6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 29, 2021
in Khas
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Gede Seen (alm). [Foto Yuli Supriandana]

Bulan Maret 2021, pegiat perfilman di Buleleng, Bali menjadi bulan berduka. Di bulan ini, seorang filmmaker senior di Buleleng meninggal dunia. Beliau adalah Gede Seen. Kabar ini sungguh sangat mengejutkan. Sosok Gede Seen, di mata kami yang cukup guyub membangun ekosistem film di Buleleng, merupakan orang yang cukup produktif dalam berkarya, khususnya untuk Film Dokumenter. Selain rutin berkarya, Gede Seen juga merupakan Koordinator Komunitas Film Buleleng.

Entah kapan pastinya Gede Seen mulai berkarya di bidang film. Namanya melejit ketika berhasil memenangi Lomba Film Dokumenter Pesta Kesenian Bali 2012. Film berjudul Doa Dalam Satu Nafas berhasil meraih juara 1 saat itu. Bukan hanya satu karya saja yang berhasil meraih prestasi. Karya-karya filmnya yang berhasil meraih penghargaan di antaranya :

  • Kakek Si Pemburu Lebah (Festival Film Bali 2015, 5 Film Unggulan Denpasar Film Festival)
  • Api Diantara Dua Jiwa (Festival Film Bali 2018)
  • Ecobrik ( Lomba Teknologi Informasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali 2019)
  • Padi Gaga Tradisi Yang Hilang (Film Unggulan Katagori Umum Denpasar Documenter Film Festival 2019)
  • Juara 2 Lomba Vlog Berbahasa Bali 2020

Bagi orang-orang di Buleleng yang serius menggauli dunia perfilman (baik fiksi dan dokumenter) pasti pernah bersentuhan dengan Gede Seen. Salah satunya kami dari Divisi Film Komunitas Mahima.

Setiap kali kami bertemu, di mana pun, selain bertanya kabar pasti menanyakan, sedang produksi apa saat ini? Dan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi teknis terkait produksi yang sedang dikerjakan. Percakapan biasa yang terjadi ketika filmmaker berkumpul.

Sebagai seorang filmmaker, sudah sangat jelas kita harus mengenangnya lewat karya-karya film yang telah dilahir. Begitu juga dengan Gede Seen.

Pemutaran film karya-karya Gede Seen

Tanggal 26 Maret 2021, digelar acara pemutaran tiga film karya Gede Seen. Tiga film documenter yang diputar dalam acara Singaraja Menonton “In Memoriam Gede Seen” yaitu,  “Kakek Si Pemburu Lebah”, “Api Di Antara Dua Jiwa” dan “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”. Total durasi ketiga film ini 74.58 menit.

Film “Kakek Si Pemburu Lebah” dibuat tahun 2015 dengan panjang durasi 23.33 menit. Dari judul filmnya sudah sangat ketahuan topik yang akan dibahas dalam film documenter ini.

Film ini mengisahkan seorang pencari madu yang telah berusia 70 tahun. Kisah ini diangkat dari realita yang terjadi di daerah bagian barat Buleleng. Subjek dalam film ini bernama Gusti Made Darma. Kakek mencari madu lebah di tengah hutan. Ia mulai mencari madu dari jam tujuh malam hingga pagi keesokan harinya.

Di tengah kegelapan, hanya mengandalkan cahaya dari senter dan serbu. Serbu adalah semacam obor,  yang terbuat dari daun kelapa kering, tembakau, kayu kering, karet ban dan bungkus dengan menggunakan daun aren.  Alat ini selain berfungsi sebagai penerangan juga berfungsi untuk mengusir lebah dari sarangnya, Dengan usianya yang sudah lansia, Gusti Made Darma masih mampu memanjat pohon dengan ketinggian 20 sampai 30 meter mungkin lebih dari itu. 

Film “Api di Antara Dua Jiwa”, tahun produksi 2018 berdurasi 23.16 menit. Film ini bercerita tentang kisah perjuangan satu keluarga dalam menjalani kehidupan. Kisah yang diangkat tentang keluarga Ni Komang Warsiki yang mempunyai dua orang anak penyandang disabelitas. Anaknya bernama Agus Setiawan dan Windari. Keduanya merupakan penyandang disabelitas yang cukup popular. Banyak tulisan dan video tentang mereka di media sosial. Bahkan sering diwartakan di media cetak, tv, radio dan online.

Keduanya merupakan penyadang disabelitas yang cukup produktif dalam berkarya. Agus telah meluncurkan tiga buku dan adiknya Windari merupakan seorang pelukis realis. Agus menulis secara perlahan di komputernya. Agus hanya mampu mengerakkan satu jari saja. Sedangkan Windari kesehariannya dihabiskan dengan melukis. Mereka berdua tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Proses mengenal baca tulis dilakukan oleh sang ibu.

Film “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”, dengan durasi 28.09 menit, diproduksi tahun 2019. Tradisi Ngaga merupakan tradisi yang baru dimulai kembali oleh warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Tradisi ini telah hilang selama empat puluh tahunan di Desa Pedawa. Tradisi Ngaga merupakan sebuah tradisi pertanian menanam padi gaga.

Dalam tradisi ini, tidak hanya menanam padi gaga saja, namun secara bersamaan di lahan yang sama ditanam Undis, Jali, Sorgum, jagung dan biji-bijian lainya. Seluruh biji-bijian yang ditanam bagi masyarakat pedawa dikenal dengan istilah Bija Ratus. Biji-bijian ini merupakan salah satu sarana utama disetiap upacara yang dilakukan oleh warga Bali Aga Desa Pedawa. Dalam film ini, keinginan bertutur secara detail dilakukan oleh Gede Seen selaku sutradara. Tempo dalam film ini cukup konstan.

Sutradara memberikan ruang yang cukup banyak kepada subjek film untuk menjelaskan secara rinci Tradisi Ngaga. Dari proses menanam hingga proses panen. Dalam film ini sangat terasa nuansa pertanian tradisional yang hanya menggunakan alat-alat pertanian yang berasal dari alam serta cara memanen menggunakan ani-ani yang sudah tidak pernah kita saksikan lagi digunakan oleh para petani.

Penyerahan poster film Padi Gaga Tradisi yang Hilang dari panitia Denpasar Film Festival

Gede Seen merupakan filmmaker yang sangat lihai dalam menyambut setiap peristiwa yang ada di sekitarnya. Itulah yang membuat karya-karyanya terkesan orisinal, karena subyeknya termasuk unik dan langka.

Dalam acara pemutaran film ini, turut hadir Gita anak dari Gede Seen. Gita bercerita tentang bagaimana cara produksi yang dilakukan oleh bapaknya dalam membuat film.

“Bapak itu memang jago sekali merespon hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Setiap ada kejadian-kejadian yang menarik, bapak langsung menelusuri informasinya, melakukan pendekatan dengan subjek film sambil riset. Setelah riset selesai, bapak bikin naskahnya lalu di diskusikan dengan tim produksi. Bapak selalu memberikan ruang untuk kita berdiskusi tentang film yang akan dibuat. Jika sudah fix baru kita turun untuk produksi. Jadi kita tim produksi yang rata-rata masih muda merasa sangat jaman bekerja dengan bapak. Kebebasan berekspresi sesuai kreasi kita tetap diberikan”  ujar Gita. [T]

Tags: bulelengfilmfilm dokumenterfilm pendekin memoriam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

Next Post

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co