12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
November 17, 2022
in Esai
Kembalinya Ayu Fani, Macetnya Regenerasi Petenis Kita | Catatan Tenis Porprov Bali 2022

Ayu Fani Damayanti (paling kiri) | Foto: Istimewa

MINGGU SIANG ITU, di GOR Praja Raksaka Kepaon, saya bersama teman-teman anggota klub tenis Pelti Jembrana sedang berlatih tanding melawan klub lokal  yang kebanyakan adalah anggota TNI yang berdinas di kota Denpasar.

Tanpa disangka saya bertemu pelatih tenis anak-anak saya yang saya tahu putrinya adalah seorang atlet tenis tingkat kabupaten.

“Ngapain di sini, Pak Dayat, memangnya Anggik ikut latih tanding ?” tanya saya penasaran.

Pak Dayat itu teman saya yang saya ceritakan di awal. Dan Anggik adalah panggilan saya terhadap anaknya yang memang pemain tenis.

 “Nggak, Pak Dokter, saya mau nonton kejuaraan tenis di Sanur, katanya Ayu Fani ikut nanti, dia kan turun juga di tenis Porprov  yang diadakan di Sinngaraja, “ sahut Pak Dayat menjelaskan.

“Ayu Fani Damayanti, petenis legendaris Bali itu?” tanya saya memastikan.

“Ya benar, Pak Dokter !“ kata Pak Dayat meyakinkan.

Itulah awal mulanya saya mantapkan hati untuk dapat melihat kiprah sang legenda Ayu Fani Damayanti di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022, yang kebetulan untuk cabang olahraga tenis dilaksanakan di kota Singaraja.  Tempatnya di Lapangan Bhuwana Patra dan  lapangan tertutup kampus Undiksha di Desa Jineng Dalem.

Sekilas tentang Sosok Ayu Fani Damayanti bisa saya tulis sedikit. Ia mantan atlet tenis nasional beberapa dekade yang lalu. Orang tuanya dari Desa Yeh Embang, Jembrana, namun menetap di Kota Denpasar.

Sejak kecil dilatih dan diantar oleh bapaknya mengikuti turnamen tenis sampai ke luar Bali. Sering mewakili Bali dalam ajang PON, dan puncak kariernya sempat membela nama Indonesia di ajang Sea Games.

Saat ini usianya 33 tahun. Jadi bisa saya bayangkan dia memulai karier tenisnya di tingkat propinsi sejak usia belasan tahun.

Sabtu siang seusai jam kantor saya memacu kendaraan menuju Desa Jineng Dalem. Dari jadwal yang saya peroleh lewat seorang sahabat sesama penggemar tenis, hari itu bertemu tim beregu putri tenis Badung yang diperkuat Ayu Fani, melawan tim Jembrana yang diperkuat oleh anak pelatih tenis saya, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini.

Saya datang terlambat. Saat saya sampai, pertandingan sudah berakhir dengan kemenangan telak Ayu Fani 6-0, 6-0. Lengkap sudah penderitan saya siang itu, tak dapat melihat penampilan Ayu Fani dan tim yang saya dukung, yakni Jembrana yang dikalahkan oleh tim beregu putri Kabupaten Badung.

Sekadar untuk bisa melihat permainan Ayu Fani, saya terpaksa menginap di kost-an keponakan di Kaliuntu, Singaraja. Karena hari Minggu akan digelar partai final beregu putri antara tim Kabupaten Badung melawan tim tuan rumah Buleleng.

Ayu Fani bermain dalam dua laga, tunggal pertama dan laga pamungkas di ganda, partai penentuan. Di partai tunggal melawan andalan tuan rumah Desak Anggun Monika, pertandingan berlangsung seru. Pertandingan berlangsung dalam tiga set sebelum kemenangan menjadi milik Ayu Fani. Dan di partai penentuan , karena partai  kedua petenis Buleleng Komang Gina Kusuma Dewi menyudahi perlawanan wakil Badung dalam dua set langsung.

Partai terakhir berlangsung anti klimaks unuk tuan rumah. Tanpa perlawanan berarti Ayu Fani yang berpasangan dengan Sri Maryati mengalahkan dua bersaudara andalan Buleleng, Desak Monika dan Desak Cantika dalam dua set langsung.

Dari kedua laga itu saya melihat faktor pengalaman dan ketenangan bermain dari Ayu Fani khususnya, sangat berperan dalam meredam agresifitas dan kecepatan wakil Buleleng.

Dan inilah akhir dari cabang beregu tenis putri, medali emas menjadi milik tim Badung. Melengkapi raihan medali emas tim putranya yang telah diraih lebih dulu.

Tetapi kiprah Ayu Fani belum berakhir. Masih ada cabang perseorangan yang menyisakan 5 medali emas untuk diperebutkan oleh semua kontingen. Dan untuk perseorangna ini, Ayu Fani cukup tahu diri, atau karena regulasi saya kurang tahu persis.

Dia cuma turun di dua nomor, yaitu ganda putri dan ganda campuran, tanpa ikut partai tunggal. Barangkali dia ingin menghemat tenaga, setelah melihat kiprah agessif dari dua wakil Buleleng, Desak Monika dan Komang Gina di babak beregu, dan juga kembalinya permainan sang juara bertahan Anggi Dwi Hidayati wakil Jembrana.

Singkat cerita, ternyata ini adalah pilihan yang sangat masuk akal dan penuh perhitungan. Setelah melewati babak penyisihan Ayu Fani  melangkah dengan mudah untuk menuju partai final. Berpasangan dengan Sri Maryati di ganda putri dan Bagas Khrisnamurti di ganda campuarn, Ayu melaju ke partai final yang digelar di hari Rabu.

Dan sangat kebetulan sekali lawannya pun keduanya adalah wakil tuan rumah Buleleng. Pesta pembalasan yang sempurna sudah disiapkan kubu tuan rumah untuk musuh bebuyutan tim Badung. Untuk ganda putri, Ayu cs ditunggu kembali oleh lawan yang mereka kalahkan di beregu, Monika dan Cantika, dan kita tak terlalu berharap banyak pada laga ini.

Yang menjadi harapan besar Buleleng untuk menghentikan kiprah Ayu Fani adalah di partai ganda campuran, dimana Buleleng akan diwakili oleh pasangan andalan duo Komang, yaitu Komang Gina Kusuma Dewi dan jagoan Buwana Patra, putra pelatih kawakan Pak Komang Kobok yaitu Komang Suma Indrawan.

Seperti prediksi semua yang hadir, partai ganda puti menjadi ulangan laga beregu 3 hari sebelumnya. Sempat mengimbangi di awal laga, duo bersaudara Monika dan Cantika kalah dua set langsung.

Partai ganda campuran berlangsung sangat seru. Ketenangan dan pengalaman Ayu Fani dilawan kencangnya pukulan Komang Indra, dan uletnya permainan Komang Gina. Semua mata penggemar tenis yang memadati Lapangan Buwana Patra siang itu pasti terpuaskan. Laga yang sempat diundur setengah jam itu, karena hujan  tiba tiba mengguyur kota singarja, berlangsung seru.

Kejar kejaran angka terjadi. Dan setelah berlangsung selama satu setengah jam, laga dimenangi pasangan Ayu Fani dan Sri Maryati dalam dua set yang ketat, lewat perpanjangan (tie break ) 7-6, 7-6 untuk keunggulan wakil Badung.

Kontradiksi terjadi. Peluk cium di kubu Badung, dan wajah kecewa pendukung tuan rumah.

Secara total di perseorangan, tim Badung meraih 2 emas, Buleleng 2 emas dan Gianyar 1 emas di nomor ganda putra yang diwakili duet kawakan Nyoman Laba dan Primadana.

Berakhir sudah puncak kejuaraan tenis tingkat propinsi pada ajang Porprov Bali tahun 2022 ini, dan ajang berikutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Badung. Kita tunggu apakah Ayu Fani masih akan tetap turun di ajang tersebut.

Terjadi dilema di hati saya. Rasa terpuaskan melihat kiprah Ayu Fani yang selama ini hanya saya baca di koran atau dengar cerita sesama penggemar tenis  saja. Di sisi lain saya menyesali kekalahan wakil wakil generasi muda petenis putri kita, baik dari Buleleng, Jembrana maupun kabupaten lain yang tak mampu mengalahkan seniornya itu.

 Terlepas apapun motivasi Ayu Fani turun lagi di ajang sekelas Porprov ini, tak usah diperdebatkan sepanjang aturan memenuhi. Sebaiknyalah para petenis yang lebih muda bisa meniru etos kerja, cara bermain dan ketenangan yang ditunjukkan Ayu Fani sepanjang turnamen.

Akhir kata, dalam hati terkecil sebenarnya saya selalu berharap Ayu Fani bisa dikalahkan, apalagi oleh wakil Buleleng, daerah kelaahiran saya. Seandainya ada yang mengajak saya taruhan uang, pasti saya bertaruh untuk lawan Ayu Fani. Dan akhirnya saya akan pulang ke rumah di gunung dengan dompet kosong.

Syukurlah tak ada yang mengajak bertaruh.[T]

Pasangan Felisya & Bryananda Toreh Emas Pertama di Cabor Dansa untuk Buleleng
Medali Emas Motocross Buleleng Dipersembahkan oleh Gede Ferry Pratamayasa
Atlet Karate Berlian Adi Pranatha : Latihan, Kuliah Daring, Hasilnya Emas untuk Buleleng
Tags: Ayu Fani DamayantiBadungbulelengolahragaPorprov Balitenistenis lapangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

8 Ide Jualan Anak Muda yang Banyak Digandrungi

Next Post

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Film Pendek Indonesia Melanglang Buana Hingga Kolombia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co