6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wartawan Dulu, Kreator Konten Kemudian

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 28, 2024
in Esai
Wartawan Dulu, Kreator Konten Kemudian

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

AGAKNYA, profesi wartawan pada masa mendatang akan tergerus, makin hilang. Perkembangan teknologi luar biasa berpengaruh terhadap keberadaan para pekerja yang akan tergantikan oleh mesin dan robot, termasuk dalam jurnalisme.

Berita, kini mudah sekali diakses melalui akun-akun “berita” di media sosial, yang sejatinya bukan termasuk produk jurnalistik karena dibuat tanpa memenuhi kaidah-kaidah jurnalisme.

Meskipun, memang ada yang namanya “jurnalisme warga”, di mana warga masyarakat memproduksi tulisan atau menampilkan video tentang sebuah kejadian atau peristiwa—bak kerja seorang wartawan sesungguhnya. Berbeda halnya dengan “berita” dari media-media sosial.

Jika ingin membaca berita, kini orang cukup menengok akun-akun berita di media sosial. Walau dalam keterangannya, akun-akun tersebut menyebut diri sebagai “perusahaan media”, dengan pola kerja “repost” dan “rewrite”—mengutip 2-3 paragraf berita yang berasal dari akun resmi media online atau media sosial resmi perusahaan media.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan polemik, terutama tentang pendapataan antara akun “perusahaan media” dengan akun resmi media online atau cetak.Atau, akun perusahaan media dengan platform digital, semisal Facebook dan Instagram yang mendapat penghasilan dari iklan yang disematkan pada konten berita.

Wartawan atau Konten Kreator?

Digitalisasi membuat perubahan luar biasa pada banyak bidang, termasuk jurnalisme. Jika dulu kita hanya mengenal profesi wartawan/jurnalis, kini muncul konten kreator, diambil dari istilah dalam bahasa Inggris: content creator. Dahulu wartawan hanya menulis pada media cetak yakni koran, majalah, tabloid, atau buletin.

Sekarang profesi ini dituntut untuk memiliki keterampilan lain di samping kemampuan menulis yaitu membuat video termasuk di dalamnya keterampilan menyunting video serta menguasai teknik desain, untuk misalnya membuat infografis atau sekedar membuat foto untuk ditampailkan pada akun media sosial perusahaan media.

Menjadi kabur dan bahkan rancu, ketika masyarakat awam menganggap sama antara profesi wartawan dengan kreator konten. Padahal, keduanya berbeda. Wartawan biasanya memiliki kartu pers atau sertifikasi wartawan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.

Tugasnya dilindungi oleh undang-undang negara. Terlepas dari kemampuan sampingan seperti desain, videografi dan fotografi, yang kini lebih banyak dilakukan oleh kreator konten, wartawan tetaplah wartawan. Konten kreator tidak bisa disebut sebagai seorang wartawan karena bukanlah pekerja pada media cetak atau media online (daring). Meskipun memiliki skill sama seperti seorang wartawan.

Berbeda kemudian jika perusahaan media merekrut tenaga kreator konten yang rata-rata berusia muda untuk dipekerjakan sesuai bidangnya. Status mereka pada perusahaan media bukanlah karyawan, melainkan mitra. Biasanya, setelah lamaran diterima, anak-anak muda ini mengikuti pelatihan jurnalistik secara online.

Redaktur atau wartawan perusahaan media membagi ilmu mereka tentang bagaimana cara menulis artikel atau berita, sistem kerja kreator konten, dan ilmu serta keterampilan lain yang menjadi bekal saat kreator konten mulai bekerja pada perusahaan media tersebut. Dalam sehari, biasanya mereka diharuskan menulis sebanyak 5 hingga 8 artikel.

Pendapatan mereka berasal dari performa masing-masing. Upah dihitung dari jumlah views atau tayangan dari tulisan mereka yang dimuat di laman perusahaan media. Semakin banyak pembaca atau pemirsa yang membaca tulisan mereka, upah yang diterima kreator konten semakin banyak.

Bahkan, banyak dari mereka yang mengantongi pendapatan jauh di atas upah minimum bulanan sebagai karyawan biasa. Tergantung sejauh mana kualitas tulisan menarik minat pembaca untuk membaca tulisan mereka. Misalnya, pada bidang olahraga, otomotif, entertainment atau lainnya.

Dari sini, “ramalan” tentang profesi wartawan yang akan hilang bahkan punah menemui kebenarannya. Sistem atau mekanisme perekrutan karyawan perusahaan media justru yang sebenarnya menjadikan profesi wartawan lama-kelamaan hanya tinggal kenangan dan cerita.

Hadirnya media online atau daring juga melahirkan profesi baru selain wartawan, yakni kreator konten—yang mana generasi sekarang dan masyarakat awam belum mampu membedakannya. Perusahaan media sedikit banyak juga mempunyai andil munculnya dikotomi dua profesi ini.

Perpres Jurnalisme Berkualitas

Pada 20 Februari 2024, Presiden Indonesia terdahulu, Joko Widodo, mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Perpres ini sebuah langkah signifikan yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi dan menghargai karya jurnalistik di era digital.

Perpres ini secara garis besar bertujuan untuk mendorong perusahaan platform digital (seperti Google, Facebook, dan lainnya) untuk memberikan kompensasi yang adil kepada media atas penggunaan konten berita mereka. Juga, memastikan kualitas konten berita yang beredar di platform digital sesuai dengan kaidah jurnalistik yang baik. Selain itu, untuk menguatkan posisi media dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.  

Dengan adanya Perpres ini, platform digital wajib mendapatkan izin dari pemilik hak cipta sebelum menggunakan konten berita. Mekanisme negosiasi antara platform digital dan media untuk menentukan besaran kompensasi juga diatur dalam Perpres ini. Pemerintah membentuk komite mediasi untuk menyelesaikan sengketa terkait penggunaan konten berita. Apabila ada pelanggaran, terdapat sanksi bagi platform digital yang melanggar ketentuan dalam Perpres ini.

Perpres Jurnalisme Berkualitas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para jurnalis/wartawan. Dengan adanya kewajiban platform digital untuk membayar kompensasi, diharapkan pendapatan media dan para jurnalis dapat meningkat. Perpres ini juga memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap karya jurnalistik.

Adanya standar kualitas yang ditetapkan dalam Perpres ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas jurnalisme di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan platform digital, diharapkan industri media dapat lebih berkelanjutan. Harapannya, Perpres Jurnalisme Berkualitas dapat menjadi tonggak sejarah dalam upaya membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, industri media, dan masyarakat, diharapkan kualitas jurnalisme di Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat.


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng
Tags: jurnalisjurnalismekreator kontenmediaperswartawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Peliatan Sarang Seniman, 50 di Antaranya Diberi Penghargaan Abisatya Sani Nugraha

Next Post

Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co