6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum

Chusmeru by Chusmeru
September 13, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KEKUASAAN pada hakikatnya adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku orang, rakyat, atau kelompok lain. Kemampuan orang dalam kekuasaan itu biasanya didasari oleh kewenangan yang dimilikinya.

Kekuasaan bisa berada di wilayah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun kekuasaan politik lebih sering menjadi pusat perbincangan. Kekuasaan akan mendapat dukungan sepanjang dapat membuat rakyat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Kekuasaan juga akan memperoleh simpati jika penguasa menggunakan kewenangan sesuai dengan porsinya.

Sebaliknya, kekuasaan acapkali mendapat tantangan manakala kewenangan digunakan secara berlebihan. Sayangnya, dalam beberapa kasus kekuasaan membuat rakyat merasa terancam, teraniaya, dan terpinggirkan.

Kekuasaan seperti itu biasanya terjadi pada orang yang memiliki monopoli kewenangan, berlangsung cukup lama, dan tak berpihak pada orang lain. Dengan perkataan lain, kekuasaan yang tak pernah senyum. Bengis dan tiranik.

Komunikasi Bermartabat

Kekuasaan semestinya dipegang oleh seorang pemimpin yang mampu membaca pikiran dan hati rakyatnya. Sebab kekuasaan yang dimiliki sebisa mungkin menjadikan rakyat hidup dalam posisi terhormat; apa pun kondisi sosial ekonominya. Dengan demikian perlu komunikasi yang bermartabat bagi penguasa atau pemimpin.

Komunikasi antara penguasa dan rakyatnya akan menentukan watak kepemimpinannya. Apalagi bagi Indonesia, negara dengan beragam etnis, budaya, dan agama. Diperlukan kekuasaan dan kemimpinan yang kokoh dan lentur.

Menurut Muhamad Sobary (2000), kita perlu kekuasaan yang kukuh dan stabil, tetapi lentur. Watak kukuh menjadi tiang penyangga kelemahan kita. Tali yang lentur menjadi pengikat segenap kekuatan yang terancam cerai-berai menjadi kepingan kecil-kecil dan lemah. Selebihnya, kekuasaan harus bisa tersenyum.

Semua itu bisa muncul jika penguasa dan pemimpin memiliki mata dan hati yang bisa memandang seluruh rakyat Indonesia dengan rasa cinta. Rakyat pun akan otomatis membalasnya dengan senyum dan cinta pula.

Jika komunikasi antara penguasa dan rakyat; atau sebaliknya, dilakukan dengan penuh senyum, maka akan terbentuk watak bangsa yang bermartabat. Dan komunikasi yang bermartabat akan membuat kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara terasa sejuk serta damai.

Komunikasi Politik

Kekuasaan selalu dekat dengan komunikasi politik. Corak komunikasi politik inilah yang akan membedakan antara kekuasaan intimidatif dan kekuasaan penuh senyum. Rakyat Indonesia mempunyai pengalaman pahit dengan komunikasi politik di saat Orde Baru.

Komunikasi politik antara penguasa dengan rakyat diwarnai dengan ketegangan. Opini publik yang ditengarai berpotensi mengguncang kekuasaan akan segera dibungkam. Media massa yang kelewat kritis kepada penguasa juga diberangus.

Bahasa yang digunakan oleh penguasa saat itu juga membuat rakyat terintimidasi. Saat era kepemimpinan Presiden Soeharto, beberapa kali ia melontarkan kata “gebuk” yang ditujukan pada kelompok-kelompok yang menginginkannya untuk berhenti sebagai presiden. Kata yang sama juga diucapkan Presiden Jokowi. Tak segan dia akan “menggebuk” siapa pun yang keluar dari koridor hukum.

Tak mau kalah dengan penguasa, rakyat pun menggunakan bahasa komunikasi yang dianggap mengancam kekuasaan. Kata-kata seperti “turunkan”, “mundur”, atau “revolusi” kerap diucapkan ketika rakyat melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan penguasa.

Bahasa-bahasa yang merendahkan (talk down) merupakan bagian dari komunikasi politik dalam kekuasaan yang tak pernah senyum. Tidak jarang, bahasa yang digunakan juga mengarah pada sarkasme. Suatu ketika rakyat berkata penguasa rakus, korup, pengecut, dungu, dan tolol. Penguasa pun menggunakan bahasa yang sama, dengan mengatakan rakyat sebagai bodoh, kampungan, dan ingusan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum, tak akan pernah menyelesaikan masalah. Sebab kekuasaan seperti itu memiliki kecenderungan tidak membantu menyelesaikan masalah, tetapi justru memelihara masalah agar suatu saat penguasa dapat menyalahkan rakyat ; atau sebaliknya, rakyat menyalahkan penguasa.

Akibat lebih jauh, rakyat akan selalu mengalami trauma ketika berhadapan dengan kekuasaan. Apa pun yang dilakukan rakyat, ketika berhadapan dengan kekuasaan selalu akan menyisakan masalah. Ini tentu akan merusak karakter bangsa menjadi jelek. Meski sesungguhnya bukan kekuasaan yang merusak karakter, tetapi karakter penguasa yang jeleklah yang merusak kekuasaan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum juga seringkali tidak memberi ruang komunikasi yang sejuk di hati rakyat. Kalau pun ada, ruang komunikasi itu begitu sempit; bahkan nyaris kosong. Meski digitalisasi media telah memberi ruang begitu luas kepada rakyat untuk berkomunikasi, tetapi respons yang lambat dari penguasa membuat apa yang disampaikan rakyat selalu berada di ruang hampa. Padahal natura abhorret vacuum. Alam benci kekosongan; begitu kata Eberhard Puntsch (1996).

Semua bentuk komunikasi yang membuat kekuasaan tak pernah senyum selalu akan mendatangkan masalah. Apalagi jika kekuasaan selalu bermakna politik. Tak salah bila WS Rendra menyidir, politik adalah cara merampok dunia. Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

                                                               

Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Tags: ilmu komunikasikekuasaankomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Next Post

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co