24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Luh Putu Dila Permata Sari by Luh Putu Dila Permata Sari
March 1, 2023
in Esai
Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

AKU HANYA INGIN tersenyum dan bersyukur menjalani hidup, sebab perihal menangis, air mataku sudah hampir habis. Aku sudah terlalu banyak meneteskan air mata untuk setiap cobaan yang memporak-porandakan hidupku.

Aku seorang mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi yang baru saja menginjak semester 4 di salah satu kampus negeri di Bali Utara.

Usiaku masih muda, masih sama seperti anak-anak muda lain yang ingin nongkrong di coffee shop, yang ingin nyunset disore hari, yang ingin merasakan dinginnya udara pagi saat glamping, dan masih banyak lagi.  

Aku bisa saja melakukan itu semua karena aku bekerja dan punya penghasilan sendiri.

Lalu, mengapa aku lebih memilih untuk tidak melakukan itu? Bukan aku tidak mau, tapi tidak bisa.

Pundi-pundi rupiah yang kuraup dari hasil jerih payahku sendiri harus aku gunakan untuk keperluan yang lebih penting, seperti biaya kuliah, membantu orang tua, dan membayar hutang.

Miris ya? Masih muda tapi beban dan tanggungannya seperti orang sudah berumah tangga.

Hutang apa? Kenapa masih muda sudah punya hutang? Orang yang hidupnya bergelimang harta tidak akan paham rasanya. Haha, bukan hutang foya-foya untuk terlihat hedon ya. Ada cicilan motor yang harus dilunasi, ada biaya kuliah sehari-hari yang harus kucukupi.

Ayahku sudah kembali ke pangkuan sang pemilik kehidupan. Jauh dan tidak akan bisa kulihat lagi. Melihat saja sudah tidak bisa, apalagi bersenda gurau,berbagi keluh kesah seperti anak lainnya.

Terlahir sebagai anak perempuan pertama dari tiga bersaudara membuatku harus berjuang keras menghadapi kerasnya hidup, terlebih aku anak yatim sekarang.

Aku harus bisa memastikan bahwa ibu dan adik-adikku selalu dalam keadaaan tercukupi. Meski aku tak bisa membantu banyak secara materi, namun nama mereka selalu kusebut dalam setiap lantunan doaku.

Sejak ayah pergi, keadaan memaksaku tumbuh menjadi wanita mandiri yang harus mengusahakan segala sesuatunya sendiri termasuk dalam hal pendidikan. Aku tahu, doa ibuku selalu mengiringi setiap langkahku, tapi aku tidak mau membebani ibu.

Aku sedih, kecewa,dan marah dengan keadaan. Batinku memberontak, kenapa dunia ini sangat tidak adil pada takdir hidupku. Mengapa di saat anak-anak lain beranjak dewasa, mereka ditemani orang tua yang lengkap dalam berproses? Mengapa aku tidak?

Aku ingin berdamai dengan keadaan, aku tidak mau terus menjalani hidup bergandengan dengan rasa marah, sedih,dan kecewa. Aku melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda dari biasanya.

Aku adalah anak spesial yang dipilih Tuhan untuk menerima ujian berat sebab Tuhan tahu aku mampu. Aku melihat orang-orang di luar sana dengan berbagai masalah yang dihadapi seperti anak-anak broken home, atau orang-orang dengan masalah ekonomi dan masih banyak lagi. Ada yang memilih mengakhiri hidup, ada yang memilih bertahan melanjutkan hidup dan berdamai dengan kenyataan.

Aku tahu aku harus bertahan untuk selempang wisudaku, untuk ice cream coklat kesukaanku, untuk jus alpukat yang menjadi pelepas dahagaku, untuk foto prewedding dengan pasanganku, untuk senyum bahagia keluargaku melihat kesuksesanku, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, aku memilih untuk tetap hidup dan menikmati sukacitanya.

Bagaimana aku bisa bertahan? Bagaimana aku bisa kuat?

Pertama, aku meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja, semua badai akan berlalu.

Kedua, aku belajar tidak berekspektasi tinggi terhadap siapapun dalam menjalani hidup, aku harus belajar kuat sendirian saat tak ada satupun tempat untuk memohon pertolongan kecuali Tuhan dan semua rencana-rencana baik-Nya.

Ketiga, aku mencoba berdamai dengan diri sendiri, menerima takdirku dan melihat sisi positif dari setiap masalah yang terjadi. Aku tidak mau hidup dipenuhi dengan penyesalan dan amarah yang justru akan menyakiti diriku sendiri.

Bagaimana aku bisa mengatakan ketiga hal itu? Karena aku mengalaminya sendiri, membuktikannya sendiri. Setelah berdamai dengan keadaan dan bersujud pada Beliau, hidupku menjadi lebih baik. Seberat apapun masalah ekonomi, keluarga, percintaan,pertemanan, atau pekerjaan sekalipun pasti akan terlewati.

Berdamailah, bersahabatlah dengan masalah-masalah itu, iringi doa dalam setiap penyelesaiannya, rasakan betapa tentramnya hati bisa melewati segala ujian tanpa harus menyalahkan keadaan. [T]

Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional
Sathya Kori Mancika, Mahasiswa Komunikasi, Suka Dongeng, Suka Ikan Cupang
Selain Tuhan Tak Ada yang Lebih Hebat Dari Manusia
Tags: generasi mudamahasiswamilenialmotivasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan

Next Post

Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Luh Putu Dila Permata Sari

Luh Putu Dila Permata Sari

Lahir di Singaraja. Kini tercatat sebagai mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co