23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
June 17, 2023
in Esai
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental

Salah satu adegan dalam karya Teater Tanpa Tepi “Darma Luas” | Foto: Dok. Pribadi

MENJELANG DUA perhelatan akbar kesenian di Bali, yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) tahun 2023, “Segara Kerthi” menjadi topik utama sebagai wahana dalam beragam penyajian karya seni.

Dalam tulisan ini, penulis mencoba ikut mengeruk kedalaman samudra yang tidak terbatas untuk menemukan mutiara-mutiara indah yang perlu diangkat ke permukaan.

***

Seorang seniman hendaknya memahami tentang karya sastra, kearifan lokal, dan peka terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya baik dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan.

Merespon tematik “Segara Kerthi” memberikan rangsangan tumbuhnya ide dan gagasan penulis terhadap salah satu idiom dalam sastra tradisional Bali, yaitu segara tanpa tepi yangsecara harfiah memberikan sebuah gambaran tentang sesuatu tidak terbatas.

Ketertarikan penulis terhadap idiom segara tanpa tepi memberikan stimulus penulis untuk menciptakan karya seni dengan ide dan gagasan baru berdasarkan kearifan lokal tersebut.

Segara berarti samudra atau laut yang meliputi sebagian besar permukaan bumi, dan tanpa tepi berarti tidak berujung. Segara atau laut merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, karena memiliki sumber daya alam dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Berdasarkan telaah wawasan semesta makro dan mikrokosmos, penulis meyakini idiom segara tanpa tepi mengandung nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan, serta semestinya digali dan direpresentasikan sebagai sebuah hakikat tanpa batas yang dianalogikan ke dalam perspektif visual ujung samudra yang tidak bertepi.

Segara tanpa tepi merupakan sebuah idiom kearifan lokal yang memiliki kebenaran yang mutlak, karena jika berada pada satu titik di tepi samudra, maka akan tidak melihat ujung samudra lainnya dari titik di mana berada.

Penjelajahan terhadap idiom segara tanpa tepi, penulis mendapatkan sumber literatur seperti buku, manuskrip, yang menggunakan idiom segara tanpa tepi sebagai sebuah kata bermakna (wacana manggala) yang secara tidak langsung memberikan gambaran tentang eksistensi keberadan idiom segara tanpa tepi.

Segara tanpa tepi, melalui salah satu pemaknaan hasil penjelajahan penulis, menemukan sebuah konsep dalam penjelajahan terhadap daunental dalam karya Wayang Ental yang secara praktis dipahami melalui prinsip Luas, Mangumbara Mulih.

***

Luas merupakan fase penulis memberanikan diri untuk keluar dari ranah tradisi dan mencoba mengeksplorasi bahan baru sebagai medium dalam karya wayang masa kini, sehingga penulis menemukan daun ental untuk dijadikan sebuah karya seni wayang ental dua dimensi.

Fase tersebut penulis rasakan pada tahun 2016, saat memenuhi syarat tugas akhir di Program Studi Seni Pedalangan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Karya wayang ental tiga dimensi (2016) / Foto: Dok. Pribadi

Sedangkan Mangumbara merupakan fase ketidakpusan penulis dalam eksplorasi sebelumnya, sehingga penulis melakukan penjelajahan lebih jauh terhadap teknik wayang sebelumnya.

Dalam perjalanan tersebut, penulis mendapat kesempatan dalam pengembangan pengetahuan sehingga memformulasi penyajian karya wayang ental dua dimensi dengan memadukan teknik Bunraku—yaitu teknik permainan boneka dari Jepang—dan Tetikesan, teknik gerak wayang Bali serta bentuk wayang lebih distilirisasi dan menghasilkan karya wayang ental tiga dimensi (2018).

Karya wayang ental tiga dimensi (2018) / Foto: Dok. Pribadi

Ketika karya wayang ental tiga dimensi telah mencapai puncak penjelajahan estetisnya, penulis kembali (mulih) ke basis awal penulisan semula dan menyadari bahwa penjelajahan tersebut bermuara pada pendalaman nilai-nilai yang mengakar dan terjangkar dari tempatnya semula.

Inti konsep berpikir di atas bermakna apapun sejarah yang muncul dan mengisahkan tentang lahirnya wayang ental, hingga keberadaanya kini merupakan wacana falsafi yang merujuk pada ontologi (kebendaan) wayang.

Penulisan ragam wayang akan selalu kembali kepada “manusia” dan “pemikirannya” untuk “menanggapi” wayang tersebut.

Berdasarkan pernyataan di atas, penulis melakukan pembaruan terhadap penulisan wayang ental dengan mengembangkan teknik gerak wayang ental sebelumnya, yang menstilir gerak wantah dan maknawi wayang. Penulis melakukan eksplorasi lebih mendalam terhadap medium entalsebagai medium wayang yang digunakan mulai dari teknik pembuatan wayang, tata busana wayang, dan karakterisasi tokoh wayang. Eksplorasi tersebut melahirkan jenis wayang baru melalui konsep kreativitas tanpa batas.

Karya wayang ental tiga dimensi (2023) / Foto: Dok. Pribadi

Penjelajahan terhadap daun ental sebagai medium wayang berfokus pada pengolahan teknik yang tidak biasa seperti penggunaan teknik laser cutting untuk membuat pola, serta menggunakan teknik grafir untuk membuat volume dan penekanan pada fisik wayang. Selain itu, pengolahan daun ental juga berbeda dari wayang sebelumnya.[T]

Wayang “Menggugat” Festival Seni Bali Jani
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor
Tags: Budayaesaikesenian baliwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pedagang Musiman di Jalur Kilometer Enam Puluh Singaraja

Next Post

Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Berawal dari Tiktok, Pemuda Karangasem Rela Tempuh Jarak 75 Km demi Blue Lagoon

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co