23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menimbang Kekuatan Prabowo-Gibran di Buleleng

Jaswanto by Jaswanto
January 9, 2024
in Khas
Menimbang Kekuatan Prabowo-Gibran di Buleleng

Gibran Rakabuming Raka berpidato di atas panggung | Foto: Jaswanto

SEJAK pukul delapan pagi, orang-orang itu beramai-ramai mendatangi Pelabuhan Kuno Buleleng. Mereka mengenakan kaos putih bergambar calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua. Beberapa dari mereka membawa bendera, spanduk, dan tulisan-tulisan di karton yang bermacam-macam.

Itu mereka lakukan, selain sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, juga semacam sambutan selamat datang atas kunjungan Gibran ke Buleleng, Selasa (9/1/2024).

Sambil menunggu kedatangan Gibran, di atas panggung kecil sebelah Gedung Imaco Pelabuhan, beberapa orang berjoget gemoy—joget yang belakangan sering diperagakan calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto—dan diikuti oleh orang-orang yang berdiri di depan panggung.

Di sela-sela berjoget, seorang tim kemenangan terus membakar semangat massa dengan ujaran-ujaran seperti “Hidup Gibran!”, “Hidup Prabowo!”, dan sesekali dengan ucapan “Merdeka!”, yang segera disambut gegap-gempita oleh orang-orang yang berada di depan panggung itu. Sebuah pemandangan yang umum terjadi di panggung kampanye.

Suasana di Pelabuhan Kuno Buleleng saat kunjungan Gibran Rakabuming Raka / Foto: Jaswanto

Gibran tiba di kawasan Pelabuhan Kuno Buleleng pukul 09.45 Wita. Ia didampingi istrinya Selvi Ananda dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Buleleng dengan menaiki helikopter yang mendarat di lapangan Bhuana Patra Buleleng.

Setibanya di lokasi kampanye, pasangan calon presiden Prabowo Subianto ini langsung disambut meriah oleh pendukung dan simpatisannya. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk mengambil foto dan video atau sekadar ingin berjabat tangan denganya. Kedatangan Gibran juga disambut dengan Tari Panyembrama.

Dengan memakai udeng Bali dan kalung bunga gemitir, Gibran menuju tempat yang telah disediakan panitia kemenangan.

Di atas panggung, Jero Krisna, Ketua Tim 8 Bali, mendaulat pengeras suara. Setelah memberi salam dan menyapa simpatisan, ia mengutarakan tiga hal kepada Wali Kota Solo itu, yakni kelanjutan pembangunan bandara di Bali Utara, pembangunan jalan tol Jembrana-Denpasar, dan “jangan bubarkan sekolah Bali Mandara”. Menurutnya, tiga hal itu penting disampaikan kepada Prabowo Subianto.

Sehari sebelum Gibran datang ke Buleleng, Ketua Tim Pakar TKD Prabowo-Gibran Buleleng, Firmasyah, juga mengatakan hal yang sama. “Kedatangan Gibran ke Buleleng untuk menyerap aspirasi masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat Buleleng. Terutama, soal rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang tak kunjung terealisasi,” katanya, Senin (8/1/2024).

Sementara itu, di atas panggung pula, dalam sambutannya yang singkat, Gibran berjanji akan menguji ulang urgensi pembangunan bandara di Bali Utara. “Untuk ke depan perlu dikaji ulang pembangun bandara di Buleleng karena akan memberikan impact bagi warga sekitar,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai orang-orang.

“Kami lihat kejadian di Ngurah Rai pada tahun baru kemarin, saya kira pembangunan bandara cukup urgent,” imbuh dia. Selain itu, menurut Gibran, bandara di Buleleng akan menimbulkan efek berganda pada pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Sebelum meninggalkan panggung kampanye, Gibran mengimbau pendukungnya untuk tidak termakan oleh isu hoaks dan berita bohong lainnya. Ia meminta pendukunganya tetap fokus untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Bali, khususnya di Buleleng.

“Yang jelas, jika ada hoaks, fitnah, dan nyinyiran, tidak perlu dibalas ya bapak-ibu. Tidak perlu fitnah dibalas fitnah, yang jelas fokus saja pada pemenangan,” pinta putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Bagaimana pun, apa yang dikatakan Gibran kepada pendukungnya untuk fokus kepada kemenangan ada benarnya. Mengingat, Bali atau Buleleng khususnya, adalah daerah yang sejak dulu dikenal sebagai “kandang banteng” (baca: PDIP) yang notabene mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Meski demikian, TKD dan relawan seperti Penerus Negeri Bali, Relawan Tim 8, dan Rumah Gibran—yang juga hadir di tengah-tengah kunjungan Gibran ke Buleleng—tetap optimis dapat memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Buleleng. Bahkan, sehari sebelum kedatangan Gibran ke Buleleng, salah seorang TKD Buleleng sesumbar dapat “mengendalikan” banteng di kandanganya sendiri.

Selain itu, optimisme juga datang dari dua partai pengusung Prabowo-Gibran, yakni Gerindra dan Demokrat. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Buleleng, Gede Harja Astawa, mengatakan setidaknya Prabowo-Gibran akan menang limapuluh persen di Buleleng.

“Teman-teman di KIM (Koalisi Indonesia Maju) sudah bekerja sesuai dengan tugas masing-masing. Dan kami optimis. Selain hasil survei (Prabowo-Gibran) terus meroket, kubu sebelah ‘kan juga sudah tidak terlalu berkuasa,” ujar Astawa, yang sekaligus Ketua Tim Kemenangan Prabowo-Gibran di Buleleng, di tengah-tengan kerumunan massa kampanye Prabowo-Gibran di Buleleng.

Masih di tempat yang sama, Luh Gede Herryani alias Luh De, Ketua DPC Partai Demokrat Buleleng, juga mengatakan hal yang sama seperti Astawa. Menurutnya, dengan banyaknya dukungan partai besar kepada Prabowo-Gibran, pihaknya optimis dapat memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua itu di Buleleng.

“Kami sudah turun ke bawah, ke akar rumput, untuk mempromosikan Prabowo-Gibran. Itu perintah langsung dari DPP. Jadi kami optimis menang satu putaran,” ujar politisi perempuan itu. Namun, apakah optimis saja cukup untuk “menumbangkan” lawan di kandang sendiri? Bukankah pasangan nomor urut satu juga sedang melakukan tindakan yang sama?  

Usaha Merebut Suara di Kandang Banteng

Untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Buleleng tentu bukan pekerjaan yang mudah. Semua orang tahu itu. Sebab, sebagaimana diketahui banyak orang, Buleleng termasuk daerah kekuasaan banteng merah yang militan. Tetapi tak ada yang tak mungkin, kata Ketua Tim Pakar TKD Prabowo-Gibran Buleleng. Benar. Dalam politik, semua bisa terjadi. Bukankah pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran unggul di Bali berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas?

Menurut hasil survei tersebut, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan 39,3% suara, sedangkan Anies–Muhaimin 16,7%, dan Ganjar-Mahfud 15,3%. Hasil survei tersebut juga memperlihatkan peta kekuatan masing-masing calon di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Menurut hasil survei Litbang Kompas pada Desember 2023, elektabilitas Prabowo juga unggul 57% di Bali-Nusra. Sedangkan elektabilitas Anies hanya 6 % dan Ganjar 27,7%.

Pada Senin, 6 November 2023, sembilan partai politik—Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Gelora, Garuda, Prima, dan PSI—yang mengusung pasangan Prabowo-Gibran membentuk Tim Pemenangan Prabowo-Gibran di Kabupaten Buleleng. Parpol yang masuk dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Buleleng itu langsung tancap gas untuk melakukan sosialisasi dan pemetaan serta merangkul dukungan secara penuh, all out, untuk Prabowo-Gibran.

“Dengan dibentuknya tim ini, semua akan bergerak setelah melakukan konsolidasi ke dalam sebelum sepenuhnya bekerja untuk kemenangan Prabowo-Gibran,” ucap Kresna Budi, Ketua DPD Golkar Buleleng yang juga ditunjuk sebagai Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Probowo-Gibran di Buleleng, sebagaimana dilansir dari BeritaBuleleng.com.

Sementara itu, menurut Harja Astawa, duet Prabowo-Gibran sangat memungkinkan menggeser hegemoni “moncong putih” yang selama ini mendominasi peta politik Buleleng. “Sehingga, untuk menyatukan langkah ini, kami segera membentuk sekretariat bersama untuk memudahkan koordinasi antarpartai pendukung selama proses pemilu berlangsung,” ujarnya, penuh semangat.

Gibran Rakabuming Raka berpidato di atas panggung / Foto: Jaswanto

Namun, harus diingat, pada tahun 2014, PDIP berhasil membawa pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla unggul di Kabupaten Buleleng dengan memperoleh 232.228 suara atau 69,31%. Dari hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2014 di KPU Buleleng, pasangan nomor urut 2 itu mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh 102.852 suara atau sekitar 30,69%.

Sedangkan pada Pilpres 2019, Buleleng kembali menyumbang suara tertinggi kepada Jokowi-Ma’ruf—yang, sekali lagi, diusung PDIP—dengan 372.190 suara. Semenatara Prabowo-Sandi memperoleh 45.175 suara.

Selain berhasil memenangkan Jokowi sebagai presiden dua periode berturut-turut di Bali, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga menang telak dalam pemilihan legislatif Pemilu 2019. Saat itu, PDIP meraup 1.257.590 suara dari total 2.313.366 suara sah. Dengan kata lain, PDIP mencatat 54,36 persen dari seluruh suara sah di daerah pemilihan (dapil) Bali.

Raihan PDIP tahun itu diketahui meningkat dibanding pemilihan lima tahun sebelumnya. Saat itu, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu meraih 872.885 suara, disusul Golkar (329.620 suara), Demokrat (311.246), dan Gerindra (219.521). PDIP mengulang kesuksesan Pemilu 2014 dan memastikan Bali tetap menjadi “kandang banteng”.

Sedangkan, dalam konteks Buleleng, sejak tahun 1999-2019, PDIP belum terkalahkan. Pada Pileg 2019 lalu, misalnya, PDIP Buleleng merebut 18 kursi dari total 45 kursi yang ada di DPRD Buleleng. Itu menjadikan mereka sebagai pemenang Pileg di Buleleng—walaupun perolehan suara mereka belum cukup dominan. Meski demikian, kekuatan PDIP di Buleleng tetap tidak boleh dianggap main-main. Apalagi, pada pemilu tahun ini, mereka menargetkan merebut 23 kursi di DPRD Buleleng.

Dengan sedikit kenyataan yang telah dipaparkan di atas, siapa pun, termasuk partai atau tim yang mendukung Prabowo-Gibran, yang hendak merebut “tahta” PDIP di Buleleng, harus bekerja sangat keras. Tetapi, sekali lagi, tak ada yang tak mungkin. Dalam politik, semua bisa terjadi.

Pada Pemilu 2009, misalnya, dominasi PDI Perjuangan di Bali mulai terlihat indikasi memudarnya. Menyusutnya dominasi kekuasaan wilayah PDIP di Bali ditandai dengan munculnya partai pemenang baru, yakni Partai Demokrat yang menang di Kabupaten Jembrana dan Partai Golkar yang menang di Kabupaten Karangasem—meskipun pada 2014 dan 2019 PDIP kembali berjaya di Bali.

Partai Golkar saat itu menjadikan Kabupaten Karangasem sebagai daerah kekuasaannya secara mutlak, yaitu sebagai pemenang pilkada kabupaten sekaligus juga suara bagi pemilu legislatif tingkat nasional. Suatu pencapaian yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemilu di Bali yang selama ini selalu dikuasai PDI Perjuangan. Hal ini mungkin saja kembali terulang di tahun 2024 ini.

Perlu dingat pula, sebagaimana PNI yang mendapatkan perlawanan sengit dari PSI dan PKI, dulu, hari ini PDIP pun terus-menerus bertarung dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam memperebutkan konstituen Bali. Artinya, posisi Moncong Putih di Bali tak sepenuhnya aman. Faktor homogenitas Bali dan kekuatan emosional akan ikatan Presiden Soekarno  tidak selamanya bertahan. Perubahan pilihan politik masyarakat Bali sudah mulai dirasakan.

Sampai di sini, meski hitung-hitungan di atas kertas PDIP masih unggul, tapi dengan kekuatan yang dimilikinya—pamor Joko Widodo dan partai koalisi yang mendukung—tak menutup kemungkinan pasangan Prabowo-Gibran akan meraih suara terbanyak di Buleleng, sebagaimana diyakini oleh mereka yang mendukungnya. Itu.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Jokowi Vs Prabowo di Pilgub Bali dan Lain-lain Logika Aneh
Tags: bulelengJokowiPartai PolitikPDIPPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Sate Keladi Khas Pedawa yang Unik

Next Post

Bank Sampah Kaliber dan Program Tukar Sampah dengan Belajar

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Bank Sampah Kaliber dan Program Tukar Sampah dengan Belajar

Bank Sampah Kaliber dan Program Tukar Sampah dengan Belajar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co