6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia

Dian Suryantini by Dian Suryantini
February 12, 2022
in Persona
Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia

Gol A Gong menunjukkan novel Balada Si Roy cetakan kedua tahun 1991 yang dikoleksi di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali

Nama Gol A Gong adalah salah satu dari sekian banyak nama yang menginspirasi setiap generasi di Indonesia. Ia dikenal sebagai novelis sejak tahun 1980-an, atlet badminton yang juara, membangun Rumah Dunia, lalu menjadi Duta Baca.

Sebagai Duta Baca Indonesia, ia sempat melakukan Safari Literasi di kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, selama tiga hari, 10-12 Februari 2022. Ia memberi pelatihan menulis bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Undiksha Singaraja, dan sempat berkunjung ke sejumlah perpustakaan yang dikelola sejumlah lembaga di Bali Utara.

Gol A Gong bersama anak-anak Komunitas Mahima, Singaraja, Bali

Di sela-sela kegiatan itu ia sempat ngobrol dengan santai di Rumah Belajar Komunitas Mahima yang digawangi Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Piscayanti. Selain mendengar cerita tentang proses literasi di Komunitas Mahima, Gol A Gong banyak bercerita tentang proses kreatifnya selama ia menjadi penulis, membangun gerakan literasi dan menjadi Duta Baca.  

Masa Kecil

Gol A Gong merupakan nama pena dari Heri Hendrayana Harris. Rambut dibelah tengah, berjalan santai dengan syal selalu tergantung di lehernya merupaka ciri khas lelaki kelahiran Purwakarta ini.

Semasa hidupnya, ia sangat cinta dengan badminton. Sampai suau hari ia mengalami musibah. Ia terjatuh dari pohon saat kelas IV SD. Kala itu ia masih berusia 11 tahun. Akibat jatuh dari pohon, tangan kiri Gol A Gong patah. Dokter terpaksa melakukan amputasi.

Ia pun menghabiskan waktunya dengan membaca, berolahraga serta mendengarkan dongeng. Semua itu adalah amanah dari sang ayah agar ia tidak minder. Setiap pagi ia mengikuti ayahnya yang naik vespa. Tapi dengan berlari mengikutinya. Tidak turut naik vespa.

Begitu setiap pagi aktivitasnya. Suatu ketika ayahnya juga memberinya raket. Maka main badmintonlah ia hingga fasih. Keterbatasan fisiknya tidak menjadi masalah. Asal ada niat, semuanya akan berjalan. Ia juga tekun membaca dan mendengar. Setiap ada waktu luang ia kerap memaba buku. Entah koran atau bahan bacaan lainnya. Lalu setiap malam ia mendengarkan dongeng. Dari sana ia belajar mendengar nada-nada, artikulai baca serta penekanan dalam pengucapan sebuah naskah.

Waktu bergulir dengan cepat. Gol A Gong akhirnya kelas 6 SD. Di masa-masa itu anak seusianya mungkin tengah sibuk bertumbuh dan menyiapkan diri untuk menghadapi dunia remaja. Namun beda halnya dengan Gol A Gong. Ia sibuk menulis. Sampai akhirnya ia berhasil mebuat naskah sandiwara radio. Hebat betul.

Masa Remaja

Begitu masuk SMP, Gol A Gong mulai menekuni kembali dunia olahraga. Namun sejatinya ia tidak pernah melupakan olahraga. Badminton adalah kecintaannya. Saat pertandingan, ia berhasil menyabet juara dua. Lawannya bukan difabel. Orang normal. Punya dua tangan yang utuh. Tapi Gol A Gong bertanding dengan sungguh menggunakan satu tangan. Luar biasa.

Serasa bergiliran, ketika memasuki masa SMA jiwa literasinya lebih kuat. Ia getol menulis. Novel maupun puisi. Puisi yang ia tulis dimuat dalam majalah HAI kala itu. Pun demikian ia tak meninggalkan dunia olahraga. Ia tetap serius terhadap badminton. Ia lantas menyabet juara kedua. Ia tak pernah menang melawan orang yang normal. Tapi jika diadu dengan atlet difabel lainnya, ia yakin ia mampu.

Semangatnya untuk belajar membuat ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran. Selama kuliah ia terus berproses. Keterbatasan fisik tak lantas menjadi halangan bagi dirinya untuk menekuni hobi. Akan tetapi atlet adalah yang utama. Hobi membaca selalu dilakukan disela-sela waktu luang.

Gol A Gong saat ngobrol di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali

Gol A Gong kembali meraih jawara pada ajang Pekan Olahraga Penyandang Cacat (Porpenca) tahun 1986. Tiga emas kategori single, double dan beregu ia bawa pulang. Selanjutnya ia dipercaya mewakili mewakili Indonesia dalam FESPIC Games yang kini disebut Asean ParaGame tahun 1989 di Jepang.

Ia sempat bercita-cita menjadi pelatih atlet difabel. Namun ia berubah pikiran menengok nasib atlet yang banyak tak terurus. “Saat itu saya bercita-cita jadi pelatih. Tapi saya mikir lagi, orang yang normal aja masih belum terurus dengan baik, apalagi yang cacat,” selorohnya.

Lantaran menjadi pelatih tak terwujud, ia kemudian melamar di Kompas Gramedia. Ia lolos menjadi wartawan. Di sela-sela kegiatannya menjadi wartawan, ia menulis. Salah satu tulisannya adalah serial petualangan dirinya yang berjudul Balada Si Roy, yang kemudian dimuat di Majalah HAI. Selama dua tahun bergabung, ia berkontribusi mengirimkan tulisan dari luar negeri. Ia berkeliling Asia.

Pada tahun 1993, Gol A Gong diterima di ANTV. Kemudian pada tahun 1995 ia berpindah ke Indosiar. Begitulah jejaknya dari satu stasiun TV ke stasiun TV lainnya hingga ia bercokol di RCTI dari tahun 1996 sampai 2008. Di tenagh kesibukannya di stasiun TV, ia tetap menulis. Satu novel pun lahir. Judulnya Balada Si Roy. Novel tersebut kemudian diadopsi ke dalam naskah film. Dalam waktu dekat film itu pun akan dirilis. Kabarnya saat Lebaran 2022 mendatang.

Gol A Gong saat ngobrol di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali

Keseriusan Gol A Gong dalam dunia literasi tersebut membuatnya mendedikasikan diri membuat komunitas Rumah Dunia. Komunitas Rumah Dunia pun ia buka untuk mewadahi masyarakat yang ingin belajar literasi. Berbagai kegiatan literasi juga ia lakukan lewat komunitas tersebut hingga ia ditunjuk sebagai ketua forum Taman Bacaan Masyarakat tahun 2010-2015. Seiring berjalannya waktu, Gol A Gong juga ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia meneruskan kiprah Najwa Sihab.

Yang cukup unik, nama pena yang digunakan adalah Gol A Gong. Nama tersebut menurutnya terinspirasi dari orang tuanya. Gol artinya berhasil. A adalah Tuhan (Allah) dan Gong adalah suara (kesuksesan) yang menggema. Maka nama itu memiliki filosofi, semua kesuksesan berasal dari Tuhan. [T]

Tags: Duta BacaGol A GongLiterasinovelsastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Next Post

Pertandingan Muay Thai, “Summer Fights”, di Bali – Ini Cabang Martial Art

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Pertandingan Muay Thai, “Summer Fights”, di Bali – Ini Cabang Martial Art

Pertandingan Muay Thai, “Summer Fights”, di Bali – Ini Cabang Martial Art

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co