11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemana Angin Berhembus? – Di Balik Hikayat Lawatan Raja Salman ke Negeri-negeri Bawah Angin

Riki Dhamparan Putra by Riki Dhamparan Putra
February 2, 2018
in Feature

AFP/Getty Images/BBC.com

KEMANA angin berhembus? Pertanyaan ini diam-diam meliputi pikiran kita yang belakangan dibooming framing seru di media massa: lawatan raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Seperti yang diberitakan, raja berusia 81 tahun itu pada akhir Februari – Maret 2017 melakukan perjalanan ke sejumlah negara di Asia untuk meningkat kerjasama di bidang ekonomi, politik, pertahanan, pendidikan, pariwisata dan budaya  dengan negara-negara yang ia kunjungi. Indonesia menjadi negara kedua yang ia kunjungi setelah Malaysia pada 27 Februari lalu.

Bahkan menurut klaim juru bicara kalangan pemerintahan, lawatan Raja Salman dan delegasinya ke Indonesia merupakan lawatan terpanjang. Selain Indonesia dan Malaysia, seperti yang diberitakan di media massa, Raja Salman melanjutkan lawatannya ke Maladewa, Jepang, China dan akan berakhir di Yordania.

Presiden Joko Widodo menyambut Raja Salam. (setneg.go.id)

Lawatan ini telah menyedot perhatian publik dan pengamat politik internasional sejak awal, baik segi populismenya, maupun segi geopolitik dan tendensi ekonomi yang melatarinya. Sebagian besar para analis memandang, lawatan itu merupakan rangkaian dari perubahan strategi ekonomi Arab Saudi dalam rangka memulihkan krisis yang dialami negaranya.

Situs sputniknews pada 25 Februari 2017 menulis, lawatan raja Salman merupakan bagian dari program reformasi ekonomi yang diluncurkan tahun 2016 lalu. Sputniknews juga menyebut kerajaan Arab Saudi ingin membangun kerjasama yang lebih luas dengan korporasi dan lembaga keuangan di Asia untuk mengurangi ketergantungan negaranya pada minyak.

Langkah-langkah untuk itu antara lain telah didahului dengan kunjungan wakil putra mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, ke China pada Agustus 2016 lalu. Yang dalam pertemuannya dengan wakil pemimpin Tiongkok Zhang Gaoli, telah menyepakati 15 isu, termasuk projek air, oil storage dan perumahan.

Kerjasama dengan Jepang juga bakal dilakukan. Mengutip pernyataan Makio Yamada (periset dari King Faisal Centre for Research and Islamic Studies ), Sputniknews menyebut Tokyo dan Riyadh akan meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi yang lebih luas. Riyadh dikatakan telah bekerjasama dengan SoftBank Group, dan berencana menanam modal hingga USD 45 miliar di bidang tekhnologi dan industri.

Jalur Kereta China-Pakistan

Program reformasi ekonomi itu juga menjadi tagline pemberitaan media barat terkait kunjungan raja Salman. Mengutip Reuters, situs dailystars pada artikel yang dirilis 24-02-2017 lalu, disebutkan kalau kunjungan itu merupakan upaya untuk menggalakkan peluang investasi, termasuk untuk mempercepat penjualan 5 % saham firma raksasa minyak Saudi, Aramco, yang diharapkan telah terlaksana pada 2018. Disebutkan pula, di China yang merupakan merupakan negara konsumen minyak terbesar di dunia selain Amerika Serikat, Saudi  telah membangun pipa minyak dengan Rusia sebagai suplayer teratasnya.

Di Indonesia sendiri, berita tentang lawatan Raja Salman telah gencar semenjak sepekan sebelum kedatangannya. Yang hebat, media televisi yang sebelumnya kurang akur karena masalah Pilkada  DKI, kini seperti bersatu padu merayakan kedatangan Raja Salman. Inti framing–nya, rata-rata sama: kedatangan Raja Salman bakal membawa ‘durian runtuh’ untuk ekonomi Indonesia. Selain Topik-topik yang diselebrasi juga topik-topik yang populis, seperti jumlah rombongan raja Salman, jumlah kendaraan mewah yang disiapkan, tempat menginapnya, persiapan pengelola hotel di Bali hingga penampakan pramugari maskapai Arab Saudi yang tidak satu pun orang Arab Saudi.

Terlepas dari unsur selebrasi terhadap topik-topik populis itu, upaya Arab Saudi merangkul negara-negara Asia ke dalam jaringan investasinya itu memang cukup menarik perhatian para pengamat internasional. Lantaran menggambarkan arah baru pergerakan modal negara kaya minyak itu, yang sebelumnya terkonsentrasi di Eropa dan Amerika Serikat. Faktor geopolitik kawasan yang memburuk bagi Saudi, dan juga hubungan yang merenggang dengan Amerika Serikat sejak peristiwa 9/11, ditenggarai telah mendorong Saudi untuk menemukan mitra barunya di Asia.

Memang, sejak naik tahta pada Juni 2015 lalu, Raja Salman terlihat berupaya menyeimbangkan hubungan dengan Washington dan juga Rusia. Seperti dirilis media Rusia RBTH pada September 2015 lalu,  selama berpuluh-puluh tahun Arab Saudi memiliki ‘hubungan khusus’ dengan bekas penyokong utama keamanan wilayah tersebut, Amerika Serikat. Drama 9/11 menjadi titik balik. Tuduhan di media Amerika membuat Saudi menarik investasi senilai sekitar 200 miliar dolar dari pasar saham AS.

Sergey Vilatof, pengulas dari jurnal Internasional Affairs yang berbasis di Moskow mengatakan, akibat dari situasi itu, Arab Saudi mencoba mencari jalan baru untuk menangani politik internasionalnya. Termasuk upaya mencari mitra internasional baru, termasuk Rusia. Memang, pada akhirnya Raja Salman mengunjungi Obama di Washington pada  September 2015. Namun menurut Sergey Filatov, hal itu merupakan upaya untuk mencari tahu apa yang ditawarkan AS dan dalam rangka persiapan Raja Salman untuk menguatkan hubungan dengan Rusia.

Konteksnya, menurut Sergey, Saudi sangat khawatir terhadap tantangan yang mereka hadapi di kawasan. Hal itu memaksa mereka bertindak lebih pragmatis dari sebelumnya. Lebih jauh dikemukakannya, memang terlalu dini untuk mengharapkan kerja sama skala penuh antara Moskow dan Riyadh, karena terdapat sejumlah pandangan dan kepentingan yang berbeda. Rumah Saudi terlalu berhati-hati dan pragmatis untuk tak memutuskan hubungan dekatnya dengan Washington.

Namun, restrukturisasi yang terjadi saat ini di seluruh wilayah Timur Tengah, didorong oleh menguatnya Iran secara perlahan dan kehadiran ISIS, yang telah mengontrol sekitar 70 persen Suriah dan sejumlah wilayah besar Irak, memaksa Saudi untuk mencari, jika bukan sekutu baru, setidaknya mitra baru yang nyaman diajak bekerja sama menghadapi tantangan bersama.

Strategi Pragmatis Dan Hikayat Jalur Maritim

Kiranya, strategi pragmatis semacam itulah yang sekarang dilakukan Saudi. Perubahan politik internasional yang begitu drastis belakangan, termasuk naik tahtanya Donald Trump ke kursi Presiden AS, kemenangan Assad di Allepo, gagalnya agresi Saudi di Yaman, pastilah membuat Saudi perlu bergegas merestrukturisasi program politik dan internasionalnya, kalau tak ingin terus terjepit di kawasan. Apalagi perkembangan Iran – selaku musuh bebuyutan Saudi – yang makin signifikan sebagai negara kuat di kawasan Timur Tengah.

Harus diakui, pengaruh Arab Saudi terhadap Amerika Serikat tidak dapat sepenuhnya tergusur. Kebijakan travel ban yang dikeluarkan Donald Trump di awal masa kerjanya, toh meluputkan Arab Saudi dan Mesir dari daftar negara-negara yang perlu dijauhi oleh Amerika Serikat. Sebuah kebijakan yang oleh media barat dijadikan bahan untuk mencemooh Trump yang dikatakan tidak mempunyai komitmen total terhadap kebijakannya sendiri.

Di sisi lain, pilihan Arab Saudi untuk mendukung  program Jalur Sutra Maritim Baru (new Silk Road economic belt) yang dicanangkan Tiongkok, mencerminkan harapan Saudi pada aspek historis untuk memulihkan kekuatan politik dan ekonominya. Bukan kebetulan kiranya, jika dukungan itu telah menjadi latar belakang dalam proses tour Raja Salman ke Asia, termasuk ke Negeri Bawah Angin, Indonesia dan Malaysia. Sebuah artikel yang dipublikasikan Aljazeera pada Februari 2017 lalu menyatakan bahwa trip Raja Salman ke Asia memadukan tujuan-tujuan yang kompleks antara The National Transformation Plan Arab Saudi dan agenda global negara itu.

Kesan tersebut tidak sulit dibaca apabila kita menyelusuri langkah-langkah diplomasi ekonomi dan politik Saudi sejak 2016 lalu. China Radio Internasional melansir pernyataan wakil Putra Mahkota Muhammad Bin Salman yang mengunjungi Beijing pada Sepember 2016 perihal keinginan Arab Saudi menyambungkan strategi pembangunannya dengan strategi Satu Sabuk Satu Jalan yang dicetuskan Tiongkok, sekaligus meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok di bidang ekonomi dan perdagangan, logistik, serta moneter. Hal yang juga dijadikan tajuk ekonomi pada media-media Arab Saudi.

Arabnews misalnya, menggambarkan perhubungan Arab Saudi dan Tiongkok dalam konteks menghidupkan kembali perdagangan kuno Jalur Sutra. Ditekankan dalam artikel tersebut mengenai hubungan baik yang telah berlangsung 3000 tahun saat sutra China, kemenyan, dupa dan mutiara Arab diperdagangkan lewat Semenanjung Arabia. Teluk Arab, Khraibeh, pelabuhan Ageer, Laut Merah dan Duba utara telah menjadi tempat darimana sutera China disebarluaskan di masa lampau. Mengutip perkataan peneliti bernama Eid El Yahya, Arabnews mengemukakan betapa karakter bangsa China dan Arab Saudi merupakan bangsa yang bekerja dan berdagang. Bukan berperang.

Tak lama kemudian, kita melihat proses-proses kerjasama antara kedua negara terus dilangsungkan. Kita dapat memahami, bagaimana Arab Saudi bakal memaksimalkan peran kesejarahannya di masa jalur rempah itu untuk memperluaskan kemitraan dengan negara-negara Asia. Dalam proses ini,  bagaimana pun visi Jalur Sutra Maritim Baru abad 21 turut memandu.

Peneliti dari Pusat Penelitian Politik – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indriana Kartini, dalam artikel yang dipublikasikan di Jurnal Kajian Wilayah (Vol. 6 No. 2, 2015), mengatakan bahwa  visi tuan Xi Jinping untuk menciptakan jaringan perdagangan internasional baru yang berfokus pada perdagangan maritim itu, pertama sekali dikemukakan dalam pidato Presiden Xi Jinping di dalam kunjungannya ke Kazakhstan dan ditegaskan kembali dalam KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada tahun 2013, kemudian di Indonesia pada 2014.

Sejak diagendakan dalam sidang pleno ke-3 Komite Sentral ke-18 Partai Komunis Cina pada pertengahan November 2013 di Beijing, Tiongkok telah mengeluarkan rencana aksi komprehensif terkait hal tersebut. Dan telah diklaim didukung oleh hampir 60 negara Eurasia dan non Eurasia. Inilah ambisi perdagangan yang menyertakan aspek historis selain aspek ekonomi belaka, yang cakupannya  melintasi benua Asia, Eropa, dan Afrika,menghubungkan Cina, Asia Tengah, Rusia dan Eropa di utara, dan menghubungkan Cina dengan Teluk Persia dan Laut Mediterania melalui Asia Tengah dan Lautan Hindia di selatan. Sebuah jalur yang diperkirakan mencakup 4,4 milyar orang dan US S$2,1 trilyun produksi bruto, atau 63% dari populasi dunia dan 29% dari PDB dunia.

Dari kacamata politik historis, kita melihat, inisiatif Tiongkok dalam Belt and Road Initiatif tersebut pada dasarnya merupakan upaya untuk menciptakan kekuatan ekonomi politik internasional baru yang bakal mengurangi ketergantungan pada kekuatan ekonomi Barat yang dikemudikan Amerika Serikat dan Eropa. Realisasinya dilakukan melalui rencana membangkitkan Jalur Sutra kuno versi Tiongkok dengan jaringan modern jalur kereta cepat, jalur kendaraan darat, pelabuhan dan pipa yang membentang di kawasan Asia.

Menurut penjelasan He Yafei, Vice President of the Chinese Overseas Exchange Association yang dikutip di situs oceanweek.dev.rokutsan.com,  konektifitas dalam Belt and Road Initiative tersebut tercipta dalam 5 hal. Yakni konsultasi kebijakan, konektivitas infrastruktur, perdagangan bebas, sirkulasi mata uang lokal, dan hubungan people-to-people. Patut dicermati, dengan menyertakan unsur sirkulasi mata uang lokal dan hubungan poeple to people itu, Tiongkok berharap dapat menarik simpati negara-negara miskin dan berkembang di Asia yang selama ini terhegemoni dalam struktur perdagangan bebas abad 20.

Bagaimana Indonesia?

Indonesia sendiri, tentu menjadi target utama Tiongkok utuk diajak terlibat aktif mewujudkan visi itu. Antara lain karena memiliki basis perairan dan basis sejarah yang sesuai dengan cita-cita Xi Jin Ping itu. Apalagi Jokowi mempunyai ambisi membangun infrastruktur maritim yang amat besar. Patut diduga, dukungan Arab Saudi yang memiliki kekuatan ekonomi dan finansial ke dalam rencana tuan Xi Jin Ping tersebut, bakal dimaksimalkan penuh oleh Indonesia. Mengingat pula adanya perhubungan historis dan emosi yang panjang dengan bangsa Arab.

Pertemuan Xi Jin Ping dan Jokowi (antaranews.com)

Bahkan baru-baru ini, sembari makan, Raja Salman kembali menegaskan unsur perhubungan itu. Lewat vlog yang diunggah Jokowi dan disebarluaskan media masa, sembari makan enak, Baginda Paduka Yang Mulia Raja Salman mengatakan masyarakat Indonesia laksana Saudara bagi mereka.

Kita sudah melihat betapa hebatnya sambutan masyarakat terhadap raja Arab Saudi itu. Ibu-ibu di Bogor sampai berhujan-hujan seakan didatangi Nabi Muhammad. Seluruh unsur dikerahkan untuk kenyamanan Raja Salman selama berada di Indonesia. Dari sisi konsep Belt and Road Initiative tuan Xi Jin Ping di atas, pemandangan ini sudah cukup untuk membenarkan kuatnya faktor emosi atau hubungan “people to people” dalam membangun sebuah kerjasama.

Apalagi bila melihat rasionalisasi konsep people to poeple itu, tampaknya telah dituangkan dalam bentuk kerjasama di bidang pendidikan dan budaya, serta pemulihan kuota haji bagi Indonesia antara pihak Indonesia dan Arab Saudi. Jadi kita membayangkan Tuan Xi Jin Ping ikut menonton peristiwa hujan-hujan di Bogor itu, sambil tersenyum-senyum senang.

Akhirnya, terlepas dari kenyataan bahwa konsep sabuk lautan abad 21 itu sendiri barulah sebuah visi, langkah-langkah kemitraan yang dilakukan antara negara-negara di kawasan sabuk maritim itu, patutlah dilihat sebagai “upaya menulis hikayat baru”. Sekurang-kurangnya itu membantu kita menduga-duga, ke mana angin sedang berhembus di Indonesia. (T) 

Tags: ekonomiIndonesiaJokowiRaja SalmanTionghoa
Share217TweetSendShareSend
Previous Post

Hadiah Rancage untuk Penulis Bali – Antara Amat Senang dan Agak Malu

Next Post

Konser Ake Buleleng: “Timpal Ake, Timpal Ente,” Semua Top…

Riki Dhamparan Putra

Riki Dhamparan Putra

Lahir di Padang, pernah tinggal di Bali, kini di Jakarta. Dikenal sebagai sastrawan petualang yang banyak penggemar

Related Posts

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails
Next Post

Konser Ake Buleleng: “Timpal Ake, Timpal Ente,” Semua Top…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co