23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
November 17, 2022
in Esai
Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

Ayu Fani Damayanti (paling kiri) | Foto: Istimewa

MINGGU SIANG ITU, di GOR Praja Raksaka Kepaon, saya bersama teman-teman anggota klub tenis Pelti Jembrana sedang berlatih tanding melawan klub lokal  yang kebanyakan adalah anggota TNI yang berdinas di kota Denpasar.

Tanpa disangka saya bertemu pelatih tenis anak-anak saya yang saya tahu putrinya adalah seorang atlet tenis tingkat kabupaten.

“Ngapain di sini, Pak Dayat, memangnya Anggik ikut latih tanding ?” tanya saya penasaran.

Pak Dayat itu teman saya yang saya ceritakan di awal. Dan Anggik adalah panggilan saya terhadap anaknya yang memang pemain tenis.

 “Nggak, Pak Dokter, saya mau nonton kejuaraan tenis di Sanur, katanya Ayu Fani ikut nanti, dia kan turun juga di tenis Porprov  yang diadakan di Sinngaraja, “ sahut Pak Dayat menjelaskan.

“Ayu Fani Damayanti, petenis legendaris Bali itu?” tanya saya memastikan.

“Ya benar, Pak Dokter !“ kata Pak Dayat meyakinkan.

Itulah awal mulanya saya mantapkan hati untuk dapat melihat kiprah sang legenda Ayu Fani Damayanti di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022, yang kebetulan untuk cabang olahraga tenis dilaksanakan di kota Singaraja.  Tempatnya di Lapangan Bhuwana Patra dan  lapangan tertutup kampus Undiksha di Desa Jineng Dalem.

Sekilas tentang Sosok Ayu Fani Damayanti bisa saya tulis sedikit. Ia mantan atlet tenis nasional beberapa dekade yang lalu. Orang tuanya dari Desa Yeh Embang, Jembrana, namun menetap di Kota Denpasar.

Sejak kecil dilatih dan diantar oleh bapaknya mengikuti turnamen tenis sampai ke luar Bali. Sering mewakili Bali dalam ajang PON, dan puncak kariernya sempat membela nama Indonesia di ajang Sea Games.

Saat ini usianya 33 tahun. Jadi bisa saya bayangkan dia memulai karier tenisnya di tingkat propinsi sejak usia belasan tahun.

Sabtu siang seusai jam kantor saya memacu kendaraan menuju Desa Jineng Dalem. Dari jadwal yang saya peroleh lewat seorang sahabat sesama penggemar tenis, hari itu bertemu tim beregu putri tenis Badung yang diperkuat Ayu Fani, melawan tim Jembrana yang diperkuat oleh anak pelatih tenis saya, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini.

Saya datang terlambat. Saat saya sampai, pertandingan sudah berakhir dengan kemenangan telak Ayu Fani 6-0, 6-0. Lengkap sudah penderitan saya siang itu, tak dapat melihat penampilan Ayu Fani dan tim yang saya dukung, yakni Jembrana yang dikalahkan oleh tim beregu putri Kabupaten Badung.

Sekadar untuk bisa melihat permainan Ayu Fani, saya terpaksa menginap di kost-an keponakan di Kaliuntu, Singaraja. Karena hari Minggu akan digelar partai final beregu putri antara tim Kabupaten Badung melawan tim tuan rumah Buleleng.

Ayu Fani bermain dalam dua laga, tunggal pertama dan laga pamungkas di ganda, partai penentuan. Di partai tunggal melawan andalan tuan rumah Desak Anggun Monika, pertandingan berlangsung seru. Pertandingan berlangsung dalam tiga set sebelum kemenangan menjadi milik Ayu Fani. Dan di partai penentuan , karena partai  kedua petenis Buleleng Komang Gina Kusuma Dewi menyudahi perlawanan wakil Badung dalam dua set langsung.

Partai terakhir berlangsung anti klimaks unuk tuan rumah. Tanpa perlawanan berarti Ayu Fani yang berpasangan dengan Sri Maryati mengalahkan dua bersaudara andalan Buleleng, Desak Monika dan Desak Cantika dalam dua set langsung.

Dari kedua laga itu saya melihat faktor pengalaman dan ketenangan bermain dari Ayu Fani khususnya, sangat berperan dalam meredam agresifitas dan kecepatan wakil Buleleng.

Dan inilah akhir dari cabang beregu tenis putri, medali emas menjadi milik tim Badung. Melengkapi raihan medali emas tim putranya yang telah diraih lebih dulu.

Tetapi kiprah Ayu Fani belum berakhir. Masih ada cabang perseorangan yang menyisakan 5 medali emas untuk diperebutkan oleh semua kontingen. Dan untuk perseorangna ini, Ayu Fani cukup tahu diri, atau karena regulasi saya kurang tahu persis.

Dia cuma turun di dua nomor, yaitu ganda putri dan ganda campuran, tanpa ikut partai tunggal. Barangkali dia ingin menghemat tenaga, setelah melihat kiprah agessif dari dua wakil Buleleng, Desak Monika dan Komang Gina di babak beregu, dan juga kembalinya permainan sang juara bertahan Anggi Dwi Hidayati wakil Jembrana.

Singkat cerita, ternyata ini adalah pilihan yang sangat masuk akal dan penuh perhitungan. Setelah melewati babak penyisihan Ayu Fani  melangkah dengan mudah untuk menuju partai final. Berpasangan dengan Sri Maryati di ganda putri dan Bagas Khrisnamurti di ganda campuarn, Ayu melaju ke partai final yang digelar di hari Rabu.

Dan sangat kebetulan sekali lawannya pun keduanya adalah wakil tuan rumah Buleleng. Pesta pembalasan yang sempurna sudah disiapkan kubu tuan rumah untuk musuh bebuyutan tim Badung. Untuk ganda putri, Ayu cs ditunggu kembali oleh lawan yang mereka kalahkan di beregu, Monika dan Cantika, dan kita tak terlalu berharap banyak pada laga ini.

Yang menjadi harapan besar Buleleng untuk menghentikan kiprah Ayu Fani adalah di partai ganda campuran, dimana Buleleng akan diwakili oleh pasangan andalan duo Komang, yaitu Komang Gina Kusuma Dewi dan jagoan Buwana Patra, putra pelatih kawakan Pak Komang Kobok yaitu Komang Suma Indrawan.

Seperti prediksi semua yang hadir, partai ganda puti menjadi ulangan laga beregu 3 hari sebelumnya. Sempat mengimbangi di awal laga, duo bersaudara Monika dan Cantika kalah dua set langsung.

Partai ganda campuran berlangsung sangat seru. Ketenangan dan pengalaman Ayu Fani dilawan kencangnya pukulan Komang Indra, dan uletnya permainan Komang Gina. Semua mata penggemar tenis yang memadati Lapangan Buwana Patra siang itu pasti terpuaskan. Laga yang sempat diundur setengah jam itu, karena hujan  tiba tiba mengguyur kota singarja, berlangsung seru.

Kejar kejaran angka terjadi. Dan setelah berlangsung selama satu setengah jam, laga dimenangi pasangan Ayu Fani dan Sri Maryati dalam dua set yang ketat, lewat perpanjangan (tie break ) 7-6, 7-6 untuk keunggulan wakil Badung.

Kontradiksi terjadi. Peluk cium di kubu Badung, dan wajah kecewa pendukung tuan rumah.

Secara total di perseorangan, tim Badung meraih 2 emas, Buleleng 2 emas dan Gianyar 1 emas di nomor ganda putra yang diwakili duet kawakan Nyoman Laba dan Primadana.

Berakhir sudah puncak kejuaraan tenis tingkat propinsi pada ajang Porprov Bali tahun 2022 ini, dan ajang berikutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Badung. Kita tunggu apakah Ayu Fani masih akan tetap turun di ajang tersebut.

Terjadi dilema di hati saya. Rasa terpuaskan melihat kiprah Ayu Fani yang selama ini hanya saya baca di koran atau dengar cerita sesama penggemar tenis  saja. Di sisi lain saya menyesali kekalahan wakil wakil generasi muda petenis putri kita, baik dari Buleleng, Jembrana maupun kabupaten lain yang tak mampu mengalahkan seniornya itu.

 Terlepas apapun motivasi Ayu Fani turun lagi di ajang sekelas Porprov ini, tak usah diperdebatkan sepanjang aturan memenuhi. Sebaiknyalah para petenis yang lebih muda bisa meniru etos kerja, cara bermain dan ketenangan yang ditunjukkan Ayu Fani sepanjang turnamen.

Akhir kata, dalam hati terkecil sebenarnya saya selalu berharap Ayu Fani bisa dikalahkan, apalagi oleh wakil Buleleng, daerah kelaahiran saya. Seandainya ada yang mengajak saya taruhan uang, pasti saya bertaruh untuk lawan Ayu Fani. Dan akhirnya saya akan pulang ke rumah di gunung dengan dompet kosong.

Syukurlah tak ada yang mengajak bertaruh.[T]

Pasangan Felisya & Bryananda Toreh Emas Pertama di Cabor Dansa untuk Buleleng
Medali Emas Motocross Buleleng Dipersembahkan oleh Gede Ferry Pratamayasa
Atlet Karate Berlian Adi Pranatha : Latihan, Kuliah Daring, Hasilnya Emas untuk Buleleng
Tags: Ayu Fani DamayantiBadungbulelengolahragaPorprov Balitenistenis lapangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

8 Ide Jualan Anak Muda yang Banyak Digandrungi

Next Post

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co