6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
January 21, 2020
in Khas
Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Ari Anggara (foto dari facebook Ari Anggara)

Sebagai teman satu jurusan, satu kampus, meski bukan satu desa, saya senang ketika membaca berita Ari Anggara memenangkan pemilihan perbekel (pilkel) di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Dan tiba-tiba, saya jadi terkenang bagaimana ia menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Undiksha, Singaraja, saat sama-sama menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu.  

Awal mengenal dia terjadi di tahun 2011, lebih kurang sembilan tahun lalu. Perkenalan dengannya terjadi bersamaan dengan pekernalan saya bersama dunia kampus. Saat itu dia, Ari Anggara, adalah salah seorang panitia Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Saya adalah mahasiswa baru di sana. Sebagai mahasiswa baru, makna kenal saat itu hanya sekadar kenal. Tanpa imbuhan apapun kecuali kesan yang menjengkelkan. Sebagaima umumnya perasaan seorang mahasiswa baru terhadap panitia OKK waktu itu.

Berjalan beberapa waktu, ternyata ia adalah kakak tingkat di jurusan yang sama, Jurusan Pendidikan Biologi. Lambat laun, karena ada di atap yang sama, tidak ada pilihan lain kecuali membaur, termasuk dengan kakak tingkat. Makna sekadar kenal perlahan memudar.

Kedekatan dengannya berawal dari keikutsertaan saya dalam seleksi calon anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undiksha. Saat itu, dia ketua BEM-nya. Dia mewawancarai saya dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada dirinya sendiri untuk yakin menerima saya atau tidak. Pada akhirnya, saya diterima.

Satu tahun menjadi anggota BEM yang dikepalai olehnya, bagi saya, punya sisi menariknya tersendiri. Banyak hal, sebagai adik tingkat, yang saya dapat darinya. Dia sosok yang memiliki kemampuan manajemen organisasi yang memadai, tekadnya kuat, inovatif, terampil berbicara, dan perfectionist.

Satu hal yang masih saya ingat hingga saat ini tentang ke-perfectionist-an itu adalah ketika saya dan seorang teman sekitar tengah malam dimintanya mencari kain ke Pasar Tingkat (nama lain Pasar Anyar) di Singaraja. Hal itu hanya karena ada noda kecil pada kain yang telah terpasang di panggung. Panggung yang esok harinya akan menggelar kuliah umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, saat itu. Satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi ketua organisasi-organisasi lain. Tapi, ia melakukan yang seharusnya.

Sebagai ketua BEM, bagi saya, dia adalah sosok yang selalu berusaha agar seluruh jalannya roda organisasi ada di bawah kontrolnya. Memastikan agar semua sesuai dengan harapannya. Bahkan, soal surat menyurat sekalipun. Tidak jarang para sekretaris kepanitiaan harus bolak balik, mencetak ulang surat yang bahkan sudah ditandatangai oleh ketua panitia, karena ada sesuatu yang kurang pas dalam surat itu. Kalau sudah begitu, ketua panitia pun mesti menandatangani ulang. Di waktu-waktu semacam ini, saya merasa beruntung. Beruntung karena saya bukan sekretaris. Sekali lagi, satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi oleh orang lain. Namun, sekali lagi juga, ia melakukan yang sepantasnya.

Ia juga punya andil atas keterlibatan dan pengalaman saya di dunia organisasi kampus. Mental saya cukup banyak dilatih oleh tugas yang diberikannya. Menjadi seorang koordinator lapangan kegiatan OKK bersama satu teman lainnya yang mengatur ribuan mahasiswa baru bukan perkara sederhana bagi seorang mahasiswa semester tiga. Tapi, ia percaya saya. Ia melatih saya hingga tugas tuntas. Sampai di sini, ia adalah pelatih yang baik, juga pembagi tugas yang baik, setidaknya untuk saya. Saya selalu mendapat tugas yang saya suka darinya, kendati tidak selalu mudah.

Berdiskusi dengannya juga menyenangkan. Ia terbuka sehingga banyak ide yang tertukar, banyak pikiran yang tumbuh baru. Kendati tidak selalu sependapat dalam pandangan terhadap suatu hal, diskusi dengannya selalu membelajarkan. Keterbukaannya dalam diskusi membentuknya menjadi seorang yang terbuka dengan kritik.

Secara personal, ia orang baik. Saat di Jogjakarta, saya tinggal di rumah kost yang sama dengannya. Di sana, dia memperlakukan saya seperti bukan sekadar adik kelas, tapi adik kandung. Ia sangat membantu saya mengenal kota dengan segala macam suasananya. Sangat baik.

Di dunia kepemimpinan atau dunia politik dan demokrasi, ia menempuh karir yang unik dan langka. Saat SMA jadi Ketua OSIS, lalu di kampus jadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi dan Ketua BEM. Lalu, sebentar lagi ia menduduki kursi kepala desa alias perbekel.

Bekal pengalamannya di OSIS, HMJ, BEM dan pekerjaan yang ia lakoni sebelumnya saya yakin akan memudahkan jalannya memimpin Desa Batuan beberapa tahun ke depan. Kendati tidak akan sama persis dengan memimpin BEM, karena yang dipimpin bukan lagi mahasiswa, melainkan warga desa dengan karakteristik beraneka rupa, saya tetap yakin. Saya percaya dia akan berusaha dengan segala daya dan upayanya mewujudkan visi-nya dalam membangun desa dan untuk memajukan segala sendi kehidupan masyarakatnya.

Setelah tulisan ini, saya akan kirimkan pesan WhatApp padanya yang kurang lebih berisi ucapan selamat dan mengingatkannya agar tidak korupsi. Karena, kebijakan anggaran dana desa yang jumlahnya tidak sedikit sebentar lagi akan berada di ujung pulpennya.

Dalam hal lain, agar tulisan ini menjadi adil, saya mencoba menerka satu kekurangan yang akan dimiliki oleh Desa Batuan setelah ia menjadi kepala desa definitif. Adalah ketiadaan sosok calon Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang biasanya adalah istri Kepala Desa. Barangkali ini akan menjadi tugas tambahan di daftar pertama baginya karena peran ketua Tim Penggerak PKK di suatu desa cukup vital. Saya, dalam hal ini, hanya bisa mendoakan.

Walaupun sampai hari ini belum ditemukan bakal calon Ketua Tim Penggerak PKK, tetap ada satu hal yang sangat perlu dibanggakan. Saya hampir lupa, bahwa Ari Anggara adalah Kepala Desa terpilih dengan usia termuda di Kabupaten Gianyar. Menurut berita yang saya baca, usianya 28 tahun, kendati versi saya usianya mungkin lebih dari itu. Mungkin.

Jadi, jika Presiden Jokowi punya staf khusus anak muda, Gianyar punya kepala desa anak muda. Jadi, sekali lagi, meneruskan tren yang dibuat oleh Presiden Jokowi dengan menempatkan anak-anak muda di posisi strategis, Ari Anggara adalah contoh lebih dekatnya. Dia adalah sinyal terdekat bahwa hari ini anak muda sudah bisa memegang peran di lingkungannya. Berperan dengan segala macam bentuk ide dan inovasi sesuai keadaan yang harus diakusi telah berubah deras. Berperan untuk kemajuan kehidupan masyarakat.

Apakah setelah ini saya akan menjadi Kepala Desa? Saya juga anak muda. Saya dua tahun lebih muda darinya. Juga mengingat sepertinya saya punya beberapa kesamaan dengan Ari Anggara. Dia pernah jadi ketua OSIS, saya juga. Dia pernah jadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Biologi Undiksha, saya juga. Dia mendapat beasiswa untuk lanjut studi magister ke Jawa, saya juga. Dia menang di pemilihan ketua BEM, saya kalah.

Maaf, yang terakhir ternyata bukan persamaan, mungkin perbedaan itu yang mengharuskan saya tidak mengikuti jejaknya dalam hal ini.

Tunggu dulu, ada satu hal yang ternyata lebih penting, yang sama sekali tidak mengizinkan saya dengan alasan apapun untuk jadi Kepala Desa. Status tempat tinggal saya bukan desa, tapi kelurahan. Haha. [T]

Tags: Desa BatuanGianyarkepala desamahasiswaperbekelPolitik
Share1272TweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Sungsang

Next Post

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co