23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
February 13, 2023
in Esai
“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

Ilustrasi tatkala.co

LAMA SAYA merenung untuk membuat tulisan dan judul yang sekiranya dekat dengan masyarakat serta efektif membantu permasalahan kesehatan yang ada saat ini.

Sebagai seorang dokter, agak begitu keliru jika posisi kami hanya mengobati ketika sakit. Karena niscaya ketika itu terjadi, pilihan selanjutnya adalah sembuh seutuhnya (biopsikososiospiritual), membaik, atau tidak membaik bahkan meninggal.

Jika kita bisa berpikir ke hulu lagi, ada yang masih perlu kita gaungkan dan lakukan yaitu pencegahan. Salah satu isu itu adalah rabies. Mari berhitung bersama.

Kita akan bahas seremnya dahulu tentang rabies. Rabies adalah penyakit yang penularannya dari hewan ke manusia dengan menyerang sistem saraf akibat infeksi virus RNA dari keluarga Rhabdoviridae. Hingga 98% penularannya dari anjing sedangkan sisanya oleh kucing dan kera.

Celakanya pada kasus rabies yang pasiennya tidak mendapatkan vaksinasi, tingkat kematiannya mencapai 100%. Dengan ukuran yang sangat kecil yaitu 180 x 75 m agaknya susah dilihat dengan mata telanjang. Dengan melalui gigitan atau jilatan virus masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka atau mukosa yang utuh seperti konjungtiva mata, anus, mulut, alat kelamin bagian luar, maupun transplantasi kornea.

Selama 2 minggu virus diam di tempat awal lalu merangsek ujung-ujung saraf bagian posterior atau belakang. Masa terinfeksi hingga menunjukkan gejala bervariasi mulai dari 7 hari-1 tahun, dengan rata-rata 1-2 bulan. Di sinilah titik permasalahan kedua, yaitu bervariasinya masa inkubasi itu sehingga kadang kita merasa tidak terlalu khawatir maupun menganggap remeh atau ampah.

Setelah menuju saraf tepi akan terus menuju saraf pusat hingga pada akhirnya dari saraf di otak kembali menyebar ke kelenjar di kornea, kulit, dan kelenjar ludah.

Lamanya mencapai saraf pusat tergantung dari 3 hal, yaitu dari segi virus, seberapa banyak virus yang masuk; dari segi lingkungan yaitu bagaimana pencegahan virus itu dicegah masuk seperti dengan desinfektan dan lain-lain; serta dari segi inangnya yaitu posisi virus masuk ke dalam tubuh, daya tahan tubuh dari korban.

Contoh area gigitan di daerah kepala, muka dan leher rata-rata 30 hari. Gigitan di lengan, tangan, dan jari tangan 40 hari. Gigitan di tungkai bawah, kaki, jari kaki 60 hari dan di badan 45 hari. Tingkat kematian paling tinggi pada infeksi di daerah wajah, menengah di area lengan dan tangan serta paling rendah di daerah di kaki.

Terlepas dari fatalitas virus ini, syukurnya ada kelemahan dari virus ini yang sangat gampang mati jika di luar tubuh inangnya. Virus akan mati dalam sinar matahari, sinar ultraviolet, pemanasan dalam 1 jam 50 menit. Virus ini juga sangat peka dengan pelarut basa/alkalis seperti sabun, desinfektan, serta alkohol 70%.

Sehingga saran pencegahan setelah digigit atau terkena cairan berpotensi terkena virus ini, adalah dengan cara mencuci di air mengalir dengan sabun selama 15 menit dan menggunakan antiseptik.

Sekarang kita mulai kupas kenapa di masyarakat menjadi sesuatu yang perlu kita perhatikan bersama bahkan peran desa adat. Desa adat menjadi tameng dan terbukti efektif saat terjadi COVID 19. Dengan arahan pemimpin di desa adat, awig-awig/aturan sangat ditaati masyarakat. Tentunya ini memiliki peran strategis guna mencegah nyawa melayang.

Di Bali terdapat 1.488 desa adat dan 716 desa. Peran strategis desa adat terhadap kehidupan sosial dan budaya Bali amatlah penting. Sekarang kita kupas kasus rabies.

Per 10 Januari 2023 di Buleleng anjing yang divaksin baru 75% dari sasaran yang ada. Sedangkan korban jiwa yang tercatat akibat rabies di tahun 2022 cukup tinggi yaitu 13 orang yang sebelumnya hanya sebanyak 1 orang di tahun 2021. Sehingga Buleleng menjadi daerah rawan.

Aturan desa adat/social capital diharapkan kembali menjadi kebijakan yang efektif di lini depan. Misalnya saja adanya perarem dengan mewajibkan masyarakat yang memiliki anjing wajib memvaksin dan memberikan tanda kalung di leher sebagai penanda khas.

Jika terjadi kasus gigitan, pemilik anjing membiayai penanganan kesehatan korban atau bahkan menyebabkan kematian membantu biaya ngaben korban. Yang unik lainnya misalnya dikenakan denda beras beberapa kg jika tidak melakukan perarem. Hal ini sangat tergantung dari kesepakatan di masyarakat adat itu.

Saya yakin jika ini dilakukan akan menjadi percontohan nasional yang menjadi local genius Bali dan menjadi banyak minat peneliti-peneliti luar datang. Kalau sudah demikian, tidak hanya masalah pencegahan rabies saja yang terdampak, namun menjaga perasaan aman wisatawan dan bahkan menarik minat wisatawan baik untuk berekreasi atau meneliti. Terima kasih pemimpin desa adat dan semeton/masyarakat adat Bali.

“Desa yang maju adalah desa yang memungkinkan semua warganya menikmati kehidupan yang bebas dan sehat di lingkungan yang aman” -Kofi Annan- [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER SUKEDANA

5 Fakta Campak dan Dampaknya
Kanker Serviks, Mimpi Buruk yang Dapat Dicegah
Rahasia Madu untuk Kesehatan
Tags: desa adatkesehatanrabies
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Next Post

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co