20 January 2021
  • Beranda
  • Peristiwa
    • Kilas
    • Khas
    • Perjalanan
    • Persona
    • Acara
  • Esai
    • Opini
    • Ulasan
    • Kiat
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Hard News
  • Penulis
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
tatkala.co
tatkala.co
  • Beranda
  • Peristiwa
    • Kilas
    • Khas
    • Perjalanan
    • Persona
    • Acara
  • Esai
    • Opini
    • Ulasan
    • Kiat
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Hard News
  • Penulis
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result
Home Esai
Ilustrasi internet

Ilustrasi internet

Memimpin Atas Dasar Tri Ulahing Budhi

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
November 18, 2019
in Esai
75
SHARES

Balaya sriyai yasase abhisicami – (Yajurveda XX. 3)

Wahai pemimpin, engkau dinobatkan untuk memberikan kekuatan, kemakmuran, dan kemahsyuran kepada rakyat.

_____

Obesitas pemimpin masa kini, banyak mimpi-mimpi masyarakat kecil hendak digenapi atas dasar janji, namun tak satupun terealisasi, eksistensi jadi inti, yang penting naik posisi menduduki kursi masalah janji urusan nanti-nanti. Benar atau tidaknya tentang fakta ini, semua kembali pada sudut pandang serta opini masing-masing pribadi, tapi tanpa dipungkiri inilah yang sedang terjadi di era masa kini.

 Krisis pemimpin melanda benak masyarakat kini, tentang kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap sistem kepemimpinan yang berlangsung, bukan karena semata-mata pemimpinnya sendiri tapi karena keputusan pemimpin yang terasa terdapat koalisi aksi pemaksaan agar tercipta situasi yang kondusif, tentunya segala keputusan yang nanti akan di aktualisasi dengan bonus materi dan tidak ada pihak yang menolak atau sangsi, toh juga saudara sendiri apalagi sudah diberi materi untuk aksi berdiam diri.

Percaya atau tidak lihatlah disekelilingmu, tatanan sistem dinasti atau keturunan dan sistem kekerabatan masih mendominasi sebagai pendamping-pendamping pemimpin dibagian vital nan strategis, terlepas dari berkualitas atau tidaknya, silakan nilai sendiri. Tapi apakah itu sebuah jalan keluar? Atau jalan pintas yang dianggap pantas? Barangkali dengan pandangan pesimistis tentang keahlian-keahlian kepemimpinan ini telah menyebabkan munculnya keraguan atau parahnya tingkah masa bodo akan Negara, lembaga ataupun intitusi tempat rakyat kecil bernaung, pergolakan hanya terjadi dibawah, membara bak merapi yang sedang erupsi,

Menelisik kembali kebelakang melalui geguritan niti raja sasana karya dari Cokorda Mantuk Ring Rana, terdapat sebuah ajaran yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya. Ajaran untuk tetap berprilaku objektifitas sebagai pemimpin, mengutamakan kepentingan bawahan atau rakyat bukan kerabat. Hal tersebut dituangkan dalam geguritan Tri Ulahing Budhi, sebagai berikut;

Wenten malih ulah telu, ne patut rangsuk ring budi, kapisane wijayastra, sopadina kaping kalih, ping tri nagara jnana, papasten pratingkah becik (Gnt. II-26).

Terjemahannya:

Ada lagi tiga perbuatan, yang patut untuk dipahami, yang pertama Wijayastra, Sopadina yang kedua, dan yang ketiga adalah Nagarajana, itulah pasti perbuatan yang baik.

Wijayastra wastan ipun, ratu kukuh nggawe becik, mangulahang sama dana, uning yan sami ngajrihin, ngicalang manah kamurkan, wijile arum manis (Gnt. II-27)

Terjemahannya:

Wijayastra artinya seorang raja selalu membuat kebenaran, selalu adil dalam memberikan anugrah, tahu dan disegani oleh rakyatnya, menghilangkan pikiran marah dan dengki, selalu mengeluarkan perkataan yang manis.

Sopadina ping ron ipun, ratu mantep budi suci, tan agawok ring mas arta, wruh yen tan binakta mati, maweweh tan jinalukan, nguningi wong sanagari (Gnt. II- 29).

Terjemahannya:

Yang kedua adalah Sopadina, seorang raja yang memiliki pemikiran suci, tidak silau akan kekayaan, sebab mengetahui, tidak akan dibawa mati, dalam memberi tidak mau imbalan, mengetahui keadaan semua rakyatnya.

Nagara jnanane mungguh, manggawe ayuning gumi, mamahayu bala rusak, miwah pura marga titi, mandodoti wong kawudan, wong luwe sinungan nasi (Gnt. II-30).

Terjemahannya:

Nagarajana selanjutnya, berbuat untuk kesejahteraan rakyatnya, memperbaikan keadaan rakyatnya, serta tempat suci jalan dan jembatan, membantu orang yang kesusahan, memberi makanan bagi mereka yang kelaparan.

Ketiga perbuatan yakni Wijayastra, Sopadina, dan Nagarajana adalah perilaku seorang raja (pemimpin) yang dilandasi oleh keluhuran budhi. Ketiga perbuatan sebagaimana di atas hendaknya diusahakan oleh siapapun yang menjadi raja (pemimpin) dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Sebuah harapan besar bagi rakyat saat ini, pemimpin mau mendengarkan dan mengembalikan segala bentuk kualitas diri bukan dengan mencari eksistensi lalu meniadakan esensi kesejahteraan rakyat maupun bawahan.

Semua perlu berbenah mulai dari bawah, kesalahan yang terjadi tidak semata-mata karena pemimpinnya sendiri, namun ada persentase keliru dari rakyat maupun bawahan yang silau akan janji dan koin-koin perak yang diberikan untuk menggunakan hak pilihnya atas nurani materi bukan lagi hati. Perubahan sifatnya kekal abadi, tidak ada yang tidak mungkin, percayalah Santhi akan kembali dengan jalan bhaktining manut ring swadharmaning pakaryan, mari bersama-sama membangun negeri dan intitusi dengan integritas tinggi demi terciptanya senyum diri, bersama dari hati. [T]

Tags: pemimpinsastra
I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

MEDIA SOSIAL

  • 3.4k Fans
  • 41 Followers
  • 1.5k Followers

ADVERTISEMENT

ENGLISH COLUMN

  • All
  • Essay
  • Features
  • Fiction
  • Poetry
Essay

Towards Success: Re-evaluating the Ecological Development in Indonesia in the Era of Anthropocene

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil...

by Etheldreda E.L.T Wongkar
January 18, 2021

FIKSI

  • All
  • Fiksi
  • Cerpen
  • Puisi
  • Dongeng
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi
Puisi

Noorca M. Massardi | 7 Puisi Sapta dan 5 Puisi Panca

by Noorca M. Massardi
January 16, 2021
Foto: YouTube/Bali United TV
Esai

Juru Kunci yang Selalu Dikenang – Tentang Bali United, Mbah Maridjan, hingga Wajeeh

JURU kunci, status yang kini disandang Bali United (BU) pada kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1. Dua kali menelan kekalahan sudah ...

February 2, 2018
Novel “Tresna Tuara Teked” Ida Bagus Pawanasuta Raih Hadiah Rancage  2020
Kilas

Novel “Tresna Tuara Teked” Ida Bagus Pawanasuta Raih Hadiah Rancage 2020

Keputusan HADIAH SASTERA “RANCAGÉ” TAHUN 2020 Alhamdulillahirobbilalamin, atas rahmat Allah SWT serta bantuan berbagai pihak yang menaruh perhatian terhadap perkembangan ...

January 31, 2020
Esai

Tamu Sepi, Kapal Tak Sandar, Menulis adalah Pilihan

Kadang saya berpikir sambil duduk memandangi lautan lepas, karna kapal tempat saya bekerja tidak dperbolehkan untuk bersandar. Dibalik kasus virus ...

March 26, 2020
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf meresmikan ART • BALI 2019  (Foto: FB/Kadek Purnami)
Acara

Pembukaan Art Bali 2019: Bali Menjadi Tempat Strategis untuk Perkembangan Seni Kontemporer…

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf meresmikan pameran seni rupa kontemporer ART • BALI 2019 pada Sabtu, 12 Oktober 2019 ...

October 13, 2019
Wina Ranjau in action
Khas

Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

DENTUMAN musik menghentak menggelegar di telinga, itu salah satu khas musik bawah tanah.  Semangat menular pada tempo yang disajikan, namun ...

February 26, 2018

PERISTIWA

  • All
  • Peristiwa
  • Kilas
  • Khas
  • Perjalanan
  • Persona
  • Acara
Gowes di jalur Desa Siakin, Kintamani dan -Desa Les, Tejakula
Khas

Dulu & Kini | Desa Les dan Siakin – Jalan Hutan Terasa Dekat, Jalan Aspal Terasa Jauh

by Nyoman Nadiana
January 19, 2021

ESAI

  • All
  • Esai
  • Opini
  • Kiat
  • Ulasan
Esai

Bangli Abad XII | Dan Potensi Masa Kini

by IGA Darma Putra
January 20, 2021

POPULER

Foto: koleksi penulis

Kisah “Semaya Pati” dari Payangan Gianyar: Cinta Setia hingga Maut Menjemput

February 2, 2018
Istimewa

Tradisi Eka Brata (Amati Lelungan) Akan Melindungi Bali dari Covid-19 – [Petunjuk Pustaka Lontar Warisan Majapahit]

March 26, 2020

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

KATEGORI

Acara (65) Cerpen (149) Dongeng (10) Esai (1352) Essay (7) Features (5) Fiction (3) Fiksi (2) Hard News (3) Khas (309) Kiat (19) Kilas (192) Opini (471) Peristiwa (83) Perjalanan (53) Persona (6) Poetry (5) Puisi (96) Ulasan (328)

MEDIA SOSIAL

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018,BalikuCreative - Premium WordPress.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
    • Kilas
    • Khas
    • Perjalanan
    • Persona
    • Acara
  • Esai
    • Opini
    • Ulasan
    • Kiat
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Hard News
  • Penulis
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2018,BalikuCreative - Premium WordPress.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In