18 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis-gadis Muda Berbusana Warna Alam yang Melenggang pada Latar Rimbun Daun-daun

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 4, 2022
in Gaya
Gadis-gadis Muda Berbusana Warna Alam yang Melenggang pada Latar Rimbun Daun-daun

Gadis-gadis muda peragawati dalam acara Natural Dye Fashion Show di Rumah Intaran, Buleleng, Bali | Foto: Pagi Motley

Mereka gadis-gadis muda, rata-rata masih SMA. Betapa manis senyum mereka—senyum yang sungguh sesuai dengan busana mereka yang sejuk dan segar.

Gadis-gadis muda itu mengenakan busana dengan pewarna alam. Warna dari daun mangga, warna dari daun ketapang, atau warna dari daging daun yang lain, yang mudah ditemukan pada alam semesta ini. Sangat nyaman dipandang mata, apalagi ketika mereka berjalan pada undak tangga kayu dengan latar pohon besar dan daun-daun rimbun.

Busana yang sejuk, suasana yang sejuk, senyum-senyum yang sejuk. Sebenar-benarnya semesta seakan telah kembali menjadi milik kita seutuhnya, sebagaimana pada awalnya ia memberi kita hal-hal yang suci dan murni

Suasana yang sentimentil sekaligus romantis semacam itu memang terasa adanya di Taman Dompu, Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu sore, 2 Oktober 2022. Rumah Intaran bersama Pagi Motley saat itu mencipta pergelaran Natural Dye Fashion Show.

Rumah Intaran adalah sebuah tempat yang natural, dikelola Gede Kresna—seorang arsitek dengan wawasan luas dan jam terbang tinggi. Pagi Motley adalah brand untuk produk kain dengan pewarna alam yang sudah terkenal di mana-mana. Pagi Motley punya studio yang dikelola dengan penuh jiwa oleh Andika Putra di Desa Sembiran, Tejakula, tepatnya di  tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura.

Natural Dye Fashion Show tentu saja sebuah acara peragaan busana, tapi bukanlah peragaaan busana biasa sebagaimana kita tonton di gedung mewah dengan catwalk dan karpet menyolok mata.  Selain digelar di sebuah lokasi di antara pohon dan bangunan arsitektur unik yang dirancang Gede Kresna, suasana yang diciptakan pun saungguh santai, sebagaimana orang-orang lalu-lalang di sebuah rumah tradisional dengan halaman yang luas.

“Peragaan busana dengan suasana semacam ini memang sengaja diciptakan untuk memperkenalkan pewarna alami kepada anak-anak muda di Bali, khususnya di Bali Utara. Anak-anak itu agar tahu bahwa ada pewarna alami di Buleleng dan sudah dikenal luas juga dan diminati pangsa luar,” kata Andika Putra, bos Pagi Motley.

Natural Dye Fashion Show di Rumah Intaran Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto: Pagi Motley

Ini bukan pertamakalinya Pagi Motley memamerkan produk-produknya lewat peragaan busana. Pagi Motley sebelunnya ikut peragaan busana dalam ajang Suryasewana Festival (road to SanFest) 1-3 Juli 2022. Ikut juga pada ajang Global Modest Fashion Week G 20 di Nusa Dua Grand Hyatt yang dihadiri Sandiaga Uno.

Sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali, Andika bersama kain dengan warna yang ia rangcang juga ikut acara peragaan busana adalam acara tahunan APPMI Bali di Art Center Taman Budaya Denpasar tahun 2021. Ada juga acara Bali Jagaditha 2021 di Gedung Alaya Denpasar yang digelar BI, dan Pagi Motley tak ketinggalan untuk ikut.  

Di Gianyar, produk Pagi Motley juga diperagakan dalam acara HUT Kota Gianyar, April 2022, yang acaranya digelar di Monumen Kapten I Wayan Dipta.

Di Jakarta, Pagi Motley ikut acara ISEF 2022 di JCC Senayan. “Banyak lagi, saya lupa,” kata Andika.

Nah, setelah melanglang dari kota ke kota, dari pusat keramaian ke pusat keramaian yang lain, Andika punya ide untuk memperagakan busana warna alam itu di tempat yang memang alami. Sepakatlah ia bersama Gede Kresna untuk membuat acara di Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kubutambahan.

Sejatinya peragaan busana ini telah disusun secara matang sejak tiga bulan lalu. Lantaran berbagai hal, peragaan busana harus ditunda-tunda.  Dan, akhirnya acara itu bisa digelar bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional, 2 Oktober ini.  

“Sebenarnya acara ini diinisiasi Rumah Intaran. Pas 2 Oktober 2022 ini momennya Hari Batik, jadi kami buat pada hari ini,” katanya.

Selanjutnya Natural Dye Fashion Show ini akan jadi even dua bulanan bagi Pagi Moetly. Tempatnya nanti mungkin kembali di Rumah Intaran atau bisa juga di tempat lain.

Kaum Milenial

Kunci dari acara ini adalah alami dan kaum milenial. Untuk itulah peragawati yang memperagakan “kehidupan” kain warna alami itu adalah peragawati dari kalangan milenial.  

Para gadis milenial itu memang tampak anggun dibalut busana bernuansa biru tua dengan berbagai desain. Kombinasi warna asli kain berpadu dengan kain berpewarna alami terlihat menyatu secara utuh sehingga siapa pun pemakaianya akan tampak menyatu juga dengan alam.

Peragaan busana itu memang ditargetkan untuk generasi muda. Selain mengenalkan bahwa kain dengan warna-warna alam bisa menjadi tren di kalangan anak muda,  Pagi Motley juga bisa memberi pemahaman tentang warna-warna alam yang tak kalah mewah dengan pewarna buatan.

Peragaan busana ini dikemas secara eksklusif. Pengunjung pun diwajibkan menggunakan baju dengan pewarna alami serta melakukan reservasi. Selain digelar peragaan busana itu, juga dilakukan pameran UMKM.

Founder Rumah Intaran, Gede Kresna menyampaikan, peragaan busana dengan konsep pewarna alami itu dilakukan untuk memunculkan brand internasional baru dari lokal Bali Utara. Pewarna alami dari Pagi Motley dipilih sebagai titik fokus pendokumentasian UMKM di Bali Utara.

Daun Mangga

Gadis-gadis muda yang lenggang-lenggok dalam acara Natural Dye Fashion Show itu barangkali tak banyak yang mengetahui bahwa busana yang mereka pakai itu diwarnai dengan daun manga dan daun-daun lain yang kerap mereka jumpai di sekitar rumah.

Jika kemudian mereka menjadi tahu karena sudah memakainya dalam acara itu, tentu itulah tujuan dari acara ini. Anak-anak muda menjadi tahu tentang hubungan-hubungan antara benda yang dipakainya dengan benda-benda alam yang ada di sekitarnya.

Andika Putra (di tengah–tengah, baju putih) bersama peragawati dan pengunjung di Rumah Intaran | Foto: Pagi Motley

Andika Putra memang kerap menggunakan daun mangga sebagai bahan pewarna. Sejak menekuni dunia pencelupan tahun 2002, pewarna alami yang paling sering ia gunakan adalah daun mangga. Sebab di sekitar studionya di Desa Sembiran, banyak terdapat pohon mangga.

Daun-daun mangga itu dicacah, selanjutnya direbus untuk dijadikan pewarna alami tekstil. Setelah direbus, daun mangga ini melahirkan warna kuning.

Selain daun mangga, bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai pewarna, antara lain serabut kelapa untuk warna coklat, daun ketapang untuk warna hitam, kayu secang untuk warna merah dan untuk warga biru mengunakan pohon strobilanthes atau akrab dikenal dengan nama kecibeling.

Sebelum memulai usaha di Buleleng, Andika Putra awalnya bekerja sama dengan saudaranya mengembangkan lebih dahulu di Gianyar sejak tahun 2002. Sebagain besar bahan baku pewarna ia dapatkan dari sekitar tempat usahanya yang banyak terdapat pohon mangga, kelapa dan ketapang. 

Andika sendiri memilih memanfaatkan pewarna alami dari tanaman, selain cukup ramah lingkungan juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Produk-produk yang dihasilkan lebih diminati di Eropa, Amerika, Jepang dan kini hingga Korea.

“Saya pilih yang alami karena untuk tubuh lebih aman kalau pakaian itu dipakai. Selain itu, pangsa pasarnya untuk di luar negeri juga bagus,” katanya.

Saat ini pasarnya masih di pasar luar. Eropa, Asia. “Sekarang masuk ke korea. Sekarang ada Jepang yang baru. California ada, Amerika juga ada,” kata Andika. Bagaimana dengan pasar lokal? “Kini sudah banyak orang lokal yang tertarik,” ujar Andika. [T]

Rempah dan Hasrat Keabadian | Belajar Rempah Bersama Sugi Lanus di Rumah Intaran
Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan
Pelaba Intaran — Catatan untuk Perayaan 6 Tahun Rumah Intaran
Tags: bulelengfashionPagi MotleyRumah Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

Next Post

A Tale of An Ordinary Man

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

by tatkala
April 6, 2026
0
5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Teknologi drone telah mengubah cara kita merekam pengalaman perjalanan. Dengan menerbangkan drone, kreator dapat menangkap pegunungan, garis pantai, kota, hingga...

Read moreDetails

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
0
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka...

Read moreDetails
Next Post
A Tale of An Ordinary Man

A Tale of An Ordinary Man

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye
Ulas Buku

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

by Azwar
July 17, 2026
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia
Panggung

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia
Panggung

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif
Panggung

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co