6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Rastiti Era by Rastiti Era
September 20, 2022
in Persona
Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak, salah satu Peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diadakan Kemendikbud RI. Ia berasal dari Papua dan memiliki kisah menarik tentang tanah kelahirannya itu, yang mungkin belum banyak diketahui orang-orang: kisah ini adalah cerita tentang tari.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak sebelum sesi Napak Tilas di Pura Gunung Kawi

Selama berkuliah di ISBI Tanah Papua, Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak yang biasa disapa Eliz mempelajari banyak jenis tarian seperti tari kontemporer, tari tradisi, dan lain sebagainya.

Tari tradisi memiliki keunikan tersendiri mengingat sejauh ini tercatat bahwa terdapat 255 suku di Papua yang memiliki tarian dan nyanyian yang berbeda. Eliz sangat tertarik untuk mengeksplorasi tarian dan nyanyian dari suku-suku di Papua dan menciptakan tarian untuk memperkaya seni tari disana.

Uniknya, ada masa dimana Eliz sempat berpikir untuk beralih ke bidang olahraga karena sempat menekuni beberapa olahraga seperti bola kaki, bola basket, dan karate. Namun, ia merasa ada panggilan dan merasa mati jika tidak menari.

Eliz tertarik dengan dunia seni tari sejak kecil. Hal ini berawal dari kebiasaannya menonton film India yang menggugah hati Eliz untuk bisa menari seperti pemeran dalam film itu.

Sejak duduk di bangku SMP, Eliz sudah memiliki minat di tari modern dan hip hop. Kepindahannya dari Sorong ke Jayapura membawanya pada grup dance bernama ANKER Big Family dan aktif menari sejak 2009.

Ia sempat mengenyam pendidikan di kampus umum selama lima semester sebelum akhirnya berlabuh ke dunia seni tari saat mengikuti penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ia pun mantap melanjutkan Pendidikan di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Tanah Papua.

Penggalian gagasan terkait penggarapan tari bagi Eliz juga menjadi sesuatu yang menarik. Baginya, mencari ide garapan adalah hal yang mudah, mengingat banyaknya suku di Papua dan pemandangan yang indah menjadi lumbung ide untuk garapan tarinya.

Namun jika tidak bergerak, ide itupun hanya akan ada di kepala dan sulit untuk dikembangkan. Ia memulai proses penggarapan tari dengan mencari tahu sejarah tradisi atau cerita-cerita terkait yang nantinya dieksplorasi untuk membuat tema garapan.

Salah satu contohnya adalah garapan tari berjudul “Malu” yang terinspirasi dari perbedaan perempuan gunung dan pantai dalam berpakaian. Perempuan gunung belum mengenal pakaian dan hanya menari menggunakan rumbai di badan bagian bawah, sedangkan perempuan pantai sudah menggunakan rumbai di bagian tubuh atas dan bawah.

Eliz mengeksplorasi tradisi ini ke dalam garapan tari yang mengisahkan bagaimana perempuan gunung dan pantai menari, dimana perempuan gunung bisa menari seperti perempuan pantai dan sebaliknya.

Eliz menyelesaikan garapan tari “Malu” selama kurang lebih 1 bulan, dan tetap saja ia menganggap dirinya masih perlu belajar untuk membuat garapan-garapan selanjutnya.

Selama berkuliah, memang ia membuat koreografi untuk pembentukkan karya, namun ia belum terlalu menikmati perkembangannya. Namun begitu, salah satu proses tari yang berpengaruh pada diri Eliz adalah menjadi salah satu penari dengan peran monster di garapan tari karya Garin Nugroho Riyanto yang membutuhkan waktu selama 6 bulan.

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Eliz dalam mendalami ketubuhan dan pembentukkan karakter, mengingat ia tak hanya latihan di satu kota namun berpindah-pindah kota.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kiri) dan Ayu Permatasari (kanan) dalam sesi latihan.

Mendalami ketubuhan dan karakter juga terkait dengan metode yang Eliz digunakan dalam penggarapan tari. Menurutnya, orang Papua sangat powerful dalam menari karena tak hanya bergerak namun juga bernyanyi sehingga memerlukan nafas yang panjang.

Namun begitu, kurangnya wadah berkarya di Papua, tak menyurutkan keinginannya untuk berkarya. Hal ini juga didorong oleh dosen Eliz yang berharap ia bisa menjadi koreografer perempuan asal Papua pertama, yang bisa mengkreasikan tradisi yang ada menjadi sesuatu yang baru.

Keinginan Eliz memilih garapan dari tradisi datang begitu saja karena kedekatannya dengan garapan-garapan tradisi di Papua.

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam geladi pertunjukan.

Razan Wirjosandjojo (kiri) Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (tengah) dan Kurniadi Ilham (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Terkait dengan penelusuran ide garapan, Eliz seringkali bertanya, dan berdiskusi bersama dosennya dilengkapi dengan pencarian referensi di internet. Tak hanya itu, ia juga mengikuti banyak kegiatan, salah satunya adalah Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 dimana ia bisa bertemu dengan teman-teman di luar Papua dan belajar dari mereka.

Hal ini menjadi bekal Eliz untuk membuat karya baru dari referensi dan pelajaran yang ia dapatkan. Ia memiliki keingintahuan yang tinggi tentang sukunya, Suku Biak, dimana ia berencana untuk melakukan riset saat ia melaksanakan KKN.

Ia melihat nyanyian di sukunya merdu dan pelan serta terdapat tarian dimana orang-orang berjalan di atas batubara. Hal ini unik bagi Eliz dan ia memiliki keinginan kuat untuk mengeksplorasinya.

Eliz juga berharap bisa mengenalkan Papua lewat karya-karyanya dan ia juga ingin tetap menari karena menurutnya, dengan menari ia merasa hidup dan bisa melakukan banyak hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.[T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • I Komang Adi Pranata: Menari Tak Harus Rumit, Kesederhanaan Bisa Pula Membentuk Keindahan
    Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
    Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Dikiranya Gampang Menanam Cabai

    Next Post

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Rastiti Era

    Rastiti Era

    Biasa dipanggil Era, adalah penikmat teh, kopi, susu, dan buku. Mengulas buku melalui Podcast Sahabat Buku. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Punya hobi unik: berteman dengan siapa saja. Silakan hubungi di Instagram @rastiti_era.

    Related Posts

    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

    Read moreDetails

    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    by Made Adnyana Ole
    February 28, 2026
    0
    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

    Read moreDetails

    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

    Read moreDetails

    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

    Read moreDetails

    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    by Made Adnyana Ole
    February 27, 2026
    0
    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

    Read moreDetails

    Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

    by I Nyoman Darma Putra
    February 26, 2026
    0
    Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

    Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

    Read moreDetails

    Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

    by Angga Wijaya
    February 22, 2026
    0
    Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

    SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

    Read moreDetails

    Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

    by Angga Wijaya
    February 16, 2026
    0
    Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

    DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

    Read moreDetails

    Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

    by Dede Putra Wiguna
    January 10, 2026
    0
    Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

    TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

    Read moreDetails

    Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

    by Dede Putra Wiguna
    December 29, 2025
    0
    Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

    BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

    Read moreDetails
    Next Post
    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

      Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
    Esai

    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

    NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

    by Agung Sudarsa
    March 5, 2026
    Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
    Budaya

    Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

    DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

    by Dede Putra Wiguna
    March 5, 2026
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
    Esai

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 5, 2026
    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
    Esai

    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

    SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

    by I Putu Suiraoka
    March 4, 2026
    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
    Pemerintahan

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

    by tatkala
    March 4, 2026
    ‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
    Hiburan

    ‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

    Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

    by tatkala
    March 4, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Korve, Bersihkan Sampah Republik!

    PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    March 4, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

    PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

    by I Made Pria Dharsana
    March 3, 2026
    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
    Esai

    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

    DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

    by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
    March 3, 2026
    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
    Esai

    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

    Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

    by Agung Sudarsa
    March 3, 2026
    ’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
    Ulas Musik

    ’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

    Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

    by Ahmad Sihabudin
    March 3, 2026
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
    Esai

    Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

    DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 2, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co