24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Ni Kadek Putri Santiadi by Ni Kadek Putri Santiadi
December 17, 2023
in Esai
Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Pementasan "Rwa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta | Foto: Ole

“NANTI saya akan datang dengan cara yang berbeda,” kataku ketika ayah mengirimkan foto riuhnya Kota Jakarta. Ada rasa bangga dan iri ketika ayah lebih dulu memijakkan kaki di sana. Kala itu hanya sebuah perbincangan kecil yang aku pikir tak bisa tercipta dalam waktu dekat.

Ya, hanya sekadar membawanya pada jurnal penuh impian saja. Maksudnya, mencatat setiap tempat yang mungkin bisa dikunjungi, membawa setiap mimpi yang pastinya sesuai dengan inginku, dan berkelana dengan pikiran yang penuh imajinasi. Rasanya sulit untuk beranjak dari tanah kelahiran sebab aku harus menelurkan mimpi tanpa campur tangan mereka. Itu sudah menjadi keputusan maka aku harus mencari kesempatan.

Apa yang selanjutnya aku lakukan? Tidak ada. Aku hanya mencatatnya dalam jurnal tanpa pernah membukanya kembali. Kalau bisa ke sana maka caranya berbeda—aku tidak ingin datang jika hanya menjadi wisatawan.

Kotaku sudah indah, tempat rantauku juga megah, dengan penghuni yang ramah. Untuk berpijak sebentar dengan pengalaman melihat gedung tinggi rasanya bukan perihal yang unik. Maka dari itu, aku harus mencari memori yang kekal. Bagiku, kesempatan akan datang saat aku sudah siap menjalaninya, meskipun nantinya banyak hantaman yang perlu aku lawan atau telan.

Gedung-gedung dan suasana jalanan di Jakarta / Foto: Putri Santiadi

Ternyata kalimat itu salah, suatu waktu aku dihubungi oleh seseorang untuk kembali terlibat dalam pertunjukan yang berjudul “Mlancaran ka Sasak” di Komunitas Mahima. Aku menolak karena menyadari keberadaanku bisa diganti oleh siapa pun. Ya, menyerah dikala garis finish setengah hasta. Tetapi ternyata tidak mudah untuk mengatakan jangan sertakan aku, sebab rasanya senang berada di tengah-tengah mereka

Belum sampai beberapa hari, seseorang yang berbeda menghubungiku tengah malam, dengan bicara, “Jangan pikirkan orang lain, kamu berhak ada di sini.” Betapa bimbangnya aku karena segala alasan tidak masuk akal sudah aku ciptakan dan terbaca olehnya. Tanpa berpikir panjang, kembali aku uraikan niat awal kepadanya. Kalian tahu? Mereka menerimaku kembali bahkan melontarkan rencana baru setelah pementasan selesai.

Aku pun kembali berada dalam satu kelompok manusia yang penuh dengan pikiran-pikiran akan kesenian. Kalau dibandingkan dengan mereka, tentu aku tidak ada apa-apanya. Aku hanya gadis kecil yang kalau kata pepatah diketok palu baru jalan. Namun, seiring berjalan waktu aku sadar bahwa tak semua orang harus berkembang dengan seni. Sebab keberadaanku telah menjadi pelengkap, pikirku.

Setelah pementasan itu, goresan pada jurnal terwujud dengan cara berbeda. Apa? Kesempatan pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta? Rasanya baru satu minggu yang  lalu aku mengatakan impian ini pada ayah. Ternyata benar, semua yang sudah tertakar tidak akan tertukar.

Tetapi tidak begitu saja percaya. Berhari-hari aku merasa kesempatan ini belum pantas, aku belum siap, dan ragu menyelimuti setiap waktu berdentang. Pikiran kacau tapi tubuh tetap bergerak untuk berlatih bahkan berusaha meyakini diri bahwa aku tidak kecil. Kalau tidak sekarang maka tidak ada kesempatan lagi, pikirku. Sampai akhirnya aku dan rekan-rekan lain berangkat ke Jakarta. Mengudara yang jauh dengan doa. Jangan takut, kata Ibu.

***

Pada 9 Desember 2023, aku sampai di Jakarta. Aku melihat gedung yang menjulang tinggi dengan suasana riuhnya kota, begitu banyak manusia yang berjalan, bercengkrama, bahkan hanya sekadar duduk di bahu jalan. Ternyata Kota Jakarta tidak memiliki bintang, itu kalimat pertama yang aku tanyakan pada sopir taxi yang mengantarkanku ke tempat penginapan.

Sebenarnya tidak penting dan tidak membutuhkan jawaban, tapi lidahku begitu lincah mengatakannya. Terlihat dari kaca spion, sepertinya ia sedikit kesal karena aku merasa bahagia berada di padatnya jalan Jakarta sedangkan ia harus melanjutkan perjalanan yang melelahkan.

Pementasan “Rwa” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Ole

Kalau dipikir-pikir, aku seperti manusia yang baru bangun dari tidur panjang. Heboh. Kepala bergerak kanan-kiri-kanan-kiri, begitu terus hingga aku melupakan keadaan mabuk perjalanan.

Rasa lelah pun sirna, mungkin terbang bersama dengan angan-anganku. Entahlah, semua itu seperti mimpi.

Dan aku juga tidak menyangkan pada 11 Desember 2023, bersama teman-teman Komunitas Mahima, aku bisa ada di atas kemegahan panggung teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta—bahkan ditonton oleh banyak orang dan mungkin salah satu dari mereka adalah sastrawan terkemuka di Tanah Air.

Ya, seni pertunjukan (teater wayang) berjudul “Rwa” karya Made Adnyana Ole, yang dipentaskan dalam acara “Pentas Karya Komunitas Sastra” persembahan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu,   membawaku pada pengelanaan yang sesuai dengan inginku. Rasa bangga dan haru menyelimuti setiap sela tubuh.

Tim Komunitas Mahima saat pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Mahima

Saat itu, aku melihat panggung TIM begitu sakral dan mempesona. Suara lantunan kidung, narasi, musik, dan gender begitu selaras dipadukan dengan tarian-tarian dan pantulan cahaya dari kain putih yang menciptakan siluet-siluet para pemegang cerita.

Ada lagi, aku bisa berbagi cerita dengan mereka yang berbeda daerah, mengenal budaya lain, bahkan menyaksikan langsung kehebatan-kehebatan mereka. Lebih senang lagi, aku bertemu dengan sastrawan Indonesia, salah satunya Putu Wijaya. Mengenal beliau adalah salah satu impianku dan itu terwujud.

Sudah berapa banyak keberuntunganku? Tak terhitung, bukan? Berawal dari rasa tak percaya, tapi berakhir dengan takjub. Hanya satu, yakinlah tulisan bukan hanya goresan tangan, tapi sebuah mimpi yang bisa terwujud pada waktu yang tepat. Tulis, tulis, dan ciptakan keemasannya.

Terima kasih telah membawaku, membagi cerita, dan menemani setiap prosesku. Semua adalah asa yang terwujud menjadi rasa.[T]

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia
Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima
Antologi Cerpen Singa Raja Berkisah: Cerpen Baik dan Cerpen Baik-Baik
Tags: JakartaKomunitas Mahimaseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Next Post

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Ni Kadek Putri Santiadi

Ni Kadek Putri Santiadi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co