24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
October 13, 2019
in Esai
Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Pembalap Tour de Indonesia melintas di Gitgit (Foto Dok Agus Marlisetia)

Sekitar pukul 9 pagi kami tiba di tempat itu. Sama-sama membawa mantel, karena gerimis sempat turun membasahi jalan. Dingin begitu menusuk. Kabut turun menghalangi pandangan, sehingga pengendara yang melintas harus menghidupkan lampu khusus pemecah kabut. Setiap kami bicara, mulut kami sama-sama mengeluarkan semacam embun menyerupai  asap rokok.

Rombongan itu terdiri dari Made Puja, Abet Ajus, Acink Tuner, Agus Marlisetia, Gede Sucaya, Putu Murahman, Made Sukadana (almarhum) dan saya sendiri. Tentunya itu adalah nama-nama yang populer di facebook…hehehe

Saya membawa kamera tipe prosumer. Mereknya adalah salah satu buatan Jepang yang terkenal itu, yang dulu saya beli dengan harga bersahabat. Kamera yang telah lama menemani saya berburu gambar-gambar fotografi. Sementara Agus Marlisetia membawa kamera yang lebih canggih, jenis DSLR dari merek yang sudah mapan, yang tentunya jauh lebih mahal dari kamera saya. Oka Suparsa Buwana datang belakangan bersama pacarnya, juga ikut menenteng kamera DSLR dengan lensa yang sangat panjang. Warnanya putih, kelihatan mewahsekali. Kami sama-sama berburu.

Kami berhenti pada salah satu tikungan di Gitgit. Setelah bolak-balik, kami akhirnya menyepakati spot itu. Tikungan yang pas berada di sebuah tanjakan. Sangat strategis. Terbayang sudah gambar-gambar yang indah.

Kami menunggu sambil ngopi di sebuah warung. Kebetulan di atas tikungan curam itu ada sebuah warung kecil. Kami ngopi bersama seorang polisi yang juga sama-sama menunggu. Bedanya, pak polisi itu menunggu karena menjalankan tugas, sedang kami menunggu untuk sebuah hobi.

Jarum pendek pada jam tangan menunjuk angka 10. Kabar dari teman di Jembrana, katanya para pembalap Tour de Indonesia sudah dilepas. Mereka akan menyusuri pantai utara Buleleng yang indah, dengan tebing-tebing di sekitar Pulaki yang enak dipandang mata.

Awalnya adalah jalan-jalan datar yang memudahkan para pembalap memacu kecepatan. Tapi setelah itu mereka akan menemukan hambatan-hambatan menaklukkan tanjakan-tanjakan curam yang menguras tenaga di Gitgit. Pada momen seperti inilah kami ingin mengabadikan mereka dalam beberapa gambar. Setelah melewati Danau Beratan, mereka akan menikmati turunan sampai finis di Renon, Denpasar.


Aksi salah satu pembalap Tour de Indonesia. Foto Doc. Oka Suparsa Buwana)

Itulah sekilas pengalaman kami menonton para pembalap kontinental dari jarak dekat, setahun lalu.  Setelah sekian lama sempat terhenti, balapan bergengsi tingkat internasional Tour de Indonesia diadakan lagi mulai tahun 2018 silam. Acara bergengsi yang melibatkan para pembalap dunia, yang sempat melumpuhkan lalu lintas beberapa jam, karena jalur yang dilalui harus steril demi keamanan para pembalap. Turnamen yang kami tunggu-tunggu sejak iklannya mulai muncul dan disosialisasikan.

Tour de Indonesia 2018 dibagi dalam 4 etape, menempuh jarak total sekitar 611 kilometer. Dimulai dari kota Yogyakarta, dan finis di kota Denpasar. Menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, Tour de Indonesia mulai diadakan sejak tahun 2003. Tahun 2004 balapan ini mengambil start dari Jakarta sampai kota Denpasar, menempuh jarak 1.500 kilometer yang dibagi dalam 9 etape.

Kemudian even ini  diadakan rutin setiap tahun. Tahun 2007 pernah dibatalkan karena kendala dana yang minim. Kemudian dari tahun 2008 diadakan lagi sampai tahun 2011, berhenti lagi. Dan sejak 2018 diadakan lagi sampai 2019 ini. Dari keseluruhan even Tour de Indonesia itu, panitia selalu memilih Bali sebagai daerah finis. Bali yang memang tidak pernah dilupakan. Sebagai orang Bali, kita patut berbangga diri. Tapi, kenapa Bali tidak pernah memiliki even sekelas ini sendiri. Bali hanya menjadi tempat singgah, bukan sebagai penyelenggara.

Bagaimanapun juga, di samping sebagai turnamen olah raga, even sebesar Tour de Indonesia sangat efektif untuk kampanye pariwisata. Balapan sepeda sangat bagus untuk promosi pariwisata, karena lomba outdoor yang melintasi destinasi wisata. Bukan cuma Tour de Indonesia yang pernah ada di tanah air. Ada Tour de Bintan, Tour de Singkarak, Tour de Flores, Tour de Siak, Tour de Banyuwangi yang baru saja selesai. Bahkan Tour de Siak 2019 diadakan saat terjadi polusi udara akibat kebakaran hutan. Kelihatan di media massa foto para pembalap mengenakan masker saat balapan.  

Tour de Bali

Konon, menurut cerita seorang teman, pernah ada even Tour de Bali sekitar tahun 1988, seiring dengan di daerah lain seperti Tour de Jawa dan Tour de Lombok, tapi saya tidak bisa menelusuri jejak sejarahnya karena belum dicatat oleh google. Kalau memang pernah ada, entah kenapa di Bali yang kita cintai ini tidak pernah ada lagi even tersebut, padahal daerah-daerah lain begitu getol mengadakan even ini.

Tour de Banyuwangi saja sudah diadakan sebanyak 8 kali. Tour de Banyuwangi Ijen 2019 ini bisa mendatangkan peserta pembalap dari lima benua. Pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen yang berakhir di kaki Gunung Ijen pada September 2019 lalu banyak mendatangkan pujian dari pihak peserta dan juga ofisial. Seorang juri mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen masuk sebagai turnamen 10 besar terbaik dunia.

Seandainya saja Tour de Bali diadakan kembali, misalkan start dari Nusa Dua terus mengelilingi pulau Bali ini dan finis sampai di Nusa Dua kembali, jaraknya bisa mencapai sekitar 400 kilometer. Bisa dibagi menjadi 4 atau 3 etape. Memang sih balapan sepeda bergengsi yang masuk agenda resmi UCI (Union Cycliste Internationale) membutuhkan dana yang besar, tapi keuntungannya juga toh nanti besar juga ke depan. Mirip investasi.

Panen datang di tahun-tahun berikutnya. Di samping promosi memperkenalkan Bali yang sudah begitu terkenal, even seperti ini akan menjaga branding Bali sebagai destinasi wisata yang tetap layak dikunjungi. Seperti sebuah produk kosmetik, branding-nya harus terus dijaga agar mengakar di hati masyarakat. Bukan cuma untuk promosi wisata, even internasional ini juga bisa menggeliatkan semangat para atlit lokal untuk terus bermimpi dan berlatih keras, agar suatu ketika bisa menjadi bintang sepeda. Iya, siapa tahu. Bukankah sukses selalu berawal dari mimpi.    

Iya, itu sih hanya harapan saya. Kalau memang dulu pernah ada, semoga suatu ketika Tour de Bali bisa diadakan kembali, seperti tetangga terdekat kita Banyuwangi yang sangat konsisten mengadakan even ini. Masak sih kita mau kalah. [T]

Tags: balap sepedagowesTour de BaliTour de Indonesia
Share107TweetSendShareSend
Previous Post

Pisau dan Peradaban – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Papasangan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Papasangan

Papasangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co