13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemenangan Hidup

Komang Adnyana by Komang Adnyana
June 14, 2021
in Esai
Kemenangan Hidup

Christian Eriksen | Gambar oleh Nana Partha

“Aku baru tiga bulan ketika itu. Semua orang di Denmark tahu apa yang terjadi pada 92. Sampai dibuatkan berbagai film, semua pemain-pemain itu masih sangat terkenal di Denmark, itulah arti sebuah kemenangan pada turnamen sekelas Euro. Sudah bertahun-tahun lalu, tapi masih tetap diingat.”

Kata-kata itu diucapkan gelandang Christian Eriksen kurang dari dua minggu lalu, dari pusat latihan timnas Denmark. Semangatnya sangat terasa, terlebih tiga pertandingan penyisihan grup akan digelar di Kopenhagen, kandang mereka sendiri. Meski pasukan Tim Dinamit sama sekali tak masuk tim favorit atau bahkan sekedar tim kuda hitam di EURO tahun ini.

Tapi baru pertandingan pertama dengan Finlandia di Stadion Parken berlangsung empat puluh tiga menit, sebagaimana yang sudah bisa ditonton di layar televisi kemarin, juga bertebaran di media, Eriksen kolaps. Dia tersungkur di lapangan. Tak bergerak. Saat hendak menyambut lemparan bola ke dalam. Tanpa dilanggar  oleh pemain mana pun. Dugaan sementara gagal jantung.

Ketika kapten Denmark, Simon Kjaer mendekati Eriksen, memanggil tim medis, disusul kemudian rekan-rekannya mengisyaratkan segera datangnya petugas emergensi, penonton tersadar. Beberapa menutup wajahnya. Yang lain memalingkan muka. Tak kuasa melihat. Ada yang ternganga. Ketakutan. Horor itu nyata.

Seberkelindan apa pun sepakbola dengan sisi-sisi hidup lainnya, ekonomi, sosial bahkan kadang politik, dia tetaplah olahraga permainan. Iya, hanya permainan. Dan hidup itu sendiri jauh lebih penting. Nyawa, keselamatan dan keberlanjutan napas itu sendiri lebih berharga. Maka ketika semua rekan setimnya membentuk barikade melingkar saat tim emergensi bekerja, memberi CPR dan juga bendera pihak lawan, Finlandia digunakan sebagai penutup saat Eriksen dibawa keluar lapangan, kita paham. Sirkus bola, begitu juga sorotan kamera yang mengabaikan etik korbannya tak lebih mulia dari manusianya sendiri. Kalau saja rekan setimnya dan orang-orang di lapangan itu tak peka dan sigap, entah apa yang terjadi pada pemain 29 tahun itu.

Hingga legenda Arsenal, Ian Wright juga mengumpat kepada media yang tetap menyorot dan menyiarkannya, “Kembalilah ke studio ****!” Begitu juga beberapa orang lainnya, kita jadi sadar, ada situasi-situasi yang di luar kontrol dan kendali. Tanpa sengaja jadi drama dan bahan konsumsi. Tanpa mengesampingkan gaung solidaritas, respek, dan kesatuan yang kemudian menggema. Kjaer yang mendekati Eriksen, tim medis yang datang bergegas, penonton yang histeris, Kjaer yang menenangkan istri Eriksen di pinggir lapangan, inikah sisi-sisi lain yang tak bisa dihindarkan itu? Hingga media yang menyiarkannya pun sampai harus meminta maaf. “Kontrol siaran di dalam stadion milik UEFA,” kata televisi itu. 

Pun ketika kemudian pertandingan dilanjutkan satu setengah jam setelahnya, atas kesepakatan kedua tim, setelah mengetahui Eriksen siuman dan dalam kondisi stabil di rumah sakit dan di tengah tudingan fans kepada UEFA sebagai lembaga yang rakus dan serakah, kita seperti melihat paradoks. Kelindan permainan dan perjuangan hidup itu nyata adanya.

 “Kejadian itu membawa semua ingatan pada apa yang pernah terjadi padaku, dan aku benar-benar menangis dan aku bahkan tidak tahu kenapa dia bisa begitu. Aku hanya berpikir, ayolah Eriksen, ayolah.”

Mantan gelandang Bolton, Fabrice Muamba, sedang berada di rumah temannya, dan baru saja menyetel televisi, ketika dia melihat momen Eriksen terjatuh di lapangan. Muamba segera merasa terteror kembali. Dia menelpon ayahnya. Juga bicara kepada istrinya.

“Dia punya dua anak, dan istrinya ada disana. Aku bicara dengan istriku, yang harus berangkat dari Manchester ke London ketika kejadian itu menimpaku dulu, dan aku bertanya kepadanya, bagaimana kamu menghadapinya?” Ungkap Muamba sebagaimana dikutip Daily Mail.

Muamba kolaps sewaktu Bolton menghadapi Tottenham Hotspur di White Hart Lane 2012 lalu. Usianya 23 ketika itu. Gagal jantung sebagai penyebabnya. Jantungnya tak berdetak selama 78 menit. Di tahun yang sama, atas pertimbangan medis dia memutuskan pensiun sebagai pesepakbola profesional.   

Muamba bukan satu-satunya. Dia beruntung selamat. Tragedi yang sama juga menimpa gelandang Sevilla, Antonio Puerta saat melawan Getafe pada 2007. Meski sempat bisa berjalan ke ruang ganti, Puerta kembali kolaps dan akhirnya meninggal di rumah sakit karena kerusakan otak. Usianya pun, baru dua puluh dua tahun.

Pada pertandingan Piala Konfederasi antara Kemerun dan Kolombia 2003 silam, gelandang Marc-Vivien Foe mengalami hal serupa. Foe ditandu keluar lapangan dan setelah empat puluh lima menit usaha tim medis untuk membuat jantungnya berdenyut kembali, dia dinyatakan meninggal.

Gelandang Perugia, Renato Curi, pada usianya yang ke-24, 1977 silam, meninggal karena serangan jantung sesaat setelah jeda babak pertama melawan Juventus. Mantan striker Benfica, Miklos Feher tumbang tak lama setelah diturunkan melawan Vitoria de Guimaraes pada 2004. Pemain Hungaria ini sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong karena masalah aritmia jantung. Masalah serupa dialami mantan gelandang Ajax, Abdelhak Nouri pada pertandingan persahabatan dengan Werder Bremen empat tahun lalu. Dia selamat namun dilaporkan mengalami kerusakan otak permanen akibat insiden itu, sekaligus membuatnya tak bisa bermain bola lagi.

Denmark memang akhirnya kalah dari Finlandia, negara yang baru pentas pertama kali di Euro. Andai tragedi Eriksen tak terjadi, mungkin hasilnya akan lain, pun barangkali kalau toh Finlandia menang, cerita soal kemenangan itu juga akan ditanggapi berbeda. Kita melihat, daripada hasil di papan skor, ada kemenangan lain yang jauh lebih penting.

“Sungguh malam yang berat, dimana kita diingatkan apa yang paling penting dalam hidup ini. Hubungan yang berharga. Orang-orang yang dekat dengan kita. Keluarga dan teman.” Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, tak sedikit pun menyinggung soal kekalahan.

Inilah keluarga yang lain. Keluarga bola. Seperti teriakan striker Belgia, Romelu Lukaku tepat di depan kamera setelah mencetak gol pertama kemenangan 3-0 atas Rusia. “Chris, Chris, I love you…” [T]

____

BACA ARTIKEL EURO YANG LAIN DARI PENULIS KOMANG ADNYANA

Tags: Christian EriksenEURO 2020olahragasepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luh Evi | Mengangkut Batu Pada Liku Jalan Pedawa

Next Post

Sampah Plastik, Doktor Muda, dan Anak-anak yang Ning di Mengening

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik, Doktor Muda, dan Anak-anak yang Ning di Mengening

Sampah Plastik, Doktor Muda, dan Anak-anak yang Ning di Mengening

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co