6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GIBAH

Oka Rusmini by Oka Rusmini
October 14, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 14/10/19

KOPLAK terdiam sebentar sambil memandang hamparan rumput di depan rumahnya. Bagi Koplak beristirahat di rumah layaknya merasakan sorga yang sesungguhnya. Bisa leyeh-leyeh, bisa tidak mandi. Bahkan untuk sarapan pagi, Koplak bisa berjalan santai menuju warung nasi be guling. Atau jika ingin agak bergerak lebih jauh bisa juga duduk lesehan di warung sate kambing di pintu masuk desa Sawut, milik haji Kodir, satenya empuk, gulainya dahsyat pokoknya, sate haji Kodir adalah sate terbaik yang ada di lingkungan desa Koplak.

Haji Kodir juga orangnya sangat pengertian, jika ada upacara di desa, tidak segan-segan menyumpang gulai khusus untuk setiap ada upacara di pura Desa, Koplak dan warga biasanya agak segan juga. Akhirnya keputusan desa memutuskan desa membeli satu ekor kambing, haji Kodir yang memasak, tadinya haji Kodir menolak, merasa apa yang dia berikan untuk desanya adalah bagian dari tugasnya sebagai warga. Sebagai kepala desa Koplaklah yang menjelaskan pada haji Kodir bahwa gotong-royong itu berarti yang satu dengan yang lain memiliki kesimbangan, tidak ada yang lebih banyak, tidak ada yang lebih sedikit.

Akhirnya Haji Kodir pun menerima hasil keputusan bersama warga desa Sawut. Makanya setiap ada odalan di pura Desa menunya selalu beragam ada gulai kambing, ada juga lawar babi. Begitulah kehidupan dibina di desa Sawut. Semua merasa bersaudara, semua merasa memiliki desa. Jika merasa memiliki otomatis seluruh warga juga memiliki kewajiban untuk merawat kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai. Makanya Koplak heran dengan kehidupan Kemitir di kota.

“Hari raya kamu tidak mengantar makanan ke tetangga?” tanya Koplak ketika berada di rumah Kemitir.

“Di kota besar seperti ini tidak ada acara seperti itu.” Jawab Kemitir santai.

“Kok bisa?”

“Ya, bisa, Bape. Ini kan bukan di desa?”

“Aneh hidup orang di kota, ya?”

“Aneh bagaimana? Nanti kalau kita mengantar makanan ke tetangga dikira kita sok kaya. Atau kalau makanan yang kita hantarkan menimbulkan penyakit bagaimana?”

“Penyakit? Kok bisa?” tanya Koplak tak habis pikir.

“Kalau tetangga itu mati habis makan makanan kita, bagaimana?” tanya Kemitir serius. Koplak terdiam.

“Belum lagi ada orang yang berbeda agama? Bisa salah kita.” Jawab Kemitir lagi, Koplak terdiam. Bingung dengan jawaban yang diberikan anak semata wayangnya. Koplak heran dan linglung dengan segala kehidupan Kemitir. Bagi Koplak cara-cara Kemitir hidup seperti bumi dan langit bagi Koplak.

Aneh, aneh orang kota itu! Koplak bergumam dalam hati. Kenapa mereka bisa berpikiran jotan, hantaran beragam hidangan atau makanan bisa membuat orang yang menerima mati? Apa Kemitir tidak berlebihan? Bukankah jot-jotan yang diberikan tetangga biasanya yang dimakan juga oleh sebuah keluarga. Kenapa bisa mati?

Kata Kemitir juga jika berbeda agama urusan jot-jotan juga bisa menimbulkan masalah. Kata Kemitir ada beberapa golongan di kota tidak mau makan yang dimasak oleh orang yang berbeda agama? Sejak kapan makanan memiliki agama? Koplak mengernyitkan alisnya. Mau bertanya lebih jauh lagi tidak enak hati. Sesungguhnya Koplak ingin bertanya pada Kemitir, bisakah Kemitr menunjukkan orang yang mau makan jika yang memasak makanan juga memiliki agama yang sama.

Terbayang raut wajah Haji Kodir, lelaki yang konon berasal dari Madura itu, lelaki yang memiliki gaya berpakaian bagi Koplak lucu dengan celana hitam di atas mata kaki. Lelaki yang begitu sopan dan ringan tangan. Lelaki yang memiliki agama berbeda dengan agama sebagian warga di desa Sawut itu tidak memiliki tingkah aneh-aneh, padahal ketika tinggal di desa dia dia juga tidak memiliki aturan-aturan seperti yang Kemitir ceritakan.

Haji Kodir memang menikah dengan perempuan Bali, perempuan Bali itu juga tidak terlihat paling mengerti Tuhan, tidak juga merasa agamanya paling benar. Bahkan istri Haji Kodir sering ikut acara perempuan-perempuan menyiapkan sesaji di balai banjar, bahkan mengenakan kebaya lengkap, dengan kerudung. Istri haji Kodir terlihat cantik dan bersahaya bergaul melebur menjadi satu dengan warga di desa Sawut.

Haji Kodir juga dengan ringan tangan ikut menyembelih kambing, untuk upacara di pura Desa. Warga juga mengerti bahwa Haji Kodir tentu tidak makan babi, warga pun menghormati lelaki setengah baya itu. Lelaki yang bersahaja. Walau pun tidak memiliki anak, kadang-kadang haji Kodir sering memberi sedekah kepada anak-anak desa berupa satu lusin buku dan alat tulis jika bulan Ramafhan tiba. Tidak ada yang aneh-aneh, haji Kodir juga menerima jot-jotan dari warga berupa buah-buahan sehabis upacara di pura. Hidup terasa guyup dan menyenangkan di desa Sawut, tak ada yang merasa lebih jemawa dari yang lain. Semua sama.

Koplak terdiam lama termangu sambil menatap hamparan rumput. Kemana arah mata angin jadwal makan hari ini? Babi Guling? Atau Sate Kambing aduhai haji Kodir? Mumpung Kemitir tidak ada di rumah, kalau Kemitir ada. Perempuan cantik itu akan berteriak.

“Awas kolesterol, Bape! Tidak baik bagi janjung Bape!” Koplak tersenyum, mencuci muka tanpa sikat gigi, mengambil sarung dan kemeja. Siap-siap membuka pintu depan. Kemitir sudah berada di pintu pagar. Koplak terdiam. Patah hatinya, lapar perutnya. Kemitir. Kemitir. Datanglah besok saja kenapa harus hari ini. Koplak berkata dalam hati. Duduk dengan lemas di beranda. Sambil menarik nafas membayangkan menyantap sate dan gulai kambing. [T]

Tags: desakuliner
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

Kebencian, Joker dan Indonesia

Next Post

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Ibu dari seorang anak lelaki. Yang mencoba memotret beragam kondisi sosial, budaya, dan politik di Indonesia dengan cara karikatural. Ala orang "Bali".

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? - Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co