6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Selendang Sulaiman | Meditasi

Selendang Sulaiman by Selendang Sulaiman
August 4, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Selendang Sulaiman | Meditasi

Selendang Sulaiman

Meditasi Hari Pertama

sudah kusempurnakan mandi besar
dan jubah hitam gairah yang lalu
lekas kulepas di pintu keheningan
lumut dan bakteri kusikat sampai kilat

kini kukenakan kulit bayiku lagi
pikiran yang baru tahu tangis dan tawa
hati yang jauh dari pilu dan haru
pada umur kelewat remaja dan tua

di sini, seperempat hidup pada almanak
menggumpal di atas dingin keramik
sambil menata nafas yang lama tercampak

dan di keheningan ini kusapu bersih
noda-noda masa lalu dan remah impian
yang menghisap energi bahagia dan hidupku

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Kedua

umpama jelajah alam di malam bulan terang
mencari arah lapang menuju kampung nurani
batu-batu sandung berbentuk layang-layang
dan kala jengking memetik bunga melati

kuikuti jejak kaki para pertapa
melewati bukit, lembah dan rimba
selepas kegelapan tertikam di pintu sukma
belati di tangan tetas api di mata serigala

pagar melati menyeruap wangi dan salam
pisang emas matang di pohon berbinar-binar
bersama irama jengkrik di semak-semak seruni

alir nafasku mengembun, kuku-kuku membening
seperti bayi tenang, silaku hening
meraba seluruh pori-pori, luar dalam.

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Ketiga

kunang-kunang terbit di hamparan padi
kakiku geli di pucuk-pucuk tunas ilalang
bukan, itu percik sinar lampu-lampu kota
jadi bainglala dipejam mata meditasiku

kedua lengan terentang-terkepak
terbang memandang cuaca
bagai burung gagak awasi mangsa
lalu hinggap di punggung meditasiku

bagai khidir, lentur tangan buka pintu
fantasi menggelar teater satu babak
dari masa silam yang koyak-moyak

meditasi badan kerontang tersentak
tapa bisu mengikis bahasa yang terserak
sebelum tiba gelap saat nafas diam di dada

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Keempat

seluruh organ tubuh berontak
sel-sel darah saling desak
sendi-sendi menetaskan nyeri
otot pegal ditekan linu

hasrat pergi memuncak
pikiran keluar ke mana-mana
perasaan halus dan kasar saling tindih
sukma mencair, tubuh padat terkunci

seluruh energi batin mengkristal
menghentikan waktu di duduk pikiran
menumpas segala ingin dan angan

angin halus menjaga nafas mulus
mengurai benang kusut berlumut
di sekujur atmosfir hidup.

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Kelima

kujur tubuh berlabuh di dermaga hening
kesiur angin-ombak lenyap di daun telinga
di belakang kelopak mata ada pelangi
menjadi jembatan masa lalu ke masa depan

hidup lahir di hulu bergerak ke hilir
mengisi ruang dan waktu di dasar dan tepi
aku terapung dan hanyut sepanjang nafas
pada denyut batu-batu memenuhi paru-paru

pikiran menjadi ikan mas koki lemah
bermimpi setiap tenang air diam bariak
berharap jadi lumba-lumba pintar perkasa

hujan emosi berduyun-duyun ke kawasanku
menggerogoti perasaan bisu bermata biru
dalam duduk meditasi panjangku.

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Keenam

kulepas wajah luka di tubuh lembut meditasi
sejengkal dari ubun-ubun sebuah pintu terbuka
kumasuki sebelum ruas cahaya memadam
lalu muncul ribuan jendela kaca de javu

separuh sukmaku mengambang
di atas bukit-bukit hijau puncak bogor
kuturuni tangga batu menuju lembah
mengikuti jejak kaki matahari

sukma diam di gerbang kayu kedua
perkampungan muncul dihuni duka cita
ratusan keranda terbang ke pemakaman

gubuk trauma reot di balik gerbang kayu
di seberang tangga batu yang keenam
dan di gerbang terakhir; hening memelukku

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Ketujuh

di perbatasan lubang hidung dan bibir
menepilah benih-benih angin segala penjuru
sekejeap tunas tumbuh dan berlabuh
ke ujung pangkal terdekat dan terjauh

segenggam nafas beroprasi di jantung
menyusuri arah denah urat nadi
seperti gulungan ombak tergumpal di ubun-ubun
lalu pecah ruah ke sekujur dilebur darah

alirnya deras berarus kencang
tak ada hulu bermula, tanpa hilir perjumpaan
tubuhku tak lagi berjarak dengan atmosfer

waktu meleleh di tenggorokan
kutelan bersama racun dahak kental
masa silam masa depan berhenti dalam dada

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Kedelapan

tak satu pun tertinggal dan terlepas
daun-daun peristiwa tumbuh dan gugur
di ranting-dahan pohon jati takdirku
di kebun ingatan tempat segalanya berdenyut

umpama sel-sel sperma dan zat tanah gambut
setiap yang berdenyut mengembang biak
memilih nasib dan jalur hidup kebebasan
dan aku mengakses seluruh denyut sendiri

jauh dari ujung belati panca indera
ribuan babak tragedi tercipta dalam otak
tanpa lampu, tak bersuara: senyap

jutaan bayang-bayang keangkuhan
mematung di antara langit dan bumi meditasi
terjamah, ia jelmaan impian yang terbunuh.

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Kesembilan

di ruang kesembilan meditasi vipassana
batang pohon nanas kering di pagi buta
semut dan walang sengit pergi ke lembah
laba-laba dan burung empret membuat sarang

aku kehilangan hasrat dan selera
tulang belakang ditumbuhi akar gantung
pandangan meninggi mencapai bukit
kabut tebal putih susut ke pori-pori

aku kehilangan batas dan jarak
menjelma atmosfir dan iklim sendiri
suara hanya gema di titik hening

ragaku terus menipis-tanpa kikis
masa dan gelombang bunyi terlipat
tersusun megah di pintu kepulangan

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Meditasi Hari Kesepuluh

menjelang purna diam yang mulia
di pusat meditasi vipassana dhamma java
aku mungkin meraih dhamma
lenyap segala bentuk sangkara

menjelma janin subur sang budha?
di rahim dunia yang fana
sebelum ritual khusyuk tobat paripurna
menyongsong sulur cahaya sukma

pecah dari wajah dewa matahari
atau dewi bulan dan samudera
sebagian menjadi reinkarnasiku

keheningan memenuhi aku
kesadaran menguasai perikemanusiaanku
pancaran hidup mengkristal di pusat cahaya

Bogor-Jakarta, 2014/2024

Penutup Tapa Bisu

semua yang nyata berlalu, tapa bisu, pikiran biru
adakah yang lebih biru dari pekatnya rindu?

puncak-puncak bukit disanding gunung geulis
meniup langit, awan bunting lahir dalam rinduku.

sempurnalah meditasiku
sepuluh hari menunaikan tapa bisu

Jakarta-Bogor, 2014/2024

BACA puisi-puisi lainnya

Puisi-puisi Achmad Khoirul Fatoni | Catatan Biru
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi
Puisi-puisi Zajima Zan | Di Sebuah Perpustakaan Kecil
Puisi-puisi Farras Pradana | Bukan Hukuman
Puisi-puisi Jang Sukmanbrata | Ketika Sajak Itu Jejak di Sungai
Puisi-puisi Mettarini | Seperti Mimpimu Memeluk Langit
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang
Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Keruh, Gelisah, Propaganda
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kandapat” dan Alasan Memuja Leluhur: Catatan dari Geguritan Japatuan

Next Post

Yan Dira, Menari Menjadi Panggilan Jiwa

Selendang Sulaiman

Selendang Sulaiman

Lahir di Sumenep, 18 Oktober 1989 dan kini mukim di Jakarta. Puisi-puisinya tersiar diberbagai media massa cetak dan elektronik serta di sejumlah antologi puisi bersama. Antologi Puisi Tunggalnya: Hymne Asmaraloka (Digital: Betread, 2014); Omerta (Halaman Indonesia, 2018). Buku puisi keduanya segera terbit akhir tahun 2024. Bisa dijumpai di IG @selendangsulaiman dan YouTube Channel @selendangsulaimanofficial

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Yan Dira, Menari Menjadi Panggilan Jiwa

Yan Dira, Menari Menjadi Panggilan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co