6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

๐—–๐—˜๐—–๐—˜๐—ž ๐—๐—”๐—๐—” ๐—ฆ๐—”๐— ๐—จ๐—”๐—ก ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—˜๐—ก ๐—ฆ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—ช๐—”๐—ง๐—œ

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 14, 2024
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

โ€“ ๐—ฆ๐˜‚๐—ด๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€ [Salah satu lembar catatan harian yang ditulis ketika kuliah S1 tahun 1992-1997, untuk mengenang Mpu Lutuk].

(I)

Bila ibu saya membicarakan perihal leluhur, ida batara, dan hal-hal spiritual lainnya, atau sedang sembayang โ€” dan bersamaan dengan itu cecak berbunyi, ibu biasanya menanggapi atau menyahuti suara cecak itu dengan jawaban: “patut”.

Kebiasaan ini konon turun-temurun didapatkan, dan memberikan semacam kelegaan bila mengungkapkannya. Semacam keyakinan atau kepercayaan ini pun menurun kepada saya. Lalu saya pun biasanya menyahuti cecak bila membicarakan perihal spiritual-mistis, walaupun suara “parut ” itu tidak saya ucapkan seperti yang ibu saya lakukan; saya biasanya menyahuti suara cecak itu dengan ungkapan: “patut”, dalam hati saja.

Kalau dengan kata “patut” saja adalah ungkapan ibu saya dalam menanggapi suara cecak itu, selanjutnya saya mengenal ada orang lain yang menanggapi cecak seperti ibu saya, namun dengan ungkapan yang lebih panjang: “Singgih Saraswati”.

Setelah saya mengenal ungkapan yang lebih panjang dan mengkaitkan suara cecak dengan keberadaan Sang Hyang Aji Saraswati, terasa lebih menarik secara spiritual di benak saya. Terlebih setelah saya mengetahui dalam banten Sarawati terdapat jaja samuan berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya, maka lengkaplah kait-mengkait cecak dengan Sang Hyang Saraswati.

Belakangan, saya mendengar sebuah kupasan menarik tentang arti keberadaan makna jajan samuan yang berupa cecek dalam banten Saraswati ini.

Dikatakan, cecak dalam bahasa Bali adalah cecek. ‘Cecek’ sama dengan carik: satu carik sama dengan tanda koma, dua carik sama dengan titik. Dalam aksara Bali cecek juga memberikan suara ‘ng’ dalam peranannya sebagai busana aksara.

Demikianlah, cecek dalam aksara Bali menjadikan aksara lain berdengung, sebagai dengung bijah mantra, sebagai dengung suara kumbang hitam. Konon, merupakan dengung suara semesta.

(II)

Terlihat di sini ada tiga runutan peristiwa:

Pertama, adanya kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan yang diwariskan secara turun-temurun dengan lisan dalam masyarakat Bali.

Kedua, bertemunya kepercayaan yang turun-temurun masyarakat Bali ini dengan pengaruh keyakinan teologis India pada Dewi Saraswati. Dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Bali tentang cecak ini, selanjutnya direkam dalam bentuk sajen atau perangkat ritual; dalam bentuk jaja saman berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya sebagai simbol atau lambang dalam banten Saraswati.

Ketiga, adanya pengetahuan aksara atau keberaksargan memberikan peluang dikupasnya kembali makna simbol atau lambang yang bersumber dari tradisi lisan ini. Pengetahuan tulis atau aksara memberikan kemungkinan untuk membahasakan kembali secara spiritual-filosifis simbol dan lambang yang terdapat cecak dalam banten Saraswati.

(III)

Tidak semua teman-teman sebaya saya yang terlahir era 70-an secara langsung tahu adanya kepercayaan dan kebiasaan menyahuti cecak ini dari orang tuanya, apalagi generasi 80-an atau 90-an. Dan hampir selalu ada semacam yang ‘path’ dari ketiga runutan peristiwa yang terjadi.

Kalau mereka tahu adanya peristiwa pertama: kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan dan kebiasaan menyahutinya, mereka ada yang tidak tahu adanya peristiwa kedua: jajan saman yang berupa cecak dalam benten Saraswati. Sehingga bagaimana mungkin mereka berpikir bahwa peristiwa kedua: sebagai kelanjutan adanya jajan samuan yang berupa cecak sebagai lanjutan dari peristiwa pertama.

Kalau mereka tahu peristiwa pertama dan peristiwa kedua, kadang mereka tidak berpikir untuk mengkaitkannya.

Ditambah dengan pengetahuan bahasa dan aksara Bali di kalangan generasi yang terlahir tahun 70-an dan tahun 80-an semakin merosot, maka peristiwa pertama akan berhenti sampai peristiwa kedua.

Akibat pengetahuan yang tidak mendalam pada bahasa dan aksara Bali, kecil kemungkinan mendapat mengupas kembali makna peristiwa kedua: Apa makna dan arti simbol atau lambang jajan samuan yang berupa dua ekor cecak dalam banten Saraswati?

Mereka tidak dapat memasuki peristiwa ketiga, yaitu: mengupas dan membahasakan makna dan arti simbol dan lambang yang merupakan rekaman kepercayaan masyarakat yang turun-temurun dan bertemu dengan keyakinan teologis tentang Dewi Saraswati yang merupakan pengaruh pre-modern India.

Bila terjadi hal seperti ini, proses budaya mengalami stagnanasi atau berhenti mengambang sampai di sini.

Jaja samuan berupa cecak dalam banten Saraswati nasibnya akan memperihatinkan, makna simbol dan lambangnya menjadi tak lebih sebagai hiasan atau pernik-pernik sesajen yang harus dilaksanakan karena mula keto.

Ungkapan mula keto memang lahir dari situasi seperti ini. Ketika masyarakat tak lagi bisa membahasakan atau mengupas nilai-nilai dari sajen-sajen dan perangkat-perangkat ritual lainnya merupakan simbol dan lambang dari suatu kepercayaan, dan atau kristalisasi makna tatwa atau nilai-nilai religious-filosofis โ€” setidaknya dalam keyakinan saya!

Jajan samuan yang berupa cecak dalam banten Saraswati hanyalah sebuah contoh saja dari kekayaan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali yang melimpah ruah.

Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana agar sajen, banten dan simbol atau lambang yang terdapat dalam perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali tidak hanya berhenti sebagai mula keto saja. Untuk itu, mungkin semestinya kita secara bersama berupaya mengembangkan semacam “hermeneutik cara Bali” untuk mengupas dan membahasakan simbol-simbol dan lambang-lambang in kembali secara religious-filosofis.

Kupasan-kipasan inilah yang perlu kita wariskan sebagai pendamping pewarisan bebantenan, canang, sajen-sajen, dan perangkat-perangkat ritual yang ada. Sungguh bahan-bahan, rupa dan bentuk, isi, dan nama dari sajen, banten, dan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali adalah lautan luas pengkristalan nilai-nilai religious-filosofis yang tak habis-habis untuk kita renungi. [T]

BACA artikel lain dari penulisย SUGI LANUS

MEDITASI TENGKORAK
SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus
GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH
Tags: Dewi SaraswatiHari Raya SaraswatiHari Saraswati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Ojol, ย dan Cerita Tentang Pekerjaan Sampingan

Next Post

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

โ€˜Takjil Warโ€™: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan โ€œtakjil warโ€. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusatโ€“daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut โ€œkorveโ€ membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, โ€˜suryakโ€™ berarti bersorak dan โ€˜siuโ€™ berarti seribu. โ€˜Suryak siuโ€™ secara harfiah berarti โ€˜sorakan seribuโ€™ โ”€ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Filmย ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

โ€˜Takjil Warโ€™: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan โ€œtakjil warโ€. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusatโ€“daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut โ€œkorveโ€ membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
โ€™Dear Mr.Fantasyโ€™: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

โ€™Dear Mr.Fantasyโ€™: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu โ€œDear Mr. Fantasyโ€ karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co