23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
January 21, 2020
in Khas
Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Ari Anggara (foto dari facebook Ari Anggara)

Sebagai teman satu jurusan, satu kampus, meski bukan satu desa, saya senang ketika membaca berita Ari Anggara memenangkan pemilihan perbekel (pilkel) di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Dan tiba-tiba, saya jadi terkenang bagaimana ia menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Undiksha, Singaraja, saat sama-sama menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu.  

Awal mengenal dia terjadi di tahun 2011, lebih kurang sembilan tahun lalu. Perkenalan dengannya terjadi bersamaan dengan pekernalan saya bersama dunia kampus. Saat itu dia, Ari Anggara, adalah salah seorang panitia Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Saya adalah mahasiswa baru di sana. Sebagai mahasiswa baru, makna kenal saat itu hanya sekadar kenal. Tanpa imbuhan apapun kecuali kesan yang menjengkelkan. Sebagaima umumnya perasaan seorang mahasiswa baru terhadap panitia OKK waktu itu.

Berjalan beberapa waktu, ternyata ia adalah kakak tingkat di jurusan yang sama, Jurusan Pendidikan Biologi. Lambat laun, karena ada di atap yang sama, tidak ada pilihan lain kecuali membaur, termasuk dengan kakak tingkat. Makna sekadar kenal perlahan memudar.

Kedekatan dengannya berawal dari keikutsertaan saya dalam seleksi calon anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undiksha. Saat itu, dia ketua BEM-nya. Dia mewawancarai saya dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada dirinya sendiri untuk yakin menerima saya atau tidak. Pada akhirnya, saya diterima.

Satu tahun menjadi anggota BEM yang dikepalai olehnya, bagi saya, punya sisi menariknya tersendiri. Banyak hal, sebagai adik tingkat, yang saya dapat darinya. Dia sosok yang memiliki kemampuan manajemen organisasi yang memadai, tekadnya kuat, inovatif, terampil berbicara, dan perfectionist.

Satu hal yang masih saya ingat hingga saat ini tentang ke-perfectionist-an itu adalah ketika saya dan seorang teman sekitar tengah malam dimintanya mencari kain ke Pasar Tingkat (nama lain Pasar Anyar) di Singaraja. Hal itu hanya karena ada noda kecil pada kain yang telah terpasang di panggung. Panggung yang esok harinya akan menggelar kuliah umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, saat itu. Satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi ketua organisasi-organisasi lain. Tapi, ia melakukan yang seharusnya.

Sebagai ketua BEM, bagi saya, dia adalah sosok yang selalu berusaha agar seluruh jalannya roda organisasi ada di bawah kontrolnya. Memastikan agar semua sesuai dengan harapannya. Bahkan, soal surat menyurat sekalipun. Tidak jarang para sekretaris kepanitiaan harus bolak balik, mencetak ulang surat yang bahkan sudah ditandatangai oleh ketua panitia, karena ada sesuatu yang kurang pas dalam surat itu. Kalau sudah begitu, ketua panitia pun mesti menandatangani ulang. Di waktu-waktu semacam ini, saya merasa beruntung. Beruntung karena saya bukan sekretaris. Sekali lagi, satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi oleh orang lain. Namun, sekali lagi juga, ia melakukan yang sepantasnya.

Ia juga punya andil atas keterlibatan dan pengalaman saya di dunia organisasi kampus. Mental saya cukup banyak dilatih oleh tugas yang diberikannya. Menjadi seorang koordinator lapangan kegiatan OKK bersama satu teman lainnya yang mengatur ribuan mahasiswa baru bukan perkara sederhana bagi seorang mahasiswa semester tiga. Tapi, ia percaya saya. Ia melatih saya hingga tugas tuntas. Sampai di sini, ia adalah pelatih yang baik, juga pembagi tugas yang baik, setidaknya untuk saya. Saya selalu mendapat tugas yang saya suka darinya, kendati tidak selalu mudah.

Berdiskusi dengannya juga menyenangkan. Ia terbuka sehingga banyak ide yang tertukar, banyak pikiran yang tumbuh baru. Kendati tidak selalu sependapat dalam pandangan terhadap suatu hal, diskusi dengannya selalu membelajarkan. Keterbukaannya dalam diskusi membentuknya menjadi seorang yang terbuka dengan kritik.

Secara personal, ia orang baik. Saat di Jogjakarta, saya tinggal di rumah kost yang sama dengannya. Di sana, dia memperlakukan saya seperti bukan sekadar adik kelas, tapi adik kandung. Ia sangat membantu saya mengenal kota dengan segala macam suasananya. Sangat baik.

Di dunia kepemimpinan atau dunia politik dan demokrasi, ia menempuh karir yang unik dan langka. Saat SMA jadi Ketua OSIS, lalu di kampus jadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi dan Ketua BEM. Lalu, sebentar lagi ia menduduki kursi kepala desa alias perbekel.

Bekal pengalamannya di OSIS, HMJ, BEM dan pekerjaan yang ia lakoni sebelumnya saya yakin akan memudahkan jalannya memimpin Desa Batuan beberapa tahun ke depan. Kendati tidak akan sama persis dengan memimpin BEM, karena yang dipimpin bukan lagi mahasiswa, melainkan warga desa dengan karakteristik beraneka rupa, saya tetap yakin. Saya percaya dia akan berusaha dengan segala daya dan upayanya mewujudkan visi-nya dalam membangun desa dan untuk memajukan segala sendi kehidupan masyarakatnya.

Setelah tulisan ini, saya akan kirimkan pesan WhatApp padanya yang kurang lebih berisi ucapan selamat dan mengingatkannya agar tidak korupsi. Karena, kebijakan anggaran dana desa yang jumlahnya tidak sedikit sebentar lagi akan berada di ujung pulpennya.

Dalam hal lain, agar tulisan ini menjadi adil, saya mencoba menerka satu kekurangan yang akan dimiliki oleh Desa Batuan setelah ia menjadi kepala desa definitif. Adalah ketiadaan sosok calon Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang biasanya adalah istri Kepala Desa. Barangkali ini akan menjadi tugas tambahan di daftar pertama baginya karena peran ketua Tim Penggerak PKK di suatu desa cukup vital. Saya, dalam hal ini, hanya bisa mendoakan.

Walaupun sampai hari ini belum ditemukan bakal calon Ketua Tim Penggerak PKK, tetap ada satu hal yang sangat perlu dibanggakan. Saya hampir lupa, bahwa Ari Anggara adalah Kepala Desa terpilih dengan usia termuda di Kabupaten Gianyar. Menurut berita yang saya baca, usianya 28 tahun, kendati versi saya usianya mungkin lebih dari itu. Mungkin.

Jadi, jika Presiden Jokowi punya staf khusus anak muda, Gianyar punya kepala desa anak muda. Jadi, sekali lagi, meneruskan tren yang dibuat oleh Presiden Jokowi dengan menempatkan anak-anak muda di posisi strategis, Ari Anggara adalah contoh lebih dekatnya. Dia adalah sinyal terdekat bahwa hari ini anak muda sudah bisa memegang peran di lingkungannya. Berperan dengan segala macam bentuk ide dan inovasi sesuai keadaan yang harus diakusi telah berubah deras. Berperan untuk kemajuan kehidupan masyarakat.

Apakah setelah ini saya akan menjadi Kepala Desa? Saya juga anak muda. Saya dua tahun lebih muda darinya. Juga mengingat sepertinya saya punya beberapa kesamaan dengan Ari Anggara. Dia pernah jadi ketua OSIS, saya juga. Dia pernah jadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Biologi Undiksha, saya juga. Dia mendapat beasiswa untuk lanjut studi magister ke Jawa, saya juga. Dia menang di pemilihan ketua BEM, saya kalah.

Maaf, yang terakhir ternyata bukan persamaan, mungkin perbedaan itu yang mengharuskan saya tidak mengikuti jejaknya dalam hal ini.

Tunggu dulu, ada satu hal yang ternyata lebih penting, yang sama sekali tidak mengizinkan saya dengan alasan apapun untuk jadi Kepala Desa. Status tempat tinggal saya bukan desa, tapi kelurahan. Haha. [T]

Tags: Desa BatuanGianyarkepala desamahasiswaperbekelPolitik
Share1272TweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Sungsang

Next Post

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co