24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater Enter di Parade Teater Canasta dan Tindakan Lanjutannya

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
November 29, 2019
in Ulasan
Teater Enter di Parade Teater Canasta dan Tindakan Lanjutannya

Teater Enter

Parade Teater Canasta 2019 hari ke-6 tanggal 28 November 2019 terasa sangat istimewa, karena pementasnya adalah dua kelompok teater dari sekolah yang berbeda tingkatan. Pertama dari Teater Enter SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, dan kedua Sanggar Seni Kelakar dari SMP Darmawiweka Denpasar.

Kedua kelompok ini menjadi menarik pada hari itu. Karena dari sana dapat dilihat juga bagaimana perkembangan seni pertunjukan khususnya teater pada hari ini. Pemusatanya pada kelompok-kelompok teater di sekolah. Yang barangkali sering luput hadir untuk dibicarakan pada pegiat teater sekolah, namun sangat tegang pada kelompok umum di luar sekolah.

Saya tidak akan lagi membeda-bedakan masalah kelompok teater yang produktif berproses saat perlombaan teater atau kelompok yang terpinggirkan. Kali ini saya akan focus dalam pembahasan terhadap proses kreatif Teater Enter, karena saya merasa ada sebuah temuan yang coba dikembangkan oleh kelompok tersebut. Yang artinya ada pembacaan lain soal pentas yang telah kelompok tersebut lalui, saya membaca itu dari konsep dalam pementasan mereka.

Mereka mementaskan sebuah drama berjudul Ba’da Maghrib, yang mereka adaptasi dari lakon drama berjudul “Wewe Gombel” karya M.S Nugroho. Kebetulan saya sendiri sudah sempat membaca naskahnya beberapa hari lalu saat meniatkan diri untuk menulis kelompok ini. Yang menjadi menarik adalah terjadi suatu tawar menawar saat membawakan naskah karya orang lain.

Baik ada penambahan adegan ataupun pengurangan adegan. Mereka mencoba melakukan pembacaan ulang terhadap penyesuaian konteks naskah dengan ruang tempat mereka pentas. Ada beberapa memang yang sangat mereka rubah, semisal pada naskah aslinya ada sebuah adegan yang menunjukan sebuah anak yang diperintah oleh ibu tirinya untuk mengambil air di dapur dan kemudian membawakanya ke kamar.

Kamar ibu tersebut berada di lantai dua, kemudian karena ruang canasta yang ada tidak mendukung. Karena kebetulan tidak bertingkat dan tidak mempunyai struktur yang benar-benar menyerupai panggung seperti panggung teater pada umumnya. Contoh semisal panggung Ksirarnawa, Art Centre. Kemudian mereka mencoba membawakanya dengan cara menggunakan segala ruang yang tersedia di Canasta.

Semisal ruang yang biasanya dijadikan kamar oleh orang yang biasanya menempati canasta mereka alihwahanakan menjadi kamar ibu tiri. Dapur canasta menjadi dapur sebagai mana mestinya. Kemudian yang lebih menarik lagi adalah, penonton mencoba diberikan hal pandangan baru soal menonton teater.


Teater Enter

Penonton dibagi dua sisi, satu sisi menonton di antara kamar dan dapur. Kemudian satu sisi lagi berada pada sekitaran halaman belakang canasta. Saya kebetulan menonton berposisi saat itu yang dekat dengan kamar dan dapur, ada beberapa efek adegan saya rasa sangat sampai dan efek yang ditimbulkan sangat kuat. Karena dari padangan yang berbeda akhirnya ada cerita berbeda dari tiap penonton menyaksikan tiap adegan.

Pun dengan demikian ketika adegan tersebut berada di halaman belakang canasta, saya yang berposisi di ruangan dekat kamar seperti melihat benar-benar kejadian diluar rumah. Saya rasa ini adalah salah satu semacam cara untuk menyesuaikan keadaan naskah yang padat menjadi  lebih cair untuk dimainkan. Dalam umur dan cara proses kreatif mereka, ini sangatlah menarik ketika diberikan ruang bebas yang memang mereka butuhkan untuk mengembangkan suatu ide. Karena sebelumnya saya sempat juga menonton pementasan Teater Enter yang mirip dengan apa yang baru saja mereka pentaskan, entah apa judul pementasan tersebut.

Tapi saya rasa mungkin karena dia sedang senangnya dengan temuan mereka soal penggunaan ruang yang lebih cair, akhirnya tindakan mereka pada pentas sebelumnya ditindak lanjuti pada pementasan kemarin. Dan apalagi ketika ditambahkan dengan adanya sesi diskusi antara pementas dan penonton yang menyaksikan.

Akhirnya saat diskusi saya rasa akan leih intim rasanya, karena saya sadari betul bagaimana teman-teman penonton memaklumi bahwa mereka adalah siswa yang masih sangat mudah. Akhirnya lebih fokus pada teknis dan semacam membimbing kembali bagaimana caranya agar menyemangati mereka kembali.

Setidaknya untuk menyadarkan mereka kembali, bahwa pada ruang-ruang disinilah mereka akan dapat mengembangkan ide mereka secara bebas dan mempersentasikan kembali apa yang mereka buat. Dan melatih keberanian mereka untuk berbicara di depan publik. Karena pada hari ini jarang sekali saya melihat khususnya dalam seni pertunjukan teater di kalangan SMA. Tidak ada ruang berbagi atau setidaknya memberikan timbal balik antara pementas dan penonton.

Ini saya rasa sangat penting untuk mereka kembali melakukan proses, dan selalu melakukan proses yang lebih detail. Atau semakin lebih banyak berkumpul dan membicarakan kembali tentang apa yang mereka akan perbuat.

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman Teater Enter, selamat karena pementasanya sudah berhasil membuat saya tersenyum. Dan saya berhasil mereka membawakan pementasan mereka, dalam rentan umur mereka yang masih muda. Jika masih ada rasa intensitas berproses teater yang mereka rawat saya yakin bahwa mereka akan menemukan bagaimana caranya berproses yang baik. Terimakasih kawan-kawan Enter, teruslah membumi dan berproses.

Dan saya rasa tidak terlalu panjang lebar untuk membahas pementasan mereka, karena tidak ada yang terlalu serius untuk dibahas. Lagi pula pada saat diskusi juga banyak canda tawa yang terbangun karena banyak kebanyolan yang diciptakan dari kedua kelompok yang akhirnya kami bahas saat diskusi. Dan terasa hangat dan sangat santai suasanya.

Salam satu tombol Enter! [T]

Tags: Parade Teater Canasta
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Hal yang Timbul Usai Menonton “PM TOH” Oleh Benni Andika dari Aceh

Next Post

I_Pedalangan dan Wayang Karikatur: Dongeng di Ruang-ruang Kecil

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
I_Pedalangan dan Wayang Karikatur: Dongeng di Ruang-ruang Kecil

I_Pedalangan dan Wayang Karikatur: Dongeng di Ruang-ruang Kecil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co