TERDAPAT kecenderungan pada generasi muda sekarang tidak menyukai belajar sejarah. Aisyah (2024) menjelaskan bahwa metode belajar yang kaku dan membosankan adalah pemicunya. Pembelajaran sejarah di Indonesia umumnya bersifat satu arah, cenderung menuntut siswa untuk menghafal nama tokoh, peristiwa atau waktu daripada memahami mengapa hal tersebut perlu dipelajari serta apa kegunaanya bagi mereka.
Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, karena sejarah sesungguhnya punya peran membentuk suatu peradaban dan memberi konteks dalam kehidupan. Lalu, bagaimana agar para generasi muda dapat merasa tertarik untuk belajar sejarah? Serta, cara yang seperti bagaimana agar dapat membuat sejarah menjadi menarik untuk dipelajari
Untuk membuat generasi muda tertarik belajar sejarah, maka terlebih dahulu mereka harus merasa mendapatkan keuntungan atau manfaat ketika mempelajarinya. Kita bisa memulai dengan merujuk pada Kuntowijoyo (2005) yang mengungkapkan, terdapat dua jenis manfaat dari sejarah yakni dalam bentuk intrinsik dan ekstrinsik. Pada bentuk intrinsik, sejarah dapat berupa ilmu yang dapat dipelajari dari berbagai macam kalangan yang ingin belajar sejarah.
Tidak hanya itu, sejarah juga merupakan cara untuk mengetahui masa lampau, di mana terdapat berbagai makna yang dapat diambil dari peristiwa masa lalu yang perlu dilestarikan dan melakukan penolakan berpatok pada sejarah tersebut. Ada pun dalam bentuk ekstrinsik, sejarah juga memiliki peran yang beraneka ragam. Berbagai patokan moral seperti tidak pantasnya sistem perbudakan, cara berperilaku hanya berdasarkan etnis dan ras dapat dipelajari melalui sejarah.
Melalui sejarah kita juga dapat mencari alasan terjadinya suatu peristiwa atau mengapa suatu hal dapat bertahan hingga sekarang, seperti mengapa meskipun Indonesia dijajah oleh Belanda begitu lama, tapi Bahasa Belanda tidak digunakan oleh orang-orang banyak. Atau misalnya peristiwa kedatangan berbagai agama di Nusantara, kedatangan bangsa asing, upaya-upaya perlawanan terhadap penjajah seperti Perang Aceh, Perang Jawa, berbagai intervensi Belanda di Bali, masa Pergerakan Nasional, Revolusi Kemerdekan Indonesia pasca Perang Dunia II, perkembangan teknologi yang dipakai di dunia saat ini seperti otomotif, kereta api, pesawat terbang, serta masih banyak yang lainnya.
***
Agar sejarah dapat dianggap menarik oleh para siswa, perlu sebuah metode baru yang lebih menarik dan ringan. Penggunaan teknologi yang terus berkembang dapat menjadi solusi yang diperlukan. Akses internet dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan sejarah dengan metode menyenangkan seperti meng-upload konten-konten bertemakan sejarah di berbagai platform media sosial seperti Youtube, Instagram atau berbagai blog yang dikelola oleh penyuka sejarah.
Berbagai kanal Youtube menyajikan konten-konten sejarah seperti Extra Credits, The Armchair Historian, Simple History, The Great War, History Matters, Historia.ID, Hipotesa, Inspect History dan lain-lain. Kanal-kanal tersebut banyak yang menampilkan animasi sehingga penonton dapat melihat bagaimana peristiwa sejarah dapat terjadi dalam bentuk animasi yang menyegarkan mata, serta penggunaan humor-humor yang dapat membuat sejarah yang disampaikan melekat di pikiran dengan cara yang menyenangkan. Seperti lelucon, bahwa hampir semua peristiwa sejarah yang terjadi di Eropa terjadi karena tindakan Napoleon atau Italia yang selalu dianggap gagal dalam upaya militer mereka. Penggunaan metode tersebut dapat pula digunakan di media sosial lainnya seperti Instagram dalam fitur story dan feeds.
Selain konten media sosial, sejarah juga dapat diperkenalkan melalui film dan video game bernuansa sejarah, mengingat generasi muda yang dekat dengan teknologi juga memiliki ketertarikan dengan video game dan film. Video game seperti seri Battlefield, Assassin’s Creed, Bioshock dan lain-lain memiliki aspek sejarah yang kuat atau berlatar sejarah. Film-film seperti Soegija, Jenderal Soedirman, Bumi Manusia, Gadis Kretek, Oeroeg, Max Havelaar dan lain-lain menyajikan sejarah dalam bentuk film yang ditampilkan di layar lebar.
Kesimpulannya, dengan memperkenalkan kemanfaatannya maka menjadi awal untuk mengajak para generasi muda untuk lebih tertarik akan sejarah. Penting juga untuk memastikan bahwa kisah sejarah disampaikan dengan cara yang menarik serta mengemasnya dengan model kekinian.
Sehingga, bila sudah tertarik, maka akan semakin berminat untuk mendalami dan menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah, karena seperti yang pernah dikatakan oleh bapak bangsa kita, Bung Karno: “Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah!” [T]
Penulis: Pandu Adithama Wisnuputra
Editor: Adnyana Ole