6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Edi Santoso by Edi Santoso
September 23, 2024
in Esai
Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Pengajar di Prodi Ilmu komunikasi Unsoed | Foto: IST

SELAMA dua dekade terakhir, program studi (prodi) Ilmu Komunikasi menjadi salah satu yang paling diminati calon mahasiswa. Prodi ini pun tumbuh pesat bak cendawan di musim hujan, sampai pemerintah kini menerapkan moratorium. Di banyak PTS, Komunikasi bahkan telah menjadi fakultas yang mapan.

Sejak reformasi, dunia media memang menemukan bentuknya. Industri media cetak dan elektronik yang tumbuh pesat membutuhkan SDM berlatarbelakang Ilmu Komunikasi. Industri periklanan dan public relations—yang membutuhkan SDM serupa, pun tumbuh pesat. Pada awal 2000-an, mulai muncul tren digitalisasi dan perkembangan internet, yang semakin meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap program studi yang menawarkan peluang di dunia komunikasi digital, media sosial, pemasaran digital, dan content creation.

Namun kehadiran internet, di sisi lain, membawa kegoncangan (disrupsi) di banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu program studi yang merasakan dampak signifikan dari era ini adalah Ilmu Komunikasi. Perubahan yang terjadi di dunia komunikasi dan teknologi memaksa perguruan tinggi, khususnya program studi Ilmu Komunikasi, untuk beradaptasi secara cepat. Setidaknya, ada beberapa tantangan teoritik dan praktis yang dihadapi prodi Ilmu Komunikasi di era ini:

Pertama, perubahan dalam teori media dan komunikasi. Teknologi digital, seperti media sosial dan berbagai platform komunikasi berbasis internet lain telah mengubah secara radikal cara orang berkomunikasi. Teori-teori komunikasi klasik, seperti teori agenda-setting, teori spiral of silence, atau teori two-step flow, perlu dikaji ulang atau diperbarui untuk menyesuaikan dengan dinamika baru ini. Misalnya, dalam era digital, individu lebih sering menjadi produsen informasi (user-generated content), yang membuat peran media sebagai satu-satunya “penjaga gerbang” informasi semakin berkurang. Teori gatekeeping atau pengaruh media massa harus mempertimbangkan bahwa masyarakat kini dapat langsung berpartisipasi dalam produksi dan distribusi konten, mengurangi monopoli media tradisional.

Kedua, fragmentasi audiens. Disrupsi digital menjadikan audiens semakin tersegmentasi dan tersebar di berbagai platform digital. Teori komunikasi massa yang sebelumnya berfokus pada komunikasi satu arah (one-to-many) perlu menyesuaikan diri dengan pola komunikasi yang kini lebih interaktif, personal, dan tersebar di berbagai platform. Hal ini menantang prodi Ilmu Komunikasi untuk memahami dan mengajarkan tentang cara menjangkau audiens yang lebih terfragmentasi, serta menggunakan berbagai media dan platform komunikasi yang baru.

Ketiga, transformasi komunikasi organisasi dan bisnis. Dalam konteks komunikasi korporat atau bisnis, perubahan pola komunikasi yang didorong oleh disrupsi teknologi menuntut perubahan dalam teori dan pendekatan komunikasi organisasi. Komunikasi internal dan eksternal sekarang banyak terjadi melalui saluran digital seperti Slack, Zoom, atau media sosial, yang mempengaruhi dinamika kerja, budaya organisasi, serta cara penyampaian pesan kepada publik.

Keempat, fenomen post-truth. Era disrupsi juga ditandai dengan munculnya fenomena “post-truth,” di mana kebenaran objektif sering kali tersisih oleh emosi dan kepercayaan pribadi. Teori komunikasi yang berhubungan dengan penyebaran informasi, etika media, dan kepercayaan publik perlu disesuaikan dengan kenyataan baru ini. Tantangan teoritisnya adalah bagaimana mengembangkan pendekatan yang bisa membantu memahami dan mengatasi penyebaran informasi palsu (hoaks), disinformasi, serta misinformasi dalam lingkungan media digital yang serba cepat.

Kelima, isu privasi dan keamanan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi, persoalan privasi dan keamanan data menjadi isu krusial dalam komunikasi digital. Teori komunikasi yang berkaitan dengan relasi antara privasi, data, dan penggunaan informasi pribadi di berbagai platform digital perlu dikembangkan lebih lanjut. Ini mengharuskan prodi Ilmu Komunikasi untuk lebih mengintegrasikan kajian etika komunikasi, keamanan digital, serta regulasi teknologi dalam kurikulumnya.

Keenam, kompleksitas komunikasi antarbudaya. Globalisasi yang diperkuat oleh teknologi digital membuat komunikasi antarbudaya menjadi semakin kompleks. Teori-teori yang sebelumnya mempelajari komunikasi antarbudaya dalam konteks fisik perlu diperluas untuk memasukkan dimensi virtual atau digital. Komunikasi kini tidak hanya terjadi antarnegara, tetapi juga antar individu dengan latar belakang budaya yang berbeda melalui platform digital, yang menuntut pendekatan baru dalam mempelajari interaksi sosial lintas budaya di dunia maya.

Ketujuh, peran artificial intelligence dan algoritma. Di era disrupsi, peran algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning dalam memediasi komunikasi semakin besar. Algoritma mengatur apa yang dilihat orang di media sosial, platform berita, atau bahkan mesin pencari. Ilmu Komunikasi perlu memperbarui teori-teori tentang mediasi teknologi dan efek algoritma terhadap preferensi, opini, serta perilaku audiens. Hal ini mencakup studi tentang bias algoritmik, filter bubble, dan echo chamber yang berpotensi memengaruhi dinamika komunikasi dan demokrasi.

Kedelapan, perubahan dalam teori dan praktik jurnalisme. Cara orang untuk memproduksi berita berubah signifikan di era digital. Perkembangan citizen journalism dan penggunaan algoritma untuk mendistribusikan berita melalui media sosial atau aplikasi, menantang teori jurnalisme konvensional. Peran wartawan dan media tradisional dalam membentuk opini publik perlu dikaji ulang, karena masyarakat kini bisa langsung mengakses atau memproduksi berita sendiri.

Di tengah percepatan perubahan media dan teknologi, tantangan terbesar prodi Ilmu Komunikasi adalah bagaimana menyiapkan kurikulum yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian komunikasi juga harus berkembang, menggunakan metode baru untuk meneliti perilaku digital dan komunikasi melalui berbagai platform yang dinamis, seperti analisis big data dan digital ethnography.

Kurikulum Ilmu Komunikasi harus dapat mengintegrasikan pendekatan-pendekatan lama dengan perkembangan baru dalam teknologi dan media digital, serta melahirkan teori-teori yang relevan untuk memahami lanskap komunikasi yang terus berubah di era disrupsi.

Inilah sekilas tantangan bagi prodi Ilmu Komunikasi, termasuk Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang pada 23 september 2024 ini genap berusia 26 tahun. Harapan besar para calon mahasiswa, mahasiswa, dan segenap stakeholders pada prodi ini harus dijawab dengan Langkah nyata dan strategis. Saatnya berubah dan berbenah untuk terus menjadi relevan. Dirgahayu Prodi Ilmu Komunikasi Unsoed! [T]

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikomunikasiPendidikanPerguruan TinggiUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sistem Pewarisan Tanah  Masyarakat Bali, Suatu Pandangan, Menyongsong Masa Depan

Next Post

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Edi Santoso

Edi Santoso

Dr. Edi Santoso, M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co