5 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saraswati Puja: Saatnya Mengakses Satyam Shivam Sundaram Dalam Diri

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
September 6, 2025
in Esai
Saraswati Puja: Saatnya Mengakses Satyam Shivam Sundaram Dalam Diri

SUNGGUH membahagiakan, saya dapat hadir dalam acara Ruang Bicara Penulis Hindu bertajuk “Samudra Sastra Nusantara” yang diselenggarakan oleh Yayasan Jnana Saraswati bekerja sama dengan Dharma Literary Festival (DLF), di Gedung PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna No. 71 Denpasar, Jumat, 5 September 2025. Kegiatan ini terasa istimewa karena dilaksanakan menjelang Hari Suci Saraswati yang jatuh pada Sabtu, 6 September 2025. Sebuah momentum yang tepat untuk merawat dan menghidupkan literasi Dharma sebagai dasar spiritualitas Nusantara.

Yang membuat saya surprise adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ida Acharya Wedananda (Prof. Made Titib, Ph.D.), seorang guru, cendekiawan, sekaligus teladan intelektual Hindu di Indonesia, sekaligus dosen saya tahun 1996 di Sekolah Tinggi Manajemen. Acara yang dipandu oleh Ketua DLF 2025, Dr. N.K. Surpi Arya Dharma, menghadirkan sejumlah penulis antara lain, Dr. I Gede Suwantana, Dr. Ayu Veronika Somawati, Jero Jemiwi, dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis., AIFO-K (dekan Fakultas Kedokteran Universitas Maha Saraswati), Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom dari majalah Craddha,  Guru Dharma dan beberapa penulis lain.

Ida Acharya Wedananda mengungkapkan bahwa selama ini terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan pasukan yang mendukung Rama dalam menyerang Alengka. Berdasarkan sumber otentik dan pengalaman beliau sebagai anggota TNI, mereka sesungguhnya bukanlah pasukan kera, namun seperti tentara yang dalam penyamaran memakai topeng kera sebagai kamuflase. Sedangkan Dr. Surpi Arya Dharma menjelaskan kekeliruan Max Muller menterjemahkan upacara penghormatan sapi sebagai upacara pengorbanan sapi. Penghormatan dan pengorbanan adalah dua kata yang berbeda.  

Berdasarkan pengalaman saya selama 20 tahun lebih belajar di Anand Ashram di bawah bimbingan langsung dari Guruji Anand Krishna, dan masih berlanjut sampai saat ini, walaupun beliau telah tiada secara fisik, saya sepakat dengan kedua pendapat di atas. Bagaimana mungkin Sanatana Dharma yang mengagungkan Sapi sebagai sosok Ibu Illahi, justru mengorbankan sapi? Soal adanya tradisi yang masih melakukan penyembelihan terhadap sapi, hal itu tidak perlu diperdebatkan karena menyangkut pemahaman sesusi dengan tingkat kesadaran masyarakat setempat.

Saya jadi teringat pengalaman saat mengikuti sebuah training di Sagamihara Jepang tahu 1994 saat masih aktif dalam tugas profesional di sebuah BUMN. Saat memperkenalkan diri sebagai seorang Hindu dari Bali, salah seorang dari staf perusahaan Tamura Telecomunication terkaget-kaget, ketika saya menyantap steak sapi yang dihidangkan. “Sebagai penganut Hindu kamu menyantap daging sapi?” Saya Cuma menjawab sesuai realita. “Tradisi kami di Bali ini sudah biasa.” Jawabannya tentu akan berbeda kalau dia menanyakan pada tahun 2003, setelah saya mengambil pensiun dini, karena telah menjalani Upavasa Vegetarian sampai saat ini. Mungkin saya akan menjawab: “Tipat cantok dan Begul (Beguling) bisa berdampingan secara harmonis di Bali.” Contonya di jalan Sutomo Denpasar, dagang Be Guling bisa bersebelahan dengan dagang Tipat Cantok ataupum Tahu Gerenceng.

Pertemuan menjelang Hari Saraswati ini mengingatkan saya pada artikel Guruji Anand Krishna berjudul “Saraswati Puja dan Cendekiawan” yang terbit dalam Warta Hindu Dharma edisi 343 tahun 1995, dan kemudian dibukukan secara utuh dalam salah satu bab dari karya beliau Intisari Ajaran Terkuno Umat Manusia: Memahami Kembali Ajaran Vedanta tahun 2024 lalu. Dalam tulisan tersebut, Guruji menjelaskan bahwa Saraswati adalah lambang tingkat kesempurnaan hidup yang meliputi tiga nilai utama: Satyam (kebenaran), Shivam (kemuliaan), dan Sundaram (keindahan).

Saraswati: Harmoni Sains dan Seni

Saraswati bukan sekadar dewi ilmu pengetahuan, melainkan representasi keselarasan antara sains dan seni, otak kiri dan otak kanan. Tanpa sentuhan seni, seorang cendekiawan berisiko menjadi kering, dingin, bahkan menyerupai robot dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Sebaliknya, seorang seniman tanpa ketajaman berpikir hanya akan melahirkan sentimentalitas yang rapuh. Maka, Saraswati adalah jembatan yang menyatukan logika dan rasa, analisis dan imajinasi, struktur dan keindahan.

Refleksi: Mengakses Saraswati dalam Diri

Perayaan Saraswati Puja bukan sekadar ritual, menyalakan dupa, dan menyajikan banten  atau sesajen pada lontar atau buku. Lebih dari itu, ia adalah undangan untuk masuk ke ruang batin, mengakses Saraswati yang sesungguhnya—yakni kemampuan untuk hidup dengan kebenaran, kemuliaan, dan keindahan.

1. Satyam (सत्यं) → Kebenaran

  • Satyam adalah keselarasan dengan kenyataan tertinggi (ultimate reality), kebenaran yang tidak berubah meskipun waktu, tempat, atau kondisi berbeda.
  • Dalam konteks hidup, satyam berarti kejujuran, otentisitas, dan keberanian menghadapi realitas apa adanya.
  • Ketika seseorang tetap berkata benar meski harus menghadapi risiko, ia sedang menegakkan satyam.

2. Shivam (शिवं) → Kemuliaan

  • Shivam adalah kualitas kemuliaan hati, welas asih, kasih sayang, keadilan, dan kebaikan yang menyejukkan.
  • Kalau satyam lebih rasional (berbasis pada kebenaran obyektif), shivam lebih etis bagaimana kebenaran itu diwujudkan dalam tindakan yang penuh kasih.
  • Seorang hakim bisa tahu kebenaran fakta hukum (satyam), tetapi bagaimana ia memutus dengan bijaksana, penuh keadilan, itulah shivam.

3. Sundaram (सुन्दरम्) → Keindahan, Harmoni, Estetika

  • Sundaram adalah keindahan yang lahir dari keselarasan batin dan keseimbangan hidup.
  • Bukan hanya keindahan visual atau estetika seni, melainkan juga keindahan jiwa, tutur kata, tindakan, bahkan relasi antar-manusia dan dengan alam.
  • Musik, tarian, dan jenis seni lainnya adalah wujud keindahan saraswati.

“Wihout musics, life would be a mistake,” kata Friedrich Nietzsche. Begitu juga Albert Einstein, biola dan sains merupakan satu kesatuan utuh, sehingga mampu melahirkan teori relativitas yang mengguncang dunia, merorobohkan bangunan teori Newton yang berlangsung berabad-abad.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kita kerap terjebak di level kesadaran rendah: takut kehilangan, marah terhadap perbedaan, atau bangga secara semu dengan pencapaian material. Saraswati Puja mengingatkan bahwa jalan kembali selalu ada: keberanian untuk jujur pada diri sendiri (Satyam), keluhuran sikap dalam menghadapi sesama (Shivam), dan keindahan jiwa yang menumbuhkan harmoni (Sundaram).

Guruji Anand Krishna sering menegaskan, “Layanilah Tuhan dengan melayani kemanusiaan dan masyarakat.” Pelayanan itu akan bermakna bila dilakukan dengan jiwa Saraswati—akal yang jernih, hati yang lembut, dan jiwa yang indah.

Maka, ketika kita merayakan Saraswati Puja, sejatinya kita merayakan peluang untuk naik setingkat lebih tinggi dalam tangga kesadaran Hawkins. Dari kegelapan menuju terang, dari kebingungan menuju kejernihan, dari kebencian menuju cinta, dari kehampaan menuju keindahan.

Semoga setiap doa, setiap lontar dan buku yang kita haturkan sesajen, bukan hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Saraswati bukanlah entitas di luar diri, melainkan potensi dalam diri yang siap mekar. Saat kita mampu menghidupi Satyam Shivam Sundaram, saat itu pula kita telah memasuki ruang kesadaran yang lebih luhur—kesadaran Saraswati itu sendiri.

Semoga kemuliaan Dewi Saraswati mewarnai setiap langkah kita semua. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezeki di Hari Raya Saraswati

Next Post

“Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”, Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

by I Wayan Artika
June 5, 2026
0
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

Read moreDetails

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails
Next Post
“Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”, Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

"Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi", Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co