24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
October 14, 2021
in Opini
Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Saat pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Indonesia atau negara lainnya, masyarakat selalu ada polarisasi. Ada yang pilih pasangan A dan ada yang pilih pasangan B begitu seterusnya. Hal yang lumrah masing-masing pendukung mengatakan yang terbaik tentang calon yang diusungnya. Sayangnya ini membuat pendukung cenderung mencari sumber data yang membuat calonnya terlihat semakin kuat, padahal ada data lain yang mungkin melemahkan calon yang diusung. Namun para pendukung lebih cenderung menggunakan data-data yang sesuai dengan keinginannya. Inilah yang disebut Confirmation bias.

Confirmation bias tidak hanya terjadi pada kasus tersebut namun juga termasuk dalam bidang pasar modal, pandemi COVID 19 saat pendukung teori-teori tertentu cenderung menutup mata dan telinga terhadap data-data yang ada dari sisi yang berlawanan, hingga industri otomotif. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kedua belah pihak. Confirmation bias didefinisikan sebagai perilaku sesorang yang cenderung hanya memperhatikan informasi yang sejalan dengan pemikirannya saja.

Berkaca dari hal itu, mari kita kupas perang antara Tesla dan Toyota. Toyota merupakan perusahaan besar dari Jepang yang mendunia sekitar tahun 1980-an. Produk yang ada di lapangan sering berseliweran di jalan-jalan atau di garasi rumah kita. Kualitas dan efisiensinya yang lebih bagus dibandingkan mobil Amerika membuat Toyota mendunia.

Dalam buku Toyota Way  oleh Jeffrey K Linker disebutkan bahwa Toyota memiliki konsistensi dalam hal produk dan prosesnya dengan penjualan lebih dari 6 juta mobil per tahun dengan keuntungan tahunan per Maret 2003 sebesar 8,13 miliar dolar. Berdasarkan laporan tahunan Toyota Maret tahun 2020 menunjukkan penjualan bersih sebesar 2.171,3 miliar yen, menurun 43,6 miliar yen (2%) dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan keuntungannya dari tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan tiap tahun yaitu 173.816 miliar yen turun menjadi 150,187 miliar yen di tahun 2020.

Lalu apa hubungannya dengan adanya kemungkinan bias confirmation? Hal ini terkait dengan pernyataan dari Presiden Toyota dalam The Wall Street Journal. Akio Toyoda mengatakan bahwa jika Jepang tergesa-gesa memutuskan untuk menggunakan mobil listrik maka akan menimbulkan runtuhnya bisnis industri mobil serta menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan. Selain itu menurutnya kebanyakan sumber lisrik dari membakar batu bara dan gas alami sehingga semakin banyak karbondioksida yang didapat serta harga baterai yang mahal. Hal ini respon dari laporan lokal di awal Desember dimana pemerintah Jepang akan tidak mengijinkan mobil berbahan bakar gas mulai tahun 2035.

Padahal listrik tidak hanya dihasilkan melalui batu bara maupun gas alam, tapi juga bisa melalui sumber energi terbarukan yang masih dikembangkan atau sudah dikembangkan seperti sinar matahari, angin, air, dan-lain-lain.Selain itu saat ini biaya baterai kendaraan listrik turun di bawah 100 dolar per kWh untuk pertama kalinya yang kemungkinan ke depan bisa lebih murah lagi.Selain itu mobil yang dikembangkan Toyota adalah mobil hibrid yang belum tentu diijinkan tahun 2035 di Jepang sehingga menguatkan kemungkinan mengapa CEO Toyota menyerang pernyataan pemerintah untuk beralih segera ke mobil listrik.

Sementara itu, Tesla merupakan merk kendaraan listrik yang pertama kali berkembang sejak tahun 2003 di Amerika Serikat. Tesla menjadi terkenal karena performanya yang dikatakan bagus untuk lingkungan dan konsumsi bahan bakar yang sedikit. Di tahun 2019 pasar Tesla di China mencapai 0,2-0,5% namun diprediksi semakin kompetitif semakin hari. Dari tahun 2018 ke 2019 terjadi peningkatan produksi kendaraan dari energi terbarukan di China dari 126 juta menjadi 160-170 juta.

Gambar. Produksi Kendaraan dari Energi Terbarukan di China

CEO Tesla, Elon Musk, berpikir sebaliknya yaitu cahaya matahari dan angin akan menjadi sumber energi terbaharukan yang sangat potensial untuk disimpan di baterai. Kendaraan mobil listrik biayanya 35% lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar minyak. Diperkirakan mobil sedan kecil menghabiskan biaya 6.957 dolar untuk dikendarai sejauh 15.000 mil. Sedangkan dengan mobil listrik hanya menghabiskan rata-rata 540 dolar dengan jarak yang sama.

Kedua pemimpin perusahaan otomotif ini memiliki pandangan yang berbeda terkait kendaraan listrik dengan kendaraan dari bahan bakar minyak. CEO Toyota beranggapan mobil listrik berakibat buruk terhadap lingkungan dengan kemungkinan ada pengurangan lapangan pekerjaan jika dilakukan secara dini. Sedangkan CEO Tesla beranggapan justru dengan mobil listrik dengan sumber energi terbarukan merupakan peluang mengurangi polusi global dan menghemat biaya. Lapangan kerja akan teralihkan ke proses pembuatan dan pengolahan energi terbarukan, penyimpanan, hingga pemasaran energy terbarukan yang efektif dan efisien.

Menurut penelitian dari Park dkk (2010) tindakan confirmation bias menyebabkan overconfidence/terlalu yakin. Masalahnya kemudian adalah kesalahan dalam mengambil keputusan dan tidak terkontrol dengan baik. Untuk mengurangi bias confirmation yang menghasilkan overconvidence seperti jangan meremehkan risiko penurunan dengan menunjukkan penelitian praktisi akademisi.

Tanda warning ini mulai terlihat dari penurunan keuntungan Toyota dari 3 tahun terakhir. Begitu pula Tesla bukanlah pemain solo dalam industri kendaraan dari bahan bakan listrik, masih banyak produsen-produsen lain yang sudah mulai membuka kesempatan untuk menyalip dan memanfaatkan momentum. Siapakah yang tergelincir? Atau malah keduanya semakin lari makin cepat? Semoga tidak mengalami overconfidence yang pada akhirnya berakhir dalam catatan buku-buku masa lalu yang tinggal kenangan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme

Next Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co