15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis-gadis Muda Berbusana Warna Alam yang Melenggang pada Latar Rimbun Daun-daun

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 4, 2022
in Gaya
Gadis-gadis Muda Berbusana Warna Alam yang Melenggang pada Latar Rimbun Daun-daun

Gadis-gadis muda peragawati dalam acara Natural Dye Fashion Show di Rumah Intaran, Buleleng, Bali | Foto: Pagi Motley

Mereka gadis-gadis muda, rata-rata masih SMA. Betapa manis senyum mereka—senyum yang sungguh sesuai dengan busana mereka yang sejuk dan segar.

Gadis-gadis muda itu mengenakan busana dengan pewarna alam. Warna dari daun mangga, warna dari daun ketapang, atau warna dari daging daun yang lain, yang mudah ditemukan pada alam semesta ini. Sangat nyaman dipandang mata, apalagi ketika mereka berjalan pada undak tangga kayu dengan latar pohon besar dan daun-daun rimbun.

Busana yang sejuk, suasana yang sejuk, senyum-senyum yang sejuk. Sebenar-benarnya semesta seakan telah kembali menjadi milik kita seutuhnya, sebagaimana pada awalnya ia memberi kita hal-hal yang suci dan murni

Suasana yang sentimentil sekaligus romantis semacam itu memang terasa adanya di Taman Dompu, Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu sore, 2 Oktober 2022. Rumah Intaran bersama Pagi Motley saat itu mencipta pergelaran Natural Dye Fashion Show.

Rumah Intaran adalah sebuah tempat yang natural, dikelola Gede Kresna—seorang arsitek dengan wawasan luas dan jam terbang tinggi. Pagi Motley adalah brand untuk produk kain dengan pewarna alam yang sudah terkenal di mana-mana. Pagi Motley punya studio yang dikelola dengan penuh jiwa oleh Andika Putra di Desa Sembiran, Tejakula, tepatnya di  tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura.

Natural Dye Fashion Show tentu saja sebuah acara peragaan busana, tapi bukanlah peragaaan busana biasa sebagaimana kita tonton di gedung mewah dengan catwalk dan karpet menyolok mata.  Selain digelar di sebuah lokasi di antara pohon dan bangunan arsitektur unik yang dirancang Gede Kresna, suasana yang diciptakan pun saungguh santai, sebagaimana orang-orang lalu-lalang di sebuah rumah tradisional dengan halaman yang luas.

“Peragaan busana dengan suasana semacam ini memang sengaja diciptakan untuk memperkenalkan pewarna alami kepada anak-anak muda di Bali, khususnya di Bali Utara. Anak-anak itu agar tahu bahwa ada pewarna alami di Buleleng dan sudah dikenal luas juga dan diminati pangsa luar,” kata Andika Putra, bos Pagi Motley.

Natural Dye Fashion Show di Rumah Intaran Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto: Pagi Motley

Ini bukan pertamakalinya Pagi Motley memamerkan produk-produknya lewat peragaan busana. Pagi Motley sebelunnya ikut peragaan busana dalam ajang Suryasewana Festival (road to SanFest) 1-3 Juli 2022. Ikut juga pada ajang Global Modest Fashion Week G 20 di Nusa Dua Grand Hyatt yang dihadiri Sandiaga Uno.

Sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali, Andika bersama kain dengan warna yang ia rangcang juga ikut acara peragaan busana adalam acara tahunan APPMI Bali di Art Center Taman Budaya Denpasar tahun 2021. Ada juga acara Bali Jagaditha 2021 di Gedung Alaya Denpasar yang digelar BI, dan Pagi Motley tak ketinggalan untuk ikut.  

Di Gianyar, produk Pagi Motley juga diperagakan dalam acara HUT Kota Gianyar, April 2022, yang acaranya digelar di Monumen Kapten I Wayan Dipta.

Di Jakarta, Pagi Motley ikut acara ISEF 2022 di JCC Senayan. “Banyak lagi, saya lupa,” kata Andika.

Nah, setelah melanglang dari kota ke kota, dari pusat keramaian ke pusat keramaian yang lain, Andika punya ide untuk memperagakan busana warna alam itu di tempat yang memang alami. Sepakatlah ia bersama Gede Kresna untuk membuat acara di Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kubutambahan.

Sejatinya peragaan busana ini telah disusun secara matang sejak tiga bulan lalu. Lantaran berbagai hal, peragaan busana harus ditunda-tunda.  Dan, akhirnya acara itu bisa digelar bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional, 2 Oktober ini.  

“Sebenarnya acara ini diinisiasi Rumah Intaran. Pas 2 Oktober 2022 ini momennya Hari Batik, jadi kami buat pada hari ini,” katanya.

Selanjutnya Natural Dye Fashion Show ini akan jadi even dua bulanan bagi Pagi Moetly. Tempatnya nanti mungkin kembali di Rumah Intaran atau bisa juga di tempat lain.

Kaum Milenial

Kunci dari acara ini adalah alami dan kaum milenial. Untuk itulah peragawati yang memperagakan “kehidupan” kain warna alami itu adalah peragawati dari kalangan milenial.  

Para gadis milenial itu memang tampak anggun dibalut busana bernuansa biru tua dengan berbagai desain. Kombinasi warna asli kain berpadu dengan kain berpewarna alami terlihat menyatu secara utuh sehingga siapa pun pemakaianya akan tampak menyatu juga dengan alam.

Peragaan busana itu memang ditargetkan untuk generasi muda. Selain mengenalkan bahwa kain dengan warna-warna alam bisa menjadi tren di kalangan anak muda,  Pagi Motley juga bisa memberi pemahaman tentang warna-warna alam yang tak kalah mewah dengan pewarna buatan.

Peragaan busana ini dikemas secara eksklusif. Pengunjung pun diwajibkan menggunakan baju dengan pewarna alami serta melakukan reservasi. Selain digelar peragaan busana itu, juga dilakukan pameran UMKM.

Founder Rumah Intaran, Gede Kresna menyampaikan, peragaan busana dengan konsep pewarna alami itu dilakukan untuk memunculkan brand internasional baru dari lokal Bali Utara. Pewarna alami dari Pagi Motley dipilih sebagai titik fokus pendokumentasian UMKM di Bali Utara.

Daun Mangga

Gadis-gadis muda yang lenggang-lenggok dalam acara Natural Dye Fashion Show itu barangkali tak banyak yang mengetahui bahwa busana yang mereka pakai itu diwarnai dengan daun manga dan daun-daun lain yang kerap mereka jumpai di sekitar rumah.

Jika kemudian mereka menjadi tahu karena sudah memakainya dalam acara itu, tentu itulah tujuan dari acara ini. Anak-anak muda menjadi tahu tentang hubungan-hubungan antara benda yang dipakainya dengan benda-benda alam yang ada di sekitarnya.

Andika Putra (di tengah–tengah, baju putih) bersama peragawati dan pengunjung di Rumah Intaran | Foto: Pagi Motley

Andika Putra memang kerap menggunakan daun mangga sebagai bahan pewarna. Sejak menekuni dunia pencelupan tahun 2002, pewarna alami yang paling sering ia gunakan adalah daun mangga. Sebab di sekitar studionya di Desa Sembiran, banyak terdapat pohon mangga.

Daun-daun mangga itu dicacah, selanjutnya direbus untuk dijadikan pewarna alami tekstil. Setelah direbus, daun mangga ini melahirkan warna kuning.

Selain daun mangga, bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai pewarna, antara lain serabut kelapa untuk warna coklat, daun ketapang untuk warna hitam, kayu secang untuk warna merah dan untuk warga biru mengunakan pohon strobilanthes atau akrab dikenal dengan nama kecibeling.

Sebelum memulai usaha di Buleleng, Andika Putra awalnya bekerja sama dengan saudaranya mengembangkan lebih dahulu di Gianyar sejak tahun 2002. Sebagain besar bahan baku pewarna ia dapatkan dari sekitar tempat usahanya yang banyak terdapat pohon mangga, kelapa dan ketapang. 

Andika sendiri memilih memanfaatkan pewarna alami dari tanaman, selain cukup ramah lingkungan juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Produk-produk yang dihasilkan lebih diminati di Eropa, Amerika, Jepang dan kini hingga Korea.

“Saya pilih yang alami karena untuk tubuh lebih aman kalau pakaian itu dipakai. Selain itu, pangsa pasarnya untuk di luar negeri juga bagus,” katanya.

Saat ini pasarnya masih di pasar luar. Eropa, Asia. “Sekarang masuk ke korea. Sekarang ada Jepang yang baru. California ada, Amerika juga ada,” kata Andika. Bagaimana dengan pasar lokal? “Kini sudah banyak orang lokal yang tertarik,” ujar Andika. [T]

Rempah dan Hasrat Keabadian | Belajar Rempah Bersama Sugi Lanus di Rumah Intaran
Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan
Pelaba Intaran — Catatan untuk Perayaan 6 Tahun Rumah Intaran
Tags: bulelengfashionPagi MotleyRumah Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

Next Post

A Tale of An Ordinary Man

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

by tatkala
April 6, 2026
0
5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Teknologi drone telah mengubah cara kita merekam pengalaman perjalanan. Dengan menerbangkan drone, kreator dapat menangkap pegunungan, garis pantai, kota, hingga...

Read moreDetails

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
0
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka...

Read moreDetails

Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

by Wahyu Mahaputra
March 2, 2026
0
Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

SUDAH empat belas tahun Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar hadir sebagai salah satu wadah partisipasi anak di Kabupaten Gianyar, dan...

Read moreDetails

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

by Dede Putra Wiguna
February 26, 2026
0
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

MINGGU sore, 21 Februari 2026, langit Denpasar sempat berawan. Namun di Amphitheater Living World Denpasar, semangat justru menyala terang. Di...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

by Dede Putra Wiguna
February 26, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

SORAK sorai pendukung memenuhi Gedung LLDIKTI Wilayah VIII Kota Denpasar, Bali, Sabtu, 31 Januari 2026. Nama-nama finalis dipanggil satu per...

Read moreDetails

Ketika Mereka Terpilih, Amanah Disematkan –-Dari Grand Final Pemilihan Duta GenRe UPMI Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
February 25, 2026
0
Ketika Mereka Terpilih, Amanah Disematkan –-Dari Grand Final Pemilihan Duta GenRe UPMI Bali 2026

TEPUK tangan menggema panjang di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Jumat, 20 Februari 2026. Jarum jam...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Poltekkes Denpasar 2026: Menyemai Teladan, Meneguhkan Komitmen

by Dede Putra Wiguna
February 25, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Poltekkes Denpasar 2026: Menyemai Teladan, Meneguhkan Komitmen

MINGGU pagi, 15 Februari 2026, menjadi momentum penting di Auditorium Kampus A Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kala itu, Grand Final Pemilihan...

Read moreDetails
Next Post
A Tale of An Ordinary Man

A Tale of An Ordinary Man

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co