3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
November 17, 2022
in Esai
Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

Ayu Fani Damayanti (paling kiri) | Foto: Istimewa

MINGGU SIANG ITU, di GOR Praja Raksaka Kepaon, saya bersama teman-teman anggota klub tenis Pelti Jembrana sedang berlatih tanding melawan klub lokal  yang kebanyakan adalah anggota TNI yang berdinas di kota Denpasar.

Tanpa disangka saya bertemu pelatih tenis anak-anak saya yang saya tahu putrinya adalah seorang atlet tenis tingkat kabupaten.

“Ngapain di sini, Pak Dayat, memangnya Anggik ikut latih tanding ?” tanya saya penasaran.

Pak Dayat itu teman saya yang saya ceritakan di awal. Dan Anggik adalah panggilan saya terhadap anaknya yang memang pemain tenis.

 “Nggak, Pak Dokter, saya mau nonton kejuaraan tenis di Sanur, katanya Ayu Fani ikut nanti, dia kan turun juga di tenis Porprov  yang diadakan di Sinngaraja, “ sahut Pak Dayat menjelaskan.

“Ayu Fani Damayanti, petenis legendaris Bali itu?” tanya saya memastikan.

“Ya benar, Pak Dokter !“ kata Pak Dayat meyakinkan.

Itulah awal mulanya saya mantapkan hati untuk dapat melihat kiprah sang legenda Ayu Fani Damayanti di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022, yang kebetulan untuk cabang olahraga tenis dilaksanakan di kota Singaraja.  Tempatnya di Lapangan Bhuwana Patra dan  lapangan tertutup kampus Undiksha di Desa Jineng Dalem.

Sekilas tentang Sosok Ayu Fani Damayanti bisa saya tulis sedikit. Ia mantan atlet tenis nasional beberapa dekade yang lalu. Orang tuanya dari Desa Yeh Embang, Jembrana, namun menetap di Kota Denpasar.

Sejak kecil dilatih dan diantar oleh bapaknya mengikuti turnamen tenis sampai ke luar Bali. Sering mewakili Bali dalam ajang PON, dan puncak kariernya sempat membela nama Indonesia di ajang Sea Games.

Saat ini usianya 33 tahun. Jadi bisa saya bayangkan dia memulai karier tenisnya di tingkat propinsi sejak usia belasan tahun.

Sabtu siang seusai jam kantor saya memacu kendaraan menuju Desa Jineng Dalem. Dari jadwal yang saya peroleh lewat seorang sahabat sesama penggemar tenis, hari itu bertemu tim beregu putri tenis Badung yang diperkuat Ayu Fani, melawan tim Jembrana yang diperkuat oleh anak pelatih tenis saya, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini.

Saya datang terlambat. Saat saya sampai, pertandingan sudah berakhir dengan kemenangan telak Ayu Fani 6-0, 6-0. Lengkap sudah penderitan saya siang itu, tak dapat melihat penampilan Ayu Fani dan tim yang saya dukung, yakni Jembrana yang dikalahkan oleh tim beregu putri Kabupaten Badung.

Sekadar untuk bisa melihat permainan Ayu Fani, saya terpaksa menginap di kost-an keponakan di Kaliuntu, Singaraja. Karena hari Minggu akan digelar partai final beregu putri antara tim Kabupaten Badung melawan tim tuan rumah Buleleng.

Ayu Fani bermain dalam dua laga, tunggal pertama dan laga pamungkas di ganda, partai penentuan. Di partai tunggal melawan andalan tuan rumah Desak Anggun Monika, pertandingan berlangsung seru. Pertandingan berlangsung dalam tiga set sebelum kemenangan menjadi milik Ayu Fani. Dan di partai penentuan , karena partai  kedua petenis Buleleng Komang Gina Kusuma Dewi menyudahi perlawanan wakil Badung dalam dua set langsung.

Partai terakhir berlangsung anti klimaks unuk tuan rumah. Tanpa perlawanan berarti Ayu Fani yang berpasangan dengan Sri Maryati mengalahkan dua bersaudara andalan Buleleng, Desak Monika dan Desak Cantika dalam dua set langsung.

Dari kedua laga itu saya melihat faktor pengalaman dan ketenangan bermain dari Ayu Fani khususnya, sangat berperan dalam meredam agresifitas dan kecepatan wakil Buleleng.

Dan inilah akhir dari cabang beregu tenis putri, medali emas menjadi milik tim Badung. Melengkapi raihan medali emas tim putranya yang telah diraih lebih dulu.

Tetapi kiprah Ayu Fani belum berakhir. Masih ada cabang perseorangan yang menyisakan 5 medali emas untuk diperebutkan oleh semua kontingen. Dan untuk perseorangna ini, Ayu Fani cukup tahu diri, atau karena regulasi saya kurang tahu persis.

Dia cuma turun di dua nomor, yaitu ganda putri dan ganda campuran, tanpa ikut partai tunggal. Barangkali dia ingin menghemat tenaga, setelah melihat kiprah agessif dari dua wakil Buleleng, Desak Monika dan Komang Gina di babak beregu, dan juga kembalinya permainan sang juara bertahan Anggi Dwi Hidayati wakil Jembrana.

Singkat cerita, ternyata ini adalah pilihan yang sangat masuk akal dan penuh perhitungan. Setelah melewati babak penyisihan Ayu Fani  melangkah dengan mudah untuk menuju partai final. Berpasangan dengan Sri Maryati di ganda putri dan Bagas Khrisnamurti di ganda campuarn, Ayu melaju ke partai final yang digelar di hari Rabu.

Dan sangat kebetulan sekali lawannya pun keduanya adalah wakil tuan rumah Buleleng. Pesta pembalasan yang sempurna sudah disiapkan kubu tuan rumah untuk musuh bebuyutan tim Badung. Untuk ganda putri, Ayu cs ditunggu kembali oleh lawan yang mereka kalahkan di beregu, Monika dan Cantika, dan kita tak terlalu berharap banyak pada laga ini.

Yang menjadi harapan besar Buleleng untuk menghentikan kiprah Ayu Fani adalah di partai ganda campuran, dimana Buleleng akan diwakili oleh pasangan andalan duo Komang, yaitu Komang Gina Kusuma Dewi dan jagoan Buwana Patra, putra pelatih kawakan Pak Komang Kobok yaitu Komang Suma Indrawan.

Seperti prediksi semua yang hadir, partai ganda puti menjadi ulangan laga beregu 3 hari sebelumnya. Sempat mengimbangi di awal laga, duo bersaudara Monika dan Cantika kalah dua set langsung.

Partai ganda campuran berlangsung sangat seru. Ketenangan dan pengalaman Ayu Fani dilawan kencangnya pukulan Komang Indra, dan uletnya permainan Komang Gina. Semua mata penggemar tenis yang memadati Lapangan Buwana Patra siang itu pasti terpuaskan. Laga yang sempat diundur setengah jam itu, karena hujan  tiba tiba mengguyur kota singarja, berlangsung seru.

Kejar kejaran angka terjadi. Dan setelah berlangsung selama satu setengah jam, laga dimenangi pasangan Ayu Fani dan Sri Maryati dalam dua set yang ketat, lewat perpanjangan (tie break ) 7-6, 7-6 untuk keunggulan wakil Badung.

Kontradiksi terjadi. Peluk cium di kubu Badung, dan wajah kecewa pendukung tuan rumah.

Secara total di perseorangan, tim Badung meraih 2 emas, Buleleng 2 emas dan Gianyar 1 emas di nomor ganda putra yang diwakili duet kawakan Nyoman Laba dan Primadana.

Berakhir sudah puncak kejuaraan tenis tingkat propinsi pada ajang Porprov Bali tahun 2022 ini, dan ajang berikutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Badung. Kita tunggu apakah Ayu Fani masih akan tetap turun di ajang tersebut.

Terjadi dilema di hati saya. Rasa terpuaskan melihat kiprah Ayu Fani yang selama ini hanya saya baca di koran atau dengar cerita sesama penggemar tenis  saja. Di sisi lain saya menyesali kekalahan wakil wakil generasi muda petenis putri kita, baik dari Buleleng, Jembrana maupun kabupaten lain yang tak mampu mengalahkan seniornya itu.

 Terlepas apapun motivasi Ayu Fani turun lagi di ajang sekelas Porprov ini, tak usah diperdebatkan sepanjang aturan memenuhi. Sebaiknyalah para petenis yang lebih muda bisa meniru etos kerja, cara bermain dan ketenangan yang ditunjukkan Ayu Fani sepanjang turnamen.

Akhir kata, dalam hati terkecil sebenarnya saya selalu berharap Ayu Fani bisa dikalahkan, apalagi oleh wakil Buleleng, daerah kelaahiran saya. Seandainya ada yang mengajak saya taruhan uang, pasti saya bertaruh untuk lawan Ayu Fani. Dan akhirnya saya akan pulang ke rumah di gunung dengan dompet kosong.

Syukurlah tak ada yang mengajak bertaruh.[T]

Pasangan Felisya & Bryananda Toreh Emas Pertama di Cabor Dansa untuk Buleleng
Medali Emas Motocross Buleleng Dipersembahkan oleh Gede Ferry Pratamayasa
Atlet Karate Berlian Adi Pranatha : Latihan, Kuliah Daring, Hasilnya Emas untuk Buleleng
Tags: Ayu Fani DamayantiBadungbulelengolahragaPorprov Balitenistenis lapangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

8 Ide Jualan Anak Muda yang Banyak Digandrungi

Next Post

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co