13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Mistis Dalam “Antologi Ling” Karya I Komang Alit Juliartha

Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern by Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern
January 6, 2022
in Esai
Kisah Mistis Dalam “Antologi Ling” Karya I Komang Alit Juliartha

Oleh: I Gede Mardi Yasa

Karya sastra Bali modern merupakan sebuah karya sastra yang dijadikan sebagai refleksi dan tuntunan dalam kehidupan sosial bermasyarakat kadang kala banyak juga terdapat berbagai presfektif dari masing-masing pembaca untuk mengetahui serta menggali berbagai latar belakang serta nilaia yang ada di dalam setiap karya sastra. Penggalian latar belakang dan nilai dalam karya sastra tergantung dari pembaca yang secara bebas memberikan berbagai ulasan tanpa meninggalkan sebuah hak cipta yang menjadi dasarnya dalam memberikan ulasan karya sastra. Dewasa ini sudah banyak masyarakat yeng melirik keberadaan sastra dipakai sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan keseharian dan tata laku ritual dan ritus pemujaan di Bali.

Sastra Bali modern yang terdiri dari Puisi, Cerpen, dan novel merupakan sebuah karya dari pengarang yang kaya akan makna dan tata laku pengaerang dalam bermain kata dan melakokan sebuah drama dengan menggunakan tokoh-tokoh sebagai pelaku drama dalam sastra. Di setiap karya sastra pengarang menggunakan dirinya namun dengan dalam permain tokoh tersebut pengarang memasukan nama-nam tokoh sebagai tokoh drama dalam karya sastra. Tetapi, yang selama ini jarang tersentuh adalah hal di luar naluri dalam artian kisah mistis dalam setiap karya sastra.

Walaupun itu sukar di bicarakan namun setidaknya dapat mengetahui bahwa dalam karya sastra tidak hanya terdapat struktural, simbol. Dan hal-hal yang sering dikaji oleh kalangan umum. Setiap karya satra itulah yang lumayan gampang di kaji dan di analisis yang dapat mempermudah orang-orang untuk mendalaminya. Namun, disisi yang lain yakni mistis dan paribahasa (basita paribasa) hanya sedikit berani mengkaji hal tersebut dikarenakan menggukan naluri dan berpedoman kepada teks sebagai dasar untuk mengetahui hal tersebut.

Antologi Ling karya I Komang Alit Juliartha yang terbit pada tahun 2019 menghisakan berbagai hal mistis yang disuratkan oleh pengarang yang menjadikan hal menarik dalam suatu karya tanpa meninggalkan ke-Bali-an dalam karya sastra Bali modern. Hal mistis yang dituturkan dalam Antologi Ling dari berbagai sudut pandang yang dapat menambah kesan mistirius dalam suatau karya sastra. Keteguhan dari pengarang yang dapat menjadikan landasan dalam menganalisa hal mistis dalam Antologi ling. Disamping menganalisa hal mistis ada kalanya menganalisa basita paribasa. Setiap karya sastra basita paribasa menjadi pelengkap dalam karya sastra seperti pepatah mengatakan “bagaikan sayur tanpa garam” jika dilihat dari kutipan tersebut bahwa basuta paribasa menjadi penting karena menjadi sebuah pemanis dan permainan rasa melalui basita paribasa.

Perbaduan antar gaya bahasa digunakan dalam Antologi ling menjadi menarik untuk ditelisik lebih dalam dan dari berbagai sudut pandang dari pembaca. Kelugas dari pengarang dalam menyampaikan gaya bahasa dalam Antologi ling menjadikan sebuah ke khasan dari pengarang terhadap alaur serta mendapat sebuah nilai plus dalam cerpen. Tetapi, yang menjadikan menarik adalah perbaduan antar kisah mistik dan gaya bahasa menjadikan Antalogi ling semakin menarik untuk di baca serta dikaji sampai kedalamanya dari berbagai presfektif tergantung dari pembacanya.

Kisah Mistik dalam Antologi Ling

Kisa mistik di Bali memang kental akan hal tersebut karena di Bali pada khusunya hal tersebut tidak dipisahkan karena hal tersebut merupakan sebuah dualitas yang berbeda akan tetapi itu sebuah satu kesatuan yang utuh. Hidup berdampingan dengan mahluk yang abstrak sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian masayarakat bahkan sering di pakai bahan candaan untuk memperkuat serta mepertajam insting lawan bicara. Tetapi, yang menariknya bahwa dalam Antologi Ling mengisahkan berbagai hal mistik.

Antologi Ling menjadi sebuah kumpulan cerpen yang mengisahkan betapa tragisnya sebuah dilema percintaan yang sampai ke garis mistik dan diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat lugas tanpa berbelit-belit. Pengarang mencerita hal mistik karena dalam antologi ini menceritakan bahwa betapa kejamnya seorang laki-laki maupun perempuan yang melakuakn sebuah percintaan dan kehidupan sosial yang sampai mengarah kedalam dunia mistik. Walaupun dunia mistik sangat sulit untuk dibicarakan karena itu merupakan sebuah dunia niskala yang tidak tampat secara kasat mata.

Antologi Ling merupakan cerpen dengan gaya bahasa yang kekinian dan menapilkan sebuah kisah mistik yang patut dicari kebenarannya secara perlahan. Tetapi, dalam pembacaan saya, menemukan beberapa kisah mistik yang digambarkan oleh pengarang dalam kisah cinta maupun kehidupan soalial masyarakat. Dalam Antologi Ling terdapat beberapa kisah mistik yang digambarkan oleh pengarang sehingga dapat dijadiakan sebagai naluri pengarang dalam menyampaikan pesan bahwa dalam kehidupan keseharian kita tidak terlepas dari adanya sebuah dunia mistik sebagai pedamping hidup.

Pertama, cerpen Ling sebagai pembuka dalam Antologi Ling yang mengisahkan dilema menatu dan mertua yang sampai pada ujung kesedihan dan kematian. Ketika sang mayat di bawa ke Kuburan malanya terdengan adanya sebuah suara yang memanggil anaknya yang menyebabkan anaknya terbangut dan mengingkan ibunya kembali ke sampingnya.

Kedua, cerpen Umah sangat tragis dari cerpen Ling dalam cerpen Umah bahwa tokoh utama menjalin asmara dengan wong samar (mahluk abstrak) yang sampai berbulan-bulan tidak pula sampai di cari dengan menggunakan sebuah tradisi kuno yakni dengan gambelan Bali sehingga mahluk abstrak tersebut dapat melepaskan Bli Nyoman.

Ketiga, bahwa dalam cerpen Sekolah juga diceritakan bahwa dalam lingkungan sekolah terdapat seorang siswa yang berteman dan digangu oleh mahluk abstrak yang dapat menjadikan kegaduhan satu sekolah yang dapat membawa aura yang mistik kepada teman sekolahnya. Sihingga hal tersebut menjadi sebuah keharusan dan kehati-hati dalam dunia sekolah harus siap dengan resiko yang terjadi.

Keempat, kisah mistik juga di tampilkan dalam cerpen Kekupu Putih yang diceritan bahwa terjadi sebuah kebakaran dalam kos’an Putu Supawan yang dapat mengakibatkan terbakarnya Karmilawati yang sedang mengandung anak dari Putu Supawan. Karena belu siap untuk menjadi seorang orang tua sehingga Putu Supawan mengambil jalan terakhir yakni membakar kos’annya yang menyebakan terjadi sebuah kebakarsan yang sangat besar sehingga terjadi sebuah mistik yakni terbanya sebuah kupu-kupu berwarna putih.

Dari keempat kisah yang ditampilakan oleh pengarang bahwa kebanyakan di latar belakangi oleh adanya sebuah prolematika persenoal yang dapat mengakibatkan terjadi sebuah dilema dalam pembacaan. Yeng menjadi problematika adalah latar belakan sebuah cerita dalam keseharian yang diceritakan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan cerita yang ditampilkan oleh pengarang terutama kisah mistik bahwa dalam perbedaan pandangan yang dapat menjadikan kisah tragis dan berujung mistik.

Mistik dalam keemoat cerepn itu sangat menarik untuk di telisik lebih jauh lagi dengan memadukan teks yang sangat akurat terkait sumber hal tersebut. Karena dalam kisa mistik sangatlah penting untuk diketahui karena mistik selau berdampingan dengan dunia mistik. Selain mistik, dalam kisah mistik tersebut bahwa terdapat pesan yang sangat penting untuk dikaji lebiah dalam. tetapi, dalam menelisik pesan dalam kisah mistik perlu adanya sebuah perenungan dan pembacaan yang dalam terhadap cerpen tersebut.

Dilema dalam dalam Kisah Mistik

Dalam keempat kisah mistik di atas bahwa yang menjadi dilema adalah kebanyakan dilatar belakangi oleh sebuah dilema baik dalam keluar dan percintaan. Kisah mistik perlu adanya sebuah pengkajian yang lebih jauh agar mengetahui sebuah dilematika degradasi moral. Bahwa degradasi moral merupakan sebuah penurunan atau menurunkan sebuah moralitas atau prilaku generasi muda terhadap perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini.

Dalam kisah mistik diatas bahwa yang paling penting untuk di lihat dilemanya adalah kisah mistik kedua dan ketiga. Karena kedua kisah mistik tersebut berkaitan dengan kisah percintaan yang dapat menjadi sebuah dilema dalam keseharian dan percintaan. Bahwa di era sekarang banyak terjadi sebuah kasus degradasi moral yang berjung sebuah kisah tragis dan dapat dilihat dari kasus-ksus yang terjadi di penghujungan tahun 2021 saat ini.

Kemabali lagi pada sebuah dilema degradasi moral dalam kisah mistik bahwa adanaya sebuah menurunyan moralitas seorang laki-laki yang membakar pacaranya yang tengah hamil dan mengandung anaknya sendiri. Ini dapat menjadi sebuah refleksi dan cerminan terhadapat kehdupan keseharian bahwa hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan dalam menyelesaikan masalah. Selain hal tersebut bahwa sebagai generasi muda sudah sepantasnya memiliki orang yang akan dijadikan kekasihnya tidak sembarangan memiliki seseorang.

Karena dalam kisah mistik diatas bahwa pada cerpen Umah diceritakan seorang manusia yang bernama Bli Nyoman memadu kasih dengan seorang mahluk abstrak atau (wang samar). Jika di kembangkan bahwa sebagai generasi muda dalam mencari pasangan hidup carilah yang benar-benar dan mau menerima apa adanya bukan dengan apanya. Selain, kedua dilema percintaan tersebut bahwa kisah mistik yang ditara belakangin oleh keadaan sosial yang menjadi menarik.

Pada cerpen Ling bahwa kehidupan sosial masyarakat sangatlah menentukan sebuah perjalan hidup yang dapat menjadi sebuah refkleksi dalam menjali kehdiupan keseharian. Dalam cerpen tersebut bahwa adanya sebuah perbedaan pendapat yang mengakibatkan sebuah perdebatan yang berujung tragais yang juga dapat menjadi sebuah kisah mistik. Sebanarnya bahwa dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan sebuah mediasi ataupun dengan kepala dingin.

Tetapi, pengarang menggunakan pernyelesaian masalah dengan menggunakan sebuah kisah-kisah misti seperti apa yang sudah dituliskan diatas. Namun, menurut saya, selakua pembaca bahwa dengan menggunakan sebuah kisah mistik tersebut dapat menjadikan sebuah karya lain dari yang lain. Tetapi, yang perlu di analisa lebih jauh bahwa dengan banyaknya sebuah kisah mistik dalam Antologi Ling menjadi penting untuk di teliti dan di padukan dengan teks-teks yang membahas akan hal mistik tersebut. Kisah mistik sangat asik dibicarakan namun lebih asik dikaitkan dengan Antologi Ling dari Antologi Ling melihat kisah melihat dilema dari delima melihat konteks dari teks kita berserita tentang hal mistik yang ditulis oleh pengarang. [T]

Tags: Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali ModernSuara Saking Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Corak Estetika Mistik Dalam Kumpulan Naskah Drama Mamula

Next Post

Menaja Risalah Maya: Antara Popularisme dan Hedonisme dalam “Nyujuh Langit Duur Bukit”

Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern

Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern

Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern 2021 diselenggarakan oleh www.suarasakingbali.com untuk memeriahkan HUT-nya yang kelima

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Menaja Risalah Maya: Antara Popularisme dan Hedonisme dalam “Nyujuh Langit Duur Bukit”

Menaja Risalah Maya: Antara Popularisme dan Hedonisme dalam “Nyujuh Langit Duur Bukit”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co