23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Mencintai Munir” Adalah Peduli Terhadap HAM

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 17, 2022
in Ulas Buku
“Mencintai Munir” Adalah Peduli Terhadap HAM

Suciwati bersama saya (penulis) dan buku Mencintai Munir

Hasil autopsi itu menjelaskan dengan gamblang bahwa kematianmu akibat arsenik! Jelas di bagian atas laporan: Death by arsenic poisoning.

Itu sebuah kalimat pada halaman 295 yang dibacakan oleh salah satu peserta dalam acara peluncuran buku “Mencintai Munir” karya Suciwati. Kalimat itu membuat saya bergidik ngeri.

Saya tak bisa membayangkan betapa remuknya hati keluarga dan kerabat saat menerima kenyataan bahwa Munir kehilangan nyawa karena diracun. Racun yang bisa membunuh dua gajah dewasa sekaligus.

Suatu hal yang keji. Dan, herannya, kasus ini masih dibiarkan mengambang begitu saja—mengambang oleh negara.

Pertemuan dengan Suciwati

Keikutsertaan saya dalam diskusi Kwitangologi Vol. 09 yang diselenggarakan KontraS, benar-benar membuka ruang diskusi lain untuk saya sendiri.

Diskusi itu bertempat di Dia.Lo.Gue di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Rabu 14 September 2022. Saat itu KontraS bekerja sama dengan Museum Hak Asasi Manusia Munir dan Imparsial menyelenggarakan peluncuran buku berjudul “Mencintai Munir” yang ditulis langsung oleh Suciwati—Istri Munir.

Pertemuan pertama saya dengan Suciwati terjadi saat Museum Hak Asasi Munir  menyelenggarakan pembacaan hasil kerja dari Tim Pencari Fakta Kematian Munir beberapa waktu lalu. Saat itu saya diminta untuk menjadi notulen. Usman Hamid juga hadir pada kegiatan itu.

Suciwati (nomor dua dari kiri) bersama para pembicara dalam diskusi buku Mencintai Munir yang diselenggarakan KontraS di Jakarta | Foto: Teddy

Pada kesempatan itu, jujur, saya tidak sempat berbincang dengan Mbak Suci. Jadi kesempatan kedua ini harus saya manfaatkan. Setidaknya saya harus sempat mengucapkan selamat dan memintanya membubuhkan tanda tangan dalam buku “Mencintai Munir” yang sudah ada di tangan saya.

Peluncuran buku “Mencintai Munir” yang terdiri dari xii + 372 halaman ini dihadiri langsung oleh Mbak Suci. Buku ini dibahas oleh dua orang, Fatia Maulidiyanti (Koordinator KontraS) dan Lukman Hakim S. (Menteri Agama RI Periode 2014-2019).

Dalam diskusi ini juga hadir beberapa tokoh, seperti: Ibu Sumarsih (Ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan yang tewas saat tragedi Semanggi I), Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia), Haris Azhar (Direktur Lokataru), Bivitri Susanti (Salah satu pendiri PSHK).

Tokoh-tokoh itu biasanya hanya saya lihat dari layar kaca, kini saya bisa lihat secara langsung. Mimpi apa ya saya kemarin, hahaha.

Perjalanan “Mencintai Munir”

Emosional. Satu kata itu saya rasa bisa mewakili proses penulisan buku “Mencintai Munir”, setidaknya itu yang saya tangkap dari penjelasan Mbak Suci dalam diskusi peluncuran bukunya.

Bahkan di beberapa momen Mbak Suci mengatakan ia harus meninggalkan laptopnya dan harus memulihkan diri agar siap menulis kembali. Tentu sangatlah berat bagi Mbak Suci.

Saat saya coba membaca sekilas bagian pertama, saya mengetahui bahwa Mbak Suci menulis dengan melibatkan seluruh perasaannya yang bertujuan agar pembaca juga merasa tak berjarak dengan Munir.

Menyampaikan aktivitas Munir semasa hidup menjadi misi utama Mbak Suci dalam buku ini. Meluruskan berbagai berita miring soal Munir juga menjadi tugas buku yang ditulis Mbak Suci.

“Sering kali Munir dikatakan sebagai Antek Asing, bahkan KontraS sempat diserang gara-gara isu itu. Tapi semua itu tidak benar, Munir itu sangat mencintai Indonesia,” tegas Mbak Suci.

Ya saya pun berpikiran demikian, mengingat Munir berangkat dari aktivis mahasiswa yang saya pikir kesehariannya tak pernah luput membicarakan soal kelangsungan bangsa dan negara.

Tidak jauh berbeda dengan Mbak Suci. Fatia Maulidiyanti sebagai Koordinator KontraS hingga tahun 2023 ini mengungkapkan meski sekali pun belum pernah berjumpa dengan Munir, tapi seorang Munir telah menjadi patron dalam menjalankan tugas selamaa di KontraS.

Dalam penyampaian Fatia, saya memperoleh hal-hal menarik. Sejak masa kecil, nama Munir dan KontraS tidaklah asing bagi Fatia—meski hal yang didengarnya adalah hal-hal negatif. Bahkan orangtuanya pun mempercayai bahwa Munir dan KontraS adalah bagian dari antek asing yang merusak jalannya kehidupan bangsa Indonesia.

Namun narasi-narasi negatif tersebut justru mendekatkan Fatia dengan KontraS, bahkan menjadi Koordinator hari ini.

Menginjak 18 tahun kematian Munir, KontraS mendorong Komnas HAM untuk menjadikan kasus kematian Munir menjadi pelanggaran HAM berat. Saat ini pun Komnas HAM disebut sudah membuat tim khusus yang hanya memiliki waktu dua bulan untuk bekerja.

Meski dianggap terlambat, tapi pihak KontraS mengajak semua pihak untuk mengawal hal ini, apa lagi masa jabatan Komisioner Komnas HAM periode ini hampir habis.

BACA JUGA:

  • Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta
  • Matinya Kritisme: Ancaman Nyata Bali Hari Ini

Sebagai salah satu orang dekat Munir, Lukman Hakim Saifuddin yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI menyebutkan bahwa sosok Munir adalah sosok yang komplit sebagai aktivis HAM. Kesederhanaan menjadi hal yang paling melekat dalam diri Munir.

Tahun 2000 Munir mendapatkan penghargaan dari luar negeri dengan hadiah uang sebesar Rp 500 juta. Hadiah tersebut justru seluruhnya ia serahkan ke KontraS. Menurut Munir, semua hal yang berkaitan dengan pekerjaannya sudah disediakan oleh kantor.

Wah kalau saya jadi Munir sudah saya ambil hadiah itu untuk keperluan keluarga,. Tapi sudah jelas Munir beda dengan saya. Hehe.

Melanjutkan Jalan Perjuangan Munir

Nyawa seorang Munir—seseorang yang dikenal oleh banyak orang, seseorang yang punya banyak teman yang dianggap sebagai orang dekat dan berpengaruh di negeri ini—ssaja bisa dihilangkan dengan mudah dan kasusnya pun tak jelas hingga sekarang. Bagaimana dengan saya yang tidak masuk kriteria di atas?

Kurang lebih pikiran tersebut terbersit dalam kepala saya selama peluncuran buku “Mencintai Munir”.

Masihkah kita bisa abai terhadap pelanggaran HAM yang hampir setiap hari terjadi? Mirisnya lagi pelanggaran tersebut dilakukan oleh tangan-tangan kuasa atas nama stabilitas negara (geleng-geleng kepala).

Meski saya belum membaca buku ini secara lengkap, tapi secara garis besar saya sepakat dengan perjuangan Munir. Memperjuangkan HAM warga negara Indonesia menjadi kewajiban orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih soal HAM.

Peluncuran buku “Mencintai Munir” | Foto: Teddy

Saya kira Indonesia masih memiliki banyak dosa masa lalu yang belum ditebus hingga hari ini. Gerakan 30 September, penghilangan paksa aktivis medio 1997-1998, Semanggi I dan II, dan pembunuhan Munir menjadi beberapa pelanggaran HAM yang dibiarkan oleh negara.

Apakah negara mengharapkan warganya lupa bahwa bangsa ini memiliki masa lalu yang gelap? Mungkin saja.

Tapi saya pikir warga Indonesia tidak semudah itu melupakan dosa-dosa berat itu. Jangankan melupakan dosa-dosa berat semacam itu, hutang Rp 5.000 saja pasti ingat. Atau mungkin negara pura-pura lupa? Biasanya kan orang punya hutang itu pasti lupa kalau dirinya punya hutang. Hahaha.

Saya anjurkan teman-teman membaca buku ini, dan mari setelahnya kita menulis kembali isi dari “Mencintai Munir” akan pesannya dapat terbaca oleh banyak orang di Indonesia.

Sekali lagi saya ucapkan selamat buat Mbak Suci atas buku “Mencintai Munir” semoga siapa pun yang membaca buku ini ikut merasakan perjuangan Munir, getirnya perasaan Mbak Suci saat ditinggalkan, dan yang pasti adalah pembaca dapat mencintai sosok Munir. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis Teddy Chrisprimanata Putra
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta
Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan
Memikirkan Kembali Tradisi, Adat Istiadat dan Budaya Bali dalam “Wanita Amerika Dibunuh di Ubud”
Tags: BukuKontraSMunirUlasan Buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Koreografi Pijat dan Pencarian Gede Agus Krisna Dwipayana dalam Tubuh Tari Tradisi

Next Post

Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co