6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Roti Kembang Waru, Ikon Kuliner Khas Kotagede Yogyakarta

Luki Antoro by Luki Antoro
July 4, 2024
in Kuliner
Roti Kembang Waru, Ikon Kuliner Khas Kotagede Yogyakarta

Roti Kembang Waru khas Kotagede Yogyakarta | Foto: Luki Antoro

KOTAGEDE, salah satu sudut Jogja yang menyimpan sejarah panjang berdirinya kerajaan-kerajaan di tanah jawa. Terkenal dengan kearifan lokal dan pelestariaan situs bersejarah yang memukau.

Sehingga tak heran jika kawasan yang melahirkan banyak sekali produk kebudayaan ini menjadi daya tarik para wisatawan asing maupun lokal untuk berkunjung di Jogja. Kotagede memiliki tempat pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari sejarah, pasar dan masjid tradisional tertua di jogja, beragam kuliner khas kotagede hingga kerajinan perak, tembaga dan kuningannya.

Dan, selain wisata sejarah, budaya dan adat istiadat jawa yang memiliki keunikan tersendiri, di sini juga terdapat beberapa kuliner tradisional khas yang menjadi sorotan para wisatawan. Wisata kuliner di kotagede ini tentu tidak kalah menarik dari wisata sejarah atau seni budayanya. Kotagede banyak menyimpan kuliner legendaris yang hanya bisa ditemukan di kota bekas pusat kerajaan mataram islam ini.

Artinya, sebagai episentrum pemajuan kebudayaan pada jamannya, kotagede tentu menghasilkan cita rasa kuliner yang berbeda. Nah, berikut ini makanan khas legendaris yang ada di Kotagede, yang ketika namanya disebutkan, maka akan teringat langsung dengan  Kotagede Yogyakarta.

Roti Kembang Waru

Kuliner legendaris Kotagede yang menempati urutan pertama ini agak awam untuk masyarakat umum. Sebab, pengrajin kue tradisional roti kembang waru sudah tidak banyak lagi.

Roti kembang waru merupakan kudapan yang dulunya digemari raja-raja. Kini keberadaanya hanya diperuntukan sebagai pelengkap kegiatan-kegiatan upacara adat saja. Meskipun, menurut Kipowaru Pusat Oleh-Oleh Khas Kotagede, menyampaikan bahwa produk roti kembang waru ini segmennya tidak luas, namun mencoba dibranding lagi sebagai oleh-oleh khas Kotagede Jogja.

Ciri khas dari roti kembang waru adalah bentuknya seperti bunga, memiliki delapan sisi, bewarna coklat panggangan yang begitu menggugah selera.

Proses pembuatan roti kembang waru memakan waktu yang cukup lama dan kesabaran yang tinggi, dengan teknik mengaduk adonan saja memakan waktu 1,5 hingga 2 jam. Pemanggangan pun masih menggunakan oven tradisional berbasis arang. Jadi betul-betul harus sabra untuk menghasilkan roti kembang waru khas kotagede ini.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti kembang waru pun sederhana, antara lain: tepung terigu, mentega, minyak sayur, telur dan vanili. Roti kembang warunya biasanya dapat bertahan hingga 7 hari dalam suhu ruang. Salah satu rekomendasi tempat makan yang menyediakan roti kembang waru premium legendaris adalah  Kipowaru.

Legomoro

Kotagede memiliki banyak kuliner tradisional yang memiliki filosofis tinggi. Legomoro memiliki arti Lego (Lega) dan Moro (Datang), dimana jika diartikan suasana lega bahagia karena orang yang diharapkan datang akhirnya datang juga.

Sekilas, Legomoro mirip lemper, namun yang memberdakan adalah legomoro bentuknya lebih berisi dan diikat dengan bamboo per 4 biji. Cara pembuatan legomoro pun membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Jadi, ketika memakan pun kita dapat merasakan bagaimana kulner asli kotagede dibuat. Mulai mengurai tali bambu dan membuka kulit daun pisangnya.

Kipowaru melestarikan banyak pengrajin roti kembang waru di Kotagede | Foto: Luki Antoro

Pembuatan Sudang Lepet memiliki 3 tahapan: pertama, membuat tali bambu, menyiapkan daun pisang, memasak ketan dan mebuat isian (daging sapi); selanjutnya, dilakukan tahap pengemasan; dan terakhir, dikukus hingga warna daun pisang berubah. Legomoro sendiri memiliki rasa yang sangat otentik, sangat cocok disajikan untuk hidangan keluarga besar bahkan oleh-oleh.

Legomoro mulai tidak banyak ditemukan di Jogja, jadi untuk mendapatkan kuliner khas kotagede ini bisa di Kipowaru pusat oleh-oleh khas kotagede.

Emping Mlinjo Khas Kotagede

Makanan khas Kotagede yang berikutnya adalah Emping Mlinjo, yang terbuat dari biji mlinjo dan di bumbui dengan rempah-rempah, ditambah gula atau cabai sesuai selera. Emping khas kotagede ini kecil-kecil seperti koin dan tebal, namun rasanya gurih dan enak.

Emping Mlinjo khas kotagede memiliki ciri khas kemasan, warna yang memiliki tiga rasa, yaitu; pedas manis, manis dan gurih. Emping mlinjo khas kotagede dulunya pernah merajai pasaran hingga ekspor malaysia. Mengingat dulu Kotagede adalah kawasan hutan yang begitu kaya dengan hasil bumi, salah satunya pohon melinjo yang melimpah.

Emping Mlinjo khas Kotagede ini sangat cocok untuk dijadikan camilan hingga oleh-oleh khas jogja. Kuliner ini jarang sekali ditemukan, tapi bisa ditemukan di pusat pelesari pangan lokal di Kipowaru juga.

Gudeng Asli Kotagede

Gudeg aslinya berasal dari kotagede, namun mengalami perkembangan tumbuh di beberapa tempat di Yogyakarta. Gudeg Wijilan salah satunya, wijilan adalah nama tempat untuk memfokuskan para pedagang gudeng berada di pusat kota.

Menariknya, mungkin kita dibuat penasaran seperti apa gudeg asli kotagede tersebut. Sebenarnya gudeg terbagi menjadi dua, ada gudeg basah dan gudeg kering. Awalnya gudeg itu adalah basah. Dulu prajurit kerajaan yang membuka lahan, mengolah Nangka muda dengan proses yang sangat tradisional.

Warung yang menjajakan gudeg asli bisa kamu temui di sekitar Kotagede, seperti pasar kotagede ataupun warung-warung bubur pagi di sekitaran kotagede. Biasanya mereka buka dari pukul 5 pagi sampai pukul 11 siang. Jadi, bagi teman-teman yang berkunjung ke Kotagede, jangan pernah melewatkan berburu gudeg langsung di Kotagede.

Nah, itu dia, rekomendasi kuliner khas Kotagede yang wajib teman-teman coba kalau berkunjung ke Yogyakarta. Selamat berburu oleh-oleh khas jogja untuk melestarikan kuliner tradisional disana. [T]

Kerajinan Logam Kotagede: Masa Lalu dan Masa Kini
Kue Apakah yang Menduduki Kasta Tertinggi di Kelas Kue Kering Saat Hari Raya?
“Dapur Bangsa”: Eksplorasi Kekayaan Kuliner Nusantara
Tags: Kotagede YogyakartaRoti Kembang WaruYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Pejalan dan Pemandu: Mengunjungi Tempat-tempat Buatan Manusia  

Next Post

Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Luki Antoro

Luki Antoro

Pemerhati dan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 7 april 1996 di Bantul, Yogyakarta. Ia lulusan jurusan prodi menejemen, fakultas ekonomi dan bisnis di UPN Veteran Yogyakarta.

Related Posts

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails

“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
0
“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

JALAN Hayam Wuruk, Denpasar, pagi itu. Deru kendaraan, suara klakson yang saling bersahutan, dan rutinitas kota yang jarang berhenti terasa...

Read moreDetails

Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

by Dian Suryantini
October 5, 2025
0
Bukan Entil, Bukan Pesor, Ini Ketongkol dari Marga  — Kulineran di Festival ke Uma Tabanan

SEJAK pukul 16.00 wita, anak-anak di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, telah berkumpul di sawah. Mereka sedang menanti...

Read moreDetails

Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

by Nyoman Budarsana
September 15, 2025
0
Warung Badak, Sajikan Kuliner Tradisional di Tengah Kota Denpasar

Makan di Warung Badak, serasa ada di desa tradisional yang damai. Restoran yang terletak di Jalan Badak I No.15, Desa...

Read moreDetails

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
0
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal...

Read moreDetails
Next Post
Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co