6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Memoar | Tutorial Aplikasi “Pengerusan” ala Seniman Kamasan

Vincent Chandra by Vincent Chandra
April 12, 2022
in Esai
Gurat Memoar | Tutorial Aplikasi “Pengerusan” ala Seniman Kamasan

teknologi sederhana untuk menggerus yang umum dipakai oleh sangging-sangging kamasan.

Teman-teman di Gurat Institute sedang mengerjakan sebuah penelitian terkait dengan pengetahuan warna di Bali. Karena itu sejak minggu pertama di bulan November 2021 lalu, bersama mereka saya sering pulang-pergi ke Banjar Sangging di Kamasan, Klungkung, dan sekitarannya.

Tujuannya bukan untuk menikmati mie koples, kerupuk be, serombotan dan rujak bir yang terkenal di sana. Kalau pun itu jadi tujuan, katakanlah itu hanya tujuan kedua kami. Tujuan utamanya adalah untuk menyusuri data-data di Kamasan, lewat senimannya, tokoh-tokoh, maupun masyarakatnya.

Per Januari 2022 kami masih sering bolak-balik ke Klungkung, lebih sering lagi mampir ke studionya I Made Sesangka, pelukis asal Banjar Sangging Kamasan yang juga merupakan murid sekaligus menantu dari maestro I Nyoman Mandra. Lewat mengikuti proses berkarya Pak Dek (panggilan saya padanya), kami mencoba mengenali seni lukis Kamasan secara lebih dekat dan mencoba memahami pengetahuan-pengetahuan yang ada dibaliknya.

Gurat Memoar | Ida Bagus Sena, Pelukis yang Mengaku Bodoh, yang Memetik Pelajaran dari Mana-mana

Tulisan pendek ini adalah catatan atas pengamatan proses tersebut.

Catatan ini coba membahas dua kedatangan kami ke Kamasan, yakni Minggu 7 November 2021 dan Jumat tanggal 28 Januari 2022 dimana kami berkesempatan untuk mengamati proses ngerus yang merupakan salah satu tahap penting dalam pembuatan lukisan Kamasan.

Ngerus dalam bahasa Bali berarti menggosok, dalam lukis Kamasan ngerus berarti menghaluskan dan melicinkan permukaan kain kanvas menggunakan panas dari gesekan cangkang kerang bulih/ kerang kuwuk bermotif tutul (latin: Cypraea Tigris).

Tahap ngerus dalam lukis Kamasan biasanya dilakukan dua kali, yang pertama ‘ngerus bubuan’untuk menyiapkan kain sebelum disket atau ngreke. Sementara yang kedua, ‘ngerus warnaan’ setelah warna-warna selesai dipasang agar siap untuk dicawi.

Masing-masing proses ngerus itu dipraktekkan oleh I Wayan Suardita (produsen kanvas Kamasan) di dalam ruang dapur rumah yang juga difungsikan menjadi tempat menggerus kain, satunya lagi oleh Pak Dek Sesangka dengan menggunakan alat pengerusan yang ada di Sanggar Wasundari—sanggar lukis Kamasan yang dibangun oleh Nyoman Mandra dan kini dikelola oleh Pak Dek dan Istrinya, Ni Wayan Sri Wedari.

Foto: Teknologi sederhana untuk menggerus yang umum dipakai oleh sangging-sangging di Kamasan, Klungkung, Bali.

Apa yang terlihat dalam foto-foto di atas adalah teknologi sederhana untuk menggerus yang umum dipakai oleh sangging-sangging kamasan. Karena difungsikan untuk menggerus maka teknologi ini dinamai pengerusan.

Menurut penuturan Pak Dek, pengerusan ini dulu hampir dapat ditemui di tiap rumah sangging atau seniman Kamasan, namun hari-hari ini pengerusan maupun aktivitas mengerus itu hanya dapat ditemui di beberapa rumah yang masih memproduksi kanvas Kamasan, serta studio-studio seniman Kamasan yang mempunyai kebutuhan memberikan workshop atau pelatihan kepada orang-orang yang datang ke mereka untuk belajar melukis dengan stil Kamasan.

Bosan… Bosan… Bosan… Kami Mulai Bosan – [Pameran Virtual Seni Rupa: Tidak Menyinggung Corona]

Keluarga I Wayan Suardita dan Sanggar Wasundari adalah beberapa diantaranya yang masih menyediakan fasilitas pengerusandan biasanya sering dipinjam oleh para seniman Kamasan untuk menggerus lukisan.

Antara alat pengerus yang dipakai oleh I Wayan Suardita dan Pak Dek Sesangka, kita bisa melihat ada perbedaan pada bentuk pementalan (bambu untuk menekan kerang ke kain) yang dipakai. Apabila pementalan di Sanggar Suwandari hanya memanfaatkan satu bilah bambu, pementalan di dapur I Wayan Suardita dibuat dari dua bilah bambu yang diikat kencang dengan tali yang hampir menutupi seluruh bilah. Dibuat demikian mungkin menyesuaikan dengan fungsinya, karena pengerusan milik keluarga I Wayan Suardita biasanya hanya dipakai untuk menggerus kain kanvas yang baru selesai diberi tepung beras atau mubuhin.

Pengerusan ini juga digosok maju-mundur menggunakan dua tangan, sehingga terkesan menghasilkan kekuatan gosokan yang lebih kuat. Berbeda dengan teknik mengerus yang dipraktikkan oleh Pak Dek Sesangka, yakni menggunakan satu tangan dan tampak tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga untuk menekan kerang ke kain.

Foto: Kami dari Gurat Institute di Banjar Sangging di Kamasan, Klungkung

Menurut Pak Dek pula, untuk menggerus lukisan-lukisan Kamasan yang berukuran kecil jarang dipergunakan pengerusan dengan pementalan, artinya yang diandalkan hanya cangkang kerang bulih dan tangan tukang gerusnya itu sendiri. Menurutnya hal tersebut untuk meminimalisir tekanan gesekan yang terlalu keras yang berisiko merusak kain.

Berdasarkan pengamatan atas dua proses ngerusyang diperlihatkan oleh I Wayan Suardita dan Pak Dek, maka komponen-komponen pembentuk alat pengerusan beserta fungsinya coba saya urai menjadi beberapa bagian, antara lain:

  1. Lambang (tiang bagian atas), fungsi utamanya sebagai penopang atau tempat memasang pementalan.
  2. Pementalan, satu paket komponen yang terdiri dari sebuah balok kayu yang pada bagian tengahnya dibuat sedikit berongga untuk tempat memasang bilah bambu sehingga menghasilkan tekanan kepada kerang bulih. Panjang pementelan menyesuaikan antara tinggi lambang, alas papan, dan tebal kerang bulih agar menghasilkan daya tekan dan gosok yang kuat.
  3. Kerang bulih, kerang yang dipakai untuk menggerus biasanya memiliki cangkang licin seperti jenis kerang kuwuk atau Cypraea Tigris.
  4. Papan, papan tebal yang permukaannya rata sebagai alas tempat membentang kain, biasanya papan berukuran memanjang mengingat arah gosokan dengan pengerusan ini dominan hanya maju-mundur.

Cara mengaplikasikan pengerusan ini sederhana. Selain syarat utamanya harus menggunakan kerang bulih, kunci untuk menyukseskan proses pengerusan ini juga terletak pada kain kanvasnya sendiri. Agar kain dinyatakan siap digerus maka kain harus dijemur terlebih dahulu untuk memastikan kain dan warna (pada tahap ngerus warnaan) telah benar-benar kering.

Biasanya jika tidak (cukup) dijemur dan langsung digerus, warna akan terangkat dan belobor, merusak bagian-bagian pada lukisan. Setelah dijemur, kain yang masih dalam keadaan hangat langsung dibentang diatas alas papan tebal, kemudian cangkang kerang yang telah dihubungkan ke bambu pementalan ditaruh diatas kain kanvas, selanjutnya cangkang digosokkan secara maju-mundur.

Kuta, Kita, Kini | Pameran Seni Rupa Kelompok Artheist

Tahap ngerus dalam lukis Kamasan sendiri biasanya terjadi sebanyak dua kali, ngerus pertama yakni pada tahap setelah mubuhin-sebelum ngreke disebut ‘ngerus bubuan’ berfungsi untuk membuat pori-pori kain terbuka agar warna dapat terserap dengan baik.

Sementara proses ngerus yang kedua pada tahap setelah ngewarnin disebut ‘ngerus warnaan’ berfungsi untuk melekatkan, merapatkan dan mengencangkan warna pada kain kanvas. Proses ngerus juga berfungsi untuk mempermudah pelukis ketika akan melanjutkan beberapa tahapan akhir seperti nyawi (kontur), nyocain (memberi warna merah pada bagian permata), dan meletik (memberi warna putih/highlight pada bagian gigi, kuku, ornamen).

Bagaimana untuk mengetahui dan mengukur hasil gerusan? Menurut Pak Dek Sesangka kita cukup menggunakan tangan untuk meraba tekstur kanvas apabila dirasa permukaan kain telah rata dan licin maka menandakan jalannya ujung kuas tidak akan tersangkut-sangkut. Selain meraba kanvas, biasanya permukaan kain yang sudah cukup digerus akan terlihat lebih mengkilap daripada yang belum digerus.

Semula kegiatan menggerus ini terlihat mudah dipraktikkan, namun setelah teman-teman di Gurat Institute sendiri mencoba mempraktikkan ngerus ini sepulang dari Kamasan barulah kami memahami betapa banyak usaha mulai tenaga dan fokus yang harus disiapkan oleh para sangging maupun para ‘tukang gerus’ pada tahapan ngerus ini.

Catatan singkat ini ingin mengapresiasi hal tersebut, terutama keluarga I Wayan Suardita di Banjar Sangging yang sampai saat ini masih melanggengkan pengetahuan membuat kanvas kamasan hingga mengerus ini secara turun temurun. [T]

Batubulan, Februari 2022

Tags: Desa KamasanGurat InstituteKlungkunglukisan kamasanSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karangan Bunga dari Pembajak Buku

Next Post

Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Vincent Chandra

Vincent Chandra

lahir dan besar di Medan, menempuh pendidikan S1 di Undiksha, Singaraja. Senang menggambar, melukis, menulis, dan terus ingin belajar hal-hal baru.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co