6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Nasi Lawar Dugong 21: Kuliner Legendaris dari Guwang dan Kisahnya yang Jarang Diketahui

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 7, 2024
in Kuliner
Warung Nasi Lawar Dugong 21: Kuliner Legendaris dari Guwang dan Kisahnya yang Jarang Diketahui

Ni Ketut Sami sedang membuat pesanan nasi bungkus | Foto: tatkala.co/Dede

SETIAP hari, Ni Ketut Sami akan mengaduk lawar sedari petang hingga menuju tengah malam, ia menyiapkan hidangan lawar untuk pelanggan-pelanggannya. Rutinitas itu sudah dilakoninya hampir 40 tahun, sejak memulai bisnis warung makan dari tahun 1980-an.

Dugong 21, begitulah orang-orang mengenal warung nasi lawar tersebut. Warung ini terletak di jalan raya Guwang, Sukawati. Tepatnya di sebelah utara Indomaret Guwang. Tentu, banyak orang yang penasaran mengapa nama Dugong 21 dipilih sebagai nama warung.

Ni Ketut Sami dan I Wayan Balik Dudug selaku owner menjelaskan, Dugong 21 memiliki makna yang mendalam, bukan sekadar nama belaka. Dugong merupakan satwa laut yang diartikan kerap jatuh-bangun, serta senantiasa berjuang untuk bangkit. Kemudian Dua Satu berarti Dudug dan Sami, diambil dari suku kata pertama Du-Sa.

Dugong 21 merupakan bisnis keluarga yang dijalankan langsung oleh satu keluarga, di bawah komando Ni Ketut Sami dan I Wayan Balik Dudug. Semua bahu-membahu membantu menyiapkan piranti untuk berjualan setiap harinya, mulai dari anak, cucu, hingga karyawan, semuanya bekerja sama.

Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum menjadi kuliner malam seperti sekarang, dahulunya warung Dugong 21 beroperasi pada pagi hari, dari jam 5 subuh sampai jam 10 pagi. Pada masa itu, nasi lawar Dugong 21 masih menjadi menu sarapan warga. Kini warung Dugong 21 buka dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, atau sampai habis.

Luh Ayu Rai Sulaksmi, cucu dari Ketut Sami dan Balik Dudug mengatakan, warung ini mulai beroperasi pada malam hari sejak tahun 2020. “Awalnya karena buka pada malam Siwaratri, banyak anak-anak muda datang untuk membeli nasi. Bahkan sampai ada yang makan di dalam rumah, karena kehabisan tempat di depan. Sejak saat itu, warung Dugong 21 mulai berkembang, benar-benar menjadi rumah makan.”

“Sensasi makan di rumah itu yang banyak orang suka, mereka merasa lebih santai, seperti makan di rumah sendiri. Terkadang ada juga yang merasa seperti datang ke resepsi pernikahan,” kata Ayu Rai.

Semenjak berjualan pada malam hari, kini warung Dugong 21 semakin ramai dan memerlukan tenaga yang ekstra. Saat ini warung Dugong 21 turut dibantu oleh lima karyawan di luar anggota keluarga. Total orang yang terlibat sebanyak sebelas orang, enam anggota keluarga dan lima karyawan.

Tangan Ni Ketut Sami saat mengadon lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Lawar adalah masakan khas Bali yang berupa campuran sayur-sayuran, bumbu Bali, dan Daging Cincang. Di Bali ada banyak jenis-jenis lawar, salah satunya adalah lawar plek. Perbedaan lawar plek dengan lawar-lawar lainnya adalah dari segi penggunaan daging cincang yang lebih banyak daripada sayur-sayuran, serta ditambah dengan campuran darah segar untuk menambah cita rasa.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba, bisa langsung datang dan rasakan sendiri. Warung Nasi Lawar Dugong 21 bisa menjadi salah satu tempat untuk mengisi perut Anda ketika sedang melintas atau berkunjung ke desa Guwang.

Jika tidak suka dengan lawar plek, Anda bisa request jenis lawar yang Anda inginkan. Bisa lawar plek, lawar sedikit plek, lawar tidak plek (tidak pakai daging cincang), ataupun lawar putih (tanpa darah).

Jika berbicara soal harga, Anda tidak perlu khawatir, nasi lawar Dugong 21 sangatlah terjangkau. Hanya dengan menyiapkan uang 20 ribu rupiah, Anda sudah mendapatkan satu porsi nasi lawar lengkap dengan soto dan minuman.

Dua Porsi Nasi Lawar di Warung Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Luh Ayu Rai Sulaksmi saat menyiapkan soto | Foto: tatkala.co/Dede

Anda juga bisa memilih, mau menyantap makanan di luar atau di dalam rumah. Ketika makan di dalam rumah, Anda akan diperlihatkan dengan rumah style Bali. Semua hal yang Anda lihat di rumah itu adalah hasil dari bisnis warung nasi itu, karena memang itulah mata pencaharian utama keluarga tersebut.

Menu yang selalu menjadi primadona selain lawar adalah soto dan sate. Orang-orang yang datang berbelanja tak selalu hanya membeli lawar. Ada juga yang hanya membeli sate ataupun soto untuk dijadikan lauk di rumah.

Soto Babi khas Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Aneka sate di Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Beberapa pelanggan juga tampak mencomot beberapa sate, sembari menunggu pesanan mereka disiapkan. Tetapi tentu, mereka harus membayar lebih untuk sate yang diambil di luar porsi utama.

Pelanggan Dugong 21 kini datang dari seluruh penjuru Bali. Banyak orang yang rela jauh-jauh ke desa Guwang hanya untuk mencicipi adukan lawar dari Ketut Sami. Tak hanya orang Bali, turis-turis mancanegara juga kerap terlihat membeli lawar di sana.

I Wayan Balik Dudug menyebutkan, Warung Nasi Lawar Dugong 21 menghabiskan 50 kilogram daging babi dan 40 kilogram beras setiap harinya. Ia juga mengatakan, Sebelum menjual lawar babi, warung Dugong 21 telah melewati banyak transformasi bisnis. Mulai dari menjual kaset, warung kopi, lawar penyu, lawar ayam, hingga lawar babi.

Suasana di dalam rumah Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Semua dimulai saat I Wayan Balik Dudug dan Ni Ketut Sami menikah pada tahun 1974. Setelah menikah, mereka mencoba memulai berbisnis. Kala itu, masih sedang tren kaset, jadi bisnis pertama yang dijalankan adalah menjual kaset. Selama sekian tahun menjual kaset, mereka dianugerahi lima putri, anak pertama lahir pada tahun 1975 sampai anak kelima lahir pada tahun 1984.

Sayangnya, bisnis kaset tersebut kandas ketika anak ketiga mereka meninggal dunia, saat masih duduk di bangku kelas tiga SD. Momen itu menjadi masa yang sulit dan bisnis mereka lambat laun mulai terpuruk, semua uang yang mereka punya habis untuk membeli obat dan biaya perawatan sang anak. Momen itu pula memberikan pukulan yang amat mendalam bagi mereka.

Tak lama setelah peristiwa itu, mereka memulai kembali berbisnis dari nol dengan membuka warung kopi dan menjual bensin eceran (premium). Tetapi karena pengeluaran dan pemasukan dirasa tidak stabil, akhirnya Dugong 21 beralih menjadi warung nasi dengan olahan penyu, dari sanalah Dugong 21 mulai menjadi warung nasi lawar.

Tampak depan Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Pada masa itu, penyu masih lazim dijadikan bahan makanan. Tetapi semenjak muncul peraturan daerah (Perda) yang melarang penangkapan penyu, akhirnya Dugong 21 beralih menjual lawar Ayam. Kemudian tak lama setelahnya, munculah isu flu burung, yang membuat Dugong 21 beralih menjual lawar babi, kemudian muncul lagi isu flu babi yang menyebabkan bisnis Dugong 21 menjadi mandet.

Seiring waktu berjalan, kondisi mulai berangsur membaik, Warung Dugong 21 pun konsisten menjual lawar babi sampai sekarang. {T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Bubuh Nyawan Dadong Rinten dari Blahkiuh, Bubur Bali dengan Cita Rasa Autentik
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Ikan Bakar Komel Pengambengan: Kelezatan di Balik Kesederhanaan
Rujak Cingur Bu Mah, Kuliner Hibrid yang Unik dan Legendaris di Pasar Atom Surabaya
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Menikmati Sate Keladi Khas Pedawa yang Unik
Tags: Desa GuwangGianyarkuliner khas balilawarlawar balimasakan tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanah Kuburan Bapak | Cerpen Jaswanto

Next Post

TikTok, Generasi Muda, dan Identitas Digital yang Terkonstruksi

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails

“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
0
“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

JALAN Hayam Wuruk, Denpasar, pagi itu. Deru kendaraan, suara klakson yang saling bersahutan, dan rutinitas kota yang jarang berhenti terasa...

Read moreDetails

Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

by Dian Suryantini
October 5, 2025
0
Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

SEJAK pukul 16.00 wita, anak-anak di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, telah berkumpul di sawah. Mereka sedang menanti...

Read moreDetails

Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

by Nyoman Budarsana
September 15, 2025
0
Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

Makan di Warung Badak, serasa ada di desa tradisional yang damai. Restoran yang terletak di Jalan Badak I No.15, Desa...

Read moreDetails

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
0
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

TikTok, Generasi Muda, dan Identitas Digital yang Terkonstruksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co