinaan Gending Gender Wayang Banaspati Gaya Tenganan Pegringsingan
Gusti Sudarta | Sejak SD Main Gender Wayang, Pentas Jalan Kaki ke Desa-Desa
Tags: gamelan gendergender wayangkisah pewayanganpewayanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanita Hebat Itu Megawati Soekarno Putri

Next Post

Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Gusti Putu Sudarta

Gusti Putu Sudarta

Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn. adalah dalang dan dosen ISI Denpasar

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co