24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 1, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SEMUA ORANG menginginkan hidup sempurna. Ya, sempurna, maksud mungkin hidup utuh, lengkap segalanya, tidak cacat dan tidak tercela.

Barangkali, hal itulah yang menjadi tolok ukur bagi setiap orang dalam kehidupannya. Kita semua berangan-angan atau bermimpi untuk menjadi sempurna, dan alangkah bahagianya jika semua itu bisa terjadi.

Sempurna dalam hidup, sempurna dalam rumah tangga, dalam karier, kesehatan, punya cinta, punya harta, dan betapa senang dan bahagianya. Memang tidak ada salahnya kalau menginginkan yang terbaik dari hidup ini.

Namun begitu, ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Keinginan untuk menjadi sempurna akan membuat kita lebih hati-hati, jangan sampai salah langkah, jangan sampai ada penyesalan yang tidak berkesudahan. Dan itu manusiawi dan tidak ada yang menyalahkan hal itu.

Kadang-kadang situasi lingkungan yang membuat dan memaksa kita untuk menjadi orang yang tidak sempurna itu. Bagaimana tidak? Ada kesalahan sedikit saja akan ada hujatan, kurang sedikit saja langsung banyak yang mencela.

Banyak sekali ekspetasi dari sana-sini, apalagi hidup bersosial media yang harus berhadapan dengan netizen yang jumlahnya ratusan, ribuan bahkan jutaan orang.

Ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Ada orang bilang hidup itu seperti keramik, yang mudah retak dan pecah kalau kita tidak hati-hati dalam menjalaninya. Mungkin ada benarnya, life is fragile that’s why we have to handle it with care.

Namanya juga manusia. Aalaupun kita sudah berhati-hati, tetap saja kita tidak luput dari kesalahan. Dari kesalahan itulah yang akhirnya membuat keramik yang awalnya indah menjadi pecah dan tidak sempurna.

Kecerobohan, kekhilafan dan keteledoran yang akhirnya menjadi sebuah penyesalan. Tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur karena kesalahan tidak bisa dihindari, dan waktu tidak bisa diulang kembali.

Keramik yang indah dan sempurna, sekarang telah retak atau lebih parah lagi keramik itu hancur berantakan. Kalau itu yang terjadi di hidup kita, maka saya katakan itu bukan akhir segalanya.

Kesalahan memang sudah terjadi, tapi kesalahan bisa diperbaiki. Setiap luka memiliki cerita yang nantinya memberikan makna dan dapat menguatkan orang-orang yang mendengarnya.

Di Jepang ada sebuah seni untuk memperbaiki mangkuk dan cangkir keramik  yang pecah atau retak. Nama seni itu adalah KINTSUGI. KIN artinya emas dan TSUGI artinya sambungan.

Karya seni yang luar biasa ini berawal dari kisah seorang kaya di Jepang bernama Yoshimasa. Suatu hari tanpa sengaja dia memecahkan cangkir keramik kesayangannya. Ia pun meminta seorang ahli seni untuk menambal pecahan-pecahan keramik itu, namun sayangnya setelah ditambal cangkir itu justru menjadi tidak karuan dan bahkan tidak bisa digunakan.

Ketika cangkir itu hendak dibuang, ada ahli seni yang tidak menyerah. Dia pun berpikir keras dan akhirnya munculah sebuah ide. Ide untuk menambahkan emas di bagian tambalan-tambalan cangkir tersebut, dan akhirnya cangkir yang tadinya pecah berantakan dan tidak berguna kini bisa diperbaiki bahkan menjadi sesuatu yang lebih indah dan bernilai.  Cangkir ini memiliki kisah dan cerita di balik ke-RETAK-kannya.

Ada filosofi yang mendalam dari KINTSUGI ini yang bisa diterapkan dalam hidup kita, ibarat sebuah keramik yang retak akan berbeda nilainya tergantung di tangan siapa. Mau dibuang begitu saja atau diubah menjadi karya yang indah. Mau ditambal dengan lem biasa, atau dengan emas yang bernilai dan mulia.

Sebuah luka, trauma, atau rasa bersalah bisa menjadi indah tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita mau menambal hatimu dengan kebencian, atau merekatnya dengan kasih dan pengampunan.

Pengampunan bagi mereka yang mungkin sudah membuat hatimu luka, pengampunan bagi dirimu sendiri atas kesalahan yang telah terjadi.

Kita harus menyadari bahwa kesalahan itu membuat kita bisa belajar. Ketika semua orang meninggalkanmu, di situ kita belajar untuk mandiri di atas kaki kita sendiri.

Ketika hidup mengujimu dengan sejuta masalah, di situ dituntut untuk kita belajar jadi dewasa dan bijaksana. Ketika kita diberi kesedihan di situlah kita belajar untuk bisa berempati.

Dan sama seperti KINTSUGI yang menjadi karya seni yang indah. Ingat ada harta yang berharga dari setiap luka, dalam hidup tidak bisa lepas dari suka dan tidak suka, dan sudah pasti ada yang tidak suka dengan kita, akan ada orang yang sering mencibir bahkan menertawakan kita, orang yang menghujat bahkan orang yang tidak percaya pada kita.

Tapi ingat selalu akan ada kamu yang membuktikan kepada orang-orang itu, bahwa mereka itu salah.

Di mata Tuhan kita adalah MAHAKARYA, accepting imperfection doesn’t mean that you have to lower your standard, but it means not juging your self for being who you are.

Menerima ketidaksempurnaan bukan berarti kita harus menurunkan standar hidup, bukan berarti kita tidak berusaha dan menerima apa adanya. Itu salah. Menerima ketidaksempurnaan berarti tidak menghakimi diri sendiri, melainkan memahami dan menghargai siapa kita ini seutuhnya.

Tidak perlu menjadi orang yang sempurna untuk bisa memiliki hidup yang indah, tapi lihatlah setiap keindahan di dalam ketidaksempurnaan itu, maka hidupmu akan terasa sempurna. I am perfectly imperfect but I am perfectly me. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: Dokter Caputgaya hiduprenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Next Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co