6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 6, 2025
in Khas
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Perupa I Gusti Made Peredi | Foto: Dok. keluarga

TAK salah jika Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali menganugerahkan penghargaan kepada Almarhum I Gusti Made Peredi, salah satu seniman Kota Denpasar, karena  ia memang sangat layak untuk diberi penghargaan.

Semasa hidupnya I Gusti Made Peredi tinggal di Jalan Mayor Wisnu, Gang 1/6 , Abasan, Desa Dangin Puri, Denpasar Timur. Dan selama hidupnya juga ia telah menerima banyak penghargaan, antara lain penghargaan Seni Kerti Budaya Kota Denpasar (2004), penghargaan Seniman Tua (2007) dan Piagam Dharma Kusuma (2008) dari Gubernur Bali.

Ia layak mendapatkan penghargaan, karena selain menghasilkan ribuan karya seni rupa, juga karena kesenimannya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seni rupa di Bali.

“Setelah kami data dan kumpulkan, ternyata karya Ajik Gusti Peredi ada sebanyak  2.617 karya yang kini kami simpan rapi di rumah,” kata I Gusti Ngurah Dwiana Putra, anak kedua Gusti Peredi saat diajak membicarakan karya-karya Gusti Peredi di rumahnya, di Denpasar Timur, Senin 5 Mei 2025.

Perupa I Gusti Made Peredi | Foto: Dok. keluarga

Karya-karya Gusti Peredi itu antara lain berupa sketsa sebanyak 2.234 lembar, 39 buah lukisan kanvas hitam putih, 97 buah lukisan kanvas cat minyak, 247 buah lukisan kertas pastel kapur, dan 1 lembar langse (semacam tirai) bergambar wayang.

Gusti Dwiana Putra, sebagai anak yang berbakti, memang punya tanggungjawab untuk merapikan kembali karya-karya ajiknya (ayahnya).  Belakangan ia sibuk merapikan karya-karya ajiknya dengan penuh kehati-hatian.

Semua karya seni rupa Gusti Peredi dibuat sejak tahun 1956 hingga 2016. Oleh Gusti Dwiana Putra, karya-karya itu dikumpulkan untuk dikoleksi dan dibuatkan ruangan khusus, seperti sebuah galeri kecil yang sangat sederhana berlokasi di rumahnya.

Gusti Dwiana Putra mengumpulkan karya-karya Gusti Peredi sejak tahun 2022. Karya-karya itu dibuat tidak hanya terbatasi pada satu medium dan satu alat. Ada lukisan dari kapur, pastel, cat air, cat minyak, hingga tinta tradisional (mangsi).

Meski dibuat dengan beragam media, karya-karya Gusti Peredi menunjukkan kekentalan ciri pada warna, garis, dan penjiwaan yang tak jauh-jauh dari dunia pesisir yang sangat kental. Itu karena Gusti Peredi memang lama tinggal di wilayah pesisir selatan Bali.

“Pilihan media Ajik (Ayah) berubah mengikuti fase hidupnya, yakni masa kecil, kuliah, hingga usia senja,” kata Dwiana Putra menjelaskan karya-karya ajiknya.

Kehidupan Gusti Peredi sangat dekat dengan laut. Ia kerap melukis secara langsung di pantai, seperti di Pantai Kuta, Jimbaran, Nusa Dua dan Pantai Benoa. Panorama pesisir dan kehidupan masyarakat sekitarnya menjadi tema dominan dalam karyanya. Gaya lukisnya naturalis, terkadang dekoratif, namun tetap mencerminkan napas Bali yang kuat.

I Gusti Ngurah Dwiana Putra menunjukkan karya-karya Gusti Peredi | Foto: Bud

Gusti Peredi, sebagai perupa atau pelukis, tumbuh sebagai seniman otodidak, namun bisa dibilang kaya guru. Sebab, ia tidak pernah belajar secara formal dengan satu tokoh, namun mampu menyerap ilmu dari berbagai seniman seangkatannya seperti I Gusti Ngurah Gede (Sidik Jari), Pak Kasim, dan gurunya Pak Rai Kalam.  Ia juga dekat dengan seniman seperti Ajik Suwandi dan Raka Pasta, yang turut mempengaruhi eksplorasi medianya.

Gusti Peredi merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan I Gusti Made Raka Ngetis, seorang seniman ukir, dan Jro Kayen, seorang penenun dari Tatasan.

Selain melukis pantai secara realis, Gusti Peredi juga menghidupkan wayang dan karang dalam gambar-gambarnya. Panorama alam, dan lukisan wajah-wajah binatang, raksasa, dan bentuk karang tradisional Bali, seperti karang guak, karang raksasa, karang gajah, hingga rangda dan barong landung, merupakan karya-karyanya dieksplorasi secara giat.

Menariknya, ia mampu menciptakan bentuk yang hidup dan khas, bahkan berbeda dari gaya klasik Kamasan. “Itu karena Ajik menyisipkan unsur anatomi dan pendekatan personal dalam pewayangan yang digambarnya,” tutur Dwiana Putra.

Sebagai keturunannya, Dwiana Putra mengaku bangga ajiknya tetap punya jiwa idealis, dan tidak komersial dalam berkarya. Meski karya-karyanya diminati hingga luar negeri, termasuk oleh kolektor asal Jerman, ia tidak pernah membawa lukisan ke galeri untuk dijual. Ia lebih sering berpameran, seperti di Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Ajik tidak ngacung gambar, begitu katanya, menolak menilai karyanya dengan uang, serupa dengan prinsip seniman Ida Bagus Poleng,” kata  Dwiana Putra tentang ajiknya.

Gusti Peredi merupakan seorang pendidik dan penjaga tradisi banjar. Ia sebagai pengajar di SD hingga SMSR Batubulan. Menariknya, ia tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga di lingkungan rumah. Ia aktif menularkan keterampilan seni kepada para pemuda banjar.

“Sekitar 70 persen pemuda di sekitarnya belajar natah (mengukir) langsung dari Ajik. Karena Ajik juga aktif membuat kober, tangkeb rangda, dan ornamen lainnya untuk keperluan upacara di griya dan banjar,” kata Dwiana Putra.

Gusti Peredi lahir 1 Mei 1942 dan meninggal pada 20 Januari 2022. Meski Gusti Peredi sudah tiada, namun warisan karyanya terus hidup lewat ribuan sketsa, lukisan, dan semangat yang tertanam dalam generasi muda yang pernah disentuhnya. Dalam garisnya, dalam warnanya, dalam setiap guratan ogoh-ogoh dan wayang yang ia hidupkan, Peredi adalah kisah tentang kesetiaan pada seni, alam, dan budaya Bali yang tak lekang oleh waktu.

Gusti Peredi sempat mengajar, berpameran, dan menciptakan karya untuk kampanye politik pada zamannya. Keluarganya aktif dalam komunitas dan ikut serta dalam pembangunan Museum Bali melalui peran keluarganya dari Jro Kepisah.

Garis keturunan seni ini makin kuat dengan keberadaan istri dan anak-anaknya yang turut melanjutkan karya-karya budaya keluarga, termasuk anaknya Dwiana Putra yang kini menjadi arsitek dan penerus pembuat kober (bernilai sakral).

“Mengenal Ajik Gusti Peredi seperti zaman yang terbingkai. Di mana kiprahnya membentang dari masa muda hingga pensiun,” kata Dwiana Putra menutup obrolan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
In Memoriam — I Gusti Made Bunika, Putra Pelukis Maestro yang Setia Kukuhkan Gaya Denpasar
I Ketut Santosa, Pelukis Wayang Kaca yang Santun dan Sederhana Itu Telah Berpulang
Gurat Memoar | Ida Bagus Sena, Pelukis yang Mengaku Bodoh, yang Memetik Pelajaran dari Mana-mana
Tags: denpasarin memoriampelukisSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Next Post

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co