24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Sampai Kita Menjadi Turis Pembangunan Desa

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 7, 2020
in Esai
Jangan Sampai Kita Menjadi Turis Pembangunan Desa

Ilustrasi: Nana S Partha

Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan perbandingan (komparasi) data dan analisa sederhana terkait data yang ditampilkan. Komparasi bisa dilakukan dengan menampilkan objek yang sama tetapi dikomparasi dengan data tahun yang berbeda. Di sisi yang lain, komparasi bisa dilakukan dengan menggunakan data tahun yang sama tetapi dikomparasi dengan wilayah berbeda.

Sebelum mulai menampilkan data, saya ingin menginformasikan 1) Badan Pusat Statistik (BPS), adalah lembaga resmi negara yang bertugas untuk merilis data ekonomi, sosial, jumlah penduduk dan sejenisnya, dan 2) untuk data kemiskinan, BPS di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun tingkat pusat melakukan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) setahun 2 kali. BRS kemiskinan dilakukan pada bulan Maret dan bulan September setiap tahunnya.

Tulisan ini diawali dengan menampilkan potret kemiskinan yang dirilis oleh BPS Provinsi Bali. BRS kemiskinan menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Bali pada Maret 2019 sekitar 163,85 ribu orang (3,79 persen). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2018 sebanyak 168,34 ribu orang, maka selama enam bulan terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 4,49 ribu jiwa.

Berita ini cukup menggembirakan karena jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, ternyata selama kurun waktu tersebut di daerah perdesaan (desa) terjadi penurunan angka kemiskinan sebanyak 4,02 ribu orang, sedangkan di daerah perkotaan (kota) hanya turun sebanyak 0,47 ribu orang.

Artinya, penurunan angka kemiskinan yang terjadi di desa jauh lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan yang terjadi di kota. Ini mengindikasikan bahwa program yang diinisiasi dan dilaksanakan oleh kepala desa beserta warga desa dapat dinikmati dan dirasakan langsung oleh warga desa setempat. Ini bukti bahwa konsep desa membangun Indonesia berkontribusi nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di desa. 

Rabu, 15 Januari 2020, Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dw Made Indra mengadakan konferensi pers dan menjelaskan tentang profil kemiskinan di Bali. Berdasarkan data per September 2019, jumlah penduduk miskin diperkirakan sebanyak 156,91 ribu orang. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 6,9 ribu orang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2019. Persentase penduduk miskin bulan September sekitar 3,61 persen merupakan persentase terendah yang dicapai oleh Provinsi Bali sejak Maret 2015 (5 tahun terakhir).

Sebagai bagian dari masyarakat Bali, saya sangat bahagia membaca berita tersebut. Angka tersebut mencerminkan hasil kerja keras dan merupakan prestasi tersendiri bagi kepala daerah yang ada di Bali. Tentu ini berita menggembirakan baik bagi masyarakat luas, bagi pemerintah daerah tingkat provinsi, maupun tingkat kabupaten/kota.

Benarkah berita ini menggembirakan? Mari melakukan analisa sederhana terhadap capaian angka tersebut. Seperti diketahui bahwa penduduk Indonesia termasuk Bali, ada yang tinggal di kota dan ada pula yang tinggal di desa. Data BPS Bali menyebutkan bahwa, jumlah penduduk miskin yang tinggal di kota pada bulan Maret 2019 diperkirakan sebanyak 97,98 ribu orang dan pada bulan September diperkirakan turun menjadi sekitar 91,12 ribu orang.

Artinya selama periode Maret-September 2019, jumlah penduduk miskin yang tinggal di kota mengalami penurunan sekitar 6,86 ribu orang. Di desa, jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2019 tercatat sekitar 65,87 ribu orang dan pada bulan September tercatat sekitar 65,79 ribu orang. Artinya, selama periode Maret-September 2019 jumlah penduduk miskin yang tinggal di desa diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 0,08 ribu orang. Jika diperjelas lagi dengan menggunakan pendekatan matematika (dalam ribuan, artinya angka dibelakang koma dikalikan dengan seribu) maka akan diperoleh angka 80 0rang (atau sekitar 80 orang).

Dari data yang telah disajikan sampai dengan bulan September 2019 dapat diambil simpulan sederhana bahwa 1) jumlah penduduk miskin di Provinsi Bali lebih banyak bertempat tinggal di kota dibandingkan dengan yang tinggal di desa dan 2) Bulan September 2018-Maret 2019 penurunan angka kemiskinan lebih besar terjadi di desa dibandingkan dengan yang terjadi di kota. Sedangkan bulan Maret 2019-September 2019, penurunan angka kemiskinan lebih banyak terjadi di kota (6,86 ribu) dibandingkan dengan yang terjadi di desa (80 orang).

Jika dibandingkan dengan kondisi nasional maka kondisi kemiskinan di Bali relatif berbeda. Perbedaanya adalah 1) Secara nasional, jumlah penduduk miskin selalu lebih banyak bermukim di desa. Sampai September 2019, jumlah penduduk miskin Indonesia lebih banyak tinggal di desa (14,93 juta orang) dibandingkan dengan yang tinggal di kota (9,86 juta orang), dan 2) Penurunan angka kemiskinan yang terjadi di desa (0,22 juta orang) jauh lebih besar dibandingkan penurunan yang terjadi di kota (0,13 juta orang).

Secara nasional, penurunan angka kemiskinan di desa selalu lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan di kota. Capaian ini konsisten terjadi, sebagai bukti periode September 2018-Maret 2019 dan periode Maret 2019-September 2019 tetap penurunan angka kemiskinan lebih besar terjadi di desa dibandingkan dengan yang terjadi di kota. Ini adalah sebuah pencapaian positif secara nasional. Capaian ini berbeda dengan yang terjadi di Bali. Penurunan angka kemiskinan di desa lebih kecil jumlahnya dibandingkan dengan penurunan kemiskinan yang terjadi di kota (6 bulan terakhir).

Sebenarnya apa makna dibalik angka kemiskinan yang yang terjadi di Bali? Apakah angka capaian ini menggembirakan ataukah sebaliknya? Kenapa penurunan angka kemiskinan di desa jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang terjadi di kota? Wajarkah hal itu terjadi? Ada apa dengan desa? Ada apa dengan kepala desa? Apakah semangat kepala desa mulai turun? Apakah kepala desa terlalu sibuk menghadiri undangan perkawinan warga sehingga lupa memikirkan permasalahan yang terjadi? Seberapa pentingkah dana desa berperan dalam pengurangan angka kemiskinan?

Apakah Para bupati/walikota/Gubernur mengetahui kondisi riil seperti ini? Mungkin itulah pertanyaan sederhana yang layak dipertanyakan. Tentu pertanyaan ini relevan diajukan jika dikaitkan dengan program nawa cita ke-3 Pak Jokowi-Jusuf Kalla yakni membangun Indonesia dari desa.

Semoga data komparasi yang ditampilkan ini dapat memantik semangat para pemerhati/pejuang desa terutama anak muda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan desa.

Saya mengajak anak muda untuk tidak menjadi “turis pembangunan desa” artinya anak muda yang hanya mengetahui desa dari permukaan saja. Melihat desa hanya dari baliho APBDes saja atau hanya mengetahui kepala desanya saja. Caranya, mari memulai dengan data dan fakta. Data sebagai peta menuju perbaikan. Data mengarahkan langkah kaki melangkah ke jalan yang tepat.

Mari turun ke bawah untuk melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di desa. Desa adalah masa depan Bali dan masa depan anak cucu kita. Saatnya membangun desa dengan data. [T]

Tags: desaPembangunan
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

A Tour to The Tomb of A.A. Panji Tisna

Next Post

Pembukaan Galeri Zen1, 19 Perupa Berpameran, Termasuk Kadisbud Kun Adnyana

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pembukaan Galeri Zen1, 19 Perupa Berpameran, Termasuk Kadisbud Kun Adnyana

Pembukaan Galeri Zen1, 19 Perupa Berpameran, Termasuk Kadisbud Kun Adnyana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co