24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebarung Gong Kebyar Buleleng, Ajang Mempertunjukkan Tabuh-Tari Khas Bali Utara

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Mebarung Gong Kebyar Buleleng, Ajang Mempertunjukkan Tabuh-Tari Khas Bali Utara

Sajian tari dari sekaa gong kebyar duta Kabupaten Buleleng pada ajang Pesta Kesenian Bali 2022

Membarung bersama tiga sekaa gong kebyar dari Kabupaten Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2022 dijadikan momentum penting bagi para senimannya untuk mempertunjukkan tabuh-tabuh kekebyaran khas Bali Utara. Antara lain mereka membawakan tabuh hasil rekonstruksi tabuh kebyar Dauh Enjung yang sudah lama tidak dipentaskan.

Tiga sekaa gong duta dari Kabupaten Buleleng ini tampil gemuruh di Panggung Ardha Candra Provinsi Bali, Minggu (26/6/2022) malam.

Ketiga sekaa gong duta Kabupaten Buleleng tampil dalam satu panggung. Gong Kebyar Dewasa yang diwakili Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng menempati panggung di sebelah kanan pangung terbuka itu. Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu tampil di tengah-tengah depan gapura megah dari panggung berarsitektu tradisional itu. Sementara, Gong Kebyar Anak-anak, Padepokan Seni Dwi Mekar, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng menempati panggung di sebelah kiri panggung.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan itu hadir untuk menyaksikan kepiawian sekaa gong dari Buleleng itu unjuk kebolehan di atas panggung. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, , Sekda Buleleng Gede Suyasa serta beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng.

Bupati Agus Suradnyana pada kesempatan tersebut mengatakan kehadirannya bersama dengan Wabup Sutjidra dan Gubernur Koster merupakan sebuah bentuk dukungan. Kebanggaannya muncul ketika sekeha sangat semangat untuk tampil di panggung besar legendaris ini. Apalagi tidak adanya pertunjukan-pertunjukan selama pandemi Covid-19 melanda. “Sehingga tidak ada wahana untuk para seniman mengekspresikan diri,” kata dia.

Foto: Tiga sekaa gong kebyar duta Kabupaten Buleleng mebarung bersama di Pesta Kesenian Bali 2022

Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Wahana Santhi mengawali penampilannya dengan mempersembahkan Tabuh Kreasi Jagra Parwata. Salah satu musik monumental ini merupakan karya I Nyoman Windha yang diciptakan pada tahun 1991 untuk duta kabupaten Buleleng kala itu, yakni Desa Munduk.

“Jagra Parwata” sebagai simbol abstrak yang mengharap tindakan konkret manusia untuk menjaga dengan penuh kesadaran kesucian Gunung, penyebab adanya sumber air, muara kehidupan.

Komposisi tabuh ini, sehingga terdengar sangat manis. Tekstur gineman, kebyar, gagenderan, bapang, dan beberapa bentuk tabuh berukuran metris lainnya tetap dipertahankan. Melodi pokok dan ornamentasi figuratif dikerjakan berbanding lurus yang secara perseptual adalah simbol dari aliran searah yang dinamis. Beberapa frase singkat dijumpai dalam tekstur yang berlainan, dikerjakan secara manipulatif, terkamuflase secara halus dalam aliran ritme simultan.

Sajiannya yang kedua, Tari Kebyar Buleleng Dauh Enjung, sebuah komposisi karya Ketut Merdana bersama I Nyoman Sukandia yang memang mempesona. Empat orang penari yang terbagi ke dalam dua segmen yang terintegrasi menjadikan karya ini menarik.

Karya tari ini sempat direkonstruksi sejak September tahun 2019, namun sayang terhenti karena beberapa alasan. Komposisi ini diciptakan sekitar akhir tahun 1949-an dan pertama kali dibawakan oleh sekaa Gong Desa Umejero. Konten-konten komposisi dalam musik telah menyediakan ruang reinterpretasi bagi lahirnya komposisi gerak yang “menarikan” musik.

Setelah sekian dekade tidak pernah dibawakan dalam format pertunjukan, Kebyar Buleleng Dauh Enjung direkonstruksi oleh Sanggar Seni Suara Mustika, dengan mendatangkan informan (yang ketika penciptaan komposisi ini, merupakan seorang penabuh dan penari yang terlibat didalamnya).

“Rekonstruksi komposisi ini bukan sekadar perilaku “latah” yang dilakukan dengan motivasi “dalam rangka”, melainkan sebuah upaya penghormatan, pencarian serta pemaknaan terhadap spirit penciptaan yang dapat dijadikan tauladan terhadap kehidupan berkesenian saat ini, baik di Bali maupun di Buleleng pada khususnya,” kata pembina tabuh I Ketut Pany Ryandhi.

Penampilan ketiga Tari Kreasi Duet Amed Semu menceritakan Dewi Sita dalam epos besar Ramayana adalah perlambang kesucian. Tari ini garapan baru untuk dipersembahkan dalam PKB 2022 kali ini.

“Kami menilai garapan ini mengabstrasikan tema Danu Kerthi, maka semua itu menganalogikan Dewi Sita itu sebagai lambang kesucian. Maka kalau dikontek kaja kelod yang suci itu ada di hulu, maka danau itu kami lambangkan hulu dan Dewi Sita yang menempati posisi itu,” sebutnya.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Rahwana adalah sosok yang terpelajar, mempunyai penasehat kerajaan yang bijaksana,Maharaja yang dicintai rakyatnya, dan tentunya kesatria sejati. Dengan kesaktian, kedudukan dan anugrah yang dimilikinya, sesungguhnya tidaklah terlalu sulit untuk menjatuhkan Sita ke dalam genggamannya. Yang terjadi hari ini, kita terlanjur dihadiahi doktrin label raksasa untuk Rahwana, namun kenyataannya, manusia hari ini lebih Rahwana dari Rahwana.

“Orang mengeyam pendidikan tinggi, memiliki kedudukan, kekuasaan berlebih dengan berbagai cara dan muslihat berupaya untuk memenuhi ambisi mereka dengan berlindung dibelakang kedok kesopanan kultural. Mereka mengeksploitasi alam, menebang pohon ditengah hutan lindung,” paparnya.

Gong Kebyar Anak-anak, Padepokan Seni Dwi Mekar menamilkan Tabuh Telu Lelambatan “Bulak Agung” yang memiliki dinamika, tempo, modulasi, ritme dan keharmonisan nada, menggambarkan betapa indah dan mempesonanya aliran mata air bulakan tersebut.

Selanjutnya menyajikan Tari Kekelik yang mengisahkan tentang seekor burung besar dengan sifat keangkara murkaan, sombong, merasa memiliki kekuatan yang besardengan selalu mengganggu kawanan burung sesapi yang kecil. Tari dan ringannya diciptakan Alm. I Nyoman Durpa pada tahun 1980an dan dipentaskan pada ajang PKB pada tahun 1980an.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Berikutnya menampilkan Tari Pudak Sinunggal hasil rekonstruksi tahun 2014 dengan seniman-seniman Bali Utara. Tari ini menggambarkan dan terinspirasi oleh bunga pudak yang tumbuh pada tumbuhan pandan. Bunga pudak ini hidup di dekat mata air (kolam) didekat Pura Bukit Sinunggal di Desa Tajun, Kabupaten Buleleng. Bunga yang harum, air yang

sejuk dan burung yang mandi menginspirasi Bapa Sindu (Pencipta Tari) dan Bapa Putu Kuta (Pencipta Tabuh) yang membuat garapan ini pada awal abad ke-20.

Koordinator yang juga Ketua Padepokan Dwi Mekar, Gede Pande Satria Kusumayuda atau Jero Olit mengatakan, sebagai duta Kabupatyen Buleleng untuk Gong Kebyar anak-anak telah melakukan persiapan sudah enam bulan, termasu melakukan ujicoba bersama Sanggar Alit Sundari Gianyar yang sengaja diundang ke Buleleng.

“Uji coba ini sebagai bukti keseriusan sekaa gong anak-anak tampil diajang PKB, walau mebarung bersama duta dari satu kabupaten,” ucapnya.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Pentas antara duta Kabupaten Buleleng ini sebagai ajang untuk memperlihatrakan ciri khas Buleleng. Ini murni untuk audien, walau esensi gong kebyar itu adalah mebarung, sehingga ketika ada mebarung antar kabupaten dan kota geliatnya pasti berbeda. Mebarung antar kabupaten kota memang itu sepiritnya.

”Maka itu kami berharap dikembalikan esensi mebarung gong kebyar seperti awal. Mebarung seperti melawan saudara sendiri, agak spiritnya sedikit memudar namun semangat tetap tinggi,” ungkapnya.

Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng juga melakukan persiapan yang matang untuk penampilan di PKB ke-44 ini. Dalam persmbahannya menyajikan Tabuh Kreasi Pepanggulan merupakan tabuh baru yang diciptakan oleh Tegeh Kertiasa. Kekuatan tabuh itu begitu terasa, sehingga tampil mengagumkan. Berikutnya menyajikan Tari kebyar Legong asli Buleleng serta diakhiri dengan mempersembahkan Gegitan.

“Walau pentas mebarung bukan bersama duta kabupaten lain, kami tetap mempersiapkan materi dengan baik,” kata Kelian Sekaa Gong Eka Wakya , Made Astawa S.Pd.

Kalau pentas mebarung dengan duta kabupaten lain memang memiliki greget yang luar biasa. Namun, tampil dengan membawa nama Buleleng itu mesti mampu tampil penuh semangat.

“Greget mesti tetap dipertahankan, karena tampil atas nama Buleleng. Maka itu, tampil semaksimal munghkin, mulai dari proses latihan, hinga pentas saat ini. Maka untuk itulah kami tampil semaksimal mungkin,” katanya.[T][Ado/*]

Spirit Laut Spirit Gunung dari Sekaa Gong Kebyar Badung di PKB 2022
Tags: bulelenggong kebyarPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kitchen Photojournalism di Ubud Food Festival 2022; Membidik Sisi Lain Dapur

Next Post

Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails
Next Post
Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co