6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

tatkala by tatkala
May 31, 2022
in Khas
Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

I Nyoman Darta | Sumber: Sampul Buku "Belajar dari I Nyoman Darta"

I Nyoman Darta, kepala SMAN Bali Mandara yang bisa disebut guru legendaris itu, memasuki masa purnabakti per 31 Mei 2022. Ia meninggalkan SMAN Bali Mandara ketika sekolah itu sedang panas-panasnya dibincangkan dalam diskusi, juga pada polemik di media sosial dan media massa.

Mulai tahun ajaran 2022/2023 SMAN Bali Mandara yang dikhususkan bagi siswa miskin dengan sistem pendidikan berasrama akan diubah menjadi sekolah biasa, atau menjadi sekolah regular, sama seperti sekolah-sekolah lainnya.

Ada pro dan kontra soal perubahan status ini, tapi tulisan ini tak akan membicarakan soal pro dan kontra itu. Tulisan ini akan fokus pada sosok I Nyoman Darta, seorang guru pada namanya cukup dikenal seiring dengan terkenalnya SMAN Bali Mandara di dunia pendidikan.

Pada saat pensiun, guru-guru di SMAN Bali Mandara menuliskan kesan dan pesannya terhadap Nyoman Darta. Tulisan itu dibukukan dengan judul “Belajar dari I Nyoman Darta”. Sebanyak 27 guru menuliskan kesan mereka dalam buku itu. Dalam tulisan itu semua guru seakan menempatkan Nyoman Darta sebagai sumber inspirasi dan sebagai sumber menimba ilmu. Bukan saja ilmu dalam dunia pendidikan, melainkan juga ilmu dalam menjalankan kehidupan.

***

Cita-cita Jadi Dokter

Nyoman Darta adalah kepala sekolah dengan banyak prestasi. Tak banyak yang membantah soal itu.

Ia mendapatkan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden. Kisah kepemimpinannya sebagai kepala sekolah yang inspiratif diapresiasi dalam acara diskusi khusus dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Nyoman Darta lahir dari pasangan petani I Nyoman Rengkeg dan Ni Nyoman Nyemprog di Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan pada tanggal 20 Mei 1962.

Kehidupan masa kecilnya penuh kesederhanaan layaknya keluarga petani di desa pada masa itu. Ia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara yang kedua orang tuanya merupakan buta huruf.

Semua saudaranya tidak ada yang melanjutkan ke jenjang SMP, hanya beliau yang bersikeras untuk dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Ia menjalani masa pendidikan formal pertama di desa kelahirannya di SD Negeri 2 Tiyinggading. Semangat belajarnya telah mulai terlihat pada masa pendidikan dasar ini hingga menyelesaikan pendidikan tahun 1974 dan melanjutkan ke SMPN 1 Bajera.

Untuk dapat belajar dengan baik sewaktu SMP, ia memutuskan untuk kost di sekitar sekolah. Waktu itu, ia hanya diperkenankan membayar satu bulan saja sepanjang kost karena sudah dianggap anak olah tuan rumah. Nyoman Darta membantu apa pun pekerjaan tuan rumah seperti ke sawah.

Ketika belajar di SMPN 1 Bajera, ia  dididik oleh kepala sekolah yang sangat disiplin bernama Nyoman Dedeh. Tanpa disadari, hasil didikan ini mampu membentuk karakternya hingga sering memperoleh langganan juara dari 1, 2, 3, secara bergiliran.  

Setelah tamat SMP tahun 1977, ia sempat kebingungan dalam menentukan pilihan ke jenjang pendidikan lanjutan. Ada tiga pilihan sekolah saat itu, yakni SMA, STM, dan Sekolah Pertanian.

Ia bercita-cita menjadi dokter. Tapi ia tak tahu jenjang pendidikan mana yang harus ditempuh agar cita-citanya itu bisa dicapai.

Karena senang juga dengan ilmu ukur dan aljabar, akhirnya guru ilmu ukur yang mengarahkannya ia masuk STM. Bimbingan karier di masa ini juga dianggapnya sangat terbatas diperoleh dalam mewujudkan cita-cita ini hingga memutuskan memilih melanjutkan ke STM Negeri Denpasar.  

Bekerja atau Kuliah?

Di STM Negeri Denpasar ia memilih Jurusan Listrik dengan pola pendidikan di sana 80% praktik dan 20% teori. Kala itu, ia banyak bertugas untuk memasang instalasi listrik di rumah-rumah atau di jalan-jalan.

Akhirnya, ia menyelesaikan pendidikan di STM pada tahun 1981. Karena juga berprestasi di masa pendidikan STM, ia diterima  bekerja di Sulawesi sekaligus diterima kuliah di Politeknik Negeri Yogyakarta. Hanya saja karena tidak diizinkan olah orang tua sebagai anak laki-laki satu-satunya untuk bekerja ke Sulawesi, ia memilih ke Politeknik Negeri Yogyakarata.

Akan tetapi, ada batu sandungan untuk berkuliah di sini. Sebagai anak desa, ia tidak dibuatkan akta kelahiran oleh orang tuanya sebagai syarat administrasi kuliah di sana. Ia pun beralih kuliah ke FKIP UNUD Singaraja.

Sempat Tidur di Emper Toko

Kuliah di FKIP Unud Singaraja (sekarang bernama Undiksha) dilalui dengan penuh perjuangan. Mengawali mulai mendaftar, beliau berangkat ke Singaraja pada pagi hari untuk mencari formulir pendaftaran kuliah. Hal ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Formulir pendaftaran yang baru diterima pada sore hari karena berebut dengan para pelamar lainnya, menyebabkan dia terkatung-katung di Singaraja karena kemalaman tidak bisa pulang ke Tabanan.

Ia pun memutuskan tidur di emper toko tepatnya di perempatan pasar Singaraja sebelum ditemukan oleh teman SMP-nya. Akhirnya, dia diterima juga pada Jurusan Fisika di FKIP Unud Singaraja. Semangat belajarnya semasa kuliah ini tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan raihan IP-nya di akhir studi kuliah pada tahun 1986 yang tergolong tinggi.

Selanjutnya, awal kariernya sebagai guru dimulai tahun 1988, setelah dua kali gagal mencoba peruntungan melamar menjadi dosen. Ia diangkat pertama kali sebagai guru di SMA Saraswati Seririt.

Kepala Sekolah Saat Muda

Baru dua tahun menjadi guru, ia sudah diberikan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik. Raihan beberapa prestasi dalam bidang komputer ketika itu, mengantarkannya pada kesempatan Tes Calon Kepala Sekolah di Mataram dan lulus tahun 1994. Namun, karena usianya amat muda sehingga ia belum dipercaya memimpin sebuah sekolah.

Sampai pada tahun 1998 baru diberikan kesempatan menjadi Kepala Sekolah di SMAN 1 Sawan di usia 36 tahun. Kepemimpinannya masih diragukan kala itu karena umumnya para kepala sekolah sudah berusia rata-rata jauh lebih tua dan dianggap matang.

Kesempatan memulai karier sebagai kepala sekolah SMAN 1 Sawan tidak disia-siakannya. Yang dia tunjukkan adalah dedikasi, keuletan, kompetensi, dan kepemimpinan yang sepenuh hati hingga dapat diterima dan mampu memajukan sekolah ini.

Tahun 2001 ia dipindahkan ke SMA Negeri 1 Seririt. Di sekolah ini ia anggap sebagai sekolah dengan input yang agak keras. Keras yang dimaksud adalah sekolah banyak input siswanya berasal dari wilayah yang sering ada gesekan antar desa.

Kemampuan memimpinnya pun diuji. Hal ini ia siasati dengan memilih para wakasek dari desa yang berbeda dengan tujuan dapat meredam konflik jika terjadi gesekan yang melibatkan siswa. Di sekolah ini pun dia bisa dikatakan berhasil memajukan sekolah dengan beberapa capaian prestasi tingkat nasional.

Pada tahun 2004 ia dipindahkan lagi ke SMA Negeri 1 Singaraja, sebuah sekolah favorit di Kabupaten Buleleng. Di sekolah ini, banyak prestasi yang telah diraihnya, termasuk para siswanya. Dengan input yang dianggap baik karena melalui proses seleksi akademik, program “Sapu Bersih” yang dia canangkan untuk menyapu bersih podium setiap kejuaraan dan perlombaan tergolong sukses. Hal ini ia canangkan karena sekolah dengan input yang baik tentunya perlu ditargetkan lebih tinggi dengan target raihan juara di berbagai ajang.

Menjadi Kepala SMAN Bali Mandara

Tahun 2011 atas bujukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali ketika itu, ia menyanggupi pindah ke SMA Negeri Bali Mandara. Sebuah sekolah yang jauh dari perkotaaan yang khusus menerima siswa miskin di Bali. Ia menyanggupinya karena merasa kapan lagi dapat melayani siswa miskin kalau tidak dimulai sekarang.

Karena sekolah berasrama, tantangan di sekolah ini dibilang cukup berat karena tanggung jawabnya dua, yaitu: nyawa dan mutu. Tanggung jawab nyawa yang dimaksud adalah siswa yang tinggal di asrama dititipkan oleh orang tuanya untuk dijaga sehingga identik dengan menitipkan nyawa anak mereka.

Di sekolah ini, walaupun sekolah baru, dia mampu menjalankan roda kepemimpinannya hingga akhirnya sekolah mampu bergerak lebih cepat dan bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Prestasi siswanya juga sangat baik. Walaupun menerima siswa dengan keterbatasan ekonomi, mampu diantarkan hingga meraih prestasi yang terbilang banyak di berbagai tingkat, termasuk tingkat internasional.

Inilah sekolah terakhir yang dipimpinnya hingga akhirnya pensiun pada 31 Mei 2022. Meski sudah pension, namanya tetap akan dikenang seiring dengan dikenangnya keberadaan SMAN Bali Mandara sampai bertahun-tahun kemudian. [T][Adnyana Ole]

  • Dikutip dan diolah dari buku “Belajar dari I Nyoman Darta”

______

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Tags: PendidikanSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BELAJAR DARI DESA PEDAWA: RATU SURAT-MELAYU & RATU NGURAH MELAYU

Next Post

Sistem Persekolahan Bali Mandara: Pembasmi Kemiskinan Absolut | Tinjauan Ekonomi Politik

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Kawasan Wisata Mandalika, Kawasan “Beyond” Bali

Sistem Persekolahan Bali Mandara: Pembasmi Kemiskinan Absolut | Tinjauan Ekonomi Politik

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co