6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
in Ulasan
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Gegitaan Telaga Waja Sakti yang dibawakan sekaa gong wanita Kabupaten Badiung dalam PKB 2022

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Menampilkan tiga sekeha Gong Kebyar sekaligus dalam satu panggung dengan komposisi penyajian seperti sebelah utara nampak gagah dengan busana berwarna hitam para penabuh dari tim Gong Kebyar Dewasa yang diwakili oleh Sanggar Mario Bross, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung.

Di sisi tengah tepat depan gapura agung panggung Ardha Candra terlihat tim dari Gong Kebyar Anak-Anak yang diwakili oleh Sanggar Seni Dwi Kumala, Br. Ulapan 2, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang tampak ceria menggunakan busana berwarna putih dan disebelah kanan penonton nampak menawan dengan busana merah yaitu para penabuh wanita yang luar biasa dari Sanggar Nawaratna, Br Peken, Desa Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Tema besar sebagai wahana penyampaian esensi dalam pagelaran ini serupa dengan salah satu kata yang terdapat dalam Bhisama Batur Kelawasan yaitu Pasir dan Ukir, entah terinspirasi dari penggalan kalimat tersebut atau tidak namun pemilihan Pasir Ukir sebagai tema besar pagelaran Gong Kebyar duta Kabupaten Badung kali ini penulis rasa sangat tepat.

Pasir Ukir dipilah menjadi dua suku kata pasir dan ukir, pasir yang berarti laut dan ukir berarti gunung. Pengejawantahan spirit Segara Gunung sebagai sumber kemakmuran sangat tepat dengan tema besar Pesta Kesenian Bali tahun ini yaitu “Danu Kerthi” memuliakan air sumber kehidupan.

Foto: Tari kreasi toya raga yang dibawakan sekaa gong kebyar dewasa Kabupaten Badung

Kita ketahui bersama bahwa laut merupakan salah satu sumber air yang setelah mengalami proses evaporasi menjadi awan dan menurunkan air hujan yang kemudian turun dan jatuh ke bumi salah satunya digunung yang kemudian mengalir serta memberikan kehidupan bagi semua makluk baik tumbuhan, hewan, bahkan manusia itu sendiri. Aliran air dari gunung akan kembali ke laut dan akan berputar sebagai sebuah siklus kehidupan dan penghidupan.

Pemilihan tema Pasir Ukir juga menjadi sebuah cerminan keberadaan palemahan di Kabupaten Badung, dimana ujung utara terdapat gunung yang mempesona dan ujung selatan terdapat bentangan pantai yang indah. Kedua tempat tersebut menjadi destinasi wisata dunia yang secara tidak langsung menjadikan Kabupaten badung sebagai spirit energi baik dari pariwisata, ekonomi dan budaya di Bali.

Pasir Ukir terimplementasikan melalui formulasi secara terstruktur dan terkonsepkan atas dasar telaah karya-karya sebelumnya yang menjadi identitas dari pola garap karya bebadungan sehingga duta Kabupaten Badung tidak saja hanya menampilkan  sebuah sajian komposisi musik gong kebyar namun lebih pada sebuah penyajian esensi, nilai dan makna yang terdapat dari idiom Pasir Ukir sebagai respon kreatif terhadap pemuliaan air sumber kehidupan. Hal tersebut tersusun dan tergarap apik melalui pemilihan materi yang dibawakan.

***

Formulasi yang sangat tersruktur dengan mengimplementasi nilai yang terdapat dalam keberadaan Pasir Ukir sebagai sebuah siklus perjalanan air pemberi kehidupan terlihat dari materi-materi yang dibawakan seperti :

Tabuh Pat Segara Wera

Ini adalah karya I Ketut Suartajaya merupakan sebuah karya yang menggambarkan keutamaan laut dan memberi gambaran bagaimana sebuah siklus pemuaian air laut terjadi secara alami, sehingga terjadilah hujan.

Tabuh Palguna Warsa

Karya ini mengandung esensi keberadaaan Sasih Kaulu. Dalam garapan ini digambarkan suasana alam yang terjadi pada sasih tersebut yang biasanya turun hujan dengan disertai angin kencang. Tabuh ini diciptakan oleh I Wayan Berata pada tahun 1968 dan menjadi juara I tabuh kreasi pada Merdangga Uttsawa (Festival gong kebyar pada tahun 1968).

Gegitaan Telaga Waja Sakti

Gegitaan ini merupakan sebuah karya bersumber dari kearifan lokal yang mengisahkan tentang keberadaan sumber air yang muncul dari dasar tanah akibat ditancapkannya tongkat sakti oleh Ratu Ayu Sapuh Jagat, disebabkan pada zaman itu masyarakat Desa Ampilan sangat kesulitan mencari sumber mata air. Sumber air ini juga terhubung dari hulu Ampilan, dari pasang air laut serta air hujan yang tergenang menjadi satu.

Telaga Waja ini merupakan sumber pengairan di Desa Bualu Yang sebelumnya masih bernama Desa Ampilan. Keberadaan Telaga Waja tersurat dalam lontar Rasmi Sancaya yang di tulis oleh Ida Pranda Sakti Wawu Rawuh. Sumber air Telaga Waja hingga saat ini masih di muliakan dan disucikan sebagai sumber kehidupan dengan di bangunnya pura suci sebagai stana ida Ratu Mas Sapuh Jagat yang di beri nama Pura Telaga Waja Sakti.  

Foto: Tari kreasi toya raga yang dibawakan sekaa gong kebyar dewasa Kabupaten Badung

Tari kreasi toya raga

Tarian ini merupakan penggambaran tentang pentingnya air dalam diri manusia.  Keberadaan tubuh manusia yang rata-rata terdiri dari 70% air. Pada saat lahir tubuh manusia adalah 90% air, dan saat mencapai usia dewasa tubuh manusia terdiri dari 70% air. Sampai pada usia lanjut hingga mati kemungkinan tubuh manusia adalah 50% air. Oleh karena itu, air merupakan bagian penting dalam kelangsungan kehidupan manusia.

Dolanan lelakut

Dolanan yang penuh kegembiraan ini merupakan respon dari keberadaan lelakut sebagai sarana yang dipakai oleh para petani manakala padi mereka sudah menguning. Lelakut juga merupakan alat menghalau burung-burung yang hinggap pada padi mereka.

Tabuh Pepanggulan Tapak Ngalu

Ini tabuh menggambarkan tentang masyarakat di daerah Ampilan (kini disebut Kampial) yang sangat sulit mendapatkan air. Masyarakat yang hidup di daerah itu hanya mengandalkan air dari dahan pohon yang diiris. Lama-kelamaan orang-orang Ampilan itu mencoba mencari sumber air dengan berjalan menyusuri dataran yang lebih rendah.

Dalam perjalanan itu, mereka menyebut dirinya sambil “ Membual-bualan Ngalu ” yang berati perjalanan jauh menyusuri dataran rendah untuk mencari sumber air. Lama kelamaan dataran rendah itu disebut “Bualu”.

Sesampainya di sana mereka menemukan sumber air berupa sumur yang dibuat oleh kebo Iwa airnya sangat jernih. Sumur tersebut dinamakan Beji Toya Ning. Sampai saat ini Beji Toya Ning itu sangat disucikan dan sering dipakai untuk kegiatan upacara agama seperti “ngingsah”.

Tabuh Kreasi Pepanggulan Gili Manik

Tabuh ini juga terinspirasi dari kearifan lokal di Desa Blahkiuh dimana terdapat sebuah tempat yang bernama “Gili Dukuh” yang sangat dimuliakan oleh masyarakat sekitar, selain panorama alam yang indah, tempat ini juga merupakan sumber air sucinya yang digunakan untuk pengruwatan/penglukatan, dan sebagai tempat melasti pada acara piodalan di Pura Khayangan Desa setempat dengan demikian secara tidak langsung akan berdampak pada kesucian baik bhuana alit maupun bhuana agung.

Fragmentari Sundari Ciptaning

Fragmen ini mengisahkan awal dari proses terciptanya sumber air suci kehidupan didataran Buhwalu (Desa Bualu) yang bernama telaga Waja yang tetap disucikan sampai saat ini. Menurut Dewa Purana/ legenda, sumber air tersebut diciptakan oleh Ratu Ayu Mas Manik Sapuh Jagat dengan sarana tateken/tongkat sakti atas pituduh ramanda beliau yang bergelar Ratu Gede Dalem Pemutih, beliau berstana dibukit Geger.

Sampai saat ini Telaga Waja disucikan dan diyakini memiliki kekuatan gaib oleh masyarakat khususnya warga Banjar Peken atau masyarakat Yang dikenal zaman dulu dengan Sebutan Nyama Undagi Pemetang Desa.

Anglukat Agung

Terinspirasi dari Tradisi Siat Yeh yang merupakan tradisi kearifan lokal yang ada di daerah selatan kabupaten badung, tepatnya di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Tradisi Siat Yeh ini diawali dengan mendak tirta (Air Suci) di dua sumber air yang berbeda yaitu timur pesisir Pantai Suwung atau Rawa, Barat pesisir pantai Segara yang nantinya Timur dan Barat digabungkan menjadi satu sebagai pemaknaan dari dua sumber air yang di sebut dengan campuhan. Anglukat Agung juga dapat diartikan sebagai sebuah Langkah menghilangkan Kotoran Duniawi serta memberikan Energi Positif untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.

Foto: Dolanan Lelakut yang dibawakan sekaa gong kebyar anak-anak Kabupaten Badung

***

Penulis melihat materi yang disajikan dipilih dan disusun atas karya terdahulu seperti Tabuh Segara Wera dan Palguna Warsa. Kedua tabuh ini merupakan interpretasi terhadap laut sebagai salah satu sumber air yang mampu memberikan amerta (kemakmuran) jika dimuliakan dan mampu menjadi wisya (bencana)  jika disalah gunakan. Selain itu, pemilihan tabuh ini  juga sebagai sebuah apresiasi terhadap penciptanya dan penyajian tabuh ini sebagai identitas dari Kabupaten Badung. Karya-karya baru yang disajikan juga tidak kalah menarik dan terkait dengan tema serta konsep Pasir Ukir tersebut

Yang menarik perhatian penulis adalah dihadirkannya karya-karya yang bersumber dari kearifan lokal setempat khususnya yang ada di Kabupaten Badung seperti keberadaan Pura Telaga Waja Sakti berada di Desa Bualu, Kecamatan Kuta Selatan yang menginspirasi lahirnya karya Gegitaan Telaga Waja Sakti, Tabuh Pepanggulan Tapak Ngalu dan Fragmentari Sundari Ciptaning.

Kemudian sebuah tempat di Desa Blakhkiuh Kecamatan Abiansemal yaitu Gili Dukuh yang menginspirsi lahirnya Tabuh Pepanggulan Kreasi Gili Manik. Tradisi Siat Yeh yang berada di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan menyiratkan esensi mengenai tradisi budaya yang adi luhung yang memadukan permainan tradisional sambil melempar air dengan menggunakan batok kelapa yang diimbangi dengan bercanda gurau, bernyanyi, saling menghormati, menghargai, satu rasa asa kebersamaan.

Penulis rasa sangat penting untuk menggali dan mengangkat kearifan lokal setempat melalui karya seni sebagai media ungkap sehingga masyarakat mengetahui tentang keberadaan potensi yang sangat luar biasa tersebut dan penulis meyakini masih banyak potensi kearifan lokal di Kabupaten Badung yang perlu di ekplorasi dan diangkat ke masyarakat luas salah satunya melalui media karya seni

Interaksi antara penari dan penabuh sudah disuguhkan diawal penyajian tari kreasi toya raga, dimana pada bagian awal beberapa penari masuk kedalam barisan gamelan dari sekeha gong anak-anak yang berada di bagian tengah panggung.

Pada bagian selanjutnya, salah satu penari mendekati sekeha gong wanita tepatnya juru ugal yang saling berinteraksi sehingga melahirkan sebuah gambaran seorang ibu dan anaknya. Interaksi ini berlanjut pada penyajian lainnya dan puncak dari interaksi antara penari dan penabuh adalah penampilan karya Angklukat Agung dengan bagian akhir pagelaran bernyanyi bersama sambil melempar air sebagai visualisasi tradisi siat yeh. Dari interaksi tersebut maka pagelaran Gong Kebyar Duta Kabupaten Badung terlihat sangat atraktif dan komunikatif.

Spirit Laut Spirit Gunung dari Sekaa Gong Kebyar Badung di PKB 2022

Gerimis hujan ditengah perjalanan sajian duta kabupaten badung yang mengguyur panggung Ardha Candra tidak membuat para penyaji menyelesaikan pagelaran, namun duta Kabupaten Badung ini menikmati setiap tetesan air yang jatuh dari langit. Seketika penulis mengaitkan kejadian tersebut dengan pidato Menteri Dalam Negeri saat membuka Pesta Kesenian bali tahun 2022 waktu lalu yang megatakan “Kalau hujan kita anggap bahwa tuhan meminta kita untuk memuliakan air”.

Maka dapat diambil sebuah hikmah dari hujan yang turun saat pementasan duta Kabupaten Badung yaitu tentang keiklasan mempersembahkan sebuah sajian mengenai pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. [T]

Tags: Badunggong kebyarPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jembrana Tetap Setia Merawat Jegog

Next Post

Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog” | Catatan Lomba Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

by Dewa Purwita Sukahet
June 25, 2022
0
Duta Kota Denpasar “A Tribute to I Gusti Made Deblog”  | Catatan Lomba  Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2022

Dua orang dari 22 peserta lomba melukis Wayang Klasik di Kalangan Ayodya, areal Taman Werdhi Budaya Art Centre, Bali di...

Read moreDetails
Next Post
Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa

Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co