6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 21, 2022
in Khas
Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Pesepeda berfoto di depan Pura Meduwe Karang, Kubutambahan, Buleleng

I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem akrab dipanggil Marlowe Bandem, adalah seorang muda Bali yang menggas pendirian Arsip 1928. Ia banyak menyimpan arsip-arsip pada masa kejayaan Bali sekitar tahun 1928, terutama arsip di bidang seni dan budaya.

Ia juga seorang yang gemar bersepeda. Suatu kali ia bersepeda dari Denpasar, melewati sisi timur Bali, untuk mencapai finish di Pura Meduwe Karang, di Desa Kubutambahan, Buleleng, sisi utara Bali.

Kenapa ke Pura Meduwe Karang?

Begini. Di Pura Meduwe Karang terdapat relief yang menggambarkan orang sedang bersepeda. Relief itu terkenal di kalangan peneliti, seniman seni rupa, dan pecinta sejarah serta penggemar ilmu pengetahuan. Tentu karena tidak banyak ada pura yang berisi ukiran tentang “benda-benda modern” semacam sepeda.  

Orang bersepeda yang diukir pada dinding bangunan sebuah pelinggih di Pura Meduwe Karang itu diyakini adalah W.O.J. Nieuwenkamp. Nah, siapa Nieuwenkamp?

Nama lengkapnya Wijnand Otto Jan Nieuwenkamp. Ia adalah seniman yang datang ke Bali tahun 1904 untuk melukis, membuat jurnal, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesenirupaan. Di Bali ia berkeliling naik sepeda.

Dari pusat pemerintahan kolonial di Singaraja, ia diceritakan sering mengayuh sepedanya ke arah timur, hingga ke wilayah Batur di Bangli. Ia biasanya berhenti di suatu tempat untuk melukis obyek-obyek menarik, semisal pura dan rumah. Kini lukisannya banyak tersimpan di Belanda dan jadi obyek penelitian banyak ilmuwan di Bali dan Indonesia.

Banyak yang percaya Nieuwenkamp adalah orang pertama yang datang dan memperkenalkan sepeda di Bali. Konon, ini boleh dipercaya boleh tidak, orang-orang Bali saat itu heran dan takjub. Kok ada benda dengan dua roda bisa bergerak dan tidak jatuh-jatuh?

Lalu, apa hubungannya Nieuwenkamp dengan Marlowe Bandem?

Marlowe Bandem itu penekun arsip, sehingga banyak arsip-arsip yang kemudian ia konfirmasi dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat penting yang punya kaitan dengan arsip-arsip masa lalu.

Tentang kegiatannya bersepeda itu, Marlowe Bandem pernah ngobrol bersama saya. Bahwa ia bersepeda menuju Pura Meduwe Karang, setidaknya ia ingin napak tilas jejak seniman Eropa itu, dan mencoba-coba merasakan seperti apa perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di pesisi utara Bali. Kondisi jalan dan pemandangan kiri-kanan tentu saja berbeda, tapi perasaan mungkin saja bisa sama.

Yang menarik, di sela-sela perjalanan, Marlowe kadang singgah di suatu tempat, semisal di warung, di poskamling, atau di tepi jalan yang agak lapang. Kepada orang-orang yang ditemuinya, ia selalu bertanya tentang Nieuwenkamp. Dan,t idak ada yang tahu siapa itu Nieuwenkamp.

Artinya, nama Nieuwenkamp di kalangan umum tidak banyak yang mengenalnya. Tentu karena nama itu tak pernah disebut-sebut dalam buku sejarah sekolah. Tapi, kalau menyebut kata sepeda, semua orang tahu. Bahkan belakangan, kegiatan bersepeda mulai ngetrend di kalangan masayarakat umum. Bahkan ada orang yang berlomba-lomba punya sepeda mahal, dan memamerkannya di jalan raya.  

Para pesepeda di Kota Singaraja bersepeda menempuh rute Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan, Buleleng

Nah, pada Sabtu, 17 September 2022, satu kelompok penghobi bersepeda di Kota Singaraja dan sekitarnya melakukan kegiatan bersepeda dengan mengambil rute dari Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan.

Nama acaranya Kopdar Bike 3. Artinya acara Kopi Darat untuk yang ketigakalinya. Dua kali sebelumnya penghobi sepeda ini melakukannya di seputaran Kota Singaraja.

Kopdar Bike ini ajang bertemunya para pecinta sepeda di Buleleng Bali. Saat bertemua, acaranya bukanlah pertemuan-pertemuan biasa, bukan pula sepeda-sepedaan biasa. Setidaknya sambil bersepeda mereka juga menimba ilmu di jalanan.

Acara ini digagas oleh tiga tempat nongkrong di Buleleng, yaitu Kedai Kopi Dekakiang, Dangke Cafe dan Angkringan Mula Keto.

Kenapa mereka menuju Pura Meduwe Karang? Tentu alasannya sama seperti Marlowe Bandem, ingin merasakan bagaimana perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di jalanan utara Bali. Bedanya, jika Marlowe start dari Denpasar, penghobi sepeda ini cukup dulu dari Kota Singaraja. Jaraknya jauh lebih pendek.

Kopdar Bike 3 ini mengambil start di Angkringan Mula Keto, Kubujati, Kelurahan Banyuning, Buleleng Bali, lalu meluncur ke Pura Maduwekarang. Dulu, Nieuwenkamp juga melewati jalur itu, ketika bersepeda dari pusat kota kolonial kea rah timur Buleleng.  

“Acara ini susan luar biasa sekali, jadi kita memperkenalkan kembali sejarah-sejarah yang susan tenggelam, dibangkitkan lagi. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan secara periodik lah, untuk  mengenang sejarah-sejarah di Kubutambahan dan Buleleng,” kata Kadek Sukatama.

Kadek Sukatama adalah peserta yang baru pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike ini.

Gede Arsadi, yang juga pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike, mengatakan Kopdar Bike ini dilakukan secara rutin, meski hanya sebulan sekali, dan itu bagus. Apalagi ada nilai sejarahnya.

 “Klub apa pun itu, kalau sudah tanpa event, pasti akan pasang surut animonya. Kalau ada kegiatan yang periodik seperti ini kan bagus ya. Tidak perlu besar acaranya, yang panting bisa kumpul, bisa bertemu dengan para penghobi sepeda,” kata Arsadi.

Kopdar Bike 3 ini diikuti sekitar 25 orang peseta. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Kubujati menuju Maduwekarang sekitar 20 menit dengan panjang rute 10 kilometer.

Hary Sujayanta, yang kali ini menjadi penanggungjawab Kopdar Bike 3, mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk konsistensi dalam membangun kembali semangat bersepeda yang dibalut sejarah.

“Secara umum, acara kali sama dengan acara 1 dan 2. Bedanya hanya rute dan temanya. yang kali ini kita memilih rute ketimur yang terkait dengan sejarah sepeda di Buleleng,” kata Hary.

Setelah bersepeda, apakah para pesepeda itu tahu siapa Nieuwenkamp? Tak penting juga. Setidaknya, dengan kegiatan ini, nama Nieuwenkamp sesekali disebut-sebut, dan itu awal yang selalu baik.[T][*]

Jika Hendak Melihat Masa Lalu Kota Singaraja, Kayuhlah Sepeda, Pelan Saja…
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…
Kegilaan Bersepeda dan Sampah yang Semakin Berserakan
Tags: goweskomunitas sepedaPura Meduwe KarangsepedaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Next Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun  Giat dan Tenang

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co