27 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika by I Made Astika
February 11, 2023
in Puisi
Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika/FB

SENJA BURUNG TUALANG

Hujan kali ini tak ‘kan menghentikan apa pun
apalagi rindu yang terlanjur jadi bentang kabut
di bukit-bukit tandus diri
mendingin tulang di batu-batu penantian

Selalu saja ada harapan merima-rima
di liuk lembahnya bersajak senja merah
sejenak melereng jadi belalang dedaunan

Melirik hati yang kadang menyendiri
jadi nyanyian syahdu memandu segala rindu

Jika diamku adalah asa ingin bertemu
aku masih yakin harapmu adalah sua yang tertunda sekaligus tertuju padaku
menjelma jadi merpati tualang kembali pulang
membawa segenap cerita ke beranda pinta
hendak bertandang lagi saban waktu
di ketuk pintu semesta yang paling terkunci;
hatimu

SENJA KOTA LAMA

Pada akhirnya, kita kembali ke kota yang sama
tempat segala macam senja tumpah
di haru waktu
menderaskan segala macam kata
yang dikirim pada butiran hujan kemarin
entah akan jadi genang telaga di beranda
atau jadi sungai-sungai pastu kepergian
menghanyutkan segala luka ke baruna

Di sampan itu kita coba babarkan layar
mencari sisa rona langit doa-doa usia
pada siasat cakrawala pengharapan
sebelum turun di genggam tanganmu
jadi remas jiwa yang selalu saja melemahkanku
di beriak ombak kedatangan
jika deburnya adalah debar yang menghindar
aku rela hanyut, asal menuju arah yang sama
ke sambut jiwa cintamu

SENJA KECEMASAN

Sepagi ini, hujan melerai embun kerinduan
pada bening gelayut dedaunan
dan batu-batu peradaban
ada semu wajahmu di butirnya paling ranum
memantulkan sekian kecemasan
tentang senja yang tiada datang kembali nanti
merestu sua sejuta harapan

Pada gigil capung hijau, ada tangkap cinta
memantrakan segala waktu
jika nanti akan tetap ada senja
beradu padu genggam jiwa
mengilham bias warna asmara
juga puncak renung: ke mana pertalian ini
akan menari-nari?

Pada akar-akar pohon hutan hujan
kita tambatkan segala rangkul keinginan
menjadi lebih ikhlas

WANGI SENJA KASTALA

Alkamar memancar di atas ancala
jadi serat cinta di ketinggian parwata raja-raja

Di gemulai cemara muda itulah
kurawat-rawat selancar wajah penuh binar
meninggalkan senja sewangi kastala
di relung bisik jiwamu
pertanda malam semakin dewasa
melepas sejuta kunang-kunang
lahir dari persemedian kamar lelahmu
sebelum hinggap di gerai rambutmu
jadi cahaya semesta

Adalah bayangku yang kemudian membekas
pada tembok yang retak
menyelinapkan desah gurau hati
di bintik pori imaji

Adalah inginku kemudian meruangkan
segala peluk yang merelakan segalanya
jadi rangkul paling hangat di kesendirianmu

SENJA SEMAYAM HATI

Kupu-kupu merajam putaran hari
jadi bentang senja
menuruni lekuk sempurna tubuhmu
mewarna diri, semayam hati
lirihnya kadang jadi bait lagu
lebih sering jelma rindu

Di satu kepak sayapnya kemudian ada cerita
tentang gugur kembang saptarupa
mengalasi setiap juntai mimpi yang kautawarkan
pada ikat senyum di lentik putik tarianmu
meliu-liuk kidang kencana di bawah cakrawala
selincah itukah godamu atas cintaku?

Di bulir pasir putih, senjaku adalah isak kelabu mengapung di ruas pecah ombak
di titik kesedihan paling melayar
adalah sampan cintamu yang paling ingin kukayuh

SENJA SUMBERKIMA

Kugenggam tanganmu pada turunan senja
bukan di bentang pasir yang melandai
sebab kali ini kupinta rebahanmu di pundakku
melihat rona yang kedatangannya sementara
seperti katamu saban malam
sepemulang arakan awan di langit Sumberkima
tubuhku hanyalah isak tangis kegelisahan
telah kudayung-dayung sampan perihnya
ke laut mahaluas yang kita ratapi muaranya
di biru legam ganggang tua

Sedang dengan kata tak berbatas
susah kudengar riak riuh angin di dadamu
apalagi hanya sebatas laut
yang tepinya sejarak mata
tak ada gugah diri mengombak bicara
sebab di kepak bangau putih itu
kepulangannya senantiasa berkabar
kesunyianmu adalah ragu yang sesungguhnya

BELANTARA SENJA

Di tasik itu, sebelum hari melepas senja
kurangkul senyummu dalam satu peluk tangan
merambah ke tengah-tengah belantaraku
jadi pohon-pohon eram matahari
sedikit pun tak kuberi waktu
kepada angin yang menerpa lapang pipimu
sebab segalanya adalah kepunyaanku

Sekalipun aku tahu
pada tepian biak riak itu, selalu ada dermaga menunggumu
tempat segala kepastian akan tertambat
sedang di sela-sela jemarimu
adalah aku kabut itu, melepas dalam genggam
mendingin di batu-batu humus
sebentar menyelinap di hujan pegunungan
meresap ke ritus jiwa paling kultus
mengalirkan sejuta cinta paling hening
di bahu lelahmu

LINGKAR SENJA CINTA

Lihat sejenak bulan di pekarangan
hendak bertamu di ketuk pintumu
berkabar tentang senja yang lewat
tanpa ada aku di ujung cakrawalanya

Di temaramnya, wajahmu adalah benderang
menuju puja terang purnama
di sinar raya akasa paling cinta

Kubayangkan di salah satu lingkarnya
diam-diam mengelus jejak sepi di rambutku
jadi kata paling syahdu; merindukanmu
kubiarkan hangat bulan di telapak tanganmu
mengusap selalu lapang dadaku
mengantarkan setiap curah mimpi di bujur malamku,
sekalipun aku tahu
susah jadi tebaran bintang abadi atas langitku

Namun,
bukankah aku masih punya bulat matamu itu?

Catatan: Puisi-puisi ini diambil dari buku kumpulan puisi “Historia Senja” karya I Made Astika, terbitan Mahima Institute Indonesia, 2020

[][][]

Puisi-puisi IGA Maya Kurnia | Rindu Cinta Matiku
Puisi-puisi Abed Ilyas | Ombak Pasang, Di Timur Pulau
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Menari, Menarilah Kau
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga

Next Post

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

I Made Astika

I Made Astika

I Made Astika, S.Pd., M.A. adalah dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Ia penulis puisi, esai dan cerpen, dalam bahasa Indoneisa dan Bali. Juga rajin bikin status inspiratif di Facebook. Jika kepo, akun Facebook-nya bernama Astika Tulang Gadang

Related Posts

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di  Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?
Esai

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar...

by Agung Sudarsa
June 27, 2026
Melepas Dunia, Mengetuk Langit
Ulas Musik

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co