24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Mesin Memainkan Gamelan, Kini Menunggu Mesin Pencetak Gamelan

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
September 29, 2021
in Esai
Ada Mesin Memainkan Gamelan, Kini Menunggu Mesin Pencetak Gamelan

Gamelan dibentuk dengan berbagai cara, salah satunya dengan digerinda. | Foto: dok Nyoman Mariyana

Gamelan merupakan salah satu di antara begitu banyaknya kesenian adiluhung. Instrumen musik ini semakin digemari oleh masyarakt Bali, Jawa bahkan di luar negeri. Meskipun semakin digemari, namun dalam proses pembuatan gamelan memerlukan waktu yang sangat lama. Proses pembuatan gamelan ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena harus melewati berbagai tahapan yang rumit. Berbeda dengan alat musik lain yang bisa dikerjakan dengan mesin atau robot, sampai saat ini gamelan hanya bisa dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan terampil dan terlatih. 

Secara umum alat musik gamelan terdiri dari 24 jenis yang hampir semuanya harus dikerjakan secara manual. Semua itu karena dalam penyetelan tangga nada masih menggunakan alat-alat tradisional. Semua alat musik gamelan yang berasal dari logam harus terlebih dahulu dipanaskan untuk kemudian dibentuk. Setelah terbentuk baru dimulai untuk membuat dengan tangga nada yang dimaksud, Proses pengerjaan alat musik warisan budaya ini tidaklah mudah. Untuk membuat satu set gamelan setidaknya membutuhkan waktu antara dua hingga tiga bulan. Bertambahnya waktu pengerjaan biasanya lebih dalam proses finishing seperti tambahan ukiran atau kehalusan.

Dalam proses pembuatan gamelan, setidaknya terdapat lima tahap yang harus dilalui. Kelima tahap tersebut antara lain, tahap melebur campuran atau yang disebut dengan membesot, mencetak atau menyinggi, menempa, dan melakukan pemeriksaan terakhir atau yang biasa disebut dengan proses membabar. Setelah membabar, ada satu proses penting lagi yang harus dilakukan untuk menghasilkan satu set gamelan yang sempurna, yaitu proses menyesuaikan tangga nada (tuning).

Pembuatan seperangkat gamelan merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan ketrampilan yang khusus dan dimiliki oleh seorang pande gamelan, dan dalam prosesnya mempergunakan cara-cara dan alat-alat yang bersifat tradisional. Dalam pekerjaan gamelan, teknologi modern hanya mampu mempengeruhi sebagian kecil dari pekerjaan membuat gamelan. Misalkan pada tahap finishing yang mempergunakan gerinda dan tahap tuning yang mempergunakan aplikasi tuning up. 

Berikut ini adalah pembuatan gamelan secara manual dengan tangan manusia.

Gambar 1
Gambar 2

Pada gambar 1 di atas, cetakan gamelan berbentuk bilah sebelum dimasukkan bahan baku berupa bubur besi. Gambar 2. Kowi dipanaskan untuk proses peleburan bahan baku pembuatan gamelan. Proses tersebut masih dilakukan secara tradisional hingga kini. Dalam proses tersebut, peleburan timah dengan tembaga sehingga menjadi bentuk bilah, harus menunggu pengeringan dan waktu yang lumayan lama. Belum lagi masalah percampuran bahan yang tidak stabil dapat berpengaruh pada proses pengerjaannya.

Gambar 3
Gambar 4

Dalam proses peleburan pada gambar 3, untuk menghasilkan panas yang maksimal dibutuhkan alat pemanas khusus. Gambar 4 adalah gamelan berbentuk bilah yang baru saja dicetak, belum memasuki tahap menempa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, setelah dicetak, gamelan dibentuk dengan berbagai cara, salah satunya dengan digerinda.

Setelah dicetak, gamelan dibentuk dengan berbagai cara, salah satunya dengan digerinda.

Dalam pembuatan gamelan, kemajuan teknologi yang baru dipakai dalam proses tersebut hanya sebatas pada alat Gerinda. Itupun dalam proses finishing akhirnya saja, namun dalam proses pembuatannya semua masih menggunakan tata pembuatan gamelan secara tradisional. Sebagai tantangan atas kemajuan teknologi yang semakin canggih, maka diperlukan sebuah alat khusus yang mampu memudahkan manusia untuk mempercepat produksi gamelan sehingga dalam pembuatan gamelan tidak harus menunggu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Sejauh ini perkembangan teknologi baru sudah mulai diterapkan oleh Aaron Taylor Kuffner untuk menciptakan gamelan elektronik diberi nama Gamelatron. Alat musik yang diciptakannya sudah dikenal luas dan sempat dipamerkan pada Baazar Art Jakarta di Pacific Place, 27-30 Juli 2017 lalu.

Foto: Gamelatron.com

Gamelatron adalah sebuah terobosan baru dari seni musik gamelan yang menggabungkan unsur robotika di dalamnya. Pertunjukan yang diberikan Gamelatron terasa sangat intens dan mendalam melalui alunan suara yang dihasilkan. Alat musik seperti gong dan bonang disatukan dengan pemukul mekanik dan diatur agar dapat bergerak otomatis sesuai perhitungan. Bentuknya seperti patung bergerak sambil menghasilkan harmonisasi suara yang mampu memukau banyak orang.

Aaron Taylor Kuffner memiliki misi tersendiri untuk proyek Gamelatron ini. Karya seni ini dimaksudkan untuk melestarikan warisan musik tradisional dari gamelan melalui inovasi. Menggabungkan unsur modern dan kuno, Gamelatron hadir sebagai penanda kesiapan musik tradisional menyambut era globalisasi dan modernisasi. Melalui Gamelatron, Aaron melahirkan sebuah seni yang dapat menenangkan jiwa melalui nilai artistik yang kreatif yang dibungkus dalam kemasan yang modern.

Gamelatron merupakan salah satu karya buatan Aaron Taylor Kuffner yang bekerjasama dengan Eric Singer pada 2008. Aaron sebelumnya tertarik untuk mempelajari seni musik gamelan. Ia melakukan riset selama beberapa tahun tinggal di pulau Jawa dan Bali. Aaron mencari cara membuat instrumen hingga mengatur nada setiap alat musik. Pada September 2008, satu set perangkat Gamelatron pun selesai di buat di New York dan sudah mendapat penghargaan Artist in Residency dalam League of Electronic Musical Urban Robots. Aaron Taylor Kuffner adalah seorang seniman konseptual asal Amerika yang bertempat tinggal di New York.

Karya yang dihasilkannya memiliki makna khusus yang memberikan unsur keindahan dan keagungan seni. Aaron mengembangkan Gamelatron selama 9 tahun terakhir dan sudah membuat lebih dari 40 alat musik dalam berbagai ukuran dan fungsi. Karya seni ini sudah dipamerkan dan dapat dinikmati seperti pada museum dan rumah singgah. Rangkaian Gamelatron juga dipasang pada ruang publik dan institusi pendidikan serta pusat kebudayaan di berbagai negara.

Teknologi yang diciptakan tersebut memberikan kemajuan dan inovasi  dalam kasanah musik tradisional di Indonsia. Namun, dalam proses produksi gamelan Bali maupun Jawa saat ini masih menggunakan alat manual seperti yang diungkapkan di atas. Tantantangannya kedepan, adalah penemuan sebuah alat baru yang mampu mempercepat produksi instrumen bilah, pencon, hingga gong yang mempermudah manusia sehingga dapat digunakan dalam proses tersebut.

Alatnya bisa saja seperti Mesin Cetak Gamelan yang bisa memproduksi gamelan secara global. Hanya saja dalam tahap akhir tetap menggunakan alat tuning baik dari aplikasi smartphone (Carltone) untuk menentukan kwalitas suara gamelan.

Dengan adanya mesin cetak gamelan, nantinya akan dapat mengirit biaya pengerjaan sebuah gamelan, mengurangi tenaga manusia dalam proses pengerjaannya, serta memperlancar sekaligus mempercepat produksi gamelan secara menyeluruh. [T]

Tags: gamelanmusikSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belanja Tomat Berbuah Blackberries | Kabar dari Jepang

Next Post

Agar Cabai Tak Busuk, Petani Dikenalkan Alat Pengering Berbahan Gas LPG

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Agar Cabai Tak Busuk, Petani Dikenalkan Alat Pengering Berbahan Gas LPG

Agar Cabai Tak Busuk, Petani Dikenalkan Alat Pengering Berbahan Gas LPG

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co