6 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 3, 2020
in Esai
Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

tatkala.co

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Penyebaran virus yang begitu cepat juga mengubah pola pembelajaran yang mulanya dilaksanakan dengan tatap muka, berganti menjadi pembelajaran daring. Kebijakan yang diambil pemerintah sudah sangat tepat karena tidak memungkinkan dilakukan pembelajaran dengan tatap muka. Guru tidak punya pilihan lain lagi  selain melaksanakan pembelajaran daring.

                Hal ini mensyaratkan kecermatan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kendala utama dalam pembelajaran daring adalah sebagian besar guru belum pernah mengadakan pembelajaran daring. Disamping itu, siswa belum terbiasa dengan pembelajaran daring. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak kendala dalam melaksanakan pembelajaran daring.  Tidak semua siswa pada tingkat sekolah dasar mempunyai handphone. Mereka masih menggunakan telepon orang tuanya dalam melaksanakan pembelajaran daring. Hal itu menyebabkan guru pada  harus ekstra keras mengelola pembelajaran karena siswa tidak merespon dengan cepat materi pembelajaran yang telah diberikan. Hal ini terjadi karena siswa tidak memiliki handphone. Siswa baru dapat menggunakan telepon  orang tuanya setelah orang tuanya datang dari bekerja.

                Pelaksanaan pembelajaran daring menemui banyak hambatan. Hambatan utama adalah orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota. Hambatan lain adalah masalah koneksi jaringan. Belum semua wilayah mempunyai koneksi jaringan yang bagus terutama di daerah yang terpencil.   

                Pembelajaran daring khususnya pada tingkat sekolah dasar(SD) dapat menggunakan aplikasi whatsApp. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang paling mudah dilakukan siswa. Penerapan aplikasi lain belum begitu familiar bagi siswa SD. Apabila menggunakan aplikasi seperti zoom, google classroom tentu membebani keuangan orang tua siswa karena membutuhkan biaya kuota yang cukup mahal. Memperhatikan kendala seperti itu, jalan terbaik bagi guru terutama di SD adalah dengan menggunakan aplikasi whatsApp.

                Ada beberapa fitur yang ada pada whatsApp  yang bisa dijadikan media pembelajaran. Fitur-fitur tersebut adalah  penyampaian pesan secara individu maupun grup, mengunggah foto, video, file baik dalam bentuk pdf dan word. Disamping itu juga dilakukan dengan melampirkan rekaman audio serta melakukan video call.

                Pembelajaran dengan aplikasi whatsApp dapat dilakukan dengan efektif apa bila pembelajaran sudah dirancang dengan baik. Rancangan tersebut antara lain:

  • Tetapkan Waktu Pelaksanaan Daring

                Penetapan waktu pembelajaran perlu disepakati sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Guru dapat melaksanakan pembelajaran dari sekolah atau dari rumah.

                Hal ini perlu ditentukan agar siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik. Disamping itu, orang tua dapat mengatur waktu untuk mendampingi anaknya dalam pembelajaran daring. Guru perlu menyampaikan ketentuan yang harus ditaati siswa dalam pembelajaran daring misalnya guru menyampaikan tugas apa yang harus dikerjakan siswa setelah melakukan pembelajaran daring.

                Kesepakatan ini sangat penting dilakukan sehingga orang tua dapat mendampingi anaknya dalam pembelajaran sehingga orang tua dapat menyesuaikan waktu belajar anaknya dengan waktu kerja orang tua.

  • Tetapkan Waktu Pengumpulan Tugas Oleh Siswa

                Waktu pengumpulan tugas dapat disepakati oleh siswa dan guru. Hal ini perlu diatur untuk menghindari banyaknya tugas yang harus diperiksa oleh guru. Apabila guru telah memberikan pembelajaran secara daring, guru dapat memberikan tugas kepada siswa dan disepakati kapan batas akhir pengumpulan tugas oleh siswa. Hal ini penting ditetapkan karena siswa SD belum begitu banyak mempunyai handphone. Sebagian dari siswa masih menggunakan handphone orang tuanya. 

                Cara lain yang dapat dilakukan untuk megumpulkan tugas siswa adalah menetapkan waktu pengumpulan tugas. Orang tua dapat mengumpulkan tugas siswa ke sekolah dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. Guru dan orang tua menyepakati mengenai waktu pengumpulan tugas siswa misalnya seminggu dua kali. Hal ini dapat meringankan tugas guru dalam memeriksa tugas-tugas siswa. Apabila hal ini tidak dilakukan, guru akan mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian terhadap tugas-tugas siswa karena tugas yang dikumpulkan melalui whatsApp tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

  • Buatlah Pembelajaran Menyenangkan

             Pembelajaran didisain sedemikian simpel dan menyenangkan. Pembelajaran dirancang oleh guru tidak berfokus pada penyelesaian keseluruhan kompetensi dalam satu semester tetapi pembelajaran dilakukan untuk memenuhi kompetensi umum. Dengan itu, siswa tidak terlalu dituntut memiliki komptensi khusus. Hal ini merupakan bentuk menyederhanakan pembelajaran.

             Pembelajaran didisain dengan menyenangkan sehingga siswa merasa betah mengikuti pembelajaran dari rumah. Bentuk pembelajaran menyenangkan dapat  berupa  mendongeng virtual. Sebelum masuk materi pembelajaran guru dapat meminta siswa untuk menyimak dongeng. Materi dapat diambil dari youtube atau guru sendiri  mendongeng secara virtual.

             Tentu cara seperti ini tidak dilakukan setiap hari. Guru, siswa, serta orang tua dapat membuat kesepakatan mengenai pelaksanaan mendongeng virtual. Ini merupakan bentuk pembelajaran yang memberikan suasana baru bagi siswa. Mendongeng secara virtual tentu disesuaikan dengan topik pembelajaran sehingga siswa dapat dengan mudah mencerna topik pembelajaran karena berbantuan mendongeng virtual.     

              Variasi pembelajaran juga dapat dilakukan dengan tur secara virtual. Guru dapat mengunduh tur virtual yang ada di chanel youtube. Kegiatan ini tentu dapat menarik perhatian siswa. Siswa mengetahui tempat-tempat bersejarah yang ada pada daerah lain. Siswa dapat mengenal adat kebudayaan masyarakat lain.

             Guru dapat mempersiapkan pembelajaran dengan mengunduh link yang menyediakan tur virtual. Model pembelajaran ini mengajak siswa menjelajahi daerah lain secara maya. Hal ini dapat menarik minat belajar siswa.         Kedua model pembelajaran tersebut akan dapat memberikan kesenangan pada siswa sehingga siswa tidak merasa bosan di rumah selama masa pandemi covid 19.

  • Disain Pembelajaran Lebih Kontekstual

        Pembelajaran kontekstual dilakukan untuk memudahkan siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan karena guru dalam pembelajaran daring tidak dapat melakukan pembelajaran secara detil seperti sebelum masa pandemi covid 19. Guru dapat memanfaatkan situasi pandemi covid 19 untuk melakukan internalisasi betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan siswa. Guru dapat memberikan informasi kepada siswa bagaimana cara melindungi diri dari penularan covid 19.

                Pandemi covid 19 dapat dijadikan topik pembelajaran misalnya berkaitan dengan pembelajaran yang bertemakan lingkungan. Siswa akan mudah mencerna materi pembelajaran karena siswa mengalami materi yang dipelajari. Siswa diberikan pemahaman bagaimana cara melindungi diri  sehingga tidak terjangkit covid 19. Dengan pemahaman itu, siswa mengetahui dan dapat menjaga kesehatan dirinya.

                Informasi berkaitan dengan covid 19 perlu disampaikan kepada siswa sehingga siswa memiliki pengetahuan mengenai perkembangan pandemi covid 19 di daerahnya. Hal ini perlu disampaikan sehingga siswa mempunyai sikap tanggap dalam menangkal penyebaran covid 19.

  • Internalisasi Pendidikan Karakter

Kebijakan bekerja dari rumah, memberikan kesempatan kepada orang tua siswa mendampingi anaknya dalam pembelajaran. Sebelum pandemi covid 19, sebagaian besar orang tua murid disibukkan dengan pekerjaannya sehingga tidak punya cukup waktu untuk mendampingi anak dalam belajar di rumah.

                Orang tua ketika mendampingi anaknya dalam pembelajaran, dapat menekankan pembelajaran pada internalisasi pendidikan karakter. Internalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan secara tersirat dalam pendampingan pembelajaran. Misalnya, orang tua dapat memberikan contoh kepada anak bagaimana cara berkomunikasi antara anaknya dengan gurunya. Ini penting ditekankan karena sebelum pandemi covid 19, anak tidak terlalu intensif berkomunikasi menggunakan media sosial dengan guru. Demikian pula dalam berdiskusi dengan temannya dalam grup whatsApp, orang tua dapat membimbing anaknya bagaimana cara menyampaikan pesan tertulis kepada temannya sehingga anak dididik santun berkomunikasi melalui media sosial.

                Anak dituntun untuk bisa berkolaborasi dengan temannya. Bagaimana anak dapat saling menghormati dan bagaimana memupuk rasa persaudaraan dan menanamkan nilai kegotongroyongan anak. Dengan itu rasa empati sudah tertanamkan dalam proses pembelajaran di rumah.

  • Hindari pembelajaran yang membuat siswa stres.

Kebijakan melakukan pembelajaran dari rumah selama pandemi covid 19 tentu membuat aktivitas siswa terbatas. Siswa merasa jemu tinggal di rumah dan belajar dari rumah. Situasi ini perlu menjadi atensi para guru. Guru dapat mendisain pembelajaran yang tidak menambah tingkat kesetresan siswa. Guru diharapkan tidak memberikan terlalu banyak soal. Soal diberikan sebagai pengukuran tingkat penguasaan kompetensi umum siswa. Situasi pembelajaran daring tidak memungkinkan menuntut penguasaan kompetensi secara keseluruhan dalam tiap semester. Guru hendaknya dapat memilih kompetensi yang paling penting dikuasai anak dalam pembelajaran, itu saja ditekankan.

                Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, guru dapat melakukan asesmen yang hanya untuk  menilai kompetensi umum sehingga siswa tidak dijejali dengan tugas-tugas yang begitu banyak. Jabarkan kompetensi dalam beberapa indikator. Jangan melakukan pembelajaran yang mengesankan pada kejar tayang penyelesaian pembelajaran. Ini tidak akan bermanfaat bagi siswa.

                Kita harus mengakui pembelajaran daring yang dilakukan selama masa pandemi banyak mempunyai kelemahan. Dengan keterbatasan akses internet, guru hendaknya dapat mendisain pembelajaran yang tidak mengakibatkan siswa stres. Hal yang utama yang menjadi atensi guru adalah siswa belajar dengan senang sehingga imun tubuh siswa terjaga dengan baik.   Hal ini dilakukan untuk mengikuti arahan presiden, dalam pandemi covid 19 yang terpenting dan yang dikedepankan adalah kesehatan siswa.

  • Ubah Pola  Asesmen

                Sebagian besar guru juga merasakan pembelajaran daring tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka), karena beberapa materi tidak bisa dijelaskan secara online, guru tidak bisa memantau siswa ketika belajar, dan guru tidak bisa memastikan hasil belajar siswa apakah benar-benar merupakan buah pikirannya atau tidak. Keadaan ini sangat menyulitkan guru dalam memberikan penilaian, karena banyak ditemukan siswa yang memiliki kemampuan kurang dalam pembelajaran tatap muka ternyata dalam pembelajaran daring siswa tersebut justru hasil belajarnya sangat bagus.

                Kendala ini dapat diatasi dengan  melakukan komunikasi dengan siswa. Komunikasi tersebut berupa kesepakatan dengan siswa untuk mengadakan video call lewat whatsApp. Kesepakatan ini dilakukan guru agar siswa benar-benar dapat mempersiapkan diri sehingga tugas-tugas yang telah dikumpulkan dapat dipahami dengan baik. Guru dalam melakukan asesmen tetap mengedepankan berupa pembimbingan terhadap siswa. Guru hendaknya menghindari  menerapkan asesmen yangg terkesan menghakimi. Dengan itu, siswa tidak merasa dinilai. Ciptakan pola asesmen yang tidak membuat siswa merasa tertekan.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resolusi Berkarya Saat Pandemi I Ketut Sugantika Lekung

Next Post

Dari Karang Binangun ke Singaraja

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
0
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

Read moreDetails

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
0
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

Read moreDetails

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
0
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

Read moreDetails

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
0
Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

Read moreDetails

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

Read moreDetails

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

by Sugi Lanus
September 2, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

Read moreDetails

Sepi Tak Berarti Tiada

by Angga Wijaya
September 2, 2026
0
Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

Read moreDetails

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

Read moreDetails
Next Post
Priayi Kecil

Dari Karang Binangun ke Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co