6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku dan Secangkir Kopi

Ahmad Fatoni by Ahmad Fatoni
January 20, 2026
in Esai
Aku dan Secangkir Kopi

Ahmad Fatoni

Aku meyakini hidup ini dapat diringkas dalam secangkir kopi. Ia tampak sederhana, tetapi menyimpan riwayat panjang: dari biji yang dipetik dengan sabar, disangrai dengan ketelitian, digiling hingga halus, lalu diseduh dengan takaran waktu dan suhu yang tepat. Setiap tahap adalah pelajaran. Setiap aroma yang menguar adalah undangan untuk merenung. Di situlah aku sering memulai hari atau menutup malam dengan secangkir kopi dan sebaris ide yang menunggu dituliskan.

Biji kopi mengajarkanku tentang proses. Ia tidak pernah lahir matang; ia ditempa oleh musim, tanah, hujan, dan panas. Dalam kesenyapan kebun, kopi belajar menjadi kuat. Aku melihat diriku di sana. Ada gagasan-gagasan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia tumbuh dari membaca, mengamati, mendengar denyut kehidupan, dan menyerap peristiwa-peristiwa kecil yang kerap luput dari perhatian. Seperti kopi yang pahitnya bukan kutukan, melainkan karakter, demikian pula tulisan yang tajam sering lahir dari keberanian menatap kenyataan apa adanya, bukan menutupinya dengan gula kepura-puraan.

Proses menyangrai adalah babak paling menentukan. Api mengubah warna, aroma, dan rasa. Terlalu singkat, kopi terasa mentah. Namun jika terlalu lama, ia hangus dan kehilangan kepribadian. Aku belajar menakar “api” dalam menulis; keberanian menyuarakan kritik, ketajaman analisis, sekaligus kehati-hatian agar tidak membakar empati. Tulisan tentang sosial menuntut kepekaan, persoalan politik memerlukan keberanian dan kejernihan, urusan agama membutuhkan kerendahan hati, dan diskusi budaya menghendaki kelembutan rasa. 

Pada sela-sela kursi kayu warung kopi, aku sering menemukan rumah kedua. Ketika denting sendok beradu dengan cangkir, tempat itu seolah menjadi saksi bisu perjalanan tulisanku dari paragraf pertama yang ragu-ragu hingga esai-esai yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan besar. Aku coba menuliskan keresahan tentang kemiskinan yang tak kunjung reda, kegaduhan politik yang kadang terasa seperti sandiwara, pertarungan tafsir agama yang memerlukan kejernihan, hingga denyut budaya lokal yang sering terpinggirkan oleh arus global.

Kopi yang kuminum di warung bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan teman pergulatan batin. Kadang aku berbincang ringan dengan kawan tentang aroma tanah yang basah oleh hujan, harga cabai yang melonjak, atau kabar anak-anak yang mulai belajar membaca. Di lain waktu, obrolan merambat menjadi lebih berat; tentang keadilan yang timpang, kebebasan yang dipasung, atau masa depan generasi yang tersandra oleh kebisingan digital. Dari percakapan-percakapan itulah ide-ide menemukan bentuknya. Aku menyadari bahwa tulisan yang bernyawa tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari denyut keseharian yang nyata.

Air panas yang menyentuh bubuk kopi selalu mengingatkanku pada pertemuan antara ide dan kenyataan. Seduhan kopi adalah momen transformasi aroma yang mewangi, warna yang menggelap, dan rasa yang mengembara. Di situlah napas kreativitasku bekerja. Kalimat demi kalimat mengalir, kadang deras, kadang tersendat. Ada hari ketika tulisan terasa pahit dan keras, ada pula saat ia lembut dan menenangkan. Namun aku percaya, sebagaimana kopi yang baik tidak menipu lidah, tulisan yang baik tidak membohongi nurani.

Secangkir kopi juga mengajarkanku tentang kesabaran. Tidak semua rasa bisa dinikmati tergesa-gesa. Ada jeda yang perlu diapresiasi, ada waktu yang mesti dihormati. Dalam menulis, kesabaran itu hadir dalam riset, perenungan, revisi, dan keberanian menekan ego. Kadang aku membiarkan tulisan “mengendap” semalam, seperti ampas kopi yang perlahan turun ke dasar cangkir, agar esok hari aku dapat membacanya dengan mata batin yang lebih jernih.

Di antara hiruk-pikuk dunia yang bergerak serba gegas, secangkir kopi memberiku ruang untuk melambat. Ia mengajakku berdamai dengan waktu, menyusun pikiran, dan menajamkan empati. Dari warung kopi sederhana hingga kedai kafe yang sedikit mewah, setiap tempat meninggalkan jejak cerita. Aku menulis bukan hanya untuk merekam peristiwa, tetapi untuk menginsyafkan kesadaran bahwa hidup, seperti kopi, perlu dirayakan dengan kesungguhan, kejujuran, dan keberanian mencicipi pahitnya.

Di tengah budaya serba instan yang mengagungkan viralitas, kopi manual mengajarkanku untuk tidak tergesa-gesa menilai. Menyeduh perlahan berarti memberi ruang pada makna agar matang, tidak mentah dalam argumentasi. Sebagaimana tulisan, ia menuntut mata yang jeli membaca realitas, hati yang bersih menimbang kebenaran, dan akal yang jujur merumuskan sikap.

Maka setiap tegukan kopi adalah latihan mengatur pola berpikir. Ia mengingatkanku agar setia pada proses, tidak silau sensasi, dan berani menanggung pahit demi kejujuran rasa. Dari secangkir kopi itu, aku belajar bahwa kata-kata bukan sekadar bunyi, melainkan tanggung jawab. Ia bisa menghangatkan kesadaran atau membakar nurani, tergantung bagaimana ia diseduh dan disajikan.

Tak pelak, setiap kali aku mengangkat secangkir kopi, aku seolah meneguk ulang komitmen sebagai penulis dengan menjaga integritas rasa, merawat kejernihan pikiran, dan terus menyeduh kata-kata agar tetap aktual dan tajam. Saat uap kopi perlahan menghilang, aku semakin menemukan diriku sebagai penggila aksara dan peziarah makna yang menempuh perjalanan panjang, seteguk demi seteguk, kalimat demi kalimat. [T]

Penulis: Ahmad Fatoni
Editor: Adnyana Ole

Tags: filosofigaya hidupkopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

Next Post

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Ahmad Fatoni

Ahmad Fatoni

Lahir di Surabaya. Alumnus sastra Arab dari International Islamic University Islamabad, Pakistan. Beberapa karya tulis; cerpen, puisi, esai, dan resensi sastra, pernah dimuat di berbagai media nasional. Kini menjadi staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Malang.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Risalah Rindu dan Ranting -- Membaca Buku Puisi 'Memilih Pohon Sebelum Pinangan' karya Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co