31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika by I Made Astika
February 11, 2023
in Puisi
Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika/FB

SENJA BURUNG TUALANG

Hujan kali ini tak ‘kan menghentikan apa pun
apalagi rindu yang terlanjur jadi bentang kabut
di bukit-bukit tandus diri
mendingin tulang di batu-batu penantian

Selalu saja ada harapan merima-rima
di liuk lembahnya bersajak senja merah
sejenak melereng jadi belalang dedaunan

Melirik hati yang kadang menyendiri
jadi nyanyian syahdu memandu segala rindu

Jika diamku adalah asa ingin bertemu
aku masih yakin harapmu adalah sua yang tertunda sekaligus tertuju padaku
menjelma jadi merpati tualang kembali pulang
membawa segenap cerita ke beranda pinta
hendak bertandang lagi saban waktu
di ketuk pintu semesta yang paling terkunci;
hatimu

SENJA KOTA LAMA

Pada akhirnya, kita kembali ke kota yang sama
tempat segala macam senja tumpah
di haru waktu
menderaskan segala macam kata
yang dikirim pada butiran hujan kemarin
entah akan jadi genang telaga di beranda
atau jadi sungai-sungai pastu kepergian
menghanyutkan segala luka ke baruna

Di sampan itu kita coba babarkan layar
mencari sisa rona langit doa-doa usia
pada siasat cakrawala pengharapan
sebelum turun di genggam tanganmu
jadi remas jiwa yang selalu saja melemahkanku
di beriak ombak kedatangan
jika deburnya adalah debar yang menghindar
aku rela hanyut, asal menuju arah yang sama
ke sambut jiwa cintamu

SENJA KECEMASAN

Sepagi ini, hujan melerai embun kerinduan
pada bening gelayut dedaunan
dan batu-batu peradaban
ada semu wajahmu di butirnya paling ranum
memantulkan sekian kecemasan
tentang senja yang tiada datang kembali nanti
merestu sua sejuta harapan

Pada gigil capung hijau, ada tangkap cinta
memantrakan segala waktu
jika nanti akan tetap ada senja
beradu padu genggam jiwa
mengilham bias warna asmara
juga puncak renung: ke mana pertalian ini
akan menari-nari?

Pada akar-akar pohon hutan hujan
kita tambatkan segala rangkul keinginan
menjadi lebih ikhlas

WANGI SENJA KASTALA

Alkamar memancar di atas ancala
jadi serat cinta di ketinggian parwata raja-raja

Di gemulai cemara muda itulah
kurawat-rawat selancar wajah penuh binar
meninggalkan senja sewangi kastala
di relung bisik jiwamu
pertanda malam semakin dewasa
melepas sejuta kunang-kunang
lahir dari persemedian kamar lelahmu
sebelum hinggap di gerai rambutmu
jadi cahaya semesta

Adalah bayangku yang kemudian membekas
pada tembok yang retak
menyelinapkan desah gurau hati
di bintik pori imaji

Adalah inginku kemudian meruangkan
segala peluk yang merelakan segalanya
jadi rangkul paling hangat di kesendirianmu

SENJA SEMAYAM HATI

Kupu-kupu merajam putaran hari
jadi bentang senja
menuruni lekuk sempurna tubuhmu
mewarna diri, semayam hati
lirihnya kadang jadi bait lagu
lebih sering jelma rindu

Di satu kepak sayapnya kemudian ada cerita
tentang gugur kembang saptarupa
mengalasi setiap juntai mimpi yang kautawarkan
pada ikat senyum di lentik putik tarianmu
meliu-liuk kidang kencana di bawah cakrawala
selincah itukah godamu atas cintaku?

Di bulir pasir putih, senjaku adalah isak kelabu mengapung di ruas pecah ombak
di titik kesedihan paling melayar
adalah sampan cintamu yang paling ingin kukayuh

SENJA SUMBERKIMA

Kugenggam tanganmu pada turunan senja
bukan di bentang pasir yang melandai
sebab kali ini kupinta rebahanmu di pundakku
melihat rona yang kedatangannya sementara
seperti katamu saban malam
sepemulang arakan awan di langit Sumberkima
tubuhku hanyalah isak tangis kegelisahan
telah kudayung-dayung sampan perihnya
ke laut mahaluas yang kita ratapi muaranya
di biru legam ganggang tua

Sedang dengan kata tak berbatas
susah kudengar riak riuh angin di dadamu
apalagi hanya sebatas laut
yang tepinya sejarak mata
tak ada gugah diri mengombak bicara
sebab di kepak bangau putih itu
kepulangannya senantiasa berkabar
kesunyianmu adalah ragu yang sesungguhnya

BELANTARA SENJA

Di tasik itu, sebelum hari melepas senja
kurangkul senyummu dalam satu peluk tangan
merambah ke tengah-tengah belantaraku
jadi pohon-pohon eram matahari
sedikit pun tak kuberi waktu
kepada angin yang menerpa lapang pipimu
sebab segalanya adalah kepunyaanku

Sekalipun aku tahu
pada tepian biak riak itu, selalu ada dermaga menunggumu
tempat segala kepastian akan tertambat
sedang di sela-sela jemarimu
adalah aku kabut itu, melepas dalam genggam
mendingin di batu-batu humus
sebentar menyelinap di hujan pegunungan
meresap ke ritus jiwa paling kultus
mengalirkan sejuta cinta paling hening
di bahu lelahmu

LINGKAR SENJA CINTA

Lihat sejenak bulan di pekarangan
hendak bertamu di ketuk pintumu
berkabar tentang senja yang lewat
tanpa ada aku di ujung cakrawalanya

Di temaramnya, wajahmu adalah benderang
menuju puja terang purnama
di sinar raya akasa paling cinta

Kubayangkan di salah satu lingkarnya
diam-diam mengelus jejak sepi di rambutku
jadi kata paling syahdu; merindukanmu
kubiarkan hangat bulan di telapak tanganmu
mengusap selalu lapang dadaku
mengantarkan setiap curah mimpi di bujur malamku,
sekalipun aku tahu
susah jadi tebaran bintang abadi atas langitku

Namun,
bukankah aku masih punya bulat matamu itu?

Catatan: Puisi-puisi ini diambil dari buku kumpulan puisi “Historia Senja” karya I Made Astika, terbitan Mahima Institute Indonesia, 2020

[][][]

Puisi-puisi IGA Maya Kurnia | Rindu Cinta Matiku
Puisi-puisi Abed Ilyas | Ombak Pasang, Di Timur Pulau
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Menari, Menarilah Kau
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga

Next Post

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

I Made Astika

I Made Astika

I Made Astika, S.Pd., M.A. adalah dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Ia penulis puisi, esai dan cerpen, dalam bahasa Indoneisa dan Bali. Juga rajin bikin status inspiratif di Facebook. Jika kepo, akun Facebook-nya bernama Astika Tulang Gadang

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di  Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co