6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lulus Kuliah, Ngapain? Bekerja atau Berkarya? Bikin Ukiran itu Berkarya, Bikin Anak Tangga itu Bekerja

Sofwatillah Amin by Sofwatillah Amin
August 16, 2019
in Esai
Lulus Kuliah, Ngapain? Bekerja atau Berkarya? Bikin Ukiran itu Berkarya, Bikin Anak Tangga itu Bekerja

Ilustrasi diolah dari foto Mursal Buyung

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Berbagai acara pengenalan suasana kampus digalakan demi menyambut Mahasiswa Baru. Pemandangan serba aneh mulai dari topi Caping, rumbai-rumbai makanan kecil dan hal lainnya yang membuat mata tak nyaman sudah mulai dihilangkan dari acara pengenalan Kampus. Praktis ini membuat para Mahasiswa Baru terlihat jauh lebih elegan.

Banyak di antara mereka dan mungkin juga kita tak menyadari apakah jurusan yang diambil sesuai dengan keinginan dan kemampuan atau tidak. Tapi, keluar dari itu pertanyaan di atas cepat atau lambat menyerang pikiran mereka dan mulai bertanya-tanya pada diri sendiri.

Fase perkenalan sejatinya tak akan lama, setelah fase awal itu, mereka akan naik ke fase selanjutnya. Mereka akan memiliki adik kelas, akrab dengan suasana kampus, menjadi panitia OSPEK, merasa “diseniorkan” dan bla bla bla.

Tapi saat selangkah lagi tiba di garis finish pertanyaan itu kembali menggelayuti pikiran “Setelah lulus kuliah mau ngapain? Berbekal pertanyaan itu beberapa orang memutuskan untuk “menunda” kelulusan  berdalih tak mau menambah angka pengangguran di Indonesia.

What? Pengangguran? Kenapa alasan itu yang muncul? Biasanya alasan itu justeru ada pada orang yang memiliki firasat setelah lulus tak bisa kemana-mana, tak bisa beraktivitas apa-apa, alias nganggur. Jadi, secara sadar dia menobatkan diri sebagai pengangguran sebelum jadi pengangguran sebenarnya. Setuju?

Memang hitungan sederhananya begini, satu kali wisuda bisa meluluskan 400-600an wisudawan. Satu tahun pihak kampus mengadakan wisuda dua sampai tiga, bahkan empat kali, jadi sudah bisa dihitung ada lebih dari 1.000 sarjana tiap tahunnya dan itu baru dari satu kampus, belum dari kampus-kampus lain di seluruh penjuru negeri.

Tidak dipungkiri dari 1.000 kepala tersebut, mayoritas menginginkan terjun ke dunia pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang mereka ambil, ya meskipun jurusan tak selalu sejalan dengan kemauan, tapi ya sudahlah kita anggap sesuai dengan jurusan saja agar tak membahas kemana-mana.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikian Tinggi mencatat sekitar 8,8 % dari 7 juta pengangguran di Indonesia adalah sarjana, berarti ada sekitar 630.00 sarjana pengangguran pada tahun 2018 (Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/03/26/630000-orang-sarjana-masih  menganggur-421873).

Data yang sangat mendukung untuk para penunda wisuda. Semestinya sebagai Mahasiswa bisa berpikir lebih dari itu. Lebih bisa melibatkan orang lain dalam setiap tindakannya. Ada penantian orang tua yang harus tertuntaskan, ada harapan orang-orang sekampung yang menunggu ingin melihat tetangganya memakai toga, ada tetangga nun jauh di sana yang juga ingin tahu kampus itu seperti apa dan bagaimana. Karena mungkin hanya dengan melihat Anda wisuda mereka baru bisa ikut melihat dan tahu bagaimana  suasana kampus.

Jadi, perihal pekerjaan semestinya tidak jadi pertimbangan paling utama dalam memutuskan kapan lulus. Ada keringat dan harapan orang-orang sekitar yang harus segera terbayarkan. Ada tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Masalah tidak berhenti di situ. Itu bagi dia yang berpikiran untuk menjadi pekerja, belum lagi mereka yang bilang bahwa urusan pekerjaan bagi seorang sarjana bukan nomor satu, karena yang utama adalah membuka lapangan pekerjaan. It’s ok, enggak papa, semua orang, semua

Mahasiswa saya yakin pernah mengalami fase dimana kita-sebagai mahasiswa menilai bahwa hidup harus bisa bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, padahal yang perlu disadari sebelum bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang, paling tidak, minimal kita harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri, tentu saja bagi kalangan terpelajar adalah menyelesaikan tugas studinya. Jadi mau bekerja atau membuka usaha?

Ah yang terpenting bukan itu,, di atas itu ada lagi yang mesti dilatih, yaitu membangun diri.

Di sisi lain, ada pandangan dari masyarakat yang sedikit memojokkan para sarjana. Mereka menganggap bahwa seorang sarjana harus berpakaian rapi, berjas dan berdasi dan semacamnya. Setiap pagi bolak-balik dengan kendaraan menuju kantor dan pulang sore hari, sebagian lagi menganggap itu sama saja dengan “Memperbudak diri”. Dan secara tidak langsung mendorong tujuan orang tua yang menguliahkananaknya untuk bisa jadi pekerja bukan mencari pengalaman, memperluas circle pergaulan atau bahkan mencari ilmu.

            “Sebagus-bagusnya dia punya mobil tetep aja itu hasil digaji orang, setiggi-tingginya pangkat dan jabatan di kantor tetep aja statusnya pegawai, pesuruh. Mending gue dong usaha, berapapun uang yang gue dapet, gue tetep jadi pemimpin perusahaan, gue kepala meskipun di tubuh ikan teri, daripada lu di tubuh hiu tapi cuma bisa jadi ekor”.

Ini “Indonesia banget’’, tidak pernah bisa memandang satu hal lebih dari satu sudut pandang, semuanya subjektif, kalau orang jawa bilang semaue dewek.  Sekalipun objektif ya sama hal-hal yang menguntungkan dia saja, Hey, come on, saya coba beri stimulus positif pada adik-adik Mahasiswa,  perihal setelah lulus kuliah mau jadi apa, itu lebih dari sekadar keputusan, semuanya membutuhkan mental dan porsinya masing-masing.

Yang memutuskan jadi karyawan, dia butuh mental, kerja dibawah tekanan dan yang paling sulit adalah mengorbankan waktu bersama keluarga. Begitupun yang memutuskan jadi pengusaha, dia membutuhkan kesabaran setebal baja, hati sekeras batu dan jiwa marketing yang saat ini hampir semua orang sudah memilikinya, persaingan pasar ketat. Kesemuanya memiliki porsinya masing-masing, bukan saling menyudutkan.

Nah, karenanya selain bekerja dan berwirausaha ada satu penawaran yang sangat menarik. Yaitu berkarya. Bagaimana agar bisa berkarya? Manfaatkan waktu 4-7 tahun masa kuliah itu, pelajari sebanyak mungkin hal yang bisa kamu jangkau dan pelajari, bergaullah dengan sebanyak mungkin orang bahkan sampai memori di handphonemu tak cukup lagi menampung kontak dan jaringan yang sudah kamu bangun selama kuliah. Beberpa waktu lalu, saya pernah melihat postingan insta story salah satu seniman Indonesia, ya saya menyebutnya seniman karena dia sangat multitalenta, Pandji Pragiwaksono. Begini postinganya :


Dimulai dari sebuah cerita…

Suatu hari, Ayah saya. Koes Pratomo Wongsoyudo yang saat itu bisnis penyediaan alat-alat berat konstruksi, berbincang dengan rekan kerja berkewarganegaraan Jerman di Hotel yang saat itu namanya masih Hotel Hilton.

Orang Jerman tersebut bertanya dalam bahasa inggris

“Koes, orang Indonesia itu aneh ya…”

Ayah saya bertanya balik dengan tidak kalah bingungnya

“Aneh bagaimana?”

“Orang Indonesia itu kalau bikin ukiran bisa detil sekali, indah, presisi” ujarnya sambil menunjuk ke sebuah ukiran kayu jepara yang menempel pada tembok hotel.

“Tapi..”lanjutnya lagi.

“Orang Indonesia kalau bikin tangga, anak tangganya nggak presisi banget. Kadang tinggi anak tangganya 20cm, anak tangga selanjutnya 21cm, anak tangga berikutnya 20,5cm..ga bisa presisi, ga pernah rapi. Kenapa bisa begitu Koes?”

Ayah saya menjawab,

“Yang bikin ukiran itu berkarya, yang bikin anak tangga itu bekerja”


Bagaimana? Mau bekerja saja atau bekerja dan berkarya?

Luluslah dan berkarya! [T]

Tags: bekerjaberkaryakuliahkuliah sambil kerjamahasiswa
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Novel Psycho-thriller yang Mencekam, “Rainbow Cake”, Dibedah di JKP Denpasar

Next Post

Imajinasi Senja – Kolaborasi Puitik Penyair Fajar Arcana, Musisi Alien Child, dan Sutradara Happy Salma

Sofwatillah Amin

Sofwatillah Amin

Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten. Narasumber Pustaka Ramadhan di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta. Tinggal di Banten

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Imajinasi Senja – Kolaborasi Puitik Penyair Fajar Arcana, Musisi Alien Child, dan Sutradara Happy Salma

Imajinasi Senja - Kolaborasi Puitik Penyair Fajar Arcana, Musisi Alien Child, dan Sutradara Happy Salma

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co