6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 6, 2025
in Persona
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Timbul Suheri | Foto: tatkala.co/Dede

“Ya, beginilah hidup yang sesungguhnya, De, harus berjuang demi bisa makan dan menghidupi keluarga. Apapun pekerjaannya, gak boleh pilih-pilih, yang penting halal.”

Begitulah ucap Timbul Suheri, akrab disapa Pak Timbul. Ia merupakan salah satu pedagang di pasar loak Kreneng, berjualan sejak tahun 1983 sampai sekarang.

Pasar loak adalah surganya para pemburu barang unik dan antik. Di pasar loak Kreneng, berbagai macam barang masa lampau bisa ditemukan di sana. Tentunya, dengan harga yang terjangkau. Akan tetapi, tak semua barang di pasar loak itu berfungsi dengan baik. Ya, namanya saja barang bekas, jadi sudah pasti tidak seratus persen berkualitas. Kalaupun ada barang yang bagus, itu adalah keberuntungan.

Sebagian orang memaklumi hal tersebut, tak sedikit juga orang mencari barang loak hanya untuk memuaskan diri saja. Entah dijadikan barang pajangan, koleksi, ataupun hanya bernostalgia.

Suasana pasar loak Kreneng | Foto: tatkala.co/Dede

Itulah yang terjadi di pasar loak Kreneng. Para pelapak di sana hanya berjualan setengah hari, karena memang pasar loak itu beroperasi dari pagi sampai jam 12 siang saja. Pasar loak Kreneng tidak pernah sepi, setiap hari selalu ramai, dan kebanyakan pembeli adalah laki-laki. Mereka membeli pakaian, elektronik, dan barang-barang lainnya. Di sanalah transaksi terjadi dan tawar-menawar berlangsung.

Timbul Suheri | Foto: tatkala.co/Dede

Pasar loak ini terletak di Jalan Rampai, kawasan pasar Kreneng, Denpasar. Di sanalah perjumpaan pertama saya dengan Pak Timbul. Sebelum sampai di lapaknya, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara keyboard (mirip seperti organ). karena penasaran, saya pun mencari sumber suara tersebut. Ternyata, itu berasal dari lapak Pak Timbul, ia asyik sendiri bermain keyboard sembari menanti pembeli.

Timbul Suheri saat bermain keyboard | Foto: tatkala.co

Pria kelahiran tahun 1963, asal Banyuwangi ini memang gemar bermain keyboard. Selain gemar bermain musik, ia juga suka bercerita. Kala itu saya datang untuk membeli kaset pita, kebetulan di lapaknya ada banyak kaset pita dan beberapa CD. Sembari memilah dan memilih, kami pun saling berbagi cerita. Sepertinya Pak Timbul memang jarang dapat teman cerita. Jadi ketika diajak mengobrol, ceritanya langsung mengalir cair.

Ia mengaku merantau ke Bali pada tahun 1979, kemudian mulai berjualan loak sejak tahun 1983. Selain itu, ia juga nyambi bekerja sebagai kuli paruh waktu dan kerja serabutan. Ia bisa menyervis barang elektronik, mengurus kelistrikan, dan masih banyak lagi. Pak Timbul adalah orang yang serba bisa.

Diusianya yang tidak muda lagi, kini ia hanya berkutat dengan lapak loaknya yang buka hanya setengah hari. Setelah melapak, kesibukannya adalah mengurusi rumah tangga dan mengasuh satu cucu yang tinggal bersamanya.

Pak Timbul memiliki dua anak, satu kerja menjadi TKW di luar negeri, dan satu lagi kerja di salah satu perusahaan di Kuta. Ia memiliki dua cucu, tapi ia mengasuh satu cucunya saja. Ia menceritakan itu hanya selintas, sepertinya ia tidak mau cerita terlalu dalam tentang hal tersebut.

Timbul Suheri melayani pembeli | Foto: tatkala.co/Dede

Berbagai barang loak yang ada dilapaknya datang dari berbagai agen dan beberapa temannya. Selain barang loak, ia juga menjual barang baru, seperti obeng, tang, kunci pas, dan segala macam perkakas bangunan dan listrik.

“Gak semuanya barang loak De, yang di depan ini barang baru semua. Saya ngambil di salah satu Toko di Jalan Buluh Indah, Denpasar. Saya sudah langganan sejak 2004 di sana,” ucapnya sembari menunjuk perkakas yang dijualnya.

Ia juga mengatakan, hasil dari jualan loak biasanya tidak menentu. Bahkan kadang kala minus, bisa melebihi pajak yang wajib ia bayar setiap harinya. Tetapi baginya, hasil jualan sejauh ini masih mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga, meski harus berhemat

Waktu terus bergulir dan cerita pun kian mengalir. Pak Timbul menceritakan, sebelum melapak di tempat yang sekarang, dahulu ia berjualan di tempat yang berbeda, dan dianggap liar oleh aparat, karena memakan bahu jalan. Kemudian pada tahun 2006, barulah pindah ke tempat yang sekarang.

“Dulu karena di pinggir jalan, kerjaan saya tiap hari bertengkar dengan tibum (Satpol PP). Tiada hari tanpa bertengkar, tapi sengotot apapun, tetap saja barang dagangan kita disita,” ungkapnya.

Beberapa CD dan Kaset Pita di lapak Timbul Suheri | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika lapaknya sedang sepi, Pak Timbul menunjukkan beberapa koleksi uang logam yang dibawanya. Kata Pak Timbul, zaman dulu uang 100 Rupiah itu bisa beli apa saja, nominal segitu sudah lumayan besar pada masa silam.

“Saya bukan kolektor, tapi memang dari dulu saya simpan uang-uang ini. Kalau ada kolektor yang mau meminang, ya silakan,” ujarnya sembari menunjukkan logam 100 Rupiah edisi tahun 1978.

“Zaman dulu ya De, naik bemo atau Chevrolet (taksi) dari Kreneng ke Sanur, hanya bayar 10 Rupiah saja. Kalau sekarang, mungkin naik taksi bisa 60 ribuan ke atas,” jelasnya meyakinkan.

Beberapa koleksi uang logam milik Timbul Suheri | Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum saya beranjak pergi dari lapaknya, ia memberikan berbagai tips dan trik menawar yang jitu.

“Kalau di pasar loak seperti ini, kita harus jago menawar, De. Sini saya kasih tahu,” katanya mengernyitkan dahi.

Saya pun mendekat, ia berbicara berbisik. Barangkali agar pelapak lain tidak mendengar.

Ini salah satu tips darinya, “kalau kamu dikasi harga tinggi, tawarlah seperempatnya De. Kalau gak dikasih, tinggal saja, nanti juga kamu dipanggil lagi, seperti ibu-ibu menawar baju, hahaha,” ujar Pak Timbul sembari tertawa.

Semua trik yang Pak Timbul berikan, saya coba terapkan di lapak yang lain. Alhasil, saya mendapatkan dua walkman hanya seharga 50 ribu Rupiah.

Ketika hendak pergi dari lapak Pak Timbul, saya mengambil kaset-kaset yang sudah saya beli. Tetapi dengan baik hati, ia memberikan saya bonus dua kaset. Ini bawa saja De, nanti kalau ada kaset lagi akan saya kabari,” ucapnya sembari menyodorkan kaset itu. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Kembali ke Toko Kharisma Music, Bersama Made Sujaya Memutar Nostalgia dengan Kaset Pita
Tags: denpasarPasar Kreneng Denpasarpasar loak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Next Post

SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”

SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co