2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
November 17, 2022
in Esai
Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

Ayu Fani Damayanti (paling kiri) | Foto: Istimewa

MINGGU SIANG ITU, di GOR Praja Raksaka Kepaon, saya bersama teman-teman anggota klub tenis Pelti Jembrana sedang berlatih tanding melawan klub lokal  yang kebanyakan adalah anggota TNI yang berdinas di kota Denpasar.

Tanpa disangka saya bertemu pelatih tenis anak-anak saya yang saya tahu putrinya adalah seorang atlet tenis tingkat kabupaten.

“Ngapain di sini, Pak Dayat, memangnya Anggik ikut latih tanding ?” tanya saya penasaran.

Pak Dayat itu teman saya yang saya ceritakan di awal. Dan Anggik adalah panggilan saya terhadap anaknya yang memang pemain tenis.

 “Nggak, Pak Dokter, saya mau nonton kejuaraan tenis di Sanur, katanya Ayu Fani ikut nanti, dia kan turun juga di tenis Porprov  yang diadakan di Sinngaraja, “ sahut Pak Dayat menjelaskan.

“Ayu Fani Damayanti, petenis legendaris Bali itu?” tanya saya memastikan.

“Ya benar, Pak Dokter !“ kata Pak Dayat meyakinkan.

Itulah awal mulanya saya mantapkan hati untuk dapat melihat kiprah sang legenda Ayu Fani Damayanti di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022, yang kebetulan untuk cabang olahraga tenis dilaksanakan di kota Singaraja.  Tempatnya di Lapangan Bhuwana Patra dan  lapangan tertutup kampus Undiksha di Desa Jineng Dalem.

Sekilas tentang Sosok Ayu Fani Damayanti bisa saya tulis sedikit. Ia mantan atlet tenis nasional beberapa dekade yang lalu. Orang tuanya dari Desa Yeh Embang, Jembrana, namun menetap di Kota Denpasar.

Sejak kecil dilatih dan diantar oleh bapaknya mengikuti turnamen tenis sampai ke luar Bali. Sering mewakili Bali dalam ajang PON, dan puncak kariernya sempat membela nama Indonesia di ajang Sea Games.

Saat ini usianya 33 tahun. Jadi bisa saya bayangkan dia memulai karier tenisnya di tingkat propinsi sejak usia belasan tahun.

Sabtu siang seusai jam kantor saya memacu kendaraan menuju Desa Jineng Dalem. Dari jadwal yang saya peroleh lewat seorang sahabat sesama penggemar tenis, hari itu bertemu tim beregu putri tenis Badung yang diperkuat Ayu Fani, melawan tim Jembrana yang diperkuat oleh anak pelatih tenis saya, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini.

Saya datang terlambat. Saat saya sampai, pertandingan sudah berakhir dengan kemenangan telak Ayu Fani 6-0, 6-0. Lengkap sudah penderitan saya siang itu, tak dapat melihat penampilan Ayu Fani dan tim yang saya dukung, yakni Jembrana yang dikalahkan oleh tim beregu putri Kabupaten Badung.

Sekadar untuk bisa melihat permainan Ayu Fani, saya terpaksa menginap di kost-an keponakan di Kaliuntu, Singaraja. Karena hari Minggu akan digelar partai final beregu putri antara tim Kabupaten Badung melawan tim tuan rumah Buleleng.

Ayu Fani bermain dalam dua laga, tunggal pertama dan laga pamungkas di ganda, partai penentuan. Di partai tunggal melawan andalan tuan rumah Desak Anggun Monika, pertandingan berlangsung seru. Pertandingan berlangsung dalam tiga set sebelum kemenangan menjadi milik Ayu Fani. Dan di partai penentuan , karena partai  kedua petenis Buleleng Komang Gina Kusuma Dewi menyudahi perlawanan wakil Badung dalam dua set langsung.

Partai terakhir berlangsung anti klimaks unuk tuan rumah. Tanpa perlawanan berarti Ayu Fani yang berpasangan dengan Sri Maryati mengalahkan dua bersaudara andalan Buleleng, Desak Monika dan Desak Cantika dalam dua set langsung.

Dari kedua laga itu saya melihat faktor pengalaman dan ketenangan bermain dari Ayu Fani khususnya, sangat berperan dalam meredam agresifitas dan kecepatan wakil Buleleng.

Dan inilah akhir dari cabang beregu tenis putri, medali emas menjadi milik tim Badung. Melengkapi raihan medali emas tim putranya yang telah diraih lebih dulu.

Tetapi kiprah Ayu Fani belum berakhir. Masih ada cabang perseorangan yang menyisakan 5 medali emas untuk diperebutkan oleh semua kontingen. Dan untuk perseorangna ini, Ayu Fani cukup tahu diri, atau karena regulasi saya kurang tahu persis.

Dia cuma turun di dua nomor, yaitu ganda putri dan ganda campuran, tanpa ikut partai tunggal. Barangkali dia ingin menghemat tenaga, setelah melihat kiprah agessif dari dua wakil Buleleng, Desak Monika dan Komang Gina di babak beregu, dan juga kembalinya permainan sang juara bertahan Anggi Dwi Hidayati wakil Jembrana.

Singkat cerita, ternyata ini adalah pilihan yang sangat masuk akal dan penuh perhitungan. Setelah melewati babak penyisihan Ayu Fani  melangkah dengan mudah untuk menuju partai final. Berpasangan dengan Sri Maryati di ganda putri dan Bagas Khrisnamurti di ganda campuarn, Ayu melaju ke partai final yang digelar di hari Rabu.

Dan sangat kebetulan sekali lawannya pun keduanya adalah wakil tuan rumah Buleleng. Pesta pembalasan yang sempurna sudah disiapkan kubu tuan rumah untuk musuh bebuyutan tim Badung. Untuk ganda putri, Ayu cs ditunggu kembali oleh lawan yang mereka kalahkan di beregu, Monika dan Cantika, dan kita tak terlalu berharap banyak pada laga ini.

Yang menjadi harapan besar Buleleng untuk menghentikan kiprah Ayu Fani adalah di partai ganda campuran, dimana Buleleng akan diwakili oleh pasangan andalan duo Komang, yaitu Komang Gina Kusuma Dewi dan jagoan Buwana Patra, putra pelatih kawakan Pak Komang Kobok yaitu Komang Suma Indrawan.

Seperti prediksi semua yang hadir, partai ganda puti menjadi ulangan laga beregu 3 hari sebelumnya. Sempat mengimbangi di awal laga, duo bersaudara Monika dan Cantika kalah dua set langsung.

Partai ganda campuran berlangsung sangat seru. Ketenangan dan pengalaman Ayu Fani dilawan kencangnya pukulan Komang Indra, dan uletnya permainan Komang Gina. Semua mata penggemar tenis yang memadati Lapangan Buwana Patra siang itu pasti terpuaskan. Laga yang sempat diundur setengah jam itu, karena hujan  tiba tiba mengguyur kota singarja, berlangsung seru.

Kejar kejaran angka terjadi. Dan setelah berlangsung selama satu setengah jam, laga dimenangi pasangan Ayu Fani dan Sri Maryati dalam dua set yang ketat, lewat perpanjangan (tie break ) 7-6, 7-6 untuk keunggulan wakil Badung.

Kontradiksi terjadi. Peluk cium di kubu Badung, dan wajah kecewa pendukung tuan rumah.

Secara total di perseorangan, tim Badung meraih 2 emas, Buleleng 2 emas dan Gianyar 1 emas di nomor ganda putra yang diwakili duet kawakan Nyoman Laba dan Primadana.

Berakhir sudah puncak kejuaraan tenis tingkat propinsi pada ajang Porprov Bali tahun 2022 ini, dan ajang berikutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Badung. Kita tunggu apakah Ayu Fani masih akan tetap turun di ajang tersebut.

Terjadi dilema di hati saya. Rasa terpuaskan melihat kiprah Ayu Fani yang selama ini hanya saya baca di koran atau dengar cerita sesama penggemar tenis  saja. Di sisi lain saya menyesali kekalahan wakil wakil generasi muda petenis putri kita, baik dari Buleleng, Jembrana maupun kabupaten lain yang tak mampu mengalahkan seniornya itu.

 Terlepas apapun motivasi Ayu Fani turun lagi di ajang sekelas Porprov ini, tak usah diperdebatkan sepanjang aturan memenuhi. Sebaiknyalah para petenis yang lebih muda bisa meniru etos kerja, cara bermain dan ketenangan yang ditunjukkan Ayu Fani sepanjang turnamen.

Akhir kata, dalam hati terkecil sebenarnya saya selalu berharap Ayu Fani bisa dikalahkan, apalagi oleh wakil Buleleng, daerah kelaahiran saya. Seandainya ada yang mengajak saya taruhan uang, pasti saya bertaruh untuk lawan Ayu Fani. Dan akhirnya saya akan pulang ke rumah di gunung dengan dompet kosong.

Syukurlah tak ada yang mengajak bertaruh.[T]

Pasangan Felisya & Bryananda Toreh Emas Pertama di Cabor Dansa untuk Buleleng
Medali Emas Motocross Buleleng Dipersembahkan oleh Gede Ferry Pratamayasa
Atlet Karate Berlian Adi Pranatha : Latihan, Kuliah Daring, Hasilnya Emas untuk Buleleng
Tags: Ayu Fani DamayantiBadungbulelengolahragaPorprov Balitenistenis lapangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

8 Ide Jualan Anak Muda yang Banyak Digandrungi

Next Post

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co